Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tarawih

Tarawih

Ratings: (0)|Views: 1,033|Likes:
Published by Iwan Hermawan
SHALAT TARAWIH Rasulullah saw menganjurkan kepada kita untuk menghidupkan malam Ramadhan dengan memperbanyak sholat. Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Nabi saw. Sangat mengajurkan qiyam ramadhan dengan tidak mewajibkannya. Kemudian Nabi saw. Bersabda, “Siapa yang mendirikan shalat di malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan, maka ia diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.” (muttafaq alaih) Dan fakta sejarah memberi bukti, sejak zaman Rasulullah saw. hingga kini, umat Islam secara tur
SHALAT TARAWIH Rasulullah saw menganjurkan kepada kita untuk menghidupkan malam Ramadhan dengan memperbanyak sholat. Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Nabi saw. Sangat mengajurkan qiyam ramadhan dengan tidak mewajibkannya. Kemudian Nabi saw. Bersabda, “Siapa yang mendirikan shalat di malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan, maka ia diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.” (muttafaq alaih) Dan fakta sejarah memberi bukti, sejak zaman Rasulullah saw. hingga kini, umat Islam secara tur

More info:

Published by: Iwan Hermawan on Aug 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/26/2014

pdf

text

original

 
SHALAT TARAWIH
Rasulullah saw menganjurkan kepada kita untuk menghidupkan malam Ramadhan denganmemperbanyak sholat. Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Nabi saw. Sangat mengajurkanqiyam ramadhan dengan tidak mewajibkannya. Kemudian Nabi saw. Bersabda, “Siapa yangmendirikan shalat di malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan, maka ia diampunidosa-dosanya yang telah lampau.” (muttafaq alaih)Dan fakta sejarah memberi bukti, sejak zaman Rasulullah saw. hingga kini, umat Islamsecara turun temurun mengamalkan anjuran Rasulullah ini. Alhamdulillah. Tapi sayang, dalam pelaksanaannya terdapat perbedaan di beberapa hal yang kadang mengganggu ikatan ukhuwah dikalangan umat. Seharusnya itu tak boleh terjadi jika umat tahu sejarah disyariatkannya shalattarawih.Pada awalnya shalat tarawih dilaksanakan Nabi saw. dengan sebagian sahabat secara berjamaah di Masjid Nabawi. Namun setelah berjalan tiga malam, Nabi membiarkan parasahabat melakukan tarawih secara sendiri-sendiri. Hingga dikemudian hari, ketika menjadiKhalifah, Umar bin Khattab menyaksikan adanya fenomena shalat tarawih terpencar-pencar didalam Masjid Nabawi. Terbersit di benak Umar untuk menyatukannya.Umar memerintahkanUbay bin Kaab untuk memimpin para sahabat melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah.‘Aisyah menceritakan kisah ini seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Untuk selengkapnya silahkan lihat
 Al-Lu’lu War Marjan
: 436. berdasarkan riwayat itulah kemudian para ulama sepakat menetapkan bahwa shalat tarawih secara berjamaah adalah sunnah.Bahkan, para wanita pun dibolehkan ikut berjamaah di masjid, padahal biasanya merekadianjurkan untuk melaksanakan shalat wajib di rumah masing-masing. Tentu saja ada syarat:harus memperhatikan etika ketika di luar rumah. Yang pasti, jika tidak ke masjid ia tidak  berkesempatan atau tidak melaksanakan shalat tarawih berjamaah, maka kepergiannya ke masjidtentu akan memperoleh kebaikan yang banyak.Akan tetapi sekarang ini Shalat tarawih menjadi sebuah kontropersi di kalanganmasyarakat Indonesia . yaitu perbedaan pendapat mengenai rakaatnya ada yang bilang shalattarawih itu adalah 11 rakaat dan shalat 23 rakaat itu adalah bidah dan sesat. Dalam makalah iniinsya Allah saya akan membahas permasalahan shalat terawih ini berdasarkan penelitian saya .
A.
Pengertian Shalat Tarawih
Shalat taraawih adalah shalat sunah yang dikerjakan umat Islam setiap malam pada bulanRamadhan. Shalat ini dahulu dikenal dengan Qiyam Ramadhan. Istilah Tarawih tidak dipakai pada zaman Nabi Muhammad saw. namun baru dipopulerkan pada zaman khalifah Umar ra.Shalat Tarawih (terkadang disebut teraweh atau taraweh) adalahshalat sunnatyangdilakukan khusus hanya pada bulanramadhan. Tarawih dalam bahasa Arabadalah bentuk jama’ dari ة ٌحح َي ْو ِر ْت َ yang diartikan sebagai "waktu sesaat untuk istirahat". Waktu pelaksanaan shalat sunnat ini adalah selepasisya', biasanya dilakukan secara berjama'ah dimasjid. Fakta menarik  tentang shalat ini ialah bahwaRasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallamhanya pernahmelakukannya secara berjama'ah dalam 3 kali kesempatan. Disebutkan bahwa RasulullahShallallahu 'alaihi wa Sallam kemudian tidak melanjutkan pada malam-malam berikutnya karenatakut hal itu akan menjadi diwajibkan kepada ummatmuslim(lihat sub seksihaditstentang tarawih).
 
B.
Dasar Hukum mengenai Shalat Tarawih
Berkata seorang sahabat Nabi Muhammad namanya Abu Hurairah Ra. : Adalah rosulullahSAW. Menggemarkan sembayang pada bulan ramadhan dengan anjura yang tidak keras.Beliau berkata barang siapa mengerjakan sembayang malam Ramadhan dengankepercayan yang teguh dan karena Allah semata, akan di hapus dosanya yang lalu.Shalat Tarawih disyariatkan secara berjamaah berdasarkan hadits Aisyah:
“Rasulullah SAW pada suatu malam keluar dan shalat di masjid, orang-orang pun ikut shalat bersamanya, dan mereka memperbincangkan shalat tersebut, hingga berkumpullah banyak orang, ketika beliau shalat, merekapun ikut shalat bersamanya, mereka memperbincangkan lagi,hingga bertambah banyaklah penghuni masjid pada malam ketiga, Rasulullah SAW keluar dan shalat, ketika malam keempat masjid tidak mampu menampung jama’ah, hingga beliau hanyakeluar untuk melakukan shalat subuh. Setelah selesai shalat beliau menghadap manusia danbersyahadat kemudian bersabda: “Amma ba’du, Sesungguhnya aku mengetahui perbuatankalian semalam, namun aku khawatir diwajibkan atas kalian, sehingga kalian tidak mampumengamalkannya.” Rasulullah wafat dalam keadaan tidak pernah lagi melakukan shalat tarawih secara berjama’ah.”
(HR Bukhari dan Muslim)
“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam pada suatu malam shalat di masjid lalu para sahabat mengikuti shalat Beliau, kemudian pada malam berikutnya (malam kedua) Beliau shalat maka manusia semakin banyak (yang mengikuti shalat Nabi n), kemudian merekaberkumpul pada malam ketiga atau malam keempat. Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi waSallam tidak keluar pada mereka, lalu ketika pagi harinya Beliau bersabda: ‘Sungguh aku telahmelihat apa yang telah kalian lakukan, dan tidaklah ada yang mencegahku keluar kepada kaliankecuali sesungguhnya aku khawatir akan diwajibkan pada kalian,’ dan (peristiwa) itu terjadi dibulan Ramadhan.” (Muttafaqun ‘alaih)"Artinya : Dari Jabir bin Abdullah radyillahu 'anhum, ia berkata : Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam pernah shalat bersama kami di bulan Ramadhan (sebanyak) delapan raka'at dan witir (satu raka'at). Maka pada hari berikutnya kami berkumpul di masjid dan mengharapbeliau keluar (untuk shalat), tetapi tidak keluar hingga masuk waktu pagi, kemudian kami masuk kepadanya, lalu kami berkata : Ya Rasulullah ! Tadi malam kami telah berkumpul dimasjid dankami harapkan engkau mau shalat bersama kami, maka sabdanya "Sesungguhnya aku khawatir (shalat itu) akan diwajibkan atas kamu sekalian".(Hadits Riwayat Thabrani dan Ibnu Nashr)"Aku perhatikan shalat malam Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, yaitu (Ia) shalat duaraka'at yang ringan, kemudian ia shalat dua raka'at yang panjang sekali, kemudian shalat duaraka'at, dan dua raka'at ini tidak sepanjang dua raka'at sebelumnya, kemudian shalat duaraka'at (tidak sepanjang dua raka'at sebelumnya), kemudian shalat dua raka'at (tidak sepanjang dua raka'at sebelumnya), kemudian shalat dua raka'at (tidak sepanjang dua raka'at  sebelumnya), kemudianwitir satu raka'at, yang demikian adalah 13 raka'at".Diriwayatkan olehMalik, Muslim, Abu Awanah, Abu Dawud dan Ibnu Nashr."Artinya : Dari Abi Salamah bin Abdurrahman bahwasanya ia bertanya kepada 'Aisyahradyillahu anha tentang shalat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam di bulan Ramadhan.
 
Maka ia menjawab ; Tidak pernah Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa Sallam kerjakan(tathawwu') di bulanRamadhandan tidak pula di lainnya lebih dari sebelas raka'at 1) (yaitu) ia shalat empat (raka'at) jangan engkau tanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian ia shalat empat (raka'at) 2) jangan engkau tanya panjang dan bagusnya kemudian ia shalat tiga raka'at".[Hadits Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim]
C.Fatwa rakaat mengenai Shalat tarawih
Terdapat beberapa praktek tentang jumlah raka'at dan jumlah salam pada shalat tarawih, pada masaRasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallamjumlah raka'atnya adalah 8 raka'at dengandilanjutkan 3 raka'atwitir.Dan pada zaman khalifah Umar menjadi 20 raka'at dilanjutkan dengan3 raka'atwitir . Perbedaan pendapat menyikapi boleh tidaknya jumlah raka'at yang mencapai bilangan 20 itu adalah temaklasik yang bahkan bertahan hingga saat ini. Sedangkan mengenai jumlah salam praktek umum adalah salam tiap dua raka'at namun ada juga yang salam tiap empatraka'at. Sehingga bila akan menunaikan tarawih dalam 8 raka'at maka formasinya adalah salamtiap dua raka'at dikerjakan empat kali, atau salam tiap empat raka'at dikerjakan dua kali danditutup dengan witir tiga raka'at.Ulama fiqih dalam Mazhab imam syafii seluruhnya menfatwakan bilangan shlat tarawihadalah 20 rakaat sesuia dengan fatwa umar bin khatab .Berkata imam Nawawi dalam kitab Al Majmu syarah ala mazhab begini :Artinya : dalam mazhab kita tarawih itu 20 rakaat dengan 10 salam, selain witir ( AL Majmu IVPatina 32 )Imam Syafi’i berkata, “Jika shalatnya panjang dan jumlah rakaatnya sedikit itu baik menurutku. Dan jika shalatnya pendek, jumlah rakaatnya banyak itu juga baik menurutku,sekalipun aku lebih senang pada yang pertama.” Selanjutnya beliau mengatakan bahwa orangyang menjalankan tarawih 8 rakaat dengan 3 witir dia telah mencontoh Rasulullah, sedangkanyang menjalankan tarawih 23 rakaat mereka telah mencontoh Umar, generasi sahabat dan tabi’in.Bahkan, menurut Imam Malik, hal itu telah berjala lebih dari ratusan tahun.Berkata siti aisyah Umul Muuminin : Tidak ada Nabi menambah pada bulan Shalatramadhan dan bulan lainnya dan 11 rakaat. ( H. Riwayat Imam bukhari)Hadits Bukhari yang diriwayatkan Aisyah menjelaskan cara Rasulullah saw. melaksanakanshalat malam adalah dengan tiga salam. Jadi, dimulai dengan 4 rakaat yang sangat panjang laluditambah 4 rakaat yang panjang lagi kemudian disusul 3 rakaat sebagai witir (penutup).Adapun perincian 10 raka'at dan 1 witir: "Aku perhatikan shalat malam Rasulullah
 shallallahu 'alaihi wasallam
, yaitu (Ia) shalat dua raka'at yang ringan, kemudian ia shalat duaraka'at yang panjang sekali, kemudian shalat dua raka'at, dan dua raka'at ini tidak sepanjang duaraka'at sebelumnya, kemudian shalat dua raka'at (tidak sepanjang dua raka'at sebelumnya),kemudian shalat dua raka'at (tidak sepanjang dua raka'at sebelumnya), kemudian shalat duaraka'at (tidak sepanjang dua raka'at sebelumnya), kemudian witir satu raka'at, yang demikianadalah 13 raka'at". [Diriwayatkan oleh Malik, Muslim, Abu Awanah, Abu Dawud dan Ibnu Nashr]Menurut Imam Ahmad, tidak ada pembatasan yang signifikan dalam jumlah rakaat tarawih,melainkan tergantung panjang dan pendeknya rakaat yang didirikan. Imam Az-Zarqanimengkutip pendapat Ibnu Hibban bahwa tarawih pada mulanya 11 rakaat dengan rakaat yangsangat panjang, kemudian bergeser menjadi 20 rakaat tanpa witir setelah melihat adanya

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Asep Supendi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->