2
2.
Bahan dan Metode
2.1
Bahan
Minyak hasil samping penepungan ikan lemuruyang diperoleh dari PT. Blambangan Raya Muncar,banyuwangi pada bulan Desember 2007. Bahan yangdibutuhkan untuk proses kristaliasasi urea adalah UreaPre Analisis, heksana teknis, methanol teknis, dan HClteknis dari Brataco Chemica. Bahan untuk analisamenggunakan pre-analisis dengan merek Merck.Standart asam lemak dan standart internal C19:0dengan merek Sigma.
2.2
Metode pembuatan konsentrat asam lemak ω
-3dengan metode kristalisasi urea
Minyak hasil samping penepungan lemurudisaponifikasi dengan penambahan larutan NaOH 20%dan dilakukan pada suhu 60°C. Kemudiandipisahankan fraksi tersabunkan dengan fraksi yangtidak tersabunkan. Asam lemak termasuk dalam fraksiyang tersabunkan. Fraksi yang tidak tersabunkan terdiridari sterol, vitamin, dan hidrokarbon lain. PenambahanHCl hingga pH 4 bertujuan untuk mengubah asamlemak tersabunkan menjadi asam lemak bebas danmengkoagulasi protein-hemoglobin (Haagsma
et al
,1982). Bagian atas yang mengandung asam lemak bebas terlarut dalam heksana dipisahkan dandievaporasi pada suhu 30°C. Sehingga diperoleh asamlemak bebas.Urea yang telah ditentukan rasionya dilarutkandalam larutan metanol dengan perbandingan 10% (b/v)pada suhu 60° C. Perbandingan 10% (b/v) bertujuanuntuk menghindari kejenuhan urea di dalam metanol(Elizabeth, 1992). Asam lemak (rasio yang ditentukan)dilarutkan dalam larutan metanol
–
urea dan didiamkanpada suhu 10° C dengan lama waktu yang telahditentukan. Selama proses kristalisasi akan terbentuk kompleks urea
–
asam lemak jenuh dan asam lemak monoenoat yang terlihat seperti jarum
–
jarum panjang.Kompleks urea yang terbentuk dipisahkan. Asamlemak yang tidak jenuh yang tetap terlarut dalammetanol diekstraksi dengan heksana dan dilakukanpenambahan HCl. Ekstraksi dilakukan sebanyak duakali bertujuan untuk mendapatkan rendemen konsentratyang maksimal dan terjadi peningkatan 20% (Haagsma
et al
, 1982). Larutan dievaporasi vakum pada suhu30°C sampai pelarut habis untuk mendapatkan
konsentrat asam lemak ω
-3.
2.3
Penelitian Pendahuluan
Penelitian pendahuluan dilakukan untuk mendapatkan titik yang diduga optimum dan akanmenjadi titik pusat pada penelitian utama. Penelitianpendahuluan untuk rasio urea : asam lemak (R) dimulaipada rasio 1,5 : 1 , 2 : 1 , 2,5 : 1 , 3 : 1 , 3,5 : 1 denganlama kristalisasi 24 jam. Setelah rasio urea : asamlemak yang maksimal diketahui, rasio tersebutdigunakan untuk mencari lama kristalisasiyangmaksimal. Variabel lama kristalisasi (W) terdiri dari 12 jam, 18 jam, 24 jam, 30 jam, dan 36 jam.
2.4
Penelitian Utama
Rancangan komposit pusat digunakan untuk mencari titik optimum. Perlakuan utama adalahkombinasi dari kondisi maksimum yang telah diperolehpada penelitian pendahuluan yaitu rasio urea : asamlemak sebesar 2,5 : 1 (
b
/
b
) dan lama kristalisasi 24 jam.Dilakukan perluasan perlakuan denganmengkombinasikan masing
–
masing titik sebelum dansesudah kondisi maksimum untuk rasio urea : asamlemak yaitu 2 : 1 (
b
/
b
) dan 3:1 (
b
/
b
). Lama kristalisasidiperluas dengan titik
–
titik sebelum dan sesudah lamakristalisasi maksimum yaitu 18 jam dan 30 jam. Untuk menghindari bias, perlakuan diperluas lagi denganmengkombinasikan kon
disi maksimum dengan titik α
dan
–α. Dimana α adalah komponen perluasan matrik dan dirumuskan α = 2
k/4
(k = variabel yang dicobakan).
Variabel kode X
1
(Rasio urea : asamlemak)X
2
(lamakristalisasi)
1,414 (α)
3,207:1 32,484 jam
1
3 : 1 30 jam
0
2,5 : 1 24 jam
-1
2 : 1 18 jam
-
1,414 (α)
1,793 : 1 15,516 jam
2.5
Analisis komponen asam lemak, analisis kimia,dan analisis data
Profil asam lemak dianalisa menggunakan metodemetilasi Christopherson dan Glass (1969) dalam Adnan(1997), perhitungan berdasarkan % (b/b) yang diukurdengan membandingkan berat asam lemak denganstandar internal metil ester C:19. Analisis kadar airmetode destilasi (AOAC, 1970), asam lemak bebas(Mehlendbacher, 1960 dalam Sudarmadji dkk, 2004),angka peroksida (AOAC, 1970), bilangan anisidin(IUPAC, 1979), bilangan totox (IUPAC, 1979), kadarbesi dengan metode AAS (APHA, 1998), kadartembaga dengan metode AAS (APHA, 1998), kadarfosfor dengan metode molibdat-vanadat (AOAC, 1990)dan analisis warna dengan metode Gardner. Analisisdata menggunakan
software Design Expert 7.1.6
Tabel 1.
Variabel yang digunakan pada rancangan komposit pusat
Gambar 1
. Rancangan komposit