Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kronologis Kecelakaan Nike Ardila

Kronologis Kecelakaan Nike Ardila

Ratings: (0)|Views: 567 |Likes:
Published by Arik Bliz

More info:

Published by: Arik Bliz on Aug 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/02/2010

pdf

text

original

 
Copied  http://pusat-infomusik.blogspot.com 
Kronologis Kecelakaan Nike Ardilla
 
|
Created by http://arikbliz.multiply.com 
 
 
1
18 Maret 1995, Sabtu
 06:00 : Nike Ardilla di rumah kontrakannya,Jl. Mangga No.10A, Fatmawati-Jakarta Selatan. Iatampak kelelahan setelah syuting Trauma Marissa II yang makan waktu sembilan jam dan baruberakhir pukul 02.00. Adegan terakhir Nike sebagai Marissa adalah mengadili dokter Parsidi (drg.Fadly). Ada sejumlah temannya berkunjung sejak dini hari, yakni Deddy Dhukun, Rany Noor,Melly Guslow, Mona, Nona, Anggun dan Fitri. Malam itu, Nike tidak bisa tidur dan minta Nona
menemaninya nonton film Cinderella di video VHS yang baru dibeli. Ia juga sempat minta dido’a
kan dan berpesan agar Fitri sepupunya yang ikut dia dijaga baik-baik.08:00 : Nike dan Sofiatun Wahyuni (Atun) menuju lokasi syuting Warisan II di Jl. Atletik, Bogor.Mobil Nike dikemudikan Alim, sopir yang dipinjam pak David, tetangganya di Jl. Mangga.10.00 : Tiba di lokasi syuting. Nike langsung minta maaf kepada seluruh kru. Ia juga memeluk Darto Jo
ned. “Lama sekali, sampai
-
sampai saya tanya, Kenapa kamu?”, kata sang sutradara. Ketika
di make-up, tiba-tiba saja Nike minta alisnya dirias bak Marlyn Monroe, idolanya.12.30 : Syuting dimulai. Nike mendapat jatah empat adegan. Pertama terima telepon, disusuladegan bertengkar dengan Bram (Tahta), lalu makan sambil berdialog dengan ayahnya (El Manik).Terakhir adegan turun tangga. Nike sempat minta air jeruk, kecap, roti bantal. Katanya untuk mengobati suaranya yang serak. Ia juga minta rokok Marlboro kepada seorang kru, padahalbiasanya cuma menghisap Dunhil hijau. Yang aneh saat syuting adegan bertengkar dengan Bram.
“Bagaimana mungkin satu scene yang mestinya rampung setengah jam, makan waktu 3,5 jam”
Tahta menceritakan kembali. Menurut Tahta, berkali-
kali Nike minta maaf karena salah ucap. “Dia
sering nambah-nambahin dialog. Perkebunan jadi perkebunannan. Sebentar-sebentar lihat skenario,seperti nggak ada yang nempel. Saya sampai kehabisan akal. Tapi anehnya para kru diam saja.Padahal biasanya merek 
a suka nyeletuk.” Menurut Tahta, pada adegan ketika ia memegang pundak  Nike, terasa begitu dingin tanpa ekspresi. “Kata orang, yang saya hadapi sebenarnya bukan Nikelagi,” ujarnya sambil merinding.
 19.30 : Syuting selesai. Sebelum pamit ke Bandung, Nike
sempat memeluk Darto lagi. “Saya
sempat mencegahnya karena mengkhawatirkan staminanya, apalagi esok paginya dia harus syuting
lagi,” kata Darto. Karena tak bisa mencegahnya, Darto cuma berpesan supaya hati
-hati. Sebelum

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->