Diplomasi Munafik Ala Yahudi Paul Findleyhttp://www.akhirzaman.info/
Hal. | 3
kata kecaman ketika Israel melakukan pelanggaran-pelanggaran besar terhadaphukum internasional.Misalnya, Dewan Keamanan PBB telah memerintahkan Israel untuk menarikdiri dari tanah bangsa Arab yang direbutnya bertahun-tahun lalu lewat tindakkekerasan bersenjata, mengutuk pencaplokan Israel atas Jerusalem Timur danDataran Tinggi Golan dan pembangunan perumahan bangsa Israel di wilayah-wilayahpendudukan, dan, yang paling mutakhir, pada 18 Desember 1992, menuntut agarIsrael membatalkan pengusiran atas 413 orang Palestina (Resolusi Dewan KeamananPBB no. 799).Bukannya memimpin masyarakat internasional dalam aksi kekuatan politik,ekonomi, atau militer-untuk mengamankan tuntutan dewan agar Israel membatalkanpengusiran itu, Amerika Serikat justru bertindak sebaliknya. Ia meneruskan tanpahenti aliran bantuan finansial dan militer tanpa batas kepada negara penyerangtersebut. Pada waktu yang hampir bersamaan, tepat sebelum pelantikan Presiden BillClinton pada Januari 1993, pemerintahan Bush, sebagai tanggapan atas tindakpelanggaran yang jauh lebih kecil, memulai suatu kampanye militer melawan Irakkarena pelanggarannya atas zona larangan terbang pasca perang. Raja Fahd dariSaudi Arabia menyesalkan standar ganda ini: resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB,tegasnya, "harus dihormati dan dilaksanakan, entah itu menyangkut situasi di wilayahTeluk atau dalam kasus Palestina..."
Nama baik Amerika Serikat terancam bahkan di Israel sendiri, di mana semakinbanyak warganya yang beranggapan bahwa penerapan standar ganda AmerikaSerikat merupakan penghalang bagi perdamaian. Mereka percaya bahwa dengantidak adanya aliran bantuan finansial dan militer tanpa syarat dari Amerika Serikat,pemerintah mereka sejak jauh-jauh hari pasti telah menarik pasukannya dari wilayah-wilayah pendudukan dan menjalin hubungan yang normal dan damai dengan negara-negara Arab.Kesulitan Amerika Serikat akan semakin menjadi beban dan ancaman ketikakonflik Arab-Israel semakin meningkat, dengan tidak adanya perdamaian. Pusatkonflik itu adalah pertemuan antara pengaruh-pengaruh agama, ekonomi, politik,dan militer yang sangat kompetitif, yang kesemuanya menyangkut kepentingan-kepentingan vital Amerika Serikat. Kepentingan-kepentingan itu mengangkangi duapihak dan tidak dapat dicapai hanya dengan berpihak pada bangsa-bangsa Arab atauIsrael saja.Hanya Amerika Serikat yang mempunyai sumber-sumber yang diperlukanuntuk menjaga kerja sama dari semua partai utama dalam konflik itu. Namun untukbertindak secara efektif Amerika Serikat pertama-tama harus mengatasi duapenghalang besar, yang keduanya bersumber dari dalam negeri. Pertama, pengaruhbesar yang dilancarkan oleh kepentingan-kepentingan pro Israel dalam perumusan