Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
40Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Fonologi Bahasa Indonesia

Fonologi Bahasa Indonesia

Ratings: (0)|Views: 12,180|Likes:
Published by Faqieh FatOnix

More info:

Published by: Faqieh FatOnix on Aug 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/09/2013

pdf

text

original

 
Fonologi
Fonologi secara bahasa memiliki makna ilmu tentang bunyi. Hal ini sesuai dengan makna darikata Fonologi itu sendiri yang terdiri atas
 fon
=bunyi dan
logos
=ilmu. Akan tetapi, bunyi yangdipelajari dalam Fonologi bukan bunyi sembarang bunyi, melainkan bunyi bahasa yang dapatmembedakan arti dalam bahasa lisan ataupun tulis yang digunakan oleh manusia. Bunyi yangdipelajari dalam Fonologi kita sebut dengan istilah
 fonem
.Fonem tidak memiliki makna, tapi peranannya dalam bahasa sangat penting karena fonem dapatmembedakan makna. Misalnya saja fonem [l] dengan [r]. Jika kedua fonem tersebut berdirisendiri, pastilah kita tidak akan menangkap makna. Akan tetapi lain halnya jika kedua fonemtersebut kita gabungkan dengan fonem lainnya seperti [m], [a], dan [h], maka fonem [l] dan [r] bisa membentuk makna /marah/ dan /malah/. Bagi orang Jepang kata marah dan malah mungkinmereka anggap sama karena dalam bahasa mereka tidak ada fonem [l]. Oleh karena itulah sangat penting bagi kita untuk mempelajari Fonologi.Sekarang coba Anda perhatikan bunyi gebrakan tangan di atas meja. Apakah bunyi tersebuttermasuk ke dalam kategori fonem? jika Anda menjawab Iya, Anda harus membaca kembalikalimat sebelumnya. Tapi, jika jawaban Anda Bukan..Selamat! Anda telah berhasil memahamitentang fonem. Bunyi gebrakan tangan di atas meja mungkin bisa memiliki makna atau punmembedakan makna, tapi apakah bunyi tersebut termasuk ke dalam bunyi bahasa..silahkan Anda perhatikan dengan baik.Fonem dalam bahasa Indonesia terdiri atas empat macam. Ada fonem yang benar-benar asli dari bahasa Indonesia, namun ada pula fonem yang berasal dari berbagai bahasa lain namun penggunaannya sudah dibakukan. Dalam pembahasan berikut, saya tidak akan membedakanantara fonem yang asli dengan fonem yang serapan
BAB II : Pengaruh Bunyi Bahasa
 
PENGARUH DAN PEMENGARUH BUNYI BAHASAA. Proses AsimilaiProses asimilasi adalah pengaruh yang mempengaruhi bunyi tanpa mempengaruhi identitas fonem danterbatas pada asimilasi fonetis saja. Berdasarkan arah pengaruh bunyinya, proses asimilasi dibedakanmenjadi :a.
 
Asimilasi Progresif  b.
 
Asimilasi Regresif B. Artikulasi penyertaProses pengaruh bunyi yang disebabkan oleh artikulasi ini dibedakan menjadi :a.
 
Labialisasi, yaitu pembulatan bibir pada artikulasi primer sehingga terdengar binyi semi-vokal[w] pada bunyi utama tersebut. Misalnya, bunyi [t] pada kata
tujuan
terdengar sebagai bunyi [t
w
]. b.
 
Retrofleksi, yaitu penarikan ujung lidah ke belakang pada artikulasi primer, sehingga terdengar  bunyi [r] pada bunyi utama. Misalnya, [k 
] dari bunyi [k] pada kata
kardus.
c.
 
Palatalisasi, yaitu pengangkatan daun lidah ke arah langhit-langit keras pada artikulasi primer.Misalny bunyi [p] pada kata
 piara
terdengarsebagai [p
y
].d.
 
Velarisasi, yaitu pengangkatan pangkal lidah ke arah langit-langit lunak pada artikulasi primer.Misalnya, bunyi [m] pada kata
mahluk 
terdengar sebagai [m
x
].e.
 
Glotalisasi, yaitu proses penyerta hambatan pada glottis atau glottis tertutup rapat sewaktuartikulasi primer diucapkan. Vokal dalam bahasa Indonesia sering diglotalisasi. Misalnya, bunyi[o] pada kata
obat 
terdengar sebagai [?o].C. Pengaruh bunyi karena distribusiPengaruh bunyi karena distribusi menimbulkan proses-proses sebagai berikut :
 
a.
 
Aspirasi, yaitu pengucapan suatu bunyi disertai dengan hembusan keluarnya udara dengan kuatsehingga terdengar bunyi [h]. Misalnya, konsonan letup bersuara [b,d,j,g] terdengar sebagai[b
h
,d
h
,j
h
,g
h
].d.
 
Pelepasan, yaitu pengucapan bunyi hambat letup yang seharusnya dihambat tetapi tidak dihambat dan dengan serentak bunyi berikutnya diucapkan. Pelepasan dibedakan menjadi tiga,yaitu :-
 
Lepas tajam atau lepas penuh-
 
Lepas nasal-
 
Lepas sampingan-
 
Pemgafrikatan.D. KehomorgananKehomorganan yaitu konsonan yang mempiunyai sifat khusus. Terdapat dua jenis kehomorganan, yaitu :a. Kehomorganan penuh b. Kehomorganan sebagianTRANSKRIPSI BUNYI BAHASATranskripsi adalah penulisan tuturan atau perubahan teks dengan tujuan untuk menyarankan lafal bunyi,fonem, morfem atau tulisan sesuai dengan ejaan yang berlakudalam suatu bahasa yang menjadisasarannya. Transkripsi dibedakan menjadi.a.
 
Transkripsi fonetis, yaitu penulisan pengubahan menurut bunyi. Tanda […] b.
 
Transkripsi fonemis, yaitu transkripsi bahasa menurut fonem. Tanda /…/c.
 
Transkripsi fonemis, yaitu penulisan pengubahan menurut morfem. Tanda {…}d.
 
Transkripsi ortografis, yaitu penulisan pengubahan menurut huruf atau ejaan bahasa yangtmenjadi tujuannya. Tanda <…>

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->