Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
21Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Fase Terapeutik

Fase Terapeutik

Ratings: (0)|Views: 564 |Likes:
Published by Fransisco Polandos

More info:

Published by: Fransisco Polandos on Aug 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2012

pdf

text

original

 
 Nama : Fransisco Polandos NIM : 09061048 Matakulia : Komunikasi KeperawatanFASE KOMUNIKASI TERAPEUTIK 
Keterampilan berkomunikasi merupakan
critical skill
yangharus dimiliki oleh seorang perawat dan merupakan bagianintegral dari asuhan keperawatan. Komunikasi dalam keperawatandisebut dengan komunikasi terapeutik, yang merupakan komunikasiyang dilakukan oleh seorang perawat pada saat melakukanintervensi keperawatan sehingga memberikan khasiat terapi bagiproses penyembuhan pasien. Komunikasi terapeutik merupakankomunikasi yang terstruktur yang terdiri dari empat tahap yaitufase pra-interaksi, fase orientasi, fase kerja dan faseterminasi.Komunikasi terapeutik yang terjadi antara perawat dan klienharus melalui empat tahap meliputi fase pra-interaksi,orientasi, fase kerja dan fase terminasi. Agar komunikasiterapeutik antara perawat dan klien dapat berjalan sesuaiharapan, diperlukan strategi yang harus dilakukan oleh perawatpada saat melakukan komunikasi terpeutik dengan kliennya.Berikut ini akan dijelaskan mengenai strategi pada setiaptahapan komunikasi terapeutik yang terjadi antara perawat danpasien yang merupakan klien post-operasi.
1. Fase Pra±Interaksi
Fase pra-interaksi merupakan masa persiapan sebelumberhubungan dan berkomunikasi dengan klien. Dalam tahapan iniperawat menggali perasaan dan menilik dirinya dengan caramengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya. Pada tahap inijuga perawat mencari informasi tentang klien sebagai lawanbicaranya. Setelah hal ini dilakukan perawat merancang strategiuntuk pertemuan pertama dengan klien. Tahapan ini dilakukan olehperawat dengan tujuan mengurangi rasa cemas atau kecemasan yangmungkin dirasakan oleh perawat sebelum melakukan komunikasiterapeutik dengan klien.Kecemasan yang dialami seseorang dapat sangat mempengaruhiinteraksinya dengan orang lain (Ellis, Gates dan Kenworthy, 2000dalam Suryani, 2005). Hal ini disebabkan oleh adanya kesalahandalam menginterpretasikan apa yang diucapkan oleh lawan bicara.Pada saat perawat merasa cemas, dia tidak akan mampumendengarkan apa yang dikatakan oleh klien dengan baik (Brammer,1993 dalam Suryani, 2005) sehingga tidak mampu melakukan
activelistening 
(mendengarkan dengan aktif dan penuh perhatian).
 
Strategi komunikasi yang harus dilakuakn perawat dalamtahapan ini adalah:a. Mengeksplorasi perasaan, mendefinisikan harapan danmengidentifikasi kecemasan Pasien.b. Menganalisis kekuatan dan kelemahan diri.c. Mengumpulkan data dan informasi tentang Pasien darikeluarga terdekatnya.d. Merencanakan pertemuan pertama padapasien denganbersikap positif dan menghindari prasangka burukterhadap klien di pertemuan pertama.
2
. Fase Orientasi
Fase orientasi atau perkenalan merupakan fase yang dilakukanperawat pada saat pertama kali bertemu atau kontak dengan klien.Tahap perkenalan dilaksanakan setiap kali pertemuan dengan kliendilakukan. Tujuan dalam tahap ini adalah memvalidasi keakuratandata dan rencana yang telah dibuat sesuai dengan keadaan kliensaat ini, serta mengevaluasi hasil tindakan yang telah lalu(Stuart.G.W, 1998).Strategi yang dapat dilakukan perawat dalam tahapan iniadalah:a) Membina rasa saling percaya dengan menunjukkanpenerimaan dan komunikasi terbuka terhadap Pasien dengantidak membebani diri dengan sikap Pasien yang melakukanpenolakan diawal pertemuan.b) Merumuskan kontrak (waktu, tempat pertemuan, dan topikpembicaraan) bersama-sama dengan klien dan menjelaskanatau mengklarifikasi kembali kontrak yang telahdisepakati bersama. Perawat dapat menanyakan kepadakeluarga Pasien mengenai topik pembicaraan yang mungkinakan menarik bagi Pasien.c) Mengeksplorasi pikiran, perasaan dan perbuatan sertamengidentifikasi masalah klien yang umumnya dilakukandengan menggunakan teknik komunikasi pertanyaan terbuka.Ketika Pasien diam saja atau memalingkan muka, perawatbisa menanyakan apakah Pasien merasakan sakit dan apayang membuat Pasien merasa tidak nyaman.d) Merumuskan tujuan interaksi dengan klien. Pada pertemuanawal dengan Pasien, perawat memiliki tujuan untukmenumbuhkan rasa saling percaya dengan kliennya. Maka,perawat harus berusaha agar tujuan awal tersebut dapattercapai.
 
3
. Fase Kerja
Fase kerja merupakan inti dari keseluruhan proses komunikasiterapeutik (Stuart,1998). Fase kerja merupakan inti darihubungan perawat dan klien yang terkait erat dengan pelaksanaanrencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan sesuaidengan tujuan yang dicapai. Pada fase kerja ini perawat perlumeningkatkan interaksi dan mengembangkan faktor fungsional darikomunikasi terapeutik yang dilakukan. Meningkatkan interaksisosial dengan cara meningkatkan sikap penerimaan satu sama lainuntuk mengatasi kecemasan, atau dengan menggunakan teknikkomunikasi terapeutik sebagai cara pemecahan dan dalammengembangkan hubungan kerja sama. Mengembangkan ataumeningkatkan faktor fungsional komunikasi terapeutik denganmelanjutkan pengkajian dan evaluasi masalah yang ada,meningkatkan komunikasi klien dan mengurangi ketergantunganklien pada perawat, dan mempertahankan tujuan yang telahdisepakati dan mengambil tindakan berdasarkan masalah yang ada.Tugas perawat pada fase kerja ini adalah mengeksplorasistressor yang terjadi pada klien dengan tepat. Perawat jugaperlu mendorong perkembangan kesadaran diri klien dan pemakaianmekanisme koping yang konstruktif, dan mengarahkan ataumengatasi penolakan perilaku adaptif. Strategi yang dapatdilakukan perawat terhadap Pasien ialah mengatasi penolakanperilaku adaptif Pasien dengan cara menciptakan suasanakomunikasi yang nyaman bagi Pasien dengan cara:a) Berhadapan dengan lawan bicara.Dengan posisi ini perawatmenyatakan kesiapannya (´saya siap untuk anda´).b) Sikap tubuh terbuka; kaki dan tangan terbuka (tidakbersilangan. Sikap tubuh yang terbuka menunjukkan bahwaperawat bersedia untuk mendukung terciptanya komunikasi.c) Menunduk/memposisikan tubuh kearah/lebih dekat denganlawan bicara. Hal ini menunjukkan bahwa perawat bersiapuntuk merespon dalam komunikasi (berbicara-mendengar).d) Pertahankan kontak mata, sejajar, dan natural. Denganposisi mata sejajar perawat menunjukkan kesediaannyauntuk mempertahankan komunikasi.e) Bersikap tenang. Akan lebih terlihat bila tidak terburu-buru saat berbicara dan menggunakan gerakan/bahasatubuh yang natural.Tahap kerja merupakan tahap yang terpanjang dalam komunikasiterapeutik karena didalamnya perawat dituntut untuk membantu danmendukung klien untuk menyampaikan perasaan dan pikirannya dankemudian menganalisa respons ataupun pesan komunikasi verbal dannon verbal yang disampaikan oleh klien. Dalam tahap ini pulaperawat mendengarkan secara aktif dan dengan penuh perhatian

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->