Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
45Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manajemen Publik Baru

Manajemen Publik Baru

Ratings: (0)|Views: 11,477|Likes:
Published by citizenblog
New Public Management (NPM) merupakan sistem manajemen administrasi publik yang paling aktual di seluruh dunia dan sedang direalisasikan di hampir seluruh negara industri. Sistem ini dikembangkan di wilayah anglo Amerika sejak paruh kedua tahun 80-an dan telah mencapai status sangat tinggi khususnya di Selandia Baru. Perusahaan-perusahaan umum diprivatisasi, pasar tenaga kerja umum dan swasta dideregulasi, dan dilakukan pemisahan yang jelas antara penetapan strategis wewenang negara oleh lembaga-lembaga politik (APA yang dilakukan negara) dan pelaksanaan operasional wewenang oleh administrasi (pemerintah) dan oleh badan penanggungjawab yang independen atau swasta (BAGAIMANA wewenang dilaksanakan). Administrasi dan badan penanggungjawab melaksanakan tugas yang diserahkan oleh negara atas dasar perumusan “order”” secara kuantitatif dan kualitatif, lalu disepakatilah anggaran biaya untuk pelaksanaan order tersebut (order kerja dan anggaran umum).
New Public Management (NPM) merupakan sistem manajemen administrasi publik yang paling aktual di seluruh dunia dan sedang direalisasikan di hampir seluruh negara industri. Sistem ini dikembangkan di wilayah anglo Amerika sejak paruh kedua tahun 80-an dan telah mencapai status sangat tinggi khususnya di Selandia Baru. Perusahaan-perusahaan umum diprivatisasi, pasar tenaga kerja umum dan swasta dideregulasi, dan dilakukan pemisahan yang jelas antara penetapan strategis wewenang negara oleh lembaga-lembaga politik (APA yang dilakukan negara) dan pelaksanaan operasional wewenang oleh administrasi (pemerintah) dan oleh badan penanggungjawab yang independen atau swasta (BAGAIMANA wewenang dilaksanakan). Administrasi dan badan penanggungjawab melaksanakan tugas yang diserahkan oleh negara atas dasar perumusan “order”” secara kuantitatif dan kualitatif, lalu disepakatilah anggaran biaya untuk pelaksanaan order tersebut (order kerja dan anggaran umum).

More info:

Published by: citizenblog on Aug 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/13/2013

pdf

text

original

 
Segarkan mata anda
New Public Managemen
 
P
erdebatan
tentang kinerja administrasi publik di seluruh dunia selalu ditandaidengan ketidakpuasan. Baik politisi maupun warga, bahkan juga pegawaiadministrasi sendiri, mengkritisi administrasi dengan kata kunci: ”terlalu lamban,terlalu mahal, terlalu jauh dari kebutuhan manusia, korup, buruk mutu sertapemborosan anggaran dan sumber daya manusia”.Pada saat yang sama tengah dilakukan pula diskusi yang dipromotori oleh BankDunia, OECD dan institusi-institusi besar lainnya tentang “Good Governance”atau pemerintahan yang baik. Istilah ini dalam sebagian besar penggunaannyasering dikaitkan dengan frasa yang diawali dengan negasi seperti “tidak adakorupsi, tidak ada penyalahgunaan uang rakyat, tidak ada KKN, dls”. Padahal,kita bisa mencoba merumuskan tujuan “Good Governance” dengan kalimatpositif, seperti definisi berikut: Good Governance adalah suatu bentukpemerintahan dan adminisitrasi publik yang mampu bekerja secara efisien, yaknimampu memenuhi kebutuhan rakyat. Definisi ini sama dengan apa yangdiharapkan dapat dihasilkan oleh “New Public Management”.New Public Management (NPM) merupakan sistem manajemen administrasipublik yang paling aktual di seluruh dunia dan sedang direalisasikan di hampir seluruh negara industri. Sistem ini dikembangkan di wilayah anglo Amerika sejakparuh kedua tahun 80-an dan telah mencapai status sangat tinggi khususnya diSelandia Baru. Perusahaan-perusahaan umum diprivatisasi, pasar tenaga kerjaumum dan swasta dideregulasi, dan dilakukan pemisahan yang jelas antarapenetapan strategis wewenang negara oleh lembaga-lembaga politik (APA yangdilakukan negara) dan pelaksanaan operasional wewenang oleh administrasi(pemerintah) dan oleh badan penanggungjawab yang independen atau swasta(BAGAIMANA wewenang dilaksanakan). Administrasi dan badanpenanggungjawab melaksanakan tugas yang diserahkan oleh negara atas dasar perumusan “order”” secara kuantitatif dan kualitatif, lalu disepakatilah anggaranbiaya untuk pelaksanaan order tersebut (order kerja dan anggaran umum).
 
Dibawah Kedai Kebebasan menyajikan sebuah Occasional Paper yang pernahditerbitkan oleh Friedrich Naumann Stiftung - Indonesia mengenai New publicManagement (NPM), silahkan mengklik-nya.
 
Segarkan mata anda
Peran Media Dalam Mewujudkan GoodGovernance
(03 Apr 2008, 250 x ,Komentar)
 
Oleh: Sudirman Karnay (Dosen Ilmu Komunikasi Unhas)Kebijakan redaksional sejumlah media cetak dan elektronik dalam memberitakankasus-kasus korupsi di tanah air akhir-akhir ini, seperti kasus BLBI, dan kasuskorupsi lainnya, kiranya patut diapresiasi secara positif oleh semua pihak. Sebabdiakui atau tidak, hal itu mendoong terwujudnya good governanceSalah satukesimpulan penting forum Millenium Development Goals (MDGs) yang digelar PBB(2005) bahwa, agar berhasil dalam memberantas kemiskinan, tercapainyapertumbuhan ekonomi rata-rata tujuh persen per tahun, memperoleh bantuaninternasional,terbentuknya pemerintahan yang kompeten dan kredibel, serta berkinerjanya usahaswasta, tidak lain adalah good governance dan good corporate governance.Terlepas dari komitmen tersebut, isu hubungan media dan good governancebelakangan ini,memang ramai diperbincangkan oleh berbagai kalangan di seantero jagat. UNESCObahkan menempatkan isu tersebut sebagai tema Peringatan Hari Kebebasan PersSedunia 2005.Pada peringatan tersebut disampaikan komitmen dan dedikasi berbagai pihak untukmembela kebebasan berekspresi, serta mengkaji kembali pemahaman tentang goodgovernance yang terkait dengan hak untuk memperoleh informasi.Sebelumnya lembaga PBB bagi pendidikan, dan ilmu pengetahuan dan kebudayaanini, pernah mengeluarkan seruan agar media komunikasi massa memainkan peransebagai pendorong pemberantasan korupsi.Lewat peran strategisnya sebagai “anjing penjaga” (watch dog) media massa dapatmenjamin kehidupan berbangsa dapat berjalan lurus dan efektif, bersih dari praktikpenyimpangan yang tidak terpuji.
 
Itu berarti bahwa sejak awal lembaga dunia seperti PBB telah mengakui bahwaprinsip kebebasan memperoleh informasi, telah dianggap strategis untuk bisadiakses oleh masyarakat luas, dan untuk itu pers menjadi salah satu sarana pentinguntuk memastikan masyarakat bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan.Dalam konteks kebebasan memperoleh informasi tersebut, maka setidaknya ada tigakonsep yang saling berkaitan satu sama lain, yakni ; kebebasan memperolehinformasi (public access to information),sistem negara yang demokratis (democratic state), pemerintahan yang baik (goodgovernance), serta pemerintahan yang terbuka (open government). Artinya, konseppemerintahan yang baik,mensyaratkan adanya pemerintahan yang terbuka sebagai salah satu fondasinya,dan juga adanya jaminan terhadap kebebasan memperoleh informasi. Pemerintahanyang terbuka di sini juga didefinisikan sebagai pemerintahan yang transparan,terbuka dan partisipatoris.Menurut Achmad Santosa (2001), pemerintahan yang terbuka mensyaratkan adanya jaminan atas lima hal, yakni hak untuk memantau perilaku pejabat publik dalammenjalankan peran publiknya (right to observe), hak untuk memperoleh informasi(right to information),hak untuk terlibat dan berpartisipasi dalam proses pembentukan kebijakan public(right to participate), kebebasan berekspresi, yang salah satunya diwujudkan dalamkebebasan pers, hak untuk mengajukan keberatan terhadap penolakan daripelaksanaan hak-hak di atas.Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Good Governance? Dalam arti sempit, istilahGood Governance (GG) sering diartikan sebagai kinerja suatu lembaga sepertipemerintah, organisasi perusahaan, dan organisasi masyarakat, yang memenuhikriteria tertentu.Menurut Rochman Achwan, (2000) paradigma GG menekankan arti pentingkesejajaran hubungan antara institusi negara, pasar, dan masyarakat. Dalamkonteks yang lebih luas, GG diartikan sebagai bentuk penjabaran nilai-nilaidemokrasi yang menuntut adanya budaya civil sebagai pilar keberlangsungandemokrasi.Meskipun terdapat banyak pengertian mengenai GG, namun pada hakikatnya,konsep GG merujuk pada kewajiban pemerintah untuk memenuhi tiga prinsip dasar,yakni :Pertama, transparansi dalam proses pembuatan keputusan, baik menyangkutperaturan yang eksplisit dan prosedur tertentu yang diambil, dan siapa yang menjadipenanggung jawab dari suatu kebijakan.Kedua, mekanisme institusional untuk mempertanggungjawabkan kebijakan yangtelah mereka pilih. Ketiga, sanksi yang tepat bagi mereka yang melanggar, agarterjadi pertanggujawaban.Intinya, good governance adalah terbentuknya pemerintah dan pemerintahan yangbersih, tidak korup, yang kompeten dan kredibel. Yang pasti, ketiga unsur yang saat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->