Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tata Cara Mengurus Jenazah

Tata Cara Mengurus Jenazah

Ratings: (0)|Views: 1,994 |Likes:
Published by nasihudin

More info:

Published by: nasihudin on Aug 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/26/2012

pdf

text

original

 
BAGAIMANA MENGURUS JENAZAHSESUAI SUNNAH?
Disampaikan pada : Hari Ahad, 25 Mei 2008 dalam acara
PELATIHAN PENGURUSANJENAZAH
siswa kelas 3 Madrasah Tsanawiyah Daarul ‘Uluum Lido
KEUTAMAAN MENJENGUK ORANG YANG SAKIT
1. Hak & kewajiban sesama muslim
اي نهام لق ,تس  ىع  ح :سو ع  ىص  سر اق, اف كس ذإو ,بجأف اعد ذإو ,ع ف  ذإ :اق ؟ سرراخب ور) .باف ام ذإو ,ف ضم ذإو ,شف  ف طع ذإو(ةيه  نع مو
2. Mendapatkan permohonan ampun & keselamatan dari Malaikat
APA YANG DISYARI’ATKAN BAGI YANG SAKIT?
1.Ridho dan Sabar terhadap ketentuan Allah. Yang dimaksud dengan sabar adalah menahan jiwa dari penderitaan,menahan lisan dari mengumpat, serta menahan anggota tubuh dari merusak atau merobek-robek pakaian dan yangsemisalnya.
:اق سو ع  ىص ب  ع  ر اس ن ص نع م ورءس اص إ :نمؤ إ ح ذ و ,   م إ نمؤم ابع افبص ء اص إو , اف
2.
Berbaik sangka kepada Allah
Subhanahu wa Ta’ala.
سو ع  ىص  سر تس :اق ع  ر اج نع م ور.لجو زع ا نظ ني هو إ ح ني  :ث م لبق ي
3.Memiliki rasa takut & harap. Takut akan hukuman Allah karena dosa-dosanya dan mengharapkan rahmat Rab-nya.
ا ىع لد سو ع  ىص ب   نع جام نو م ورإو جر إ , سر اي ,و اق ؟  :اف : ف هوه لم ف بع ق ف اي  :سو ع  ىص اف .ذ ا.اخي ام مآو جي ام  اطع إ ن
4.
Sekalipun berat penderitaan, tidak boleh mengharapkan kematian.
 :اق سو ع  ىص ب  ع  ر  نع مو راخب ور :لف  ام  ا ف : ز   م ح ني. ةاف تا ذإ فو , ةا تا ام ح
5.
Memperbanyak taubat dan memohon ampunan6.Diharamkan berobat dengan sesuatu yang dapat merusak aqidah, seperti menggantungkan jampi-jampi yangmengandung kalimat syirik/nama-nama asing. Berobat kepada dukun dan sejenisnya.7.Dianjurkan berobat dengan ruqyah yang disyari’atkan, seperti ayat-ayat al-Qur’an dan do’a-do’a dari Nabi. IbnuQayyim berkata:’Yang termasuk pengobatan paling tepat adalah melakukan kebaikan, berzikir, dan berdo’a jugatunduk kepada Allah dengan taubat.8.Dibolehkan berobat dengan obat-obat yang mubah.9.Bila ada hak yang harus ditunaikan, maka sampaikanlah kepada teman atau saudaranya bila hal itumemudahkannya, namun bila tidak maka berwasiatlah.10.Menulis wasiat.
ADAB MENJENGUK ORANG SAKIT
1.Duduk di samping kepalanya.2.Menanyakan keadaannya.3.Menanyakan keinginannya.4.Mengusap tubuh yang sakit dengan tangan kanan.5.Mendoakannya.
ت :و أب هذ ا ر  :سو ع  ىص ب اق(مو راخب ج) .اس رداغي  ءا ا إ ءا  ,فاش
6.Mengunjungi yang sakit bisa dilakukan kapan saja.
TANDA-TANDA SAKARATUL MAUT
1.Ujung jemari kaki menjadi dingin.
2.
Dahi mengeluarkan keringat.
نب  نمؤ م :سو ع  ىص  سر اق
.
3.Gelisah dan takut.4.Kerongkongan dan dadanya berbunyi karena napas dan ruh yang akan keluar.
HAL-HAL YANG DILAKUKAN KERABATA MAYIT
1.Menghadapkannya ke arah kiblat.
2.
Mentalkinkannya dengan Kalimat syahadatain.
. إ إ  ام  :اق سو ع  ىص  سر  م ور ىص  سر اق :اق ع  ر لبج ن ذام نع او دود  ورو. لد  إ إ  م آ ا نم :سو ع
 
TATACARA TALKIN
1.
Tuangkan beberapa tetes air ke bibir & kerongkongannya, agar mudah mengucapkan syahadat. Bisamenggunakan siwak, kain, atau kapas.2.Usap wajah & keningnya dengan kain basah.3.Bersiwak bila memungkinkan.4.Duduk di samping kepalanya seraya mentalkinkannya.5.Dengan kalimat perintah serta panggil dengan panggilan kesukaannya kemudian lakukan tiga kali berturut-turut.6.Dengan membimbing atau mencontohkannya. Hal itu dilakukan bila orang tsb tidak merespon cara yg pertama.
HAL-HAL YANG HARUS DIJAGA DAN DIPERHATIKAN
1.Apabila orang tersebut mengulang-ulang syahadat, maka tidak perlu ditalkinkan.2.Apabila telah mengucapkan syahadat, maka jangan ditalkinkan lagi kecuali bila ia mengucapkan kalimat lain atau pingsan.3.Tidak disukai mentalkinkan yg sedang sakaratul maut dengan merengek-rengek lebih dari tiga kali.
4.
Apabila menggerakkan jari telunjuknya dan memberikan isyarat syahadat, serta tidak mampu mengucapkannya,maka tdk ditalkinkan.5.Mendo’akannya serta tdk berkata kecuali yang baik-baik saja.
 
ف , ف  و ي ح ذإ :سو ع  ىص  سر اق(م ور)  ام ىع مؤي ئ
6.
Bila dia orang yang memiliki iman yg kuat atau orang kafir, maka ditalkinkan dengan cara pertama (perintah).Jika ia muslim yang lemah imannya, menggunakan cara yg kedua (bimbing).7.Boleh seorang muslim mengunjungi orang kafir saat sakaratul maut untuk menawarkan keislaman kepadanya.
سو ع  ىص ب داع ام ع ا ع  ر  يح ف اا  ع ةافو سو ع  ىص رح ,د غ
.
8. Tidak mengkhususkan membaca surat yasin, akan tetapi boleh dibacakan surat-surat lain dari al-qur’an untuk mengingatkannya dan melembutkan hatinya.
TANDA-TANDA KEMATIAN
1.
Terbelalak & terbaliknya mata, karena mata mengikuti arah ruh ketika keluar dari jasad.2.Berubahnya batang hidung ke kanan atau ke kiri.3.Berpautnya betis antara satu dengan yang lainnya.4.Turunnya rahang.5.Jantung atau nadi berhenti berdetak.6.Terlepasnya persendian tulang.7.Kulit menjadi tegang terutama di bawah ketiak.8.Suhu tubuh menjadi dingin seluruhnya.9.Tubuh menjadi keras & kaku terutama jika mayit telah meninggal cukup lama.10.Perubahan dalam bau.11.Hilangnya tanda hitam pada mata, terutama pada mayit dewasa.
• Apabila seseorang mati mendadak, maka tunggulah sesaat hingga muncul tanda-tanda tersebut. (minta bantuandokter/ahli)• Benar-benar memastikan tanda-tanda yang sudah ada.
HAL-HAL YANG HARUS DILAKUKAN SETELAH MENINGGAL
1.Memejamkan kedua matanya.2.Mengikat kedua bibirnya.3.Menggerak-gerakkan & melemaskan persendiannya.4.Mengikat kedua kakinya agar tidak keluar kotoran.5.Melepaskan pakaiannya dengan tetap menjaga auratnya.6.Meletakkan sesuatu yang berat di atas perutnya agar tdk kembung.7.Meletakkannya di atas ranjang atau tempat yang tinggi agar tubuhnya tidak terpengaruh oleh tanah atau lantai ygdingin/basah.8.Menutupinya dengan kain, kecuali meninggal dlm keadaan ihram.9.Berdo’a untuk mayit.10.Keluarga yg ditinggalkan harus bersabar dan ridho.11.Mengucapkan kalimat Istirja’.12.Tidak menyebutnya kecuali dengan kebaikan.13.Melunasi hutang-hutangnya.14.Bersegera mempersiapkan pengurusannya berupa memandikan, mengkafani, mensholati & menguburkannya.15.Dikuburkan di tempat dia meninggal.16.Memberitahukan kerabatnya untuk menghadiri shalat & mengurus jenazahnya.
17.
Yang mendengar kematian, dianjurkan mendoakan dan memohonkan ampun.18.Menyegerakan wasiatnya..
HAL-HAL YANG DIHARAMKAN ATAS KERABAT MAYIT
1.Meratapi Mayit.
2.
Memukul-mukul pipi & merobek-robek baju
(Syaaqah)
. Rasulullah bersabda:
مو راخب ور) .ها ع اعدو , و ,دوخ ط نم ام 
)
3.
Mencukur rambut kepala
(Haliqah).
4.Menguraikan rambut atau membiarkan rambut lebat (gondrong).
5.
Menyebarkan berita kematian melalui pengeras suara atau di jalan-jalan & pasar, karena yg demikian termasuk An-Na’yu. Namun apabila memberitahukan kerabatnya/jama’ah untuk membantu mengurusi jenazahnya, maka yangdemikian itu tidak termasuk An-Na’yu yg dilarang. Bahkan terkadang menjadi wajib bila tidak ada orang yang bisamengurus jenazahnya
.
 
KEUTAMAAN MEMANDIKAN JENAZAH
1. Diampuni dosa-dosanya.2. Mendapatkan pakaian dari sutra di Jannah.
, نم  س ,ف ام ل نم :سو ع  ىص  سر اق. نم  ا  نمو(ما ص ف اب ح)
Makna dari merahasiakan adalah menutupinya dan tidak menceritakan aib mayit, seperti luka atau cacat pada tubuhnyayang pada masa hidupnya disembunyikan, maka setelah wafatnya pun harus dirahasiakan sebagai penghormatan, juga aib-aib maknawiyah lainnya dari tanda-tanda meninggal su’ul khatimah. Jika mayit terkenal kefasikan & kebid’ahannya, ahliilmu berpendapat bukan termasuk sunnah merahasiahkannya akan tetapi justru perlu diberitakan keburukannya sebagai pelajaran bagi yang hidup & peringatan akan kebid’ahannya.
SYARAT – SYARAT YANG MEMANDIKAN
1. Islam2. Berakal3. Amanah4. Alim5. Merahasiakan
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
1.Yang paling utama memandikan adalah yang diberi wasiat, kemudian kerabat yang lebih dekat dan seterusnya.2.Tidak terlalu banyak orang.3.Dua orang ‘alim & seorang dari kerabatnya yang lalai & suka berbuat maksiat.4.Tidak disyaratkan bersuci, itu hanya keutamaan. Wanita haid boleh memandikan.5.Memandikan tidak membatalkan wudhu kecuali jika menyentuh. Menurut pendapat yang kuat tidak wajib baginya untuk mandi, namun disunnahkan untuk mandi & wudhu.6.Menggunakan air yang suci. Disesuaikan dengan suhu cuaca.
SYARAT TEMPAT MEMANDIKAN
1.Suci dan Besih ( Tidak di WC atau Kamar Mandi )2.Tertutup Atap Dingdingnya3.Tidak Terdapat Patung dan Gambar Makhluk Bernyawa
TATA CARA MEMANDIKAN
1.Letakkan mayit di atas tempat pemandian. Lepaskan pakaiannya dengan tetap menjaga & menutup auratnya.Dudukkan & tekanlah perut mayit dengan tangan kanan sambil diurut-urut 3 atau 5 kali untuk mengeluarkan sisakotoran yang ada.2.Gunakan sarung tangan atau kain untuk membersihkan mayit di bawah kain penutupnya. Pakai masker, celemek & sepatu bot.3.Mulailah dengan mewudukan mayit seperti wudhunya shalat.4.Pemandian pertama dengan menggunakan air yg dicampur daun bidara hingga berbusa. Takaran dewasa lk. 1ember air + 2,5 sloki daun bidara/1 cangkir. Anak kecil ½ dari takaran dewasa.5.Mulai dengan membasuh kepala, wajah, dada & ketiak mayit 3x.6.Mulai dengan bagian sisi kanan mayit. Membasuh tangan mulai dari pangkal hingga pergelangan tangan, pundak, pinggang hingga betis kanannya. Tuangkan air dari atas & bawah kain penutup tanpa membuka aurat. Hal yangserupa dilakukan pada sisi yang kiri. Posisi mayit masih dalam keadaan terlentang.7.Kemudian mayit dibalikkan dengan posisi bertumpu pada sisi kiri hingga punggung, pinggang, paha & betiskanannya bisa dibersihkan. Mayit tidak boleh ditelungkupkan. Hal serupa dilakukan pada sisi kiri mayit.8.Tuangkan air ke seluruh badan mulai dari kepala hingga kaki. Mayit dalam keadaan terlentang.
9.
Lakukan hal tersebut untuk kedua kalinya. Yang ketiga menggunakan air yang dicampur dengan kapur barus.Bila kurang bersih, ulangi lima atau tujuh kali sesuai kebutuhan. Semuanya kembali kepada
ijtihad 
yang memandikan.10.Setelah selesai keringkan seluruh tubuhnya dengan kain/handuk. Ganti kain penutupnya dengan yang baru dankering dengan tetap menjaga auratnya.11.Pindahkan mayit dengan hati-hati ke tempat pengkafanan.12.Memandikan jenazah wanita sebagaimana jenazah pria, hanya saja setelah selesai dimandikan, tambutnya digeraidan disisir kemudian dikepang menjadi tiga bagian kemudian dikebelakangkan.
MASALAH-MASALAH YANG BERKAITAN DALAM HAL INIPertama.
Diharamkan lelaki memandikan mayit wanita demikian juga Sebaliknya, kecuali dalam beberapa keadaan berikut ini:1.Suami Istri.2.Wanita yang sedang ditalak raj’i.
3.
Mayit anak berusia dibawah 7 (tujuh) tahun. Karena dianggap tidak memiliki aurat. Jika badannya besar sehingga nampak padanya beberapa hal yang dapat menimbulkan fitnah. Lebih utama dimandikan oleh wanita.
4.
Seandainya ada wanita yang meninggal di tengah-tengah kaum pria dan tidak ada wanita lain bersamanya, makamayit tersebut ditaya- mumkan. Begitu pula sebaliknya.
Kedua.
Jika ada seorang wanita hamil, kemudian dia mengalami keguguran. Apa yang harus dilakukan?
1.
Jika usia janin 4 (empat) bulan atau lebih, maka dia dimandikan, dikafani dan dishalatkan, bahkan diberi nama &diaqiqahi.
2.
Bila usianya kurang dari 4 bulan, tidak perlu dimandikan dan dikafani tapi cukup dibungkus dengan kain putihdan dikuburkan di pekuburan karena janin tersebut belum ditiupkan ruh ke dalamnya sehingga diperlakukan sepertianggota bagian tubuh yang lainnya.
Ketiga.
Apabila wanita hamil wafat, maka diharamkan membedah perutnya & mengeluarkan bayinya. Karena biasanya bayi akan segera meninggal setelah ibunya meninggal satu atau dua jam setelahnya. Mayit dimandikan sebagaimanamestinya. Jika dokter memastikan bahwa bayi yang ada dalam kandungan masih hidup, maka boleh mengeluarkannyadengan berupaya terlebih dahulu melalui jalan keluarnya. Jika tidak bisa, maka boleh dengan alternatif lain dengan azaslemah lembut dan tidak menyakiti sang ibu serta atas dasar 

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ulul Azmi liked this
kiswardi liked this
Ady Trynugraha liked this
Didin Dinastie liked this
Mas Hans liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->