Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengawasan dan Pemberantasan Perdagangan Manusia

Pengawasan dan Pemberantasan Perdagangan Manusia

Ratings: (0)|Views: 661|Likes:
Published by Amirul Asyraf

More info:

Published by: Amirul Asyraf on Aug 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/18/2012

pdf

text

original

 
(TERJEMAHAN TIDAK RESMI)TEKS RESMI
PUBLIC AFFAIRSSECTION
 
DEPARTEMEN LUAR NEGERI AS
Laporan mengenai Perdagangan Manusia
Dikeluarkan oleh Kantor Pengawasan dan Pemberantasan Perdagangan Manusia14 Juni 2004
I.
 
Pendahuluan (telah direvisi)[
PROFIL-PROFIL KORBAN: 
Dimasukkannya pengakuan para korban ke dalam laporan ini hanya dimaksudkan sebagai gambaran dan tidak mencakup semua bentuk perdagangan manusia yang terjadi.Sayangnya, yang manapun dari kisah ini, sebagian besar terjadi di hampir semua belahan dunia. Ini diberikan untuk memberikan gambaran mengenai bentuk-bentuk perdagangan manusia dan keragaman luas wilayah dimana perdagangan manusia terjadi. Tidak ada negara yang kebal terhadap hal ini.Semua nama korban yang muncul dalam laporan ini bukanlah nama sebenarnya. Foto-foto pada sampul laporan ini dan sebagian besar foto-foto tanpa keterangan dalam Laporan ini bukanlah gambar-gambar para korban perdagangan yang sebenarnya, tetapi ditampilkan untuk memperlihatkan ribuan bentuk eksploitasi yang semakin menegaskan keberadaan perdagangan manusia dan beragamnya budaya dimana para korban perdagangan dapat ditemukan 
].
 
PENDAHULUAN
 
Sebuah kelompok pemberontak di Republik Demokratis Kongo merekrut 
Natalia saat ia berusia 12 tahun: “Suatu hari, para pemberontak menyerang 
desa dimana saya tinggal. Saya bersembunyi dan melihat saat mereka membunuh keluarga saya dan memperkosa ibu serta saudara-saudara perempuan saya. Saya pikir jika saya bergabung dengan pasukan mereka,saya akan aman. Dalam pasukan tersebut saya dilatih untuk menggunakan senjata dan saya menjalankan tugas sebagai penjaga. Saya sering dipukuli dan diperkosa oleh para prajurit lain. Suatu hari seorang komandan ingin menjadikan saya istrinya, maka saya mencoba melarikan diri. Mereka menangkap saya, mencambuki saya dan memperkosa saya setiap malam selama berhari-hari. Saat saya baru berusia 14 tahun, saya melahirkan seorang bayi. Saya bahkan tidak mengetahui siapa ayahnya. Saya melarikan diri lagi tetapi saya tidak tahu harus pergi kemana dan tidak mempunyai 
 
makanan untuk bayi saya. Saya sangat takut untuk pulang ke rumah.
” 
 
Apakah tujuan dari Laporan Perdagangan Manusia (PM) 2004?
 
Departemen Luar Negeri menerima mandat untuk menyampaikan sebuah laporan setiap tahunnyakepada Kongres mengenai usaha-usaha pemerintah asing untuk menghapuskan bentuk-bentukperdagangan manusia. Laporan bulan Juni 2004 ini adalah Laporan PM tahunan yang keempat.Walaupun tindakan-tindakan negara untuk mengakhiri perdagangan manusia adalah fokusnya, laporantersebut juga menceritakan kisah-kisah menyedihkan para korban Perdagangan Manusia, yangmerupakan perbudakan abad ke-21. Laporan ini menggunakan istila
h “Perdagangan Manusia” yang
digunakan dalam hukum AS dan di seluruh dunia, dan istilah tersebut meliputi perdagangan budak danperbudakan moderen dalam segala bentuk.
 
Kita tidak dapat memahami tragedi Perdagangan Manusia, dan tidak pula dapat berhasilmemberantasnya, kecuali jika kita mempelajari para korbannya: siapa mereka, mengapa mereka begiturentan, bagaimana mereka dijebak, dan apakah yang bisa dilakukan untuk membebaskan danmenyembuhkan mereka. Dalam menilai usaha-usaha pemerintah asing, Laporan
PM menyoroti “tiga P”
dari
prosecution, protection 
dan
prevention 
(penuntutan, perlindungan dan pencegahan). Tetapi suatupendekatan yang terpusat pada korban Perdagangan mengharuskan kami menggunakan
“tiga R” –
 
rescue, removal 
dan
reintegragtion 
(penyelamatan, pemindahan, dan reintegrasi). Kita harusmemperhatikan tangisan mereka yang tertangkap. Pekerjaan kami tidak akan berhenti Hingga semuanegara bersatu untuk melawan kejahatan ini. Lebih dari 140 tahun yang lalu, Amerika Serikat berjuangmelawan perang yang menghacurkan untuk membersihkan negara dari perbudakan, dan untukmencegah mereka yang mendukung perbudakan memecah belah bangsa. Walaupun pada waktu itukami berhasil menghapuskan praktek yang disetujui negara, perbudakan manusia telah kembali sebagaisuatu ancaman global yang terus tumbuh bagi kehidupan dan kebebasan jutaan pria, wanita dan anak-anak.
 
Tidak ada negara yang kebal terhadap Perdagangan Manusia. Setiap tahunnya, diperkirakan 600.000
 –
 800.000 laki-laki, perempuan dan anak-anak diperdagangkan menyeberangi perbatasan-perbatasaninternasional (beberapa organisasi internasional dan organisasi swadaya masyarakat mengeluarkanangka yang jauh lebih tinggi), dan Perdagangan terus berkembang. Angka ini merupakan tambahanuntuk angka lain yang jauh lebih tinggi yang belum dapat dipastikan jumlahnya berkenaan dengankorban-korban perdagangan manusia di dalam berbagai negara. Para korban dipaksa untuk bekerjapada tempat pelacuran, atau bekerja di tambang-tambang dan tempat kerja buruh berupah rendah, ditanah pertanian, sebagai pelayan rumah, sebagai prajurit di bawah umur dan, dalam banyak bentukperbudakan di luar kemauan mereka. Pemerintah AS memperkirakan bahwa lebih dari separuh dari parakorban yang diperdagangkan secara internasional diperjualbelikan untuk eksploitasi seksual.
 
Berjuta-juta korban diperdagangkan di dalam negaranya sendiri. Didorong oleh unsur-unsur kriminal,penderitaan ekonomi, pemerintahan yang korup, kekacauan sosial, ketidakstabilan politik, bencana alam,dan konflik bersenjata, perbudakan abad 21 menjawab kebutuhan dunia akan tenaga kerja yang murahdan rentan. Selain itu, keuntungan yang didapat dari perdagangan manusia mendanai sindikat kejahataninternasional, membantu perkembangan korupsi pemerintah, dan meruntuhkan peranan hukum. AmerikaSerikat memperkirakan bahwa keuntungan dari Perdagangan Manusia merupakan salah satu dari tigasumber pendapatan teratas bagi kejahatan terorganisir setelah perdagangan narkotika dan perdagangansenjata.
 
Perbudakan moderen merupakan ancaman multidimensi bagi semua bangsa. Selain penderitaanindividu akibat pelanggaran hak asasi manusia, keterkaitan antara perdagangan manusia dengankejahatan terorganisir serta ancaman-ancaman keamanan yang sangat serius seperti perdagangan obat-obatan terlarang dan senjata, menjadi semakin jelas. Begitu pula kaitannya dengan keprihatinan
 
kesehatan masyarakat yang serius, karena banyak korbanmengidap penyakit, baik akibat kondisi hidupyang miskin maupun akibat dipaksa melakukan hubungan seks, dan diperdagangkan ke komunitas-komunitas baru. Sebuah negara yang memilih untuk mengebelakangkan masalah PerdaganganManusianya membahayakan bangsanya sendiri. Tindakan cepat sangat dibutuhkan.
 
Katya, yang memiliki putri berusia dua tahun dan mengalami kegagalan berumah tangga di 
Republik Cheko, mengikuti saran seorang “teman”nya yang mengatakan bahwa ia bisa
mendapatkan banyak uang jika bekerja sebagai pelayan di Belanda. Seorang agen membawanya bersama empat orang wanita muda lain ke Amsterdam, dimana Setelah mereka dihubungkan dengan penjual 
dari Belanda, ia dibawa ke rumah pelacuran. Setelah mengatakan “saya tidak akan melakukannya”, ia dijawab
 
“ya, kamu akan mengerjakannya, jika kamu ingin anak kamu di Republik Cheko tetap hidup”. Setelah bertahun
-tahun diancam dan dipaksa sebagai pekerja seks,Katya diselamatkan oleh seorang pengemudi taksi yang baik hati. Katya saat ini bekerja di sebuah rumah sakit dan belajar untuk mendapatkan sebuah gelar dalam pekerjaan sosial.
Pada tahun 2000, Kongres dan Presiden mensyahkan Undang-undang Perlindungan KorbanPerdagangan (
Trafficking Victims Protection 
Act - TVPA) tahun 2000 (22 U.S.C 7101 dan halaman-halaman berikutnya). (TVPA), yang terakhir diubah oleh Undang-undang Reotorisasi PerlindunganKorban Perdagangan tahun 2003 (Undang-undang Public 108-193). TVPA mencoba untuk memerangiPerdagangan Manusia dengan menghukum para pelaku perdagangan, melindungi para korban, danmemobilisasi badan-badan pemerintah AS untuk meningkatkan kampanye anti Perdagangan Manusia diseluruh dunia. TVPA, sebagaimana diubah, memuat mandat-mandat penting untuk Departemen LuarNegeri, Departemen Kehakiman, Departemen Tenaga Kerja, Departemen Keamanan Dalam Negeri,Dinas Kesehatan dan KeManusiaan, dan Badan Perkembangan Internasional AS.
 
Laporan ini diamanatkan oleh TVPA dan dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dunia danmendorong pemerintah asing untuk mengambil tindakan-tindakan efektif guna melawan PerdaganganManusia. Laporan ini secara meningkat telah terfokus pada usaha-usaha komunitas bangsa yang terustumbuh untuk berbagi informasi dan untuk bekerja sama dalam cara yang baru dan penting untukmelawan Perdagangan Manusia. Sebuah negara yang lalai mengambil tindakan-tindakan penting untukmembuat negaranya memenuhi standar-standar minimal penghapusan Perdagangan Manusia akanmenerima penilaian yang negatif dalam laporan ini. Penilaian negatif tersebut juga dapat mengakibatkanpenahanan sejumlah bantuan yang berhubungan dengan bantuan non-kemanusiaan dan non-perdagangan dari pemerintah Amerika Serikat kepada negara tersebut.
 
Membeli Kebebasan Seorang Korban
salah satu aspek perbudakan moderen yang memprihatinkan adalah dijadikannya kehidupanmanusia sebagai komoditi perdagangan: penempatan nilai moneter pada kehidupan seorangwanita, pria, atau anak-anak. Baik di rumah pelacuran India, atau di kamp perbudakan di Sudan
,
 sebuah harga diberikan atas kebebasan seorang korban.
 
Organisasi dan individu yang mencoba untuk menyelamatkan para korban terkadang harusmemilih membeli kebebasan mereka. Dengan membayar tebusan hasil segera diperoleh. Seorangkorban dibebaskan dari ikatan perbudakan. Namun, implikasi praktek ini menjadi semakin rumit.
 
Jika para korban dibebaskan dari sebuah rumah pelacuran oleh suatu organisasi atau individu,pelaku perdagangan, dengan menggunakan pendapatan hasil penjualan, dapat menemukankorban-korban baru untuk memberikan pelayanan yang sama. Sulit untuk menetapkan apakahterjadi pengurangan jumlah korban atau tidak. Dalam banyak peristiwa, perbudakan dapat terusberlanjut tanpa hukuman apapun kepada para pelaku perdagangan atau pelaku eksploitasi.
 

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->