Alasan lain yang dikemukakan Abu Amr tentang rahasia di batik urutan huruf hijaiyyah adalah:
Alif
menempati urutan pertama karena dua alasan yaitu berdasarkan
Khabar
(tentang sikaprendah diri Alif di hadapan Allah) dan
Nadzar
(pemyataan ahli bahasa yang telah dijelaskan diatas).Selain itu karena
Alif
menjadi awal dari ayat surat Al Fatihah yang merupakan induk Al Qurandan karena seringnya digunakan dalam tulisan dan percakapan.Bisa disimpulkan huruf
alif
adalah huruf yang hampir seluruh kata tidak bisa dan tidak mungkinterlepas darinya dan paling banyak diulang dan digunakan dalam percakapan.Kemudian huruf setelah
alif
adalah huruf
baa
,
taa
,
tsaa
. Oleh karena ketiga huruf tersebut yangterbanyak mempunyal karakter yang sama maka tradisi pun mengikutinya untuk menulisnyasetelah alif.Alasan kenapa huruf
ba
terletak setelah huruf
alif
adalah karena huruf
ba
menjadi awal dariBasmalah setelah sebelumnya huruf
alif
menjadi awal
Ta'awwudz
. Selain itu, ba menempatiurutan kedua setelah alif dalam rumusan huruf Arab (hija) kuno yaitu lafal
AB' JADIN
.Alasan lain yaitu karena
ba
bertitik satu,
ta
bertitik dua, dan
tsa
bertitik tiga. Jadi sesuai denganurutan angka. Oleh karena itu
ba
menempati urutan pertama,
ta
kedua dan
tsa
ketiga.Ada juga yang mengatakan alasannya adalah karena sedikit atau banyaknya frekwensi penggunaannya dalam kalimat sehingga yang didahulukan adalah yang paling banyak frekwensinya.Kemudian huruf
jim
,
ha
, dan
kha
. Ketiganya paling banyak mempunyai karakter dibanding huruf yang lain. Alasan setelah
tsa
dan
jim
adalah karena bersambungnya huruf
jim
setelah
ba
padalafal ABI JAD.Selain itu ha diletakkan sebelum
kha
karena sesuai dengan urutan makhraj (tempat keluarnyahuruf) dimana huruf
ha
keluar dari tengah tenggorokan dan
kha
dari tenggorokan bagian atas.Sehingga
ha
diletakan lebih dulu dari
kha
.Setelah itu huruf
dal
dan
dzal
. Keduanya berkarakter sama.
Dal
ditempatkan lebih dulu karenaterletak setelah huruf
jim
pada lafal ABI JAD.Kemudian
ra
dan
za
. Keduanya juga mempunyai karakter sama. Semua huruf yang berpasangandiletakkan secara berurutan dengan alasan yang sama.Sampai disini urutan penulisan huruf hijaiyyah tidak mengalami perbedaan, baik pada penduduk
Masyriq
dan
Maghrib
.Setelah huruf
ra
dan
za
penduduk Masyriq dan Maghrib berbeda pendapat tentang urutan huruf setelahnya. Penduduk Masyriq menulis setelah huruf
ra
dan
za
adalah
sin
dan
syin
dengan alasan
za
dan
sin
mempunyai sifat yang sama:
as Shafir
.
Sin
terletak lebih dahulu ketimbang
syin
karena yang asal adalah huruf tanpa titik sehingga huruf yang sama karaktemya namun bertitik diletakkan sesudahnya. Yang asal selalu diletakkan pertamadan lebih dahulu ketimbang yang sifatnya far'i (cabang).Setelah
sin
dan
syin
adalah
shad
dan
dhad
. Huruf ini pun berkarakter sama dan diletakkan setelah
sin
karena huruf
shad
mempunyai sifat sama dengan
sin
yaitu
shafir
dan
hams
.Kemudian
tha
dan
dza
. Keduanya mempunyai karakter yang sama dan sebagaimana huruf-huruf yang lalu
tha
dan
dza
mempunyai sifat yang sama yaitu
ithbaq
dan
isti'la
.
Tha
terletak lebih dahulu karena
tha
adalah yang asal (tanpa titik). Selain itu dalam lafal ABI JAD
tha
lebih dahulu.