Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
49Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sejarah Tempat Keluar Huruf

Sejarah Tempat Keluar Huruf

Ratings:

4.5

(4)
|Views: 4,895 |Likes:
Published by Joko
Dalam kajian metode struktur dan Format Al Quran, kita mengenal 32 huruf hijaiyyah. Huruf ke 31, dalam kajian ini karakter huruf lam dan alif [ﺍﻝ] yaitu huruf ke 27 dikembangkan melalui sebuah kajian yang intensif dan bersifat empiris spiritual dengan meletakan alif yang asalnya di depan menjadi di belakang dan diletakkan dalam urutan huruf ke 31.
Dalam kajian metode struktur dan Format Al Quran, kita mengenal 32 huruf hijaiyyah. Huruf ke 31, dalam kajian ini karakter huruf lam dan alif [ﺍﻝ] yaitu huruf ke 27 dikembangkan melalui sebuah kajian yang intensif dan bersifat empiris spiritual dengan meletakan alif yang asalnya di depan menjadi di belakang dan diletakkan dalam urutan huruf ke 31.

More info:

Published by: Joko on Jun 23, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2013

pdf

text

original

 
Tempat eluar Huru (Mahra j) 
Tiap-tiap huruf hijaiyah mempunyai tempat keluarnya masing-masing dari bagian-bagianmulut tertentu. Tempat keluar huruf ini dinamakan Makhraj. Makhraj huruf ini dapatdikelompokkan atas:1.Kelompok huruf-huruf Halqiah (Tenggorokan)2.Kelompok huruf-huruf Lahawiyah (Tekak)3.Kelompok huruf-huruf Syajariah (Tengah Lidah)4.Kelompok huruf-huruf Asaliyah (Ujung Lidah)5.Kelompok huruf-huruf Dzalaqiyah (Pinggir Lidah)6.Kelompok huruf-huruf Nith'iyah (Langit-langit Mulut)7.Kelompok huruf-huruf Litsawiyah (Gusi)8.Kelompok huruf-huruf Syafawiyah (Bibir)
Sejarah Huruf Hijaiyyah
Salah satu pembahasan yang terpenting dalam kajian
Metode Struktur dan Format Al Quran
adalah struktur abjad (huruf hijaiyyah).Struktur huruf menurut prespektif kajian ini merupakan representasi dari organ atau titik-titik (substruktur) dalam tubuh manusia secara fisik namun lebih lengkap dan detil dibandingkan denganstruktur 'ain. Karena struktur 'ain hanya representasi dari organ-organ vital manusia.Pada awalnya, pemaknaan masing-masing huruf menjadi sebuah representasi dari organ tertentu,memang menggunakan pendekatan mistis, tetapi kemudian dikembangkan dan diterapkansehingga bersifat empiris.
Riwayat Sejarah
1. Dari Abdurrahman bin Usman, dari Qasim bin Asbagh, dari Ahmad bin Zuhair, dari al Fadl binDakkin, dari Wail dari Jabir dari Amir dari Samurah bin Jundab, ia berkata:
"Saya telahmelakukan pengkajian terhadap asal muasal tulisan Arab. Saya temukan tulisan Arab telah adadan digunakan suku Al Anbar sebelum suku Hiyarah mempergunakanya”
.2. Dari Ibnu Affan dari Qasim dari Ahmad dari az Zubair bin Bakkar, dari Ibrahim bin al Mundzir,dari Abdul Aziz bin lmran, dari Ibrahim bin Ismail bin Abi Hubaib dari Dawud bin Husain darilkrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata:
"Orang yang pertama kali mengucapkan bahasa Arab danmembuat tulisan lafalnya adalah Ismail bin Ibrahim." 
3. Dari Ahmad bin Ibrahim bin Faras Al Makky, dan Abdurrahman bin Abdullah bin Muhammad,dari kakeknya, dari Sufyan bin 'Uyainah dari Mujalid, dari as Sya'by, ia berkata:
"Kami ditanyaorang-orang muhajirin: "dari mana kalian belajar menulis? Kami menjawab: "dari penduduk  suku Hiyarah. Kemudian orang-orang Muhajirin mengklarifikasi berita itu kepada penduduk  Hiyarah. Mereka bertanya: "Dari mana kalian belajar menulis? Penduduk suku Hiyarahmenjawab: "Kama belajar dari: suku Anbar".
Abu 'Amr mengatakan: "Dalam kitab Muhammad bin Sahnun terdapat riwayat sebagai berikut:Dari Abul Hajjaj yang mempunyai nama asli Sakan bin Tsabit berkata: dad. Abdullah bin Farukhdari Abdur Rahman bin Ziyad bin An'am al Mu'afiry dari ayahnya Ziyad bin An'am ia berkata:"saya berkata kepada Abdullah bin Abbas:
"Wahai suku Quraisy, apakah kalian pada zaman jahiliyyah menulis dengan tulisan Arab seperti ini, kalian menggabungkan huruf tertentu danmemisah huruf tertentu, ada alif, lam, mim, syakl, qath' dan lain-lain sebelum Allah mengutus Nab' SAW?" 
 
Ia menjawab:
“ya”
,Lalu aku berkata:
‘Siapa yang mengajari kalian menulis?
”.Ia menjawab: “
 Harb bin `Umayyah”.
Aku bertanya lagi:
"Lalu siapa yang mengajari Harb bin Umayyah?
”.Ia menjawab:
“Abdullah bin Jud'an
”.Aku bertanya lagi:
“Siapa yang mengajari Abdullah bin Jud'an?”.
Ia menjawab:
"Penduduk Al Anbar".
 Aku bertanya lagi:
“Siapa yang mengajari penduduk Al Anbar 
?”.Ia menjawab:
“Seseorang yang datang dari tanah Yaman, dari suku Kindah
”.Aku bertanya lagi: “
 Lalu siapakah yang mengajarkan seseorang tersebut?”
.Ia menjawab:
"Al Juljan bin Al Muhim, ia adalah sekretaris nabi Hud as untuk menuliskan Wahyudari Allah SWT." 
Dari Ibnu Affan, dari Qasim, dari Ahmad bin Abi Khaitsamah ia berkata:
"Huruf Hijaiyyahberjumlah
29 huruf 
 , semua lafal dan tulisan Arab tidak bisa lepas dari huruf tersebut." 
Dari Ibrahim bin Al Khattab al Lama'iy, dari Ahmad bin Khalid, dari Salamah bin Al Fadl, dariAbdullah bin Najiyah dari Ahmad bin Musa bin Ismail al Anbary dari Muhammad bin Hatim AlMuaddib dari Ahmad bin Ghassan dari Hamid bin Al Madainy dari Abdullah bin Said, ia berkata:
“Telah sampai kepada kita sebuah riwayat bahwa ketika huruf-huruf Mu'jam yang berjumlah 29menghadap Yang Maha Pengasih, huruf Alif merendahkan diri dihadapan-Nya. Allah terkesandengan sikap rendah hatinya, lalu Dia menjadikan alif sebagai awalan dari nama-Nya (Allah)”.
Abu Amr berkata:
“Sebagian ahli bahasa mengatakan alasan
alif 
menempati urutan pertamakarena
alif 
merupakan representasi dari hamzah yang menjadi awal kalimat, alif layyinah, danhampir semua hamzah.”
Kemudian
alif 
hanya menjadi awal kalimat tatkala huruf yang lain yaitu
wawu
dan
yaa
ikutmerepresentasikan dirinya yang pada keadaan yang lain berbentuk hamzah di tengah dan di akhir.Abu Amr berkata
“Alasan kenapa setelah huruf alif adalah huruf 
baa
 ,
taa
 ,
tsaa
adalah karenahuruf tersebut adalah huruf yang paling banyak menyerupai huruf yang lain, di mana jika huruf 
 yaa
dan
nuun
terletak pada awal kalimat atau di tengah kalimat maka akan menyerupainya sehingga kalau di jumlah ada 5 huruf yang berkarakter sama. Oleh karena itu untumengantisipasi dan mencari jalan keluamya adalah dengan mendahulukan urutannya. Kemudianurutan setelah
baa
 ,
taa
 ,
tsaa
adalah
 jiim
 ,
haa
 ,
khaa
." 
Tertib urutan huruf yang serupa (mutasyabihat) dan Mazdujat (
dal
,
dzal
,
ra'
dan lain-tain) adalahsesuai dengan sedikit atau banyaknya frekwensi dipergunakan dalam percakapan. Jadi semakindepan urutannya, semakin banyak digunakan dalam percakapan. Kecuali untuk huruf 
nun
dan
yaa
sekalipun kedua huruf tersebut diakhirkan namun ia mempunyai derajat yang sama dengan huruf yang menempati urutan di depan karena huruf yang menyerupai karaktemya telah di tempatkan didepan (
ba
,
ta
,
tsa
).Selanjutnya Abu Amr mengatakan diantara huruf ada juga yang tidak bisa disambung denganhuruf yang lain setelahnya. Jumlahnya ada 6 yaitu :
alif 
,
dal
,
dzal
,
ra
,
za
, dan
wawu
.Alasan kenapa huruf tersebut tidak bisa disambung dengan huruf yang lain juga sama dengan diatas yaitu untuk menghindari keserupaan antar huruf. Andaikata alif bisa disambung dengan huruf lain setelahnya, akan serupa dengan huruf 
lam
, dan
wawu
akan sama dengan huruf 
fa
dan
qaf 
,dan
dal
,
dzal
,
ra
,
za
akan sama dengan
yaa
dan
ta
.
 
 Alasan lain yang dikemukakan Abu Amr tentang rahasia di batik urutan huruf hijaiyyah adalah:
Alif 
menempati urutan pertama karena dua alasan yaitu berdasarkan
Khabar
(tentang sikaprendah diri Alif di hadapan Allah) dan
Nadzar
(pemyataan ahli bahasa yang telah dijelaskan diatas).Selain itu karena
Alif 
menjadi awal dari ayat surat Al Fatihah yang merupakan induk Al Qurandan karena seringnya digunakan dalam tulisan dan percakapan.Bisa disimpulkan huruf 
alif 
adalah huruf yang hampir seluruh kata tidak bisa dan tidak mungkinterlepas darinya dan paling banyak diulang dan digunakan dalam percakapan.Kemudian huruf setelah
alif 
adalah huruf 
baa
,
taa
,
tsaa
. Oleh karena ketiga huruf tersebut yangterbanyak mempunyal karakter yang sama maka tradisi pun mengikutinya untuk menulisnyasetelah alif.Alasan kenapa huruf 
ba
terletak setelah huruf 
alif 
adalah karena huruf 
ba
menjadi awal dariBasmalah setelah sebelumnya huruf 
alif 
menjadi awal
Ta'awwudz
. Selain itu, ba menempatiurutan kedua setelah alif dalam rumusan huruf Arab (hija) kuno yaitu lafal
AB' JADIN
.Alasan lain yaitu karena
ba
bertitik satu,
ta
bertitik dua, dan
tsa
bertitik tiga. Jadi sesuai denganurutan angka. Oleh karena itu
ba
menempati urutan pertama,
ta
kedua dan
tsa
ketiga.Ada juga yang mengatakan alasannya adalah karena sedikit atau banyaknya frekwensi penggunaannya dalam kalimat sehingga yang didahulukan adalah yang paling banyak frekwensinya.Kemudian huruf 
 jim
,
ha
, dan
kha
. Ketiganya paling banyak mempunyai karakter dibanding huruf yang lain. Alasan setelah
tsa
dan
 jim
adalah karena bersambungnya huruf 
 jim
setelah
ba
padalafal ABI JAD.Selain itu ha diletakkan sebelum
kha
karena sesuai dengan urutan makhraj (tempat keluarnyahuruf) dimana huruf 
ha
keluar dari tengah tenggorokan dan
kha
dari tenggorokan bagian atas.Sehingga
ha
diletakan lebih dulu dari
kha
.Setelah itu huruf 
dal
dan
dzal
. Keduanya berkarakter sama.
Dal
ditempatkan lebih dulu karenaterletak setelah huruf 
 jim
pada lafal ABI JAD.Kemudian
ra
dan
za
. Keduanya juga mempunyai karakter sama. Semua huruf yang berpasangandiletakkan secara berurutan dengan alasan yang sama.Sampai disini urutan penulisan huruf hijaiyyah tidak mengalami perbedaan, baik pada penduduk 
Masyriq
dan
Maghrib
.Setelah huruf 
ra
dan
za
penduduk Masyriq dan Maghrib berbeda pendapat tentang urutan huruf setelahnya. Penduduk Masyriq menulis setelah huruf 
ra
dan
za
adalah
sin
dan
syin
dengan alasan
za
dan
sin
mempunyai sifat yang sama:
as Shafir 
.
Sin
terletak lebih dahulu ketimbang
syin
karena yang asal adalah huruf tanpa titik sehingga huruf yang sama karaktemya namun bertitik diletakkan sesudahnya. Yang asal selalu diletakkan pertamadan lebih dahulu ketimbang yang sifatnya far'i (cabang).Setelah
sin
dan
syin
adalah
shad
dan
dhad
. Huruf ini pun berkarakter sama dan diletakkan setelah
sin
karena huruf 
shad
mempunyai sifat sama dengan
sin
yaitu
 shafir 
dan
hams
.Kemudian
tha
dan
dza
. Keduanya mempunyai karakter yang sama dan sebagaimana huruf-huruf yang lalu
tha
dan
dza
mempunyai sifat yang sama yaitu
ithbaq
dan
isti'la
.
Tha
terletak lebih dahulu karena
tha
adalah yang asal (tanpa titik). Selain itu dalam lafal ABI JAD
tha
lebih dahulu.

Activity (49)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
FhaJar Pelu liked this
Sunandar Nandar liked this
Mhikmat Alim liked this
Lesmana Achmad liked this
saoma st liked this
nodienordin liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->