Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
41Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Psikoanalisis Paradoks Kedaulatan Kontemporer [Tesis Magister Hubungan Internasional]

Psikoanalisis Paradoks Kedaulatan Kontemporer [Tesis Magister Hubungan Internasional]

Ratings: (0)|Views: 4,108|Likes:
Dewasa ini banyak dari kita yang mungkin kecewa dengan pemerintahan negara. Tentang bagaimana ia mengatur ini dan itu, memfasilitasi kita ini dan itu, melindungi kita dari ini dan itu, dst. Banyak pula dari kita, entah dengan dorongan nasionalisme atau apa, berusaha mengkritik, mengusulkan, bahkan tidak sedikit yang memaki pemerintah oleh karena itu. Jutaan opini koran ditulis, ribuan seminar diselenggarakan, ratusan buku ditulis dan dibedah, namun negara nampaknya “tenang-tenang saja” dan tetap tidak berubah. Berikutnya tentu pertanyaan yang bahkan bisa dilontarkan oleh orang idiot akan keluar: “mengapa begitu?”; bukankah seharusnya negara memperjuangkan kepentingan kita, masyarakat, sebagaimana tak jemu-jemu dikhotbahkan semenjak Hobbes cs. sampai Prof. Miriam Budiardjo?

Pertanyaan inilah yang menjadi isu besar diskusi dalam studi ini. Dalam pembahasan, penulis memberanikan diri untuk mengajukan suatu hipotesis yang bersifat antitetis (anti-thetical) terhadap anggapan umum tentang negara seperti yang tak jemu-jemu dikhotbahkan semenjak Hobbes cs. sampai Prof. Miriam Budiardjo, yaitu negara berdaulat (sovereign state), yang bertujuan dan bertugas memberikan keamanan dan kesejahteraan rakyatnya. Hipotesis yang penulis tawarkan adalah 1800 kebalikannya: bagaimana jika ternyata negara berdaulat memang tidak pernah berniat menyediakan keamanan dan kesejahteraan rakyatnya? Jika benar demikian, maka sudah pasti jargon-jargon dan janji-janji pemerintah untuk menyediakan keamanan dan kesejahteraan adalah retorika semata alias “pepesan kosong”. Tujuannya?—Apalagi jika bukan mempertahankan “kesetiaan” rakyatnya untuk tinggal di teritorinya, mengingat salah satu unsur konstitutif negara adalah rakyat?
Dewasa ini banyak dari kita yang mungkin kecewa dengan pemerintahan negara. Tentang bagaimana ia mengatur ini dan itu, memfasilitasi kita ini dan itu, melindungi kita dari ini dan itu, dst. Banyak pula dari kita, entah dengan dorongan nasionalisme atau apa, berusaha mengkritik, mengusulkan, bahkan tidak sedikit yang memaki pemerintah oleh karena itu. Jutaan opini koran ditulis, ribuan seminar diselenggarakan, ratusan buku ditulis dan dibedah, namun negara nampaknya “tenang-tenang saja” dan tetap tidak berubah. Berikutnya tentu pertanyaan yang bahkan bisa dilontarkan oleh orang idiot akan keluar: “mengapa begitu?”; bukankah seharusnya negara memperjuangkan kepentingan kita, masyarakat, sebagaimana tak jemu-jemu dikhotbahkan semenjak Hobbes cs. sampai Prof. Miriam Budiardjo?

Pertanyaan inilah yang menjadi isu besar diskusi dalam studi ini. Dalam pembahasan, penulis memberanikan diri untuk mengajukan suatu hipotesis yang bersifat antitetis (anti-thetical) terhadap anggapan umum tentang negara seperti yang tak jemu-jemu dikhotbahkan semenjak Hobbes cs. sampai Prof. Miriam Budiardjo, yaitu negara berdaulat (sovereign state), yang bertujuan dan bertugas memberikan keamanan dan kesejahteraan rakyatnya. Hipotesis yang penulis tawarkan adalah 1800 kebalikannya: bagaimana jika ternyata negara berdaulat memang tidak pernah berniat menyediakan keamanan dan kesejahteraan rakyatnya? Jika benar demikian, maka sudah pasti jargon-jargon dan janji-janji pemerintah untuk menyediakan keamanan dan kesejahteraan adalah retorika semata alias “pepesan kosong”. Tujuannya?—Apalagi jika bukan mempertahankan “kesetiaan” rakyatnya untuk tinggal di teritorinya, mengingat salah satu unsur konstitutif negara adalah rakyat?

More info:

Published by: Hizkia Yosie Polimpung on Aug 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/07/2013

pdf

text

original

 
 
UNIVERSITAS INDONESIA
PSIKOANALISIS PARADOKS KEDAULATANKONTEMPORER 
 
—KASUS KEBIJAKAN
GLOBAL WAR ON TERROR
AMERIKA SERIKAT SEMASA PEMERINTAHANGEORGE W. BUSH, Jr.TESIS
HIZKIA YOSIAS SIMON POLIMPUNG0806438572FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKPROGRAM PASCA SARJANA ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALJAKARTAJUNI 2010
 
 UNIVERSITAS INDONESIA
PSIKOANALISIS PARADOKS KEDAULATANKONTEMPORER 
 
—KASUS KEBIJAKAN
GLOBAL WAR ON TERROR
AMERIKA SERIKAT SEMASA PEMERINTAHANGEORGE W. BUSH, Jr.TESIS
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar M.Si.
HIZKIA YOSIAS SIMON POLIMPUNG0806438572FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKPROGRAM PASCA SARJANA ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALJAKARTAJUNI 2010
 
 
iii
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITASTesis ini adalah hasil karya saya sendiri, dan semua sumber baik yang dikutipmaupun dirujuk telah saya nyatakan dengan benar.Nama : Hizkia Yosias Simon PolimpungNPM : 0806438572Tanda Tangan :Tanggal : 14 Juni 2010

Activity (41)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ridwan Rachid liked this
Intan Thandd liked this
Wahid Musthafa liked this
Zaima Amalia liked this
Wahyu Selfiana liked this
Hudzaifah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->