•
Kasunanan Surakarta
•
Kasultanan Yogyakarta
•
Setiap kerajaan biasanya ada upacara sakral, sebagai pelengkap tercipta berbagaitari.
•
Setiap bentuk tarian tertentu dianggap memiliki makna dan nilai filosofis tinggi sesuaikebutuhan raja masing-masing periode.
•
Karya tari setiap periode berbeda bentuk, model, dan kualitasnya.
•
Ada Tari yang masih dikenal hingga kini, seperti
tari topeng
•
Ada tari yang mengalami perubahan seperti tari
Gambyong, Srimpi
, dan
Bedhaya
•
Tari yang mandek dan punah, seperti
Tayub lesung
dan
ketoprak lesung.
TARI TOPENG
Mengalami puncak kejayaan pada jaman MajapahitRaja Hayam Wuruk tercatat sebagai penari topeng yang tampil pada acara-acara khususHal ini tersurat pada Kitab Nagarakertagama ( Empu Prapanca ) bahwa pada penutupanperayaan bulan
Caitra
diadakan atraksi tarian besar-besaran dimana raja ikut bernyanyi danmenariWarisan kerajaan Majapahit adalah :1.Tari Topeng Klana2.Tari Topeng Gunungsari
•
Sunan Kalijaga pencipta wayang topeng di Demak
•
Paku Bhuwono II ( 1700-1750), mengembangkan tari topeng di Keraton Mataram (Islam)
•
Tahun 1918 berdiri sekolah
Tari Krida Beksa Wirama
di Yogyakarta dipelopori olehPangeran Tedjo Kusumo dan Pangeran Suryadiningrat.
•
Dari sekolah tari tersebut lahir maestro tari Wisnoe Wardana dan Bagong Kussudiardjo.
•
Tahun 1930 I Ketut Mario di Bali menciptakan gaya kebyar dengan tari Kebyar Dudukdan Oleg Tamulilingan.
•
Tahun 1961 tercipta jenis tari Sendratari yang diawali dengan Sendratari BalletRamayana di Prambanan
Perkembangan Tari Masa Kini
Berdirinya perguruan tinggi seni tari melahirkan berbagai kreasi tari serta salingmempengaruhi gaya tari antar daerahContoh :
•
Tari Manukrawa ( Bali ) terpengaruh gaya Tari merak ( Jawa )
•
Tari Kembang Janger ( Bali) ada warna tari lengger ( jawa )Adanya Event nasional dan daerah melahirkan berbagai kreasi tari tradisional dan modernContoh :
Seni Tari
2/5