Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mingguan Medikom Edisi 381

Mingguan Medikom Edisi 381

Ratings: (0)|Views: 910 |Likes:
Published by Hary Buana
Mingguan Medikom Edisi 381
Mingguan Medikom Edisi 381

More info:

Published by: Hary Buana on Aug 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2012

pdf

text

original

 
HARGA ECERAN Rp2.500,- LUAR JAWA + Ongkos Kirim
Tepat & Perlu
Media KMedia KMedia KMedia KMedia Komomomomomunikasi Masyunikasi Masyunikasi Masyunikasi Masyunikasi MasyaaaaaakaakaakaakaakatttttTTTTTanspar anspar anspar anspar anspar ananananan
Selengkapnya baca Halaman 3
Edisi 381 Tahun VII 9 s.d. 15 Agustus 2010
Simak Halaman Khusus
PURWASUKA
Satu Halaman Untuk Purwakarta - Subang dan Karawang
Halaman 5
 d  i   h   a l   4  
Ke Halaman 11
Jangan SalahKaprahMendidik Anak 
Gelapkan Ratusan Juta Akhyar Dihukum 22 Bulan
Atas berbagai masalah initerkesan pemerintahan SBYtidak mampu mengelola berbagaikebutuhan hajat hidup orangbanyak secara baik. Yang akhir-nya menggambarkan Negaradalam keadaan kacau balau.“(Tata kelola) Republik inikacau-balau. Terpaksa sayamengatakan hal ini. Saya selamaini sudah mencoba diam, tetapilama-lama saya enggak tahan juga. Lha ngurusi gas saja koksusah ya?” kata Megawati.Megawati lebih lanjutmenyatakan keprihatinannyaakan persoalan ledakan tabunggas yang hampir setiap harimerenggut korban, sementara disisi lain tidak ada kejelasan akanotoritas pemerintahan mana yang bertanggung jawab.Ia sudah mengingatkan pen-tingnya masa transisi selamadua tahun untuk menyo-sialisasikan penggunaan tabunggas itu kepada masyarakatsebelum program konversitersebut dijalankan. Hal ini me-ngingat peralihan penggunaanminyak tanah ke gas ini terkaitdengan persoalan budaya.“Saya sama sekali tidak pernahmengatakan menolak konversigas. Saya hanya mintadisediakan waktu supayamasyarakat mengerti terlebihdahulu dan pemerintah juga bisalebih mempersiapkan siapa yangbertanggung jawab kalau adakejadian seperti sekarang. Kalausudah
mbledang-mbledung
(meledak) kok baru sosialisasi,”kata mantan presiden itu.Megawati juga mengung-kapkan realitas kenaikan hargakebutuhan pokok yang membe-ratkan rakyat. Di sisi lain, peme-rintah juga tidak menyampaikanpermasalahan yang sebenarnyaterjadi di balik kenaikan hargatersebut.Kritik keras Mega inimenimbulkan kontroversi luas dimasyarakat. Pro kontra punterjadi. Pihak yang sependapatmenilai, apa yang dikemukakanMegawati adalah sebuah faktadan realita. Karena nyatanyapersoalan-persoalankemasyarakatan yang diungkapMegawati adalah persoalankeseharian yang dihadapimasyarakat yangpenyelesaiannya tak tuntas-
Negeri Kacau Balau
Sepekan memasuki bulan Ramadan tensi politik ditanah air meninggi. Hal itu bermula ketika KetuaUmum DPP PDI Perjuangan MegawatiSoekarnoputri mengkritik secara keraspemerintahan SBY dalam acara pembukaanRakernas PDIP di Sentul, Bogor. Megawati dalampidatonya menyatakan prihatin atas berbagaipersoalan yang melanda negeri ini. Mulai daripersoalan ledakan tabung gas, kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, kenaikan tarif dasar listrik (TDL), dan berbagai persoalan lainnya.
tuntas. Baik persoalan gas maupunpersoalan harga kebutuhan pokok.Malah celakanya, di tengahkenaikan kebutuhan bahan pokoksehari-hari, ada kecenderungandaya beli masyarakat secara luas justru terjun bebas. Melihat kondisiini, artinya pemerintah juga gagaldalam memberikan kesejahteraanbagi masyarakat.Sementara bagi pihak yangkontra, menanggapi kritik Megawatiini bagaikan keluhan tak berguna.Sebab dalam perspektif demokrasibisa dianggap sia-sia karena tidakadanya oposisi. Sementara secarakelembagaan pun Megawati sebagaiKetua Umum PDIP tidakmemperkuat dan melembagakansistem oposisi. Padahal penguatansistem oposisi dimaksudkan agarkritik tidak menjadi sia-sia.Hal itu dikemukakan pengamatpolitik dari Universitas IndonesiaArbi Sanit. Menurut Arbi,seharusnya PDI Perjuanganmemperkuat dan melembagakansistem oposisi, sehingga kritiknyatidak sia-sia. Arbi Sanit, menilaikritik dan keluhan Ketua UmumPartai Demokrasi Indonesia Per- juangan Megawati Soekarnoputri,sia-sia karena tidak adanya oposisi.“Kritik percuma saja bila PDIPtidak berupaya memperkuat perandan posisinya sebagai partaioposisi,” ujar Arbi menanggapikritikan Mega atas pemerintahanPresiden Susilo Bambang Yudhono(SBY), baru-baru ini.Seperti diketahui, Megawatimengkritik soal masalah tabung gas3 kg yang meledak hampir menjaditeror masyarakat, soal mahalnyaharga-harga pada Rakor PDIP.Menurut Arbi, sejauh oposisi tidakdiperkuat dan tak dilembagakan,maka semua keluhan itu tak adagunanya.“Tanpa niat untuk memperkuatoposisi kuat, semua itu sekadarlagak dan gaya saja, bukansubstansi demokrasi,” ujar Arbi.Menurut Arbi, negara kacau-balau itu sudah biasa. “Siapapunpemimpin Indonesia, negara initidak pernah terus-menerus amantenteram loh jinawi. Tidak pernahada pemimpin yang tidakmerasakan negara dalam keadaankacau-balau,” tambahnya.Ia menilai, kekacauan negara ituterjadi karena konstelasi elite politik
Ke Halaman 11
“(Tata kelola) Republikini kacau-balau. Terpaksa sayamengatakan hal ini.Saya selama ini sudahmencoba diam, tetapilama-lama saya enggaktahan juga. Lhangurusi gas saja koksusah ya?” kataMegawati.
BANDUNG,
 Med ik om
-Perkemba-ngan indeks harga konsumen(inflasi) Jabar 1,58 persen. Angka inimelebihi rata-rata inflasi nasionalsebesar 1,57 persen. Gabungantujuh kota di Jabar, mencakup KotaBandung, Kota Cirebon, Kota Tasik-malaya, Kota Bekasi, Kota Bogor,Kota Sukabumi dan Kota Depok,mengalami inflasi sebesar 1,58persen. Inflasi di Jabar pada Januarisampai Juni mencapai 4,07 persen.Kota Bekasi penyumbang inflasiterbesar, yakni sebesar 2,16 persendisusul Kota Bogor sebesar 1,63persen. Kota Depok 1,44 persen,Kota Bandung 1,26 persen, KotaCirebon 1,17 persen, Kota Tasikmalaya 0,88 persen dan KotaSukabumi 0,77 persen. Kenaikaninflasi atau tingginya inflasidisebabkan naiknya harga beberapakomoditas kebutuhan pokok,seperti beras, cabe, daging ayampotong, telur ayam ras dankomoditas lainnya.Demikian disampaikan KepalaBPS Jabar Drs Lukman Ismail MA,Senin (2/8), di Bandung. MenurutLukman, tingginya inflasi di Jabar,khususnya di Bekasi, disebabkanbeberapa faktor. Antara lainlahirnya PP No 50 Tahun 2010tentang Biaya Pembuatan SIM danSTNK serta tingginya harga di sektormakanan. Pengaruhnya terhadapinflasi cukup tinggi.Dengan adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang berlaku padaAgustus, dan memasuki bulanpuasa dan Idulfitri, kemungkinan
Juli 2010, Inflasidi Jabar MelebihiNasional
inflasi akan meningkat padaSeptember 2010. Secara serentak diseluruh kota di Indonesia (66 kota)pada bulan Juli 2010 mengalamiinflasi. Inflasi tertinggi terjadi di KotaBengkulu sebesar 3,03 persen daninflasi terendah 0,12 persen di Kota Tanjungpinang.Sedangkan enam provinsi diPulau Jawa, pada Juli 2010serentak mengalami inflasi. “Inflasitertinggi terjadi di Kota Surabaya1,99 persen disusul Kota Semarang1,73 persen, Kota Yogyakarta 1,40persen, Kota Bandung 1,26 persen,Kota Jakarta 1,12 persen dan KotaSerang 0,82 persen,” ujarnya.
 Terima dana insentif 
Berdasarkan sumber dan data
Medikom
, Pemprov Jabar dan limadaerah di Jabar akan menerimadana insentif sebesar Rp18 miliar.Kota/kabupaten tersebut antaralain Kota Sukabumi, Kota Depok,Kota Bekasi, Kota Bandung danKabupaten Sukabumi. Hal inidisampaikan oleh SekretarisDaerah Provinsi Jabar LexLaksamana saat membuka rapatForum Koordinasi PengendalianInflasi (FKPI) di Balai Kota Bogor,belum lama ini.Pemberian dana insentif tersebutkarena Pemprov Jabar dan limakabupaten/kota dianggap berhasilmeningkatkan perekonomian dankesejahteraan rakyatnya dandianggap bisa mengendalikan inflasi yang selama ini rata-rata inflasi dibawah nasional. (
Laures
)
MAJALENGKA,
 Med ik om
 – 
Lahantanah bekas pemerintahan Jepang dan Belanda sudahbertahun-tahun ditempati wargaDesa Salawana, KecamatanDawuan. Namun, lahan yangditempati oleh sekitar 500 kepalakeluarga itu, kini dikuasi olehnegara atas nama TNI AU. Karenalahan tersebut termasukpampasan perang.Hal tersebut disampaikanKepala Seksi Sengketa, Konflikdan Perkara BPN MajalengkaMariman saat dikonfirmasiterkait adanya keinginan wargaDesa Wanasalam untuk memilikilahan tersebut. “Setahu saya,tanah yang diklaim oleh wargasebagai tanah tak bertuan adalahtanah negara atas nama TNI AU.Hanya memang TNI AU belummensertifikatkan seluruhlahannya termasuk lahan yangdi Desa Salawana,” ungkapMariman kepada wartawan.Ia mengaku pihak BPNMajalengka tidak memiliki datasecara pasti perihal luas dan jumlah warga yang menghuni ditanah negara di Desa Salawana.
Warga SalawanaPertahankan Lahan
Lantaran, belum pernahmelakukan penelitian atas tanahtersebut karena belum adapermohonan.“Saya pernah diminta olehpimpinan untuk mengirimkandata perihal luas tanah, jumlah warga, jumlah bangunan danlain sebagainya ke BPN Pusat.Namun, belum bisa sehubunganBPN Majalengka tidak memilikidata pasti menganai hal itu,karena belum pernah dilakukanpenelitian,” kata Mariman.Meski demikian, pihaknya siapmenyelesaikan sengketa tersebutapabila diberikan kewenanganoleh Pemerintah PusatSeperti diketahui puluhan warga Desa Salawana disertaikuwunya, Asep Darmawan pekanlalu mendatangi gedung DPRD.Mereka meminta agar DPRDbersedia memfasilitasi danmenyelesaikan sengketa tanahtersebut. Warga berharap lahan yang sudah ditempatinyabertahun-tahun bisa menjadihak milik warga. Luas lahantersebut diperkirakan mencapai18 hektare.
(Jur)SUBANG,
 Medik om -
Aktivis lingku-ngan dan LSM mendesak PemkabSubang untuk menghentikaneksplorasi galian pasir yang berlokasidi Hutan Ranggawulung, KelurahanCigadung, Kecamatan SubangKota. Sebab langkah pemkabmemberikan izin dianggap ceroboh.Karena berdasarkan peraturandaerah, pengembangan galian Chanya boleh diberikan kepadaempat wilayah, yaitu KecamatanCipeundeuy, Cibogo, Cipunagara,Pamanukan dan Ciasem.Dikhawatirkan bila galian C tetapberoperasi akan merusakkeseimbangan lingkungan danmenghancurkan wilayah serapanair untuk wilayah Subang. Karenalokasi yang diberikan merupakandaerah serapan air utama untukkepentingan masyarakatKabupaten Subang.Protes keras para LSM ini terkaitadanya kebijakan pemerintah yangmemberikan izin kepada sebuahperusahaan galian C yang mulaiberoperasi sejak minggu lalu. Dilapangan, pengusaha mulai
 Aktivis Lingkungan Tolak Galian C Hutan Ranggawulung
mendatangkan alat berat berupabeko dan melakukan pemerataan jalan keluaran pasir yang akandieksplorasi. Apalagi kegiatanpertama pembangunan jalan telahterbukti menggunakan lokasihutan kota.Menurut Ketua Komite AliranSungai dan Lingkungan HidupKabupaten Subang, HendiSukmayadi, Pemkab Subang harussegera mencabut izin galian C yangdiberikan kepada investor yangberlokasi di Hutan Ranggawulung.Karena, langkah pemberian izingalian C dianggap ceroboh danmelanggar peraturan.Hal itu bila merujuk padaPeraturan Daerah KabupatenSubang No 2 Tahun 2004 tentangRencana Tata Ruang Wilayah pasal75 yang menyatakan dengan jelasbahwa pengembangan galian Chanya bisa dilakukan kepadakecamatan yang sesuai peraturandaerah ini, yaitu KecamatanCipeundeuy, Cibogo, Cipunagara,Pamanukan dan Ciasem.“Pemkab Subang sangat cerobohdalam memberikan izin galian C diHutan Ranggawulung itu.Semestinya sebelum izin diberikan,berbagai elemen pemangkukepentingan lingkungan harusdiajak berkomunikasi,” kata Hendi.Apalagi, kata pemerhatilingkungan ini, bila merujuk padaPerda No 4 Tahun 2006 tentangPengelolaan Lingkungan HidupWilayah Subang, di mana dalampasal 18 perda tersebut mewajibkansecara jelas sebelum menerbitkanizin galian C, pemerintah wajibmemperhatikan rencana tata ruangdan pendapat masyarakat danrekomendasi dinas terkait.Pemberian izin jelas akan me-ngancam eksistensi wilayah sera-pan air yang memang merupakanciri khas Hutan Ranggawulung.Karenanya menurut Hendi, anehpemkab memberikan izin tanpamelakukan studi yang mendalam,baik tentang lingkungan maupundampaknya terhadap lingkungankepada perusahaan galian C.“Di samping harus memenuhiunsur-unsur normatif, persoalanvisi lingkungan hidup ke depanharus menjadi acuan yang mutlaksebelum izin diberikan terkaitmengeksploitasi lingkungan,” kataHendi.Menanggapi beroperasinya peru-sahaan galian C di Hutan Rangga- wulung, pengamat kebijakan publikKabupaten Subang Handra Mu-nandar sangat prihatin. Menurut-nya, ada kecenderungan pejabatSubang lebih berpikir persoalanekonomi semata tanpamemperhatikan aspek-aspeklainnya. Terlihat dalam kebijakanmemberikan izin operasionalkepada perusahaan galian C diHutan Ranggawulung ini.Sebab menurut Handra, lingku-ngan hidup haruslah dijadikan isustrategis bersama yang semua pihakharus konsen dalam menjaganya.Pejabat Negara tidak boleh bertolakbelakang dengan keinginanmasyarakat umum menyangkutlingkungan walaupun ada alasanekonomi di dalamnya.“Isu yang beredar menyangkutgalian C di Ranggawulung karenabeberapa pejabat yang memilikikebijakan perizinan galian Cmendapat ‘gizi’ cukup besar dariperusahaan pemrakarsa,” kataHandra.Padahal, lanjut Handra, diama-natkan dengan jelas dalam UU No32 Tahun 2009 tentang Perlin-dungan dan Pengelolaan Lingku-ngan Hidup, ada sanksi pidananya.Bukan hanya bagi masyarakattetapi bagi pejabat yang memberikanperizinan tidak sesuai aturan.“Bagi pejabat yang berdasarkankewenangannya memberikanperizinan tidak sesuai aturan-aturan bisa terkena pidana sesuaiUU No 32 Tahun 2009 ini,” katanyaseraya menjelaskan, sanksi pidanalingkungan dikenakan pada parapihak, penjara minimal satu tahundan maksimal tiga tahun dandengan denda paling sedikit Rp1miliar dan maksimal Rp3 miliar bagisiapa saja yang merusaklingkungan.Sementara menanggapi kisruhgalian C di Hutan Ranggawulung,Ketua Organisasi KemasyarakatanGIBAS Resort Subang Asep DimyatiSE mengancam akan melakukandemo besar-besaran untuk menolakdan memprotes galian C di HutanRanggawulung. Karena terbukti,bukan hanya berpotensi merusaklingkungan, akses jalan yangdigunakan pun telah memakai jalan hutan kota.“Kita akan melakukankonsolidasi dengan seluruh aktivislingkungan dan LSM Subang untukmemprotes keras kebijakanPemerintah Kabupaten Subang yang memberikan izin galian C diHutan Ranggawulung,” kata Asep.Ia juga menyayangkan, langkahpemkab yang memberikan izintanpa melakukan studi mendalam,apalagi menyangkut persoalanlingkungan yang merupakan isu yang strategis.“Semestinya dilakukan kajian yang komprehensif dan mendalamsebelum kebijakan dikeluarkan. Dansekarang terbukti bahwa jalanakses ke lokasi menggunakan jalanhutan kota. Ini kan sebuahbencana,” tandas Asep.
***INDRAMAYU,
 Medik om
 –Seorang TKW asal Kabupaten Indramayudisandera oleh majikannya di Negara Irak. Korban Sudiarti (29)adalah warga RT 09 RW 03, Blok Karang Baru, Desa Singajaya,Kecamatan Indramayu. Hingga keberangkatannya dari tahun 2003sampai saat ini, korban belum diperbolehkan pulang ke kampunghalamannya. Orang tua korban akhirnya mengadukan hal itukepada lembaga terkait.Keterangan yang berhasil dihimpun
Medikom
menyebutkan,Sudiarti berangkat menjadi TKW menggunakan jasa pengerahtenaga kerja PT Alfindo Jakarta. Selama dua tahun sejak berangkat10 Januari 2003, ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga dinegara Yordania. Selama itu, pengiriman uang serta komunikasimasih berjalan lancar dengan keluarganya. Namun pada tahunketiga, ia pindah majikan yang bernama Ahmad Abdul Ganawi.Pada majikan terakhir ini, korban kemudian dibawa ke kotaBaghdad, Irak.Dari situlah kemudian korban tidak diperbolehkan untukkomunikasi dengan siapapun termasuk keluarganya hingga saatini. Orang tua korban, Warni mengaku kalau anaknya selamatujuh tahun tidak pernah pulang. Menurut Warni, dua tahunkorban masih sempat berkomunikasi namun lima tahun terakhirtidak ada kontak sama sekali.Atas kejadian tersebut, Warni kemudian mengadukan peristiwaitu kepada Pengurus Daerah Serikat Pekerja TKI Luar Negri (SPTKI-LN) Kabupaten Indramayu untuk upaya pemulangan anaknya.Edi Rustam Ketua Pengurus Daerah Serikat Pekerja TKI LuarNegri (SPTKI-LN) Kabupaten Indramayu membenarkan pihaknyamendapatkan laporan tentang itu. Bahkan pihaknya juga sudahmelakukan upaya pemulangan terhadap korban yang diketahuiberada di Negara Irak. Hanya saja kata Edi Rustam, majikan korbanbersikeras tidak mau memulangkan Sudiarti. “Saya mendugaSudiarti merupakan korban perdagangan dan penyelundupanburuh migran,” ujarnya.
(H YF)
TKW IndramayuDisanderadi Timur Tengah
SUBANG
 , Medik om
 – 
Dian Iskandar (20), warga Desa Palasari,Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, terpaksadigelandang ke Mapolres Subang, Jawa Barat. Dian diduga telahmenculik dan menggagahi santriwati sebuah pesantren di daerahKasomalang, Subang berinisial LF (16).Akibat perbuatannya, Dian dijerat UU PPA (PerlindunganPerempuan dan Anak) dengan ancaman hukuman penjara di atastujuh tahun. “Sesuai dengan hasil pemeriksaan tersangkamengaku telah menodai korbannya yang masih di bawah umurhingga enam kali,” tutur Kapolres Subang, AKBP Dadang Hartanto.Kapolres menerangkan, peristiwa penculikan disertai penodaanterhadap gadis di bawah umur terjadi pada akhir Juli lalu. Aksipenculikan itu bermula dari ketidaksengajaan. Korbanmenghubungi tersangka melalui telepon genggam milik keduanya. Telepon salah sambung itu berlanjut pada perkenalan antarakeduanya.Saat perbincangan melalui handphone itu, korban sempat curhatke tersangka soal kehidupannya selama di pesantren. Kepadatersangka, korban mengaku sudah tidak betah lagi belajar di
Santriwati Diduga JadiKorban Perkosaan
Ke Halaman 11
CIREBON,
 Medik om –
Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Edi SuripnoSIP MSi menyatakan DPRD akan membentuk panitia khususmenyikapi pembentukan Provinsi Cirebon. Pernyataan inidisampaikannya usai melakukan dengar pendapat denganPresidium Pembentukan Provinsi Cirebon (P3C) di Griya Sawala,DPRD.“Kesimpulan pertemuan tadi, kita akan buat Pansus ProvinsiCirebon,” ujarnya, Selasa (3/8). Selain soal pansus, poin keduadari hasil pertemuan itu adalah sebanyak 7 fraksi di DPRD KotaCirebon secara eksplisit menyatakan persetujuannya terhadappembentukan Provinsi Cirebon. Hanya untuk pelaksanaan pansusitu waktunya tidak dalam waktu dekat, mengingat padatnya jadwalkerja di DPRD.“Pokoknya yang pasti diagendakan, karena itu kan hasil rapat.Lagi pula tadi Pak Ketua sudah setuju,” terangnya kepada wartawan. Setelah pansus selesai bekerja, akan ditindaklanjutidengan persetujuan secara kelembagaan. Baru kemudian wali kotamemberikan pernyataan persetujuan secara kelembagaan. “Sebab,tidak mungkin wali kota melangkah tanpa adanya persetujuandari DPRD,” ucapnya.Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Cirebon DRS H Nasrudin AzisSH menyampaikan, secara prinsip menghendaki Provinsi Cirebonterwujud. Selama memang ini sudah menjadi keinginanmasyarakat Cirebon. Secara lisan, saat kunjungan Wakil GubernurDede Yusuf pun merespons bahwa pembentukan ini bisa ditempuh.
Menyikapi PembentukanProvinsi Cirebon, Dewan Akan Bentuk Pansus
 
Sisi Lain
Edisi 381 Tahun VII 9 s.d. 15 Agustus 2010
2
Jawa Barat
BANDUNG,
 Med ik om
 –Wisatawan yang datang ke Jawa Barat,khususnya ke Kota Bandung, suatusaat dapat menghadapi titik jenuhdisebabkan faktor kemacetan.Persoalan kemacetan masihpersoalan krusial. Sampai saat inibelum dapat solusi untukmengurangi kemacetan di KotaBandung.Di sisi lain, rasio penambahanatau pendirian usaha hotel belumsebanding dengan rasiopertambahan pengunjung/ wisatawan. Hal ini terbukti dari jumlah hunian hotel di KotaBandung yang hanya rata-rata 40persen tiap bulan.Demikian disampaikan SekretarisEksekutif PHRI Kota Bandung DodiMJ, saat ditemui
Medikom
, diBandung, baru-baru ini. Dijelaskan,usaha hotel di Kota Bandung untuksementara tidak perlu ditambah.“Karena pertumbuhan pengunjung yang datang ke Bandung, baik wisatawan nusantara (wisnus)maupun wisatawan mancanegara(wisman), hanya dua persen.Sedangkan pertumbahan isiankamar hotel sebanyak 14 persen pertahun. Tidak sebanding jumlahpertumbuhan pengunjung denganpertumbuhan kamar hotel,” kataDodiUntuk mengatasi permasalahanini, lanjut Dodi, diharapkan segeraterbentuk Badan Promosi Pariwisatadi Kota Bandung, sebagai tindaklanjut dari UU 10 Tahun 2009tentang Pariwisata. Menurutnya,dengan terbentuknya BadanPromosi Pariwisata Kota Bandung,maka kepariwisataan bisa lebihdigalakkan. Selama ini promosikepariwisataan Kota Bandungmasih bersifat parsial. Untuk ituperlu adanya komunikasiantar
stakeholder.
Dodi mencontohkan, NegaraMalaysia sebagai negara kecildibanding Indonesia, bisa lebih
Belum Saatnya PenambahanHotel di Kota Bandung
mempromosikan negaranya. “Obyek wisatanya tidak lebih hebat dariIndonesia, tetapi bisa menarik wisatawan lebih dahsyat dari kita,”kata Dodi. Indonesia sendiri padatahun 2010 menargetkan sebesartujuh juta pengunjung, sedangkanMalaysia mencapai 24 jutapengunjung. “Ternyata setelah kitapelajari, Malaysia bisa meraihsebanyak itu karena lebih mampumempromosikannya secarakomprehensif, terpadu, tersistemdengan baik dan tepat sasaran,”katanya.Disinggung akhir-akhir inihubungan industrialantarpengusaha dan pekerja hoteldi Kota Bandung muncul gejolak kepermukaan, misalnya Hotel GrandAquila, Hotel Papandanyan, danbeberapa hotel lainnya, Dodimenyesalkan. Sebenarnya pihakPHRI sendiri secara kelembagaantelah melakukan pendampinganterhadap yang mengalamipermasalahan hubungan industrialantara pengusaha dankaryawannya, berupa tim advokasi yang memberikan masukan/saran, walaupun disadari hal inimerupakan kebijakan masing-masing hotel.Persoalan ini sebenarnya,menurutnya, bukan hanya dialamisatu atau dua hotel. Tetapi cukupbanyak dialami hotel lain. Persoalan yang cukup berat ini, kata Dodi, bisaberdampak kepada internalmanajemen hotel. Dodi tidakmemungkiri masih banyak pelakuindustri hotel kurang memilikikesadaran peranan UU Tenaga Kerja,dan di sisi lain pekerja/karyawantidak memahami kondisi industripariwisata. Ini yang mengakibatkanterjadi benturan.“Untuk perlu ada edukasi yangbaik untuk mencari
 win-win solution
.Pihak PHRI sendiri telah menjalinkomunikasi dengan pelaku industripariwisata dan Disnaker KotaBandung untuk mencari solusi agarsuasana kondusif antara pelakuindustri dan karyawannya dapatterjalin dengan baik,” lanjut Dodi.Sementara berdasarkan informasiterbaru dari BPS Jabar yangdisampaikan Kepala BPS Jabar DrsH Lukman Ismail MA, tingkatpenghunian kamar (TPK) hotel di Jawa Barat pada bulan Juni 2010mengalami peningkatan dibanding TPK bulan Mei 2010. Kenaikan TPK Juni 2010, lanjut Lukman,disebabkan meningkatnya TPK kelashotel bintang dan hotel non bintang. TPK hotel bintang pada Juni 2010sebesar 54,44 persen dan TPK hotelnon bintang mencapai 39,18 persen.Sedangkan pada Mei 2010 TPK hotelbintang sebesar 49,03 persen dannon bintang mencapai 34,39 persen.Kedatangan tamu mancanegaramelalui Bandara HuseinSastranegara pada bulan Juni 2010mengalami penurunan 5,84 persendibandingkan bulan Mei 2010. Padabulan Juni 2010, wisman yangdatang ke Jawa Barat melalui pintumasuk Bandara HusenSastranegara tercatat 7.680 orang.Sedangkan bulan Mei 2010 tercatatsebanyak 8.156 wisatawan masukmelalui pintu itu. Sedangkan wisman yang datang melaluiPelabuhan Muarajati Cirebonkebanyakan para kru kapal. Daripintu masuk ini angkanyamengalami penurunan 6,93 persen,dari 202 wisatawan pada bulan Mei2010 menjadi 188 wisatawan pada Juni 2010.Wisman yang ke Jabar masihdidominasi warga Malaysia danSingapura. Pada Juni 2010, tercatat wisman kebangsaan Malaysiadatang ke Jawa Barat melaluiBandara Husein Sastranegarasebanyak 6.655 orang. “Angka inimenurun dibandingkan bulansebelumnya yang mencapai 7.098 wisman atau turun 6,24 persen,”ujarnya. (
Laures
)
BANDUNG,
 Med ik om
-
Keragamandari permainan anak yang terdapatdi Jabar merupakan kekayaan senidan budaya yang mesti dilestarikansebagai jati diri bangsa. Sembilan jenis permainan anak diperlom-bakan dalam penyelenggaraanKaulinan Urang Lembur (Alimpiado)II, selama dua hari, di MonumenPerjuangan Rakyat Jabar JalanDipatiukur Bandung.Pernyataan ini dikemukakandalam sambutan resmi Wagub JabarH Dede Yusuf, Sabtu (7/8), sekaligusmenegaskan kegiatan ini memilikidaya tarik wisata untukmeningkatkan angka kunjungan wisatawan.
Event
yangdiselenggarakan pada tahun keduaini, jelasnya, diikuti perwakilan dari26 kabupaten/kota se-Jabar.Sejumlah mahasiswa dari beberapaprovinsi, yaitu Bangka Belitung,Lampung, Bali, Sulawesi Utara,Papua dan Korsel, menunjukkankeragamannya.
Kaulinan Jabar Punya Daya Tarik Wisata
Pernyataan senada dikemukakanKadisparbud Jabar Ir H HerdiwanMM, bahwa di antara peserta yangmengikuti permainan tradisional iniada 13 mahasiwa Korsel yang sedangbelajar di Bandung. Sehingga per-mainan anak ini memiliki daya tarikbagi wisatawan untuk mengenalatau mencobanya, sebagai salah satusarana wisata, meningkatkan kenya-manan dalam kunjungan wisata.Dituturkan Herdiwan, permainananak yang diperlombakan dalam
event
ini, yaitu egrang, kelom batok,rorodaan, engkle/sondah, sorodotgaplok, perepet jengkol, gatrik, gasingdan bedil jepret. “Alimpiadodiselenggarakan jadi kegiatan rutin.Pada tahun kedua ini ada tambahanpermainan baru yangdiperlombakan. Sehingga
event
inimenjadi sarana konservasi
kaulinan
tradisional. Dan berikutnya,permainan lainnya bisa puladiperlombakan,” papar Herdiwan.Ditambahkannya, originalitas,keunikan
kaulinan
tradisional yangbanyak terdapat di Jabar menjadikebijakan strategis Disparbud Jabaruntuk mempromosikannya sebagaibentuk daya tarik untuk mening-katkan angka kunjungan wisata- wan. Kemudian menjadi saranamemelihara hubungan baik dalampersahabatan atau silaturahmi,merangsang tanggung jawab untukmencintai tradisi seni dan budaya,memperkuat persatuan bangsa.Sebagai stimulan dalamperlombaan yang penutupannyadijadwalkan dilakukan Gubernur Jabar H Ahmad Heryawan, Minggu(8/8), itu diperebutkan hadiahsebesar Rp25 juta. Juara I mendapathadiah berupa uang sebesar Rp10 juta, juara II Rp8,5 juta, juara IIIRp6,5 juta, dan juara keempat Rp5,5 juta. “Penyisihan untuk sejumlahpermainan tradisional diselesaikanhari ini, baru besoknya (Minggu (8/8)), ditutup dengan acara final,” jelasnya. (
Zaz
)
GARUT,
 Medik om
 –Pihak PertaminaGas Domestik Regional II Rayon V,Selasa (3/8), di SPBE (StasiunPengisian Bulk Elpiji) Asgaraya, di Jalan Raya Warung Peuteuy,meyosialisasikan penggunan gasLPG (Liquid Petroleum Gas) kepadakaum ibu. Sosialisasi ini digagas TimPenggerak PKK Kabupaten Garutbekerja sama dengan SPBEAsgaraya, PT Multi Lestari dan pihakPertamina sendiri.Sosialisasi ini menadapat antu-sias dari kaum ibu. Mereka mena-nyakan kasus-kasus kecil yang kerapdialami selama mengoperasikankompor elpiji di rumah tangganya.Acara bertajuk Sosialisasi Pening-katan Pengetahuan Masyarakat Tentang LPG, menurut Ketua TP PKKKabupaten Garut NurrohimahAceng Fikri, sebagai upayamenyukseskan program pemerinathserta meningkatkan pengetahuanmasyarakat terhadap pemakaiandan perawatan produk konversi.Disebutkan Nurrohimah, acara inisangat dinantikan oleh para iburumah tangga, karena merekamerupakan konsumen yang palingpertama menggunakan gas elpiji,dan kesehariaannya tidak lepas daripenggunaan gas tersebut.Sales Representative GasDomestik Regional II Rayon VPertamina, Lucky Pangemanan,menyambut baik gagasan PengurusPKK Kabupaten Garut yang
Pertamina SosialisasikanPenggunaan Gas LPG
dinilainya turut membantu menyo-sialisasikan kepada masyarakatbagaimana perilaku kita dalampenggunaan gas elpiji yang kinisedang meghangat dengan beberapakasus meledaknya tabung gas.Kasus-kasus seperti itu, jelasLucky, sebenarnya tidak perlu terjadibila penggunaannya mengikutiprosedur yang ditempuh. Makadengan sosialisasi ini diharapkanpengetahuan ibu-ibu rumah tanggasemakin meningkat. Meski demikianpihaknya merasa lega karena kasusseperti ini tidak terlalu mencolokdibanding daerah lain.Lucky mengimbau agar masya-rakat konsumen tetap wasapadadalam penggunaan gas elpiji. “Kamitelah membuka hotline 24 jamuntuk masyarakat konsu-men,bilamana ada kekhawatiran dalampenggunaan gas elpiji ini,” ujar Luckydidampingi pimpinan SPBEAsgaraya, H Surachmat.Selama tahun 2010 ini kasusledakan tabung gas di Jawa Baratkurang lebih 12 kasus. Kebanyakandiakibatkan oleh
human error
,termasuk rusaknya regulator danslang, selebihnya karena kompornyarusak. Sebagai antisipasi terjadikasus yang sama, pihaknya kinitengah mempersiapkan denganmenurunkan tim ke daerah .
(Kus)BANDUNG,
 Med ik om
 –Untukmewujudkan masyarakat JawaBarat yang mandiri, dinamis dansejahtera, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya kerasmendorong kemajuan sektorkoperasi, usaha mikro, kecil danmenengah (KUMKM). Pembinaandifokuskan pada kelembagaandan sumber daya manusia(SDM), penguatan strukturpermodalan, penyebaran danpenyediaan akses teknologi,deregulasi kebijakan, sertamendorong promosi danpemasaran produk denganmenggandeng sektor-sektorterkait melalui pola-pola kerjasama pembinaan KUMKM. Jumlah KUMKM di Jawa Baratsampai dengan bulan Desembertahun 2009 mencapai 8,279 jutaunit atau sekitar 99,98% dari totalpelaku usaha di Jawa Barat,termasuk pula di dalamnyakoperasi sebanyak 22.664 unit.KUMKM ini mampu menyeraptenaga kerja sebesar 12,355 jutaorang atau mencapai 88,17% daritotal penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat. Kontribusi KUMKMini terhadap Produk DomestikRegional Bruto (PDRB) Jabarpada tahun 2008 mencapai60,32%, dengan volume usahasebesar Rp345,18 triliun.“Komitmen serta dukunganupaya dari berbagai pihak,khususnya tekad kuat serta kerjakeras para pelaku usaha KUMKM,hingga saat ini sektor KUMKMmenunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, bahkanmampu eksis sebagai salah satupilar utama perekonomiannasional,” ujar Gubernur JawaBarat Ahmad Heryawan padaacara Pembukaan
CooperativeFair
Ke-7 dan Pameran GelarKriya Kulit Jawa Barat Tahun2010 di Lapangan Gasibu,Bandung, Rabu (4/6).Melihat pencapaian tersebut,Heryawan optimististis sektorKUMKM ke depan dapat lebihberperan optimal dalam memacu
 Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan (kanan) didampingi GUbernur Jabar Ahmad Heryawanmenggunting pita bunga dalam pembukaan Cooperative Fair di lapangan Gasibu Bandung baru-baru ini.
KUMKM Mampu Serap88,17% Tenaga Kerja di Jabar
laju pertumbuhan ekonomi. Apalagibila dalam perkembangannyadidukung seluruh pemangkukepentingan. Tentunya dukunganitu diwujudkan dengan adanyakeberpihakan yang tinggi terhadappengembangan KUMKM. Termasukdi dalamnya dari para pelaku usahabesar yang diharapkan dapatmenjadi mitra kolegialpengembangan KUMKM.“Dengan kegiatan
CooperativeFair
ke-7 dan Pameran Kriya KulitProvinsi Jawa Barat Tahun 2010 ini,saya mengajak pelaku KUMKM dan
stakeholder
terkait, untukmengerahkan segala kemampuanmewujudkan KUMKM yang majudan berdaya saing,” tegasnya.Selanjutnya, Gubernur atas namaPemerintah Provinsi dan masyarakat Jawa Barat menyampaikan ucapanterima kasih kepada Menteri beserta jajaran Kementerian Negara Koperasidan UKM RI, atas bantuan yangmeliputi alat tenun bukan mesin(ATBM), bahan baku dan bahanpembantu, mesin pemintal benang,gudang dan mesin pengolahanlimbah senilai Rp240 juta, ProgramBantuan Pengembangan Koperasi dibidang Produksi untuk PenguatanSarana Penunjang Pos dan Telekomunikasi senilai Rp75 juta,serta Program BantuanPengembangan Koperasi BidangPembiayaan melalui PenyediaanDana bagi Kelompok Perempuan danPemuda bagi 210 koperasi senilaiRp10,5 miliar. Berbagai macamprogram bantuan ini tentunya akansangat bermanfaat bagi kemajuanKUMKM di Jabar.Selain itu, Heryawan jugamenyampaikan apresiasi ataspenandatanganan MoU antaraKadin Jawa Barat, PT Pertamina danBank Jabar Banten tentangPenguatan Aksesibilitas Pembiayaanbagi KUMKM, PenandatangananMoU antara Dekopinwil Jawa Baratdengan PT Indosat tentang KerjaSama Pengembangan Sistem SMSKomuniti Koperasi, sertaPenandatanganan Akad Kreditantara Perbankan dan KUMKM Jawa Barat. Demikian pula kepadaBank Indonesia atas telahterealisasinya dana hasilpendampingan yang dilakukan UKMoleh Pembina UKM senilai Rp13,6miliar kepada 676 pelaku UKM JawaBarat.Cooperative fair ke-7Untuk memperingati HariKoperasi (Harkop) ke-63 TingkatProvinsi Jawa Barat, Dinas Koperasidan Usaha Mikro, Kecil danMenengah (KUMKM) Jabarmenggelar Cooperative Fair ke-7 danPameran Gelar Kriya Kulit JawaBarat Tahun 2010di LapanganGasibu Bandung. Cooperative Fairke-7 ini berlangsung mulai 4 hingga8 Agustus 2010. Untuk PameranGelar Kriya Kulit Jawa Barat Tahun2010 dimulai 7-8 Agustus yangmenampilkan berbagai produk kulitmulai asesoris, perlengkapan rumahtangga dan lainnya.Sekitar 500 KUMKM dari 26 kota/kabupaten se-Jawa Barat dan dari33 provinsi se-Indonesiamenampilkan berbagai produkKUMKM seperti tekstil, makananolahan, obat-obatan, kerajinan,pertanian, perkebunan, peternakan,tambang dan galian, jasa keuangan,teknologi tepat guna dan teknologiinformasi dan lainnya.Menurut Kepala Dinas KUMKM Jabar Wawan Hernawan,Cooperative Fair sebagai agendatahunan Dinas KUMKM Jabarbertujuan mempromosikan produkKUMKM yang ada di Jabar danseluruh Indonesia, memberikandukungan prasarana dan fasilitaspromosi dan pemasaran kepadaKUMKM untuk memperkuat pasardalam negeri dan memperluas pasarekspor.“Terpenting melalui kegiatan initerwujud kemitraan danmembentuk jaringan-jaringanusaha antarpelaku KUMKM danmeningkatkan sinergitas seluruh jaringan usaha KUMKM. Untuk itu,pada kegiatan ini pula akan digelartemu bisnis yang bakalmenghadirkan buyer,” tuturnya.
(IthinK)
Pembinaan PemudaDisentuh Disparbud Jabar
BANDUNG,
 Medik om
-
Pengembangan seni-budaya Jabar tidak lepas dariperan seniman-budayawan, pelaku usaha dan masyarakat. Peran sertadan tanggung jawab yang dilakukan secara sinergis, itu harus terusdilakukan lebih serius. Hal ini dikemukakan Gubernur Jabar AhmadHeryawan dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan, beberapa waktu yang lalu.Sejumlah karya dan kreativitas yang selama ini telah dilakukan dalamkonteks pembangunan, mesti ditingkatkan untuk menggerakkan sektorpariwisata dan kebudayaan di Jabar. Loyalitas, dedikasi yang diberikanselama ini sangat diharapkan menjadi stimulan bagi pelaku seni, budaya,pariwisata dan masyarakat lainnya, termasuk generasi muda. Semuanyadiharapkan berkontribusi dalam pembangunan di Jabar dalam rangkameningkatkan kesejahteraan bersama.Pernyataan senada dikemukakan Sekretaris Disparbud Jabar Drs HYanto Subiyanto MM dalam keterangan persnya, diterima
Medikom
, Sabtu(7/8). Bahwa baru-baru ini Disparbud Jabar memfasilitasi sejumlah dutaseni pelajar bersama timnya ke Solo. Kegiatan itu menjadi ajangpembekalan bagi 13 duta seni pelajar untuk menunjukkan seni tradisi yang dimiliki Jabar, sekaligus mengenal budaya nusantara lainnya.
 
(
Zaz
)
BANDUNG,
 Medik om
 –Penandatanganan Sampul Peringatan “Sail Banda2010” mewujudkan partisipasi Pos Indonesia dalam memajukanPariwisata Nasional di wilayah Indonesia Timur Provinsi Maluku. Provinsiini dicanangkan sebagai pintu gerbang pembangunan Indonesia dalamsektor kelautan dan perikanan. Provinsi ini juga dicanangkan sebagai“Lumbung Ikan”.Penandatanganan Sampul Peringatan “Sail Banda 2010” pada acarapuncak “Sail Banda” dilakukan oleh Presiden RI Susilo BambangYudhoyono yang didampingi Menkominfo Tifatul Sembiring, MenteriKelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menkokesra Agung Laksono,dan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. Hadir pada acara, Dirut PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana.Dalam menyambut
event
pariwisata akbar bertaraf internasional ini,Pos Indonesia mensponsori kegiatan pameran untuk menyemarakkanacara puncak “Sail Banda”. Menurut Manager Komunikasi PerusahaanPT Pos Joesman Kartaprawira, stan Pos Indonesia dibangun dengantujuan untuk menyosialisasikan pelayanan yang dimiliki Pos Indonesia.Layanan-layanan pos sangat efektif dimanfaatkan baik oleh wisatawanmaupun masyarakat dalam memenuhi kebutuhan lalu lintas berita,barang, dan uang.
(IthinK)
Pos Indonesia DukungPengembangan WisataIndonesia Bagian Timur
 TASIKMALAYA MEDIKOM.
Program Keluarga Berencana (KB) Tahun2009 di Kabupaten Tasikmalaya pencapaian peserta KB baru dengansasaran 68,485 akseptor dan dapat direalisasi sebesar 76.641 atau (111,9%) dari angka pencapaian itu keluarga berencana pria mencapai (14,9 %)dari sasaran 3.634 dan keluarga berencana wanita mencapai (117,3 %)dari sasaran 64.851 sedangkan pencapaian peserta KB aktif sasaran269.400 akseptor dengan realisasi 270.072 akseptor atau (100,2 %).Sementara KB pria mencapai (39,8 %) dari sasaran 8.285 dan dan KB wanita mencapai (102,2 %) dari sasaran 261,115. Data itu terungkapdalam acara konseling KB orentasi bagi kader se wilayah Manonjayadan Ciawi bertempat di aula rapat Kecamatan Gunungtanjung padabulan Juli yang baru lalu.Menurut Kepala Bidang Keluarga Berencana Badan PemberdayaanMasyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) Kabupaten TasikmalayaDrs. H. Undang Suherman kepada Medikom mengatakan, data intitusimasyarakat pengelola KB di Kabupaten Tasikmalaya mencapai Pos KB/PPKBD ada 351 Desa, Sub Pos KB/PKBD-RW ada 2.292 dan kelompokKB-RT ada 9.464. Sementara ketahanan keluarga mulai dari BKB adasebanyak 1.089 kelompok, BKR 380 kelompok, BKL 382 kelompok, BLK94 kelompok UPPKS ada 692 kelompok dan PIK-R ada 60 kelompok.Kondisi program Keluarga Berencana Kabupaten Tasikmalaya dari jumlah penduduk Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2006 mencapai1.668.581 dan pada tahun 2007 menjadi 1.656.633 dan tahun 2008menjadi 1.707.297 sementara rata-rata kelahiran tahun 2008 diKabupaten Tasikmalaya data dapat dilihat dari pertahun sebanyak38.213 dan dapat dirinci perbulannya mencapai 3.184, perminggu 734dan perhari ada 106 bagi yang lahir dengan rata-rata perjamnya 4 bagilahir se Kabupaten Tasikmalaya Tasikmalaya. Penduduk usia 14-19tahun akan menjadi permasalahan di masa yang akan datang manakala tidak ada pengendalian melalui pengetahuan reproduksi remaja. Tantangan KB di Kabupaten Tasikmalaya salah satunya beban programKB yang terlalu banyak dipegang oleh satu bidang. Mohon ada kajiantentang kelembagaan sesuai amanat undang-undang 52 tahun 2009tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga.Keduanya terbatasnya jumlah dan jenis kontrasepsi bagi keluarga prasejahtera ± yang disediakan pemerintah.
(A.Cucu).
Evaluasi Dan RencanaProgram Keluarga BerencanaKabupaten Tasikmalaya
BEKASI,
 Medik om
-Keberhasilan acara HarganasXVII tingkat Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan diKota Bekasi, pekan kemarin,tidak lepas dari hasil kerja samaantara BKKBN dan seluruhkabupaten/kota di Jawa Barat. Terutama dari tim advokasi yang tidak henti-hentinyamelakukan pendekatan danpenerangan kepada masyarakat.
Walaupun untuk itu timadvokasi provinsi ataupunkabupaten/kota harusmenembus batas tempat yangsulit dijangkau. Untuk mencapaitempat di mana masyarakatharus dilayani itu, perlu dibarengidengan kecerdikan dan kelihaiandalam membawa kendaraanMupen (Mobil Unit Penerangan)KB.Dengan bantuan kendaraanini mereka berhasil melayanimasyarakat secara gratis,menggelar hiburan “nontonbareng” kepada masyarakat padamalam harinya. Ini dilakukanoleh kru Mupen serta paraanggota tim advokasi semata-
Kru Mupen Jabar Siap Layani Program KB
mata karena prihatin atas kondisinegara tercinta saat ini. Negara iniperlu upaya menekan lajupertumbuhan penduduk yang adasaat ini.“Selain merupakan salah satuprogram, juga sebagai sumbangsihsecara moril kepada masyarakatuntuk mencapai keluarga sejahteradan terencana,” tutur Pak Cucu,salah satu kru Mupen, kepada
Medikom
.Selain menjadikan keluargasejahtera, diharapkan masyarakatsadar akan pentingnya keluargaberencana. Keluarga berancana saatini bukan hanya fokus kepada alatkontrasepsi, melainkan upaya sertalangkah hidup yang terencana,tingkat kemiskinan maupun tingkatkematian ditekan agar serendahmungkin, sehingga terwujudkeluarga bahagia.Dan kalau bisa, dalam membinakeluarga diharapkan sesuai programpemerintah: Dua Anak Lebih Baik.“Oleh karenanya kami sebagai kruMupen berharap semoga apa yangtelah kami lakukan selama ini, dapatbermanfaat serta masyarakat dapatmengerti bagaimana pentingnyaprogram KB ini sehingga dapatdisosialisasikan kepada yanglainnya,” tambahnya.(
Iwan
)
 
Lintas Kota
3
Edisi 381 Tahun VII 9 s.d. 15 Agustus 2010
Perkembangan sumber dayamanusia (SDM) memang harusdimulai sejak dini. Karena, usia limatahun pertama sangat menentuankualitas manusia selanjutnya. Ha-nya saja, jelas Pakar PendidikanAnak Usia Dini (PAUD) dari Univer-sitas Pendidikan Indonesia (UPI)Bandung Bachrudin Musthafa PhD,pola pengajaran yang diberikan mestimengikuti iramanya anak-anak.Pada usia dini, menurut doktorlulusan universitas di AmerikaSerikat ini, anak-anak banyak me-ngandalkan belajar melalui gerakanfisik. Jadi, tidak sehat jika anak-anakbelajar dengan cara duduk selamaberpuluh-puluh menit.“Belajar melalui permainan dantidak terlalu dikendalikan oleh orangdewasa. Untuk belajar berhitung dansebagainya bisa dilakukan secaraeksplisit,” tutur Musthafa.Pola belajar seperti itulah yangefektif. Kalaupun dipaksakan, anakdapat mengalami keletihanintelektual. Imbasnya, anak menjadimudah jenuh dan kehilanganmomentum bermain.Ia mencontohkan sekolah AlAzhar yang dinilai terlalu membebanisiswa dengan banyaknya pekerjaanrumah. Hal seperti ini tidak bolehditerapkan pada anak usia dinimaupun sekolah dasar.Menurut dr Teddy Hidayat SpKJ,orang tua, guru dan pemerintahharus tahu dulu apa yangdibutuhkan oleh anak. Sebabkebutuhan anak usia dinitergantung dari usianya. Ditemui
Medikom
di RS Hasan Sadikin,Selasa (3/8), psikolog senior inimenyatakan, lebih suka denganistilah pola asuh bukan pendidikan.Berdasarkan pemahamannya,pendidikan akan pas ditujukanuntuk SD, SMP, dan SMA.“Bagi anak usia 1-5 tahun lebihpada pola asuh bukan pendidikan.Saya lebih suka mengatakan pola
Jangan Salah KaprahMendidik Anak 
 Begitu strategis pelayanan pendidikan anak usia dini (PAUD). Sebab, 50% perkembangan kecerdasan anak, terjadi pada usia 0-4 tahun. Maka tak berlebihan jika istilah
golden age
(usia emas) diarahkan pada anak dengan rentang usia 0-5tahun. Karenanya, pola pendidikan ideal bagi anak usia prasekolah tersebut harusbenar-benar dipahami.
asuh bukan pendidikan usia dini,”tandasnya.Bagi anak usia di bawah satutahun, ia mencontohkan, lebihmembutuhkan rasa aman danperlindungan terhadap lingkungan-nya. Setiap fase usia pada anakterdapat krisis yang harus dilalui,karena pendidikan ini sangat eratpada pembentukkan kepribadian dimana dasar-dasar kepribadian itudiletakkan pada lima tahun pertama.Pada anak usia dua tahun,lanjutnya, perlu dibentuk latihankemandirian agar tidak bergantungpada orang tua. Kemudian pada usia3-5 tahun, perkembangan menga-rah pada pengenalan identitas.“Bila kita bicara tentangpendidikan yang formal, umumnyahanya mementingkan kognitif danmestinya para orang tua dan gurumemahami ini,” tegas Teddy.Dikatakan, pola asuh yang idealadalah yang bisa memberikan rasaaman dan nyaman. Pembelajarandi lingkungan atau di luar ruanganmerupakan pola pembelajaran yangpaling baik. Lantaran, untuk anakusia 1-5 tahun tidak diperlukan polapembelajaran baku seperti membacadan menulis.“Kalaupun ada, itu dibuat dalamsuatu permainan bukan belajarseperti pendidikan formal,”imbuhnya.Untuk itu, anak usia prasekolahtidak bisa dipaksakan karenakemampuan kognitif seorang anakberkembang. Taman kanak-kanakpun tidak diadakan untuk belajarpendidikan formal, tapi lebih padabermain dan mengeksplorasilingkungan juga bersosialisasidengan teman.
Salah kaprah
Di Indonesia, tambah Teddy,pengertian taman kanak-kanaksudah salah kaprah. Siswaterkadang disuruh membaca danmenulis. Penyebabnya, tuntutan darisekolah dasar yang mengharuskansiswa bisa membaca dan menulis.Selain itu, ada ambisi dari orang tuadan guru supaya anak didiknyaterlihat hebat.Bahkan, ada sekolah dasar yangmensyaratkan siswanya harusmelalui sekolah TK dulu agar bisabaca dan tulis. Jika itu terjadi,Bachrudin Musthafa menyarankanagar dinas pendidikan menegurkepala sekolah. Alasannya, prosesbelajar yang spesifik pada
early years
berlaku dari kelas satu hingga kelastiga. “Jadi tidak usah formal-formal.Masalah ini sebenarnya harusdiintervensi oleh pemerintah agartidak terjadi korban sosial,” kataBachrudin.Baik Teddy maupun Bachrudin
,
menilai taman kanak-kanak sangatbaik. Asalkan apa yang diberikansesuai kebutuhan, bukanmengajarkan anak menjadi pintar.Pelajaran yang paling pentingpada
golden age
menurut Teddy,adalah pembelajaran mengenaikedisiplinan, tanggung jawab,
fairplay
ketika berolahraga, belajarberempati terhadap teman.Ia juga menyayangkan orang tuasekarang yang hanya fokus padapelajaran tertentu sepertimatematika dan kursus-kursus.Padahal, si anak tidak disiplin danbertanggung jawab.Orang tua, tandasnya, tidak bisamengubah perilaku anak ketikasudah besar. Tetapi harus dimulaisejak kecil. Karenanya, tugas gurudan orang tua sesungguhnya sangatberat dan sangat penting. Merekaakan bertanggung jawab terhadapkualitas budi pekerti generasi yangakan datang.“Anak-anak itu akan menjadipengganti. Kalau tidak dididik darisekarang, maka akan mengalamierosi mental,” tambah Teddy.
(Wulan, Dadan)
Undang-Undang Nomor 20 Tahun2003 tentang Sistem PendidikanNasional Pasal 1 angka 14menyatakan, Pendidikan Anak UsiaDini (PAUD) merupakan suatu upayapembinaan yang ditujukan kepadaanak sejak lahir sampai dengan usiaenam tahun. Pembinaan dilakukanmelalui pemberian rangsanganpendidikan untuk membantupertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anakmemiliki kesiapan dalam memasukipendidikan lebih lanjut.Penyelenggaraan PAUD jalurpendidikan formal berbentuk TamanKanak-Kanak (TK)/Raudhatul Atfal(RA) dan bentuk lain yang sederajatmenggunakan program untuk anakusia 4 – d”6 tahun. Untukpenyelenggaraan PAUD jalurpendidikan nonformal berbentuk Taman Penitipan Anak (TPA) danbentuk lain yang sederajat,menggunakan program untuk anakusia 0 – <2 tahun, 2 – <4 tahun, 4 – d”6 tahun, dan program pengasuhanuntuk anak usia 0 - d”6 tahun.Kelompok Bermain (KB) dan bentuklain yang sederajat menggunakanprogram untuk anak usia 2 – <4tahun dan 4 – d”6 tahun.Berdasarkan PeraturanPendidikan Nasional Nomor 58 Tahun 2009 tentang StandarPendidikan Anak Usia Dini (PAUD),ditegaskan bahwa standar PAUDmeliputi pendidikan formal dan
PAUD Penopang ProgramWajardikdas 9 Tahun
nonformal yang terdiri atas standartingkat pencapaian perkembangan;standar pendidik dan tenagakependidikan; standar isi, proses,dan penilaian; dan standar saranadan prasarana, pengelolaan, danpembiayaan.Berkaitan dengan pelaksanaanPAUD ini khususnya di Jabar,Anggota Komisi E DPRD Jabar AcengRoni Sya’bana SPd kepada
Medikom
di ruang Fraksi Demokrat baru-baruini menyampaikan, DPRD Jabarsangat mendukung pelaksanaanprogram PAUD sekaligus menjadipenopang pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun. Dukungandiwujudkan dalam peningkatananggaran untuk program PAUD diDisdik Jabar dari Rp4 miliar tahun2009 menjadi Rp14,5 miliar tahun2010.Namun ketika
Medikom
menyinggung dukungan anggaranPemprov Jabar dalam pelaksanaanPAUD di sektor formal dan informal,Roni yang juga Sekretaris FraksiDemokrat Jabar ini menegaskan,proporsi anggaran pada tahun 2010masih lebih besar untuk PAUDinformal daripada PAUD formal(Taman Kanak-kanak). Untuktahun 2011, Badan Anggaran DPRD Jabar saat ini masih membahasKebijakan Umum AnggaranPrioritas dan Plafon AnggaranSementara (KUA PPAS).Rony mengatakan, selama iniuntuk PAUD formal seperti TamanKanak-kanak memang telah lamadilaksanakan oleh masyarakatkhususnya di wilayah perkotaan.Sedangkan untuk wilayahperdesaan lebih banyak PAUDinformal. “Sebaiknya pelaksanaanPAUD bisa dilakukan denganberjenjang dari PAUD informalmenuju PAUD formal. Hal ini perludilakukan untuk mendukungpendidikan pra sekolah dasar,”ujarnya.Untuk itu, idealnya memang jumlah PAUD formal Taman Kanak-kanak ditambah sampai ke desa-desa untuk mendukung PAUDinformal. Artinya, penambahantersebut membutuhkan dukungandana dari pemerintah dan jugamasyarakat. Terkait dengan biaya untukpendidikan Taman Kanak-kanak yang masih cukup mahal sehinggadiperlukan dukungan anggaran daripemerintah untuk meringankanbeban orang tua murid membiayaipendidikan anaknya di TK, Ronymengatakan, pada tahun 2010 inibelum ada anggaran yang khususuntuk membantu biaya TK tersebut.Sedangkan untuk anggaran 2011,sejauh ini belum ada ajuan anggarandan program dari Disdik Jabaruntuk mengalokasikan anggaranuntuk membantu biaya pendidikanmurid TK. 
(IthinK)BANDUNG,
 Medik om
-Wakil Wali KotaBandung Ayi Vivananda memintamasyarakat untuk tidakmengeksploitasi anak-anak. Di sisilain masyarakat pun diharapkan ikutmengawasi sebagai bentukpengendalian. Pernyataan Ayi itumuncul menyikapi hasil survei dariLembaga Perlindungan Anak (PLA) Jabar, beberapa waktu lalu, yangmenyatakan banyak anak di bawahumur dipekerjakan sebagaipembantu rumah tangga (PRT).Menurut Ayi, penangananmasalah pekerja di bawah umurmemang cukup pelik dan sulit.Pasalnya kultur sebagian besarmasyarakat Indonesia masihmenganggap anak harus ikut bekerjasebagai bakti pada orangtua. Namunkenyataannya, hal itu dimanfaatkansedemikian rupa sehingga banyakorangtua yang kemudianmengeksploitasi anaknya.“Hal ini yang harus dicegah. Jangan sampai kulturmengeksploitasi anak itu menjadisebuah kewajaran,” terang Ayi ketikaditemui wartawan, usai membukakegiatan dalam rangka Hari AnakNasional (HAN) tingkat Kota
Hindari Eksploitasi Anak-anak
Bandung, di Taman Pramuka, JlnLLRE Martadinata.Ayi menyatakan, untukpenanganan masalah pekerja dibawah umur, diperlukan kesadarandari masyarakat. Pemerintah tidakbisa bekerja sendiri tanpa peran darimasyarakat. Berbagai upaya yangdilakukan pun tidak akan adahasilnya jika masyarakat tidakmemiliki kepedulian.Ayi menambahkan, eksploitasianak di bawah umur menjadipekerja, menggambarkan perilakudan budaya buruk pelakunya. Ayipun meminta masyarakat ikutmengawasi tindakan yang dilaku-kan sebagian warga Kota Bandung yang masih tetap mempekerjakananak di bawah umur. “Kita akuisosialisasi mengenai masalah inimasih kurang. Karenanya kitameminta masyarakat ikut terjunlangsung mengawasi jika adapelanggaran mempekerjakan anakdi bawah umur,” ujarnya.Lebih lanjut ditegaskan Ayi,aturan larangan mempekerjakananak di bawah umur sebenarnyasudah jelas dan sudah tertuangsecara jelas dalam KonvensiInternational Labour Organization(ILO). Selain itu juga diatur dalamUU Perlindungan Anak hingga UUKekerasan dalam Rumah Tangga(KDRT), yang mengamanatkanuntuk tidak mempekerjakan anakdi bawah umur.Seperti diberitakan sebelumnya,berdasarkan hasil survei yangdilakukan LPA Jawa Barat, pada2007 dan 2008 Kota Bandungmenduduki posisi tertinggi dalamkasus kekerasan terhadap anak di Jawa Barat. Selain itu, di KotaKembang ini juga diduga banyakanak di bawah umur yangdipekerjakan sebagai PRT.Menurut Manajer Program LPA Jabar, Dianawati, data pada tahun2007 kekerasan anak di KotaBandung mencapai 13,19%,Kabupaten Bandung 12,27%, danKota Tasikmalaya 7,18%.Sedangkan pada 2008, KotaBandung 20,99%, Kabupaten Tasikmalaya 10,16%, danKabupaten Bandung 6,77%. Pada2007, LPA mencatat kasus kekerasanterhadap anak sebanyak 681.Sementara pada tahun 2008sebanyak 789 kasus.
(Dudi)BANDUNG,
 Medik om
-Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda berharapkualitas kinerja pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Bandungtidak berubah selama bulan Ramadan. Perubahan hanya akanmenimbulkan akibat yang tidak baik bagi kelancaran pelayanan kepadamasyarakat. Selama bulan Ramadan, tidak akan ada pengurangan jamkerja, melainkan hanya pergeseran saja.Menurut Ayi, selama bulan Ramadan PNS yang biasanya masuk kerjapukul 08.00 WIB dimajukan menjadi pukul 07.30 WIB. Waktu pulang yang biasanya pukul 16.00 WIB, dipercepat setengah jam menjadi pukul15.30 WIB. “Artinya tidak ada pengurangan jam kerja, hanya pergeseransaja,” kata Ayi kepada wartawan.Menurut Ayi, pada bulan puasa tidak sampai mengurangi kualitaskinerja PNS, terutama yang berkaitan erat dengan pelayanan terhadapmasyarakat. PNS tetap harus bekerja sebagaimana biasanya. Ayimenegaskan, pengawasan terhadap kehadiran maupun kinerja PNSselama bulan Ramadan juga akan dilakukan di tingkat aparatkewilayahan. Ayi tidak menginginkan adanya laporan dari masyarakat yang menyebutkan aparat di kewilayahan tidak ada di tempat kerja dantidak bisa melayani keperluan masyarakat.“Jangan sampai bulan Ramadan menjadi penghalang bagi para PNSuntuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.Dikatakan Ayi, bekerja dengan baik sama halnya dengan menjalankanibadah puasa karena pada dasarnya bekerja juga merupakan ibadah.Untuk masalah pengawasan terhadap kinerja PNS selama bulanRamadan, Ayi menyerahkan hal itu kepada masing-masing SKPD.Namun di sisi lain tugas dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) daninspektorat pun harus tetap berjalan. Pengawasan dilakukan agar kinerjaPNS itu tidak ada yang berubah sama sekali.“Masing-masing SKPD harus memberikan pembinaan danpengawasan agar para PNS benar-benar bekerja sesuai dengan aturan yang ada. Saya cukup optimis kinerja PNS Pemkot Bandung akan tetapbaik selama bulan Ramadan,” tutur Ayi.Ketika ditanya masalah absensi PNS pada bulan Ramadan, Ayi menilaihal itu bukan hal utama yang akan disorot. Hal yang paling pentingdalam kinerja yaitu hasil kerja para PNS. Namun ia menambahkan,untuk lebih memonitor kehadiran serta kinerja para PNS selama bulanRamadan, pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak).“Masalah absensi itu tidak terlalu menjadi sorotan karena absensibisa dititip. Yang paling penting bagaimana hasil dari kerja mereka (PNS,red),” ujarnya seraya menambahkan, sidak akan dilakukan sewaktu- waktu dan tidak akan direncanakan terlebih dulu.
(Dudi)
Selama Ramadan JamKerja Tak Berkurang
BANDUNG,
 Medik om
 –Bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi ke-63, PT Pos Indonesia yang diwakili oleh Post Master Bandung DodiKusmayadi menyerahkan lisensi Agenpos kepada Wali Kota BandungDada Rosada. Selanjutnya lisensi tersebut diserahkan kepada seluruhkelurahan di Kota Bandung yang secara simbolis diterima oleh LurahBraga Opi Hanapi. Penyerahan lisensi Agenpos ini diselenggarakan di Taman Balai Kota Bandung.Menurut Manager Komunikasi Perusahaan PT Pos JoesmanKartaprawira, momen peringatan Hari Koperasi yang bertema “KoperasiBangkit untuk Kesejahteraan Rakyat” sangat tepat bagi Pos Indonesiauntuk segera mengumandangkan strategi pengembangan Agenpos untukmemperluas titik layanan pos sampai tingkat kelurahan. Pos Indonesiatelah memberikan izin penyelengaraan Agenpos kepada 151 kelurahandi Kota Bandung. Selanjutnya pengembangan Agenpos dapat merambahsampai ke tingkat terkecil seperti pemukiman atau perumahan.Agenpos adalah konsep pengembangan jaringan melalui kerja samakemitraan antara PT Pos Indonesia dan perorangan atau badan usaha.Kemitraan usaha dengan
Model Business Partnership
ini dimaksudkansebagai strategi Pos Indonesia dalam meningkatkan aksesibilitas untuklebih mendekatkan diri kepada konsumen.“Untuk tahun 2010, Pos Indonesia memiliki target 2.000 agenposberdiri dengan sasaran lokasi bertahap di daerah Pulau Jawa terlebihdahulu, dilanjutkan ke wilayah lainnya,” ujar Joesman.Lanjutnya, langkah demi langkah dilakukan Pos secara simultan danbertahap. Agenpos yang ada selama ini diubah menjadi Agenpos denganpola baru dengan jenis layanan lebih lengkap. Layananannya tidaksebatas menjual prangko dan meterai, tapi diperluas dengan pelayanan jasa keuangan seperti remittance dan
Pos Pay
sesuai dengan kelasnya.Agenpos ini juga wajib menyelenggarakan layanan pos universal.“Aspek
tangible
pun disempurnakan melalui polesan tampilan kantorAgenpos. Bahkan di beberapa daerah, Rumah Pos turut disempurnakantampilannya agar lebih layak sebagaimana konsep Agenpos saat ini,”ujar Joesman.“Dengan
sharing fee
yang menarik hingga 20% dan bersifat progresif,merupakan kesempatan mengembangkan usaha yang paling mudahdan menguntungkan bagi pihak mitra. Hal ini juga sebagai bentukpemberdayaan sektor ekonomi mikro,” tegas Joesman.
(IthinK)
Seluruh Kelurahan diKota Bandung DiberiLisensi Agenpos
BANDUNG,
 Me d ik om
 –PT  Telekomunikasi Indonesia (TELKOM)menjadikan wilayah layanan JakartaSelatan dan Surabaya Selatansebagai pilot project peningkatankapasitas dan kapabilitas layananinternet kecepatan tinggi Speedy.Sebagai pilot project, sejak 1 Juli2010, pelanggan di kawasan tersebutakan dapat menikmati akses internetlebih cepat lagi.Vice President Public andMarketing Communication TELKOM Eddy Kurnia mengatakan,sesuai dengan masukan daripelanggan agar kecepatan Speedyditambah terus dan sebagai apresiasikepada pelanggan loyal Speedy, TELKOM akan meningkatkankecepatan dari 384 Kbps menjadi512 Kbps untuk paket Socialia, dandari 512 Kbps menjadi 1 Mbps untukpaket Load. Adapun tarif berlang-ganan tetap dengan tarif lama.“Saat ini memang baru JakartaSelatan dan Surabaya selatan yangmendapat kesempatan menikmatiextra speed. Pelanggan cukup
TELKOM Segera Menambah Kecepatan Speedy
menghubungi 147 untukmendapatkan program ini,” ujarEddy Kurnia. “Namun, setelah pilotproject ini kami anggap berhasil,daerah lain pun berkesempatanmemperoleh kecepatan akses yangsama secara bertahap. Dalam masapilot project ini, pelanggan kamipersilakan untuk melakukanspeedtest di www.telkomspeedy.comuntuk mengukur kecepatan speedy yang diperoleh secara instant danlive,” tambahnya.Selain meningkatkan kecepatan, TELKOM juga akan meluncurkanpaket-paket baru Speedy yangdiharapkan dapat memenuhiberbagai kebutuhan pelangganterhadap akses internet cepat.Menurut Eddy Kurnia, TELKOMterus menyempurnakan layananSpeedy, sehingga dengan paket-paket baru tersebut, pelanggan akanmerasakan suatu pengalaman baruberinternet yang belum pernahdialami sebelumnya.Eddy menjelaskan, TELKOM selalumenyempurnakan layanannya, diantaranya dengan meningkatkankecepatan akses Speedy.Menurutnya, di era internet sepertisaat ini masyarakat semakinmembutuhkan akses internet yangtidak hanya handal tetapi juga cepat.Saat ini menurutnya pelangganSpeedy di seluruh Indonesia telahmencapai 1,4 juta pelanggan. Untukmeningkatkan jumlah pelanggan, TELKOM akan terus meningkatkanpenetrasi Speedy ke berbagai daerahdi Indonesia. Saat ini layanan Speedysudah bisa menjangkau 378 kota diIndonesia.Ditambahkan Eddy, saat ini TELKOM sedang melakukanfinalisasi pembangunan bac boneserat optik, baik yangmenghubungkan pulau-pulau diIndonesia maupun yangmenghubungkan Indonesia denganbenua Amerika. Jika proyek inirampung, diharapkan layanan data,internet dan teknologi informasi TELKOM akan semakin handal dandapat memenuhi berbagaikebutuhan pelanggan.
(IthinK)BANDUNG,
 Medik om
-
Eksekusi paksapengosongan yang dikeluarkanPengadilan Negeri Bandung (PNB)gagal dilaksanakan disebabkansituasi keamanan. Massa darisebuah ormas masyarakat bawahmenghadang pelaksanaanpenetapan eksekusi yangdikeluarkan Wakil Ketua PNBandung karena dinilai tidak adildan tidak benar. Pernyataan inidikemukakan Purnama Sutanto SH,selaku kuasa hukum termohoneksekusi (pemilik) Itok Setiawan danSucipto Lustojoputro, di Jalan DrDjunjunan No 86 Kota Bandung,Kamis (5/8), kepada
Medikom
.Di lokasi terlihat sempat terjadisaling dorong antara aparatkepolisian dan massa penghadang(GMBI). Karena kondisi serta situasitidak memungkinkan untukmelanjutkan eksekusi, akhirnyasalah satu anggota kepolisianberteriak meminta ditundapelaksanaan eksekusi hingga batas waktu yang belum ditentukan.Kuasa hukum pemohon Purna-ma Sutanto,SH menyatakan suratpenetapan eksekusi yang ditan-datangani Wakil Ketua PN Bandung, Joko Siswanto SH, keliru karena hakkepemilikan yang dimohonkan NyOyoh dikabulkan berdasarkan suratsegel palsu. Dan surat segel tersebuttelah diperiksa di labkrim ternyatahasilnya non identik.“Yang menyatakan palsu itubukan kami, tapi berdasarkan hasilpemeriksaan LaboratoriumKriminalistik No. Lab: 361/DCF/2008 yang menyatakan segel yangdijadikan bukti kepemilikan itupalsu. Sementara klien kami sudahmempunyai sertifikat yang sah danmembeli dari pemilik yang sah. Masasertifikat dikalahkan dengan segel.Ini akan menjadi preseden burukbagi masyarakat banyak, jikasertifikat yang merupakan produknegara dikalahkan oleh segel palsu,”ujarnya.Karena itu pula, menurut advokatPurnama Sutanto SH, berbagaiupaya dilakukan untukmenangguhkan eksekusi. Itu karenaalas hak yang diklaim pemohonAmin Mustofa dkk sebagai pemilik
Tetap MelawanEksekusi Pengosongan
diduga kuat palsu. Supaya adil danbenar demi kebenaran hukum ma-teriil, kata Purnama, sudah semes-tinya Wakil Ketua PNB menang-guhkan eksekusi secara permanen.Namun sayangnya, tuntutan yangberalasan secara hukum ini tetapdiabaikan, termasuk surat yangdikeluarkan Kepala BadanPengawasan MA dan Ketua PT Bandung H Suwardi SH, untukmeninjau dan mengklarifikasinya.“Setelah MA RI meneliti danmempelajari dengan seksama suratpengaduan tersebut, diminta agarKetua PNB melakukan klarifikasimengenai kebenaran isi pengaduandimaksud. Hasil klarifikasi segeradikirimkan ke MA RI cq BadanPengawasan MA,” jelas pimpinankantor advokat itu, mengutip bagiansurat yang ditandatangani SekretarisBadan Pengawasan MA LilikSuhartati SH MH tanggal 4 Agustus2010.Selanjutnya, karena PNB belum juga mengeluarkan penetapaneksekusi penangguhan secarapermanen, hingga perkara pidana yang terkait dengan perkara perdataitu berkekuatan hukum tetap, jelasPurnama, maka termohon melaku-kan perlawanan. Perlawananhukum dilakukan denganmendaftarkan bantahan penetapaneksekusi itu ke PNB. Alas hak kepe-milikan pemohon yang dieksekusiitu diduga kuat palsu sebagaimanahasil pengujian yang dilakukanLaboratorium Kriminalistik MabesPolri: 361/DCF/2008.“Dengan demikian diharapkanmajelis hakim yang memeriksanyasecara objektif bisa mengabulkanbantahan itu dengan menghentikanpenangguhan eksekusi perdatasecara permanen hingga perkarapidana berkekuatan hukum tetap,”kata Purnama. Di samping upayaitu, sekaligus menyoal perjanjian yang pernah dibuat pemohoneksekusi yang mengaku bahwa objekitu bukan hak kepemilikannnyakala perkara itu digugat di PTUN dandiadukan pidananya ke PolwiltabesBandung.Dijelaskan Purnama bahwakliennya memiliki objek tanah Sugih Tani itu berdasarkan sertifikatkepemilikan yang sah sekaligussebagai pembeli yang beriktikadbaik dari pemilik sertifikatsebelumnya. “Kalau mau
fair
,harusnya pemohon eksekusi da-lam perkara perdata menggugatseluruh pemilik sertifikat yangpernah membeli objek dari pemi-lik asal pertama kali,” tegasnya.Sementara Singap APandjaitan SH MH, selaku kuasahukum pemohon eksekusi,melakukan protes dankeberatan kepada Wakil KetuaPNB atas kegagalan eksekusipaksa itu. “Kegagalan eksekusiitu tanggung jawab sepenuhnyaPNB, termasuk ketidaksiapanpetugas keamanan untukmelaksanakannya,” tukasnyakepada
Medikom
, dengan nadasangat kecewa.Menurutnya, secara hukumkliennya sebagai pemohonadalah pemilik sah takterbantahkan dan sudah diujidalam putusan perkara PTUNdan perkara perdata PNB hinggasudah berkekuatan hukumtetap. Surat segel yang disoal itu,seandainya disebut palsu, jugatidak mematahkan kepemilikan yang menjadi dasar pemohon,sehingga tidak beralasan untukditangguhkan. “Apalagi segel itusesungguhnya tidak palsu. Kalausoal tanda tangan non identik,itu tidak bisa menyimpulkantentang pemalsuan,” tegasSingap.“Argumentasi hukumnya,pemohon berdasarkan kepemili-kan DIV Letter C Persil No 200dengan Kohir No 662 seluas2.500 m
2
dan tentang surat segeltanggal 10 Desember 1936 yangdidakwakan kepada pemohon,tidak ada bukti yang bisamenyimpulkan palsu,” tuturnya.“Di samping itu, objek tanah yang terdapat pada sertifikatkepemilikan termohon, sesung-guhnya objeknya bukan di lokasiitu, sehingga sesungguhnya
errorobjecto
,” paparnya mengakhiri wawancara khusus dengan
Medikom
. (
Zaz/Iwan
)

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nurmansyah Atjeh liked this
Tb Koko Asmara liked this
myusupharun liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->