Sisi Lain
Edisi 381 Tahun VII 9 s.d. 15 Agustus 2010
2
Jawa Barat
BANDUNG,
Med ik om
–Wisatawan yang datang ke Jawa Barat,khususnya ke Kota Bandung, suatusaat dapat menghadapi titik jenuhdisebabkan faktor kemacetan.Persoalan kemacetan masihpersoalan krusial. Sampai saat inibelum dapat solusi untukmengurangi kemacetan di KotaBandung.Di sisi lain, rasio penambahanatau pendirian usaha hotel belumsebanding dengan rasiopertambahan pengunjung/ wisatawan. Hal ini terbukti dari jumlah hunian hotel di KotaBandung yang hanya rata-rata 40persen tiap bulan.Demikian disampaikan SekretarisEksekutif PHRI Kota Bandung DodiMJ, saat ditemui
Medikom
, diBandung, baru-baru ini. Dijelaskan,usaha hotel di Kota Bandung untuksementara tidak perlu ditambah.“Karena pertumbuhan pengunjung yang datang ke Bandung, baik wisatawan nusantara (wisnus)maupun wisatawan mancanegara(wisman), hanya dua persen.Sedangkan pertumbahan isiankamar hotel sebanyak 14 persen pertahun. Tidak sebanding jumlahpertumbuhan pengunjung denganpertumbuhan kamar hotel,” kataDodiUntuk mengatasi permasalahanini, lanjut Dodi, diharapkan segeraterbentuk Badan Promosi Pariwisatadi Kota Bandung, sebagai tindaklanjut dari UU 10 Tahun 2009tentang Pariwisata. Menurutnya,dengan terbentuknya BadanPromosi Pariwisata Kota Bandung,maka kepariwisataan bisa lebihdigalakkan. Selama ini promosikepariwisataan Kota Bandungmasih bersifat parsial. Untuk ituperlu adanya komunikasiantar
stakeholder.
Dodi mencontohkan, NegaraMalaysia sebagai negara kecildibanding Indonesia, bisa lebih
Belum Saatnya PenambahanHotel di Kota Bandung
mempromosikan negaranya. “Obyek wisatanya tidak lebih hebat dariIndonesia, tetapi bisa menarik wisatawan lebih dahsyat dari kita,”kata Dodi. Indonesia sendiri padatahun 2010 menargetkan sebesartujuh juta pengunjung, sedangkanMalaysia mencapai 24 jutapengunjung. “Ternyata setelah kitapelajari, Malaysia bisa meraihsebanyak itu karena lebih mampumempromosikannya secarakomprehensif, terpadu, tersistemdengan baik dan tepat sasaran,”katanya.Disinggung akhir-akhir inihubungan industrialantarpengusaha dan pekerja hoteldi Kota Bandung muncul gejolak kepermukaan, misalnya Hotel GrandAquila, Hotel Papandanyan, danbeberapa hotel lainnya, Dodimenyesalkan. Sebenarnya pihakPHRI sendiri secara kelembagaantelah melakukan pendampinganterhadap yang mengalamipermasalahan hubungan industrialantara pengusaha dankaryawannya, berupa tim advokasi yang memberikan masukan/saran, walaupun disadari hal inimerupakan kebijakan masing-masing hotel.Persoalan ini sebenarnya,menurutnya, bukan hanya dialamisatu atau dua hotel. Tetapi cukupbanyak dialami hotel lain. Persoalan yang cukup berat ini, kata Dodi, bisaberdampak kepada internalmanajemen hotel. Dodi tidakmemungkiri masih banyak pelakuindustri hotel kurang memilikikesadaran peranan UU Tenaga Kerja,dan di sisi lain pekerja/karyawantidak memahami kondisi industripariwisata. Ini yang mengakibatkanterjadi benturan.“Untuk perlu ada edukasi yangbaik untuk mencari
win-win solution
.Pihak PHRI sendiri telah menjalinkomunikasi dengan pelaku industripariwisata dan Disnaker KotaBandung untuk mencari solusi agarsuasana kondusif antara pelakuindustri dan karyawannya dapatterjalin dengan baik,” lanjut Dodi.Sementara berdasarkan informasiterbaru dari BPS Jabar yangdisampaikan Kepala BPS Jabar DrsH Lukman Ismail MA, tingkatpenghunian kamar (TPK) hotel di Jawa Barat pada bulan Juni 2010mengalami peningkatan dibanding TPK bulan Mei 2010. Kenaikan TPK Juni 2010, lanjut Lukman,disebabkan meningkatnya TPK kelashotel bintang dan hotel non bintang. TPK hotel bintang pada Juni 2010sebesar 54,44 persen dan TPK hotelnon bintang mencapai 39,18 persen.Sedangkan pada Mei 2010 TPK hotelbintang sebesar 49,03 persen dannon bintang mencapai 34,39 persen.Kedatangan tamu mancanegaramelalui Bandara HuseinSastranegara pada bulan Juni 2010mengalami penurunan 5,84 persendibandingkan bulan Mei 2010. Padabulan Juni 2010, wisman yangdatang ke Jawa Barat melalui pintumasuk Bandara HusenSastranegara tercatat 7.680 orang.Sedangkan bulan Mei 2010 tercatatsebanyak 8.156 wisatawan masukmelalui pintu itu. Sedangkan wisman yang datang melaluiPelabuhan Muarajati Cirebonkebanyakan para kru kapal. Daripintu masuk ini angkanyamengalami penurunan 6,93 persen,dari 202 wisatawan pada bulan Mei2010 menjadi 188 wisatawan pada Juni 2010.Wisman yang ke Jabar masihdidominasi warga Malaysia danSingapura. Pada Juni 2010, tercatat wisman kebangsaan Malaysiadatang ke Jawa Barat melaluiBandara Husein Sastranegarasebanyak 6.655 orang. “Angka inimenurun dibandingkan bulansebelumnya yang mencapai 7.098 wisman atau turun 6,24 persen,”ujarnya. (
Laures
)
BANDUNG,
Med ik om
-
Keragamandari permainan anak yang terdapatdi Jabar merupakan kekayaan senidan budaya yang mesti dilestarikansebagai jati diri bangsa. Sembilan jenis permainan anak diperlom-bakan dalam penyelenggaraanKaulinan Urang Lembur (Alimpiado)II, selama dua hari, di MonumenPerjuangan Rakyat Jabar JalanDipatiukur Bandung.Pernyataan ini dikemukakandalam sambutan resmi Wagub JabarH Dede Yusuf, Sabtu (7/8), sekaligusmenegaskan kegiatan ini memilikidaya tarik wisata untukmeningkatkan angka kunjungan wisatawan.
Event
yangdiselenggarakan pada tahun keduaini, jelasnya, diikuti perwakilan dari26 kabupaten/kota se-Jabar.Sejumlah mahasiswa dari beberapaprovinsi, yaitu Bangka Belitung,Lampung, Bali, Sulawesi Utara,Papua dan Korsel, menunjukkankeragamannya.
Kaulinan Jabar Punya Daya Tarik Wisata
Pernyataan senada dikemukakanKadisparbud Jabar Ir H HerdiwanMM, bahwa di antara peserta yangmengikuti permainan tradisional iniada 13 mahasiwa Korsel yang sedangbelajar di Bandung. Sehingga per-mainan anak ini memiliki daya tarikbagi wisatawan untuk mengenalatau mencobanya, sebagai salah satusarana wisata, meningkatkan kenya-manan dalam kunjungan wisata.Dituturkan Herdiwan, permainananak yang diperlombakan dalam
event
ini, yaitu egrang, kelom batok,rorodaan, engkle/sondah, sorodotgaplok, perepet jengkol, gatrik, gasingdan bedil jepret. “Alimpiadodiselenggarakan jadi kegiatan rutin.Pada tahun kedua ini ada tambahanpermainan baru yangdiperlombakan. Sehingga
event
inimenjadi sarana konservasi
kaulinan
tradisional. Dan berikutnya,permainan lainnya bisa puladiperlombakan,” papar Herdiwan.Ditambahkannya, originalitas,keunikan
kaulinan
tradisional yangbanyak terdapat di Jabar menjadikebijakan strategis Disparbud Jabaruntuk mempromosikannya sebagaibentuk daya tarik untuk mening-katkan angka kunjungan wisata- wan. Kemudian menjadi saranamemelihara hubungan baik dalampersahabatan atau silaturahmi,merangsang tanggung jawab untukmencintai tradisi seni dan budaya,memperkuat persatuan bangsa.Sebagai stimulan dalamperlombaan yang penutupannyadijadwalkan dilakukan Gubernur Jabar H Ahmad Heryawan, Minggu(8/8), itu diperebutkan hadiahsebesar Rp25 juta. Juara I mendapathadiah berupa uang sebesar Rp10 juta, juara II Rp8,5 juta, juara IIIRp6,5 juta, dan juara keempat Rp5,5 juta. “Penyisihan untuk sejumlahpermainan tradisional diselesaikanhari ini, baru besoknya (Minggu (8/8)), ditutup dengan acara final,” jelasnya. (
Zaz
)
GARUT,
Medik om
–Pihak PertaminaGas Domestik Regional II Rayon V,Selasa (3/8), di SPBE (StasiunPengisian Bulk Elpiji) Asgaraya, di Jalan Raya Warung Peuteuy,meyosialisasikan penggunan gasLPG (Liquid Petroleum Gas) kepadakaum ibu. Sosialisasi ini digagas TimPenggerak PKK Kabupaten Garutbekerja sama dengan SPBEAsgaraya, PT Multi Lestari dan pihakPertamina sendiri.Sosialisasi ini menadapat antu-sias dari kaum ibu. Mereka mena-nyakan kasus-kasus kecil yang kerapdialami selama mengoperasikankompor elpiji di rumah tangganya.Acara bertajuk Sosialisasi Pening-katan Pengetahuan Masyarakat Tentang LPG, menurut Ketua TP PKKKabupaten Garut NurrohimahAceng Fikri, sebagai upayamenyukseskan program pemerinathserta meningkatkan pengetahuanmasyarakat terhadap pemakaiandan perawatan produk konversi.Disebutkan Nurrohimah, acara inisangat dinantikan oleh para iburumah tangga, karena merekamerupakan konsumen yang palingpertama menggunakan gas elpiji,dan kesehariaannya tidak lepas daripenggunaan gas tersebut.Sales Representative GasDomestik Regional II Rayon VPertamina, Lucky Pangemanan,menyambut baik gagasan PengurusPKK Kabupaten Garut yang
Pertamina SosialisasikanPenggunaan Gas LPG
dinilainya turut membantu menyo-sialisasikan kepada masyarakatbagaimana perilaku kita dalampenggunaan gas elpiji yang kinisedang meghangat dengan beberapakasus meledaknya tabung gas.Kasus-kasus seperti itu, jelasLucky, sebenarnya tidak perlu terjadibila penggunaannya mengikutiprosedur yang ditempuh. Makadengan sosialisasi ini diharapkanpengetahuan ibu-ibu rumah tanggasemakin meningkat. Meski demikianpihaknya merasa lega karena kasusseperti ini tidak terlalu mencolokdibanding daerah lain.Lucky mengimbau agar masya-rakat konsumen tetap wasapadadalam penggunaan gas elpiji. “Kamitelah membuka hotline 24 jamuntuk masyarakat konsu-men,bilamana ada kekhawatiran dalampenggunaan gas elpiji ini,” ujar Luckydidampingi pimpinan SPBEAsgaraya, H Surachmat.Selama tahun 2010 ini kasusledakan tabung gas di Jawa Baratkurang lebih 12 kasus. Kebanyakandiakibatkan oleh
human error
,termasuk rusaknya regulator danslang, selebihnya karena kompornyarusak. Sebagai antisipasi terjadikasus yang sama, pihaknya kinitengah mempersiapkan denganmenurunkan tim ke daerah .
(Kus)BANDUNG,
Med ik om
–Untukmewujudkan masyarakat JawaBarat yang mandiri, dinamis dansejahtera, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya kerasmendorong kemajuan sektorkoperasi, usaha mikro, kecil danmenengah (KUMKM). Pembinaandifokuskan pada kelembagaandan sumber daya manusia(SDM), penguatan strukturpermodalan, penyebaran danpenyediaan akses teknologi,deregulasi kebijakan, sertamendorong promosi danpemasaran produk denganmenggandeng sektor-sektorterkait melalui pola-pola kerjasama pembinaan KUMKM. Jumlah KUMKM di Jawa Baratsampai dengan bulan Desembertahun 2009 mencapai 8,279 jutaunit atau sekitar 99,98% dari totalpelaku usaha di Jawa Barat,termasuk pula di dalamnyakoperasi sebanyak 22.664 unit.KUMKM ini mampu menyeraptenaga kerja sebesar 12,355 jutaorang atau mencapai 88,17% daritotal penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat. Kontribusi KUMKMini terhadap Produk DomestikRegional Bruto (PDRB) Jabarpada tahun 2008 mencapai60,32%, dengan volume usahasebesar Rp345,18 triliun.“Komitmen serta dukunganupaya dari berbagai pihak,khususnya tekad kuat serta kerjakeras para pelaku usaha KUMKM,hingga saat ini sektor KUMKMmenunjukkan perkembangan yang cukup signifikan, bahkanmampu eksis sebagai salah satupilar utama perekonomiannasional,” ujar Gubernur JawaBarat Ahmad Heryawan padaacara Pembukaan
CooperativeFair
Ke-7 dan Pameran GelarKriya Kulit Jawa Barat Tahun2010 di Lapangan Gasibu,Bandung, Rabu (4/6).Melihat pencapaian tersebut,Heryawan optimististis sektorKUMKM ke depan dapat lebihberperan optimal dalam memacu
Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan (kanan) didampingi GUbernur Jabar Ahmad Heryawanmenggunting pita bunga dalam pembukaan Cooperative Fair di lapangan Gasibu Bandung baru-baru ini.
KUMKM Mampu Serap88,17% Tenaga Kerja di Jabar
laju pertumbuhan ekonomi. Apalagibila dalam perkembangannyadidukung seluruh pemangkukepentingan. Tentunya dukunganitu diwujudkan dengan adanyakeberpihakan yang tinggi terhadappengembangan KUMKM. Termasukdi dalamnya dari para pelaku usahabesar yang diharapkan dapatmenjadi mitra kolegialpengembangan KUMKM.“Dengan kegiatan
CooperativeFair
ke-7 dan Pameran Kriya KulitProvinsi Jawa Barat Tahun 2010 ini,saya mengajak pelaku KUMKM dan
stakeholder
terkait, untukmengerahkan segala kemampuanmewujudkan KUMKM yang majudan berdaya saing,” tegasnya.Selanjutnya, Gubernur atas namaPemerintah Provinsi dan masyarakat Jawa Barat menyampaikan ucapanterima kasih kepada Menteri beserta jajaran Kementerian Negara Koperasidan UKM RI, atas bantuan yangmeliputi alat tenun bukan mesin(ATBM), bahan baku dan bahanpembantu, mesin pemintal benang,gudang dan mesin pengolahanlimbah senilai Rp240 juta, ProgramBantuan Pengembangan Koperasi dibidang Produksi untuk PenguatanSarana Penunjang Pos dan Telekomunikasi senilai Rp75 juta,serta Program BantuanPengembangan Koperasi BidangPembiayaan melalui PenyediaanDana bagi Kelompok Perempuan danPemuda bagi 210 koperasi senilaiRp10,5 miliar. Berbagai macamprogram bantuan ini tentunya akansangat bermanfaat bagi kemajuanKUMKM di Jabar.Selain itu, Heryawan jugamenyampaikan apresiasi ataspenandatanganan MoU antaraKadin Jawa Barat, PT Pertamina danBank Jabar Banten tentangPenguatan Aksesibilitas Pembiayaanbagi KUMKM, PenandatangananMoU antara Dekopinwil Jawa Baratdengan PT Indosat tentang KerjaSama Pengembangan Sistem SMSKomuniti Koperasi, sertaPenandatanganan Akad Kreditantara Perbankan dan KUMKM Jawa Barat. Demikian pula kepadaBank Indonesia atas telahterealisasinya dana hasilpendampingan yang dilakukan UKMoleh Pembina UKM senilai Rp13,6miliar kepada 676 pelaku UKM JawaBarat.Cooperative fair ke-7Untuk memperingati HariKoperasi (Harkop) ke-63 TingkatProvinsi Jawa Barat, Dinas Koperasidan Usaha Mikro, Kecil danMenengah (KUMKM) Jabarmenggelar Cooperative Fair ke-7 danPameran Gelar Kriya Kulit JawaBarat Tahun 2010di LapanganGasibu Bandung. Cooperative Fairke-7 ini berlangsung mulai 4 hingga8 Agustus 2010. Untuk PameranGelar Kriya Kulit Jawa Barat Tahun2010 dimulai 7-8 Agustus yangmenampilkan berbagai produk kulitmulai asesoris, perlengkapan rumahtangga dan lainnya.Sekitar 500 KUMKM dari 26 kota/kabupaten se-Jawa Barat dan dari33 provinsi se-Indonesiamenampilkan berbagai produkKUMKM seperti tekstil, makananolahan, obat-obatan, kerajinan,pertanian, perkebunan, peternakan,tambang dan galian, jasa keuangan,teknologi tepat guna dan teknologiinformasi dan lainnya.Menurut Kepala Dinas KUMKM Jabar Wawan Hernawan,Cooperative Fair sebagai agendatahunan Dinas KUMKM Jabarbertujuan mempromosikan produkKUMKM yang ada di Jabar danseluruh Indonesia, memberikandukungan prasarana dan fasilitaspromosi dan pemasaran kepadaKUMKM untuk memperkuat pasardalam negeri dan memperluas pasarekspor.“Terpenting melalui kegiatan initerwujud kemitraan danmembentuk jaringan-jaringanusaha antarpelaku KUMKM danmeningkatkan sinergitas seluruh jaringan usaha KUMKM. Untuk itu,pada kegiatan ini pula akan digelartemu bisnis yang bakalmenghadirkan buyer,” tuturnya.
(IthinK)
Pembinaan PemudaDisentuh Disparbud Jabar
BANDUNG,
Medik om
-
Pengembangan seni-budaya Jabar tidak lepas dariperan seniman-budayawan, pelaku usaha dan masyarakat. Peran sertadan tanggung jawab yang dilakukan secara sinergis, itu harus terusdilakukan lebih serius. Hal ini dikemukakan Gubernur Jabar AhmadHeryawan dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan, beberapa waktu yang lalu.Sejumlah karya dan kreativitas yang selama ini telah dilakukan dalamkonteks pembangunan, mesti ditingkatkan untuk menggerakkan sektorpariwisata dan kebudayaan di Jabar. Loyalitas, dedikasi yang diberikanselama ini sangat diharapkan menjadi stimulan bagi pelaku seni, budaya,pariwisata dan masyarakat lainnya, termasuk generasi muda. Semuanyadiharapkan berkontribusi dalam pembangunan di Jabar dalam rangkameningkatkan kesejahteraan bersama.Pernyataan senada dikemukakan Sekretaris Disparbud Jabar Drs HYanto Subiyanto MM dalam keterangan persnya, diterima
Medikom
, Sabtu(7/8). Bahwa baru-baru ini Disparbud Jabar memfasilitasi sejumlah dutaseni pelajar bersama timnya ke Solo. Kegiatan itu menjadi ajangpembekalan bagi 13 duta seni pelajar untuk menunjukkan seni tradisi yang dimiliki Jabar, sekaligus mengenal budaya nusantara lainnya.
(
Zaz
)
BANDUNG,
Medik om
–Penandatanganan Sampul Peringatan “Sail Banda2010” mewujudkan partisipasi Pos Indonesia dalam memajukanPariwisata Nasional di wilayah Indonesia Timur Provinsi Maluku. Provinsiini dicanangkan sebagai pintu gerbang pembangunan Indonesia dalamsektor kelautan dan perikanan. Provinsi ini juga dicanangkan sebagai“Lumbung Ikan”.Penandatanganan Sampul Peringatan “Sail Banda 2010” pada acarapuncak “Sail Banda” dilakukan oleh Presiden RI Susilo BambangYudhoyono yang didampingi Menkominfo Tifatul Sembiring, MenteriKelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menkokesra Agung Laksono,dan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. Hadir pada acara, Dirut PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana.Dalam menyambut
event
pariwisata akbar bertaraf internasional ini,Pos Indonesia mensponsori kegiatan pameran untuk menyemarakkanacara puncak “Sail Banda”. Menurut Manager Komunikasi PerusahaanPT Pos Joesman Kartaprawira, stan Pos Indonesia dibangun dengantujuan untuk menyosialisasikan pelayanan yang dimiliki Pos Indonesia.Layanan-layanan pos sangat efektif dimanfaatkan baik oleh wisatawanmaupun masyarakat dalam memenuhi kebutuhan lalu lintas berita,barang, dan uang.
(IthinK)
Pos Indonesia DukungPengembangan WisataIndonesia Bagian Timur
TASIKMALAYA MEDIKOM.
Program Keluarga Berencana (KB) Tahun2009 di Kabupaten Tasikmalaya pencapaian peserta KB baru dengansasaran 68,485 akseptor dan dapat direalisasi sebesar 76.641 atau (111,9%) dari angka pencapaian itu keluarga berencana pria mencapai (14,9 %)dari sasaran 3.634 dan keluarga berencana wanita mencapai (117,3 %)dari sasaran 64.851 sedangkan pencapaian peserta KB aktif sasaran269.400 akseptor dengan realisasi 270.072 akseptor atau (100,2 %).Sementara KB pria mencapai (39,8 %) dari sasaran 8.285 dan dan KB wanita mencapai (102,2 %) dari sasaran 261,115. Data itu terungkapdalam acara konseling KB orentasi bagi kader se wilayah Manonjayadan Ciawi bertempat di aula rapat Kecamatan Gunungtanjung padabulan Juli yang baru lalu.Menurut Kepala Bidang Keluarga Berencana Badan PemberdayaanMasyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) Kabupaten TasikmalayaDrs. H. Undang Suherman kepada Medikom mengatakan, data intitusimasyarakat pengelola KB di Kabupaten Tasikmalaya mencapai Pos KB/PPKBD ada 351 Desa, Sub Pos KB/PKBD-RW ada 2.292 dan kelompokKB-RT ada 9.464. Sementara ketahanan keluarga mulai dari BKB adasebanyak 1.089 kelompok, BKR 380 kelompok, BKL 382 kelompok, BLK94 kelompok UPPKS ada 692 kelompok dan PIK-R ada 60 kelompok.Kondisi program Keluarga Berencana Kabupaten Tasikmalaya dari jumlah penduduk Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2006 mencapai1.668.581 dan pada tahun 2007 menjadi 1.656.633 dan tahun 2008menjadi 1.707.297 sementara rata-rata kelahiran tahun 2008 diKabupaten Tasikmalaya data dapat dilihat dari pertahun sebanyak38.213 dan dapat dirinci perbulannya mencapai 3.184, perminggu 734dan perhari ada 106 bagi yang lahir dengan rata-rata perjamnya 4 bagilahir se Kabupaten Tasikmalaya Tasikmalaya. Penduduk usia 14-19tahun akan menjadi permasalahan di masa yang akan datang manakala tidak ada pengendalian melalui pengetahuan reproduksi remaja. Tantangan KB di Kabupaten Tasikmalaya salah satunya beban programKB yang terlalu banyak dipegang oleh satu bidang. Mohon ada kajiantentang kelembagaan sesuai amanat undang-undang 52 tahun 2009tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga.Keduanya terbatasnya jumlah dan jenis kontrasepsi bagi keluarga prasejahtera ± yang disediakan pemerintah.
(A.Cucu).
Evaluasi Dan RencanaProgram Keluarga BerencanaKabupaten Tasikmalaya
BEKASI,
Medik om
-Keberhasilan acara HarganasXVII tingkat Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan diKota Bekasi, pekan kemarin,tidak lepas dari hasil kerja samaantara BKKBN dan seluruhkabupaten/kota di Jawa Barat. Terutama dari tim advokasi yang tidak henti-hentinyamelakukan pendekatan danpenerangan kepada masyarakat.
Walaupun untuk itu timadvokasi provinsi ataupunkabupaten/kota harusmenembus batas tempat yangsulit dijangkau. Untuk mencapaitempat di mana masyarakatharus dilayani itu, perlu dibarengidengan kecerdikan dan kelihaiandalam membawa kendaraanMupen (Mobil Unit Penerangan)KB.Dengan bantuan kendaraanini mereka berhasil melayanimasyarakat secara gratis,menggelar hiburan “nontonbareng” kepada masyarakat padamalam harinya. Ini dilakukanoleh kru Mupen serta paraanggota tim advokasi semata-
Kru Mupen Jabar Siap Layani Program KB
mata karena prihatin atas kondisinegara tercinta saat ini. Negara iniperlu upaya menekan lajupertumbuhan penduduk yang adasaat ini.“Selain merupakan salah satuprogram, juga sebagai sumbangsihsecara moril kepada masyarakatuntuk mencapai keluarga sejahteradan terencana,” tutur Pak Cucu,salah satu kru Mupen, kepada
Medikom
.Selain menjadikan keluargasejahtera, diharapkan masyarakatsadar akan pentingnya keluargaberencana. Keluarga berancana saatini bukan hanya fokus kepada alatkontrasepsi, melainkan upaya sertalangkah hidup yang terencana,tingkat kemiskinan maupun tingkatkematian ditekan agar serendahmungkin, sehingga terwujudkeluarga bahagia.Dan kalau bisa, dalam membinakeluarga diharapkan sesuai programpemerintah: Dua Anak Lebih Baik.“Oleh karenanya kami sebagai kruMupen berharap semoga apa yangtelah kami lakukan selama ini, dapatbermanfaat serta masyarakat dapatmengerti bagaimana pentingnyaprogram KB ini sehingga dapatdisosialisasikan kepada yanglainnya,” tambahnya.(
Iwan
)