Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
normalisasi cikapundung

normalisasi cikapundung

Ratings: (0)|Views: 762 |Likes:
Published by astri anindya sari
Fenomena degradasi lingkungan pada daerah aliran sungai Cikapundung dan sekitarnya
merupakan suatu permasalahan kompleks yang melibatkan banyak pihak didalamnya. Daerah
aliran sungai Cikapundung pada area Lebak Siliwangi sampai Pajajaran merupakan wilayah
pusat kota yang dekat dengan universitas dan berbagai fungsi publik lain. Lokasi strategis
tersebut merupakan faktor penarik bagi masyarakat dan mahasiswa, sehingga kawasan tersebut
menjadi padat dan akhirnya menyebabkan daya dukung lingkungan yang menurun untuk
kebutuhan permukiman di atasnya. Pemerintah, universitas, swasta dan masyarakat merupakan
pihak-pihak yang terlibat dalam normalisasi sungai Cikapundung atas pengaruh langsung
maupun tidak langsung mereka terhadap pencemaran sungai Cikapundung. Oleh karena itu
dibutuhkan penanganan yang melibatkan multi-stakeholder dan kerjasama di antara mereka.
Tulisan ini membahas tentang strategi dan teknis bagaimana normalisasi sungai Cikapundung.
Perencanaan awal merupakan pengembalian kualitas lingkungan sungai Cikapundung dengan
pembuatan talud dan pembebasan lahan di sisi sungai akan tetapi perbaikan yang komprehensif
terkait dengan aspek-aspek lain seperti relokasi hunian yang ada di tepi sungai, perencanaan
yang berkesinambungan, pemberdayaan masyarakat dan bagaimana peran setiap pihak yang
terlibat dalam normalisasi sungai Cikapundung.
Fenomena degradasi lingkungan pada daerah aliran sungai Cikapundung dan sekitarnya
merupakan suatu permasalahan kompleks yang melibatkan banyak pihak didalamnya. Daerah
aliran sungai Cikapundung pada area Lebak Siliwangi sampai Pajajaran merupakan wilayah
pusat kota yang dekat dengan universitas dan berbagai fungsi publik lain. Lokasi strategis
tersebut merupakan faktor penarik bagi masyarakat dan mahasiswa, sehingga kawasan tersebut
menjadi padat dan akhirnya menyebabkan daya dukung lingkungan yang menurun untuk
kebutuhan permukiman di atasnya. Pemerintah, universitas, swasta dan masyarakat merupakan
pihak-pihak yang terlibat dalam normalisasi sungai Cikapundung atas pengaruh langsung
maupun tidak langsung mereka terhadap pencemaran sungai Cikapundung. Oleh karena itu
dibutuhkan penanganan yang melibatkan multi-stakeholder dan kerjasama di antara mereka.
Tulisan ini membahas tentang strategi dan teknis bagaimana normalisasi sungai Cikapundung.
Perencanaan awal merupakan pengembalian kualitas lingkungan sungai Cikapundung dengan
pembuatan talud dan pembebasan lahan di sisi sungai akan tetapi perbaikan yang komprehensif
terkait dengan aspek-aspek lain seperti relokasi hunian yang ada di tepi sungai, perencanaan
yang berkesinambungan, pemberdayaan masyarakat dan bagaimana peran setiap pihak yang
terlibat dalam normalisasi sungai Cikapundung.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: astri anindya sari on Aug 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/26/2013

pdf

text

original

 
NORMALISASI SUNGAICIKAPUNDUNG
Perencanaan Komprehensif Dengan Pendekatan Partisipatif yang Melibatkan Multi Stake Holder
2010
AR 5241 PERENCANAAN DI NEGARA BERKEMBANG
oleh
Kelompok 4
-
Mela Reika Indrasari (25209003)
-
Astri Anindya Sari (25209026)
-
Wanda Yovita (25209029
)
 
2
AR 5241 perencanaan dinegara berkembang
NORMALISASI SUNGAI CIKAPUNDUNG
Perencanaan Komprehensif Dengan Pendekatan Partisipatif yangMelibatkan Multi
Stake Holder
ABSTRAK
Fenomena degradasi lingkungan pada daerah aliran sungai Cikapundung dan sekitarnyamerupakan suatu permasalahan kompleks yang melibatkan banyak pihak didalamnya. Daerahaliran sungai Cikapundung pada area Lebak Siliwangi sampai Pajajaran merupakan wilayahpusat kota yang dekat dengan universitas dan berbagai fungsi publik lain. Lokasi strategistersebut merupakan faktor penarik bagi masyarakat dan mahasiswa, sehingga kawasan tersebutmenjadi padat dan akhirnya menyebabkan daya dukung lingkungan yang menurun untuk kebutuhan permukiman di atasnya. Pemerintah, universitas, swasta dan masyarakat merupakanpihak-pihak yang terlibat dalam normalisasi sungai Cikapundung atas pengaruh langsungmaupun tidak langsung mereka terhadap pencemaran sungai Cikapundung. Oleh karena itudibutuhkan penanganan yang melibatkan multi-stakeholder dan kerjasama di antara mereka.Tulisan ini membahas tentang strategi dan teknis bagaimana normalisasi sungai Cikapundung.Perencanaan awal merupakan pengembalian kualitas lingkungan sungai Cikapundung denganpembuatan talud dan pembebasan lahan di sisi sungai akan tetapi perbaikan yang komprehensif terkait dengan aspek-aspek lain seperti relokasi hunian yang ada di tepi sungai, perencanaanyang berkesinambungan, pemberdayaan masyarakat dan bagaimana peran setiap pihak yangterlibat dalam normalisasi sungai Cikapundung.
Kata kunci:
Cikapundung, partisipatif, degradasi lingkungan, multi stake holder
PENDAHULUAN
Sungai Cikapundung merupakan anak sungai Citarum yang membelah kota Bandung di bagianpusat kota. Fungsi yang ada di riparian sungai Cikapundung sangat beragam. Salah satu fungsiyang paling dominan adalah perumahan baik perumahan formal maupun informal. KelurahanTaman Sari atau khususnya arah tepi sungai Cikapundung antara jalan Siliwangi hingga jalanPadjajaran merupakan bagian sisi sungai Cikapundung yang terpadat dari tutupan lahanmaupun penduduknya. Lokasinya yang berada di pusat kota dan terkait dengan berbagai fungsilain menyebabkan perkembangan permukiman di daerah ini semakin tak terkendali.Universitas-universitas dengan skala nasional seperti ITB, Unisba, Unpas, pusat perbelanjaandi jalan Cihampelas, pertokoan di jalan Merdeka merupakan faktor-faktor eksternal yangmempengaruhi lonjakan populasi di daerah sekitarnya khususnya daerah yang bersisian dengansungai Cikapundung. Kepadatan yang semakin tinggi ini berimplikasi terhadap lingkungan disekitar sungai yang mengalami degradasi. Limbah padat dan cair rumah tangga yang berasaldari permukiman di sekitar sungai Cikapundung memberi beban lingkungan pada sungaiCikapundung. Kebiasaan masyarakat yang membuang sampah di sungai Cikapundung maupunpenyaluran air limbah kamar mandi baik 
black water 
maupun
grey water 
tanpa pengolahanterlebih dahulu mencemari sungai Cikapundung. Tidak hanya oleh masyarakat yang memilikirumah di sisi sungai Cikapundung akan tetapi masyarakat Bandung lain yang berkegiatan disekitar sungai Cikapundung juga berkontribusi mencemari sungai Cikapundung dengansampah.
 
3
AR 5241 perencanaan dinegara berkembang
BATASAN DAN LINGKUP PEMBAHASAN
Laporan ini membahas tentang strategi dalam normalisasi sungai Cikapundung yaitupengembalian sungai Cikapundung menjadi kondisi lingkungan yang lebih baik danberkelanjutan. Dalam membahas strategi terhadap masalah utama yaitu pembebasan lahandalam rangka membangun talud yang membutuhkan pembebasan lahan dan normalisasi sungaiagar tidak menjadi tempat pembuangan limbah rumah tangga maka permasalahan ini terkaitdengan aspek lain seperti perbaikan sistem sanitasi perumahan, revitalisasi daerah tepi sungaidan penyediaan ruang terbuka untuk uang hijau agar kesehatan lingkungan tetap berkelanjutan.Walaupun tidak bisa dipungkiri, masalah sungai Cikapundung membutuhkan penyelesaianyang komprehensif dan tidak parsial yang di mulai dari daerah hulu hingga hilir sungaiCikapundung akan tetapi laporan ini membatasi pembahasan hanya pada ruas sungai dari jalanSiliwangi hingga jalan Padjajaran. Strategi perbaikan yang dilakukan pada lapran inidiharapkan mampu menjadi pemicu perbaikan lingkungan di sepanjang sungai Cikapununglainnya. Tidak hanya konsep-konsep akan tetapi strategi normalisasi sungai Cikapundungmembutuhkan implementasi yang nyata. Laporan ini membatasi pada bagaimana
grand design
,perencanaan dan solusi-solusi terhadap normalisasi Cikapundung dan tidak merancang secaramendetail terhadap bangunan. Asumsi-asumsi dilakukan seperti semua pihak terlibat dansetuju terhadap diagram alir yang direncanakan sehingga proyek perbaikan dan pembangunandapat berjalan sesuai dengan tahapan perencanaan yang ditawarkan.
FENOMENA LOKASI PROYEKDualisme kebutuhan dan beban
Permasalahan permukiman di riparian sungai Cikapundung merupakan masalah yangmelibatkan banyak kepentingan, pihak, aspek sosial, budaya, ekonomi dan lain-lain. Kepadatanpopulasi dan lingkungan yang dialami permukiman ini merupakan dampak dari beban olehfungsi di sekitarnya seperti fungsi pendidikan dan komersil. Selain penduduk asli yang telahbeberapa dekade tinggal di daerah tersebut, permukiman ini menampung sejumlah migran dariberbagai daerah dengan profesi sebagai karyawan dan mahasiswa yang bekerja atau belajar diBandung. Selain itu berkembangnya fungsi-fungsi informal yang mendukung keberlangsungankegiatan oleh universitas, perkantoran atau pusat perbelanjaan yang dikembangkan olehmasyarakat, semakin memperumit permasalahan yang ada di permukiman tersebut.Permukiman ini menjadi pendukung bagi kegiatan universitas, perkantoran dan pusatperbelanjaan secara tidak langsung tetapi memberikan beban lingkungan kepada sungaiCikapundung dan kota Bandung. Pembangunan rumah secara illegal hingga tepi sungai, tidak adanya perencanaan terkait pengaturan pembangunan rumah dan pembuangan limbah, tidak adanya daerah resapan dan ruang terbuka sesuai dengan standar pengadaan perumahanmembuat permukiman ini rawan terhadap banjir, masalah kesehatan dan lain-lain.

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Albert Tuanderi liked this
Anita Rosmaniar liked this
Patriot Negri liked this
Iqi Ya RifQi liked this
Rifa Nurrizqi liked this
Fredi Ilfan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->