Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
31Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DAFTAR PERATURAN PANAS BUMI DI INDONESIA, 2012

DAFTAR PERATURAN PANAS BUMI DI INDONESIA, 2012

Ratings: (0)|Views: 5,966|Likes:
3.1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2007 Tentang Energi
3.2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2003 Tentang Panas Bumi
3.3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum
3.4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik
3.5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral
3.6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2007 Tentang Kegiatan Usaha Panas Bumi
3.7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2009 Tentang Konservasi Energi
3.8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2007 Tentang Kegiatan Usaha Panas Bumi
3.9. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Penugasan Kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Untuk Melakukan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara, Dan Gas
3.10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Penugasan Kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Untuk Melakukan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara, Dan Gas
3.11. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2010 Tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup Dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan Di Bidang Penanaman Modal
3.12. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 Tentang Kebijakan Energi Nasional
3.13. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2000 Tentang Pengusahaan Sumber Daya Panas Bumi Untuk Pembangkit Tenaga Listrik
3.14. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 01 Tahun 2012 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Daftar Proyek-Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara Dan Gas Serta Transmisi Terkait
3.15. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 01/PMK.07/2012 Tentang Perkiraan Alokasi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Pertambangan Panas Bumi Tahun Anggaran 2012
3.16. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 03/PMK.011/2012 Tentang Tata Cara Pengelolaan Dan Pertanggungjawaban Fasilitas Dana Geothermal
3.17. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15/PMK.03/2012 Tentang Penatausahaan Dan Pemindahbukuan Pajak Bumi Dan Bangunan Sektor Pertambangan Untuk Pertambangan Minyak Bumi, Gas Bumi, Dan Panas Bumi
3.18. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 02 Tahun 2011 Tentang Penugasan Kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Untuk Melakukan Pembelian Tenaga Listrik Dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Dan Harga Patokan Pembelian Tenaga Listrik Oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
3.19. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 139/PMK.011/2011 Tentang Tata Cara Pemberian Jaminan Kelayakan Usaha PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Untuk Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Dengan Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara, Dan Gas Yang Dilakukan Melalui Kerja Sama Dengan Pengembang Listrik Swasta
3.20. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 178/PMK.05/2011 Tentang Tata Cara Penyediaan Dan Pencairan Dana Geothermal Dari Rekening Kas Umum Negara Ke Rekening Induk Dana Investasi Pada Pusat Investasi Pemerintah
3.1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2007 Tentang Energi
3.2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2003 Tentang Panas Bumi
3.3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum
3.4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik
3.5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral
3.6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2007 Tentang Kegiatan Usaha Panas Bumi
3.7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2009 Tentang Konservasi Energi
3.8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2007 Tentang Kegiatan Usaha Panas Bumi
3.9. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Penugasan Kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Untuk Melakukan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara, Dan Gas
3.10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Penugasan Kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Untuk Melakukan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara, Dan Gas
3.11. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2010 Tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup Dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan Di Bidang Penanaman Modal
3.12. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 Tentang Kebijakan Energi Nasional
3.13. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2000 Tentang Pengusahaan Sumber Daya Panas Bumi Untuk Pembangkit Tenaga Listrik
3.14. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 01 Tahun 2012 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 15 Tahun 2010 Tentang Daftar Proyek-Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara Dan Gas Serta Transmisi Terkait
3.15. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 01/PMK.07/2012 Tentang Perkiraan Alokasi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Pertambangan Panas Bumi Tahun Anggaran 2012
3.16. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 03/PMK.011/2012 Tentang Tata Cara Pengelolaan Dan Pertanggungjawaban Fasilitas Dana Geothermal
3.17. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15/PMK.03/2012 Tentang Penatausahaan Dan Pemindahbukuan Pajak Bumi Dan Bangunan Sektor Pertambangan Untuk Pertambangan Minyak Bumi, Gas Bumi, Dan Panas Bumi
3.18. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Nomor 02 Tahun 2011 Tentang Penugasan Kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Untuk Melakukan Pembelian Tenaga Listrik Dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Dan Harga Patokan Pembelian Tenaga Listrik Oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
3.19. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 139/PMK.011/2011 Tentang Tata Cara Pemberian Jaminan Kelayakan Usaha PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Untuk Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Dengan Menggunakan Energi Terbarukan, Batubara, Dan Gas Yang Dilakukan Melalui Kerja Sama Dengan Pengembang Listrik Swasta
3.20. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 178/PMK.05/2011 Tentang Tata Cara Penyediaan Dan Pencairan Dana Geothermal Dari Rekening Kas Umum Negara Ke Rekening Induk Dana Investasi Pada Pusat Investasi Pemerintah

More info:

Categories:Business/Law, Finance
Published by: MEDIA DATA RISET, PT on Aug 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/27/2013

pdf

text

original

 
 
PENAWARAN
DAFTAR PERATURAN PANAS BUMI DI INDONESIA, 2012
Februari, 2012
Sampai saat ini kondisi penyediaan energi listrik di sejumlah sub sistem kelistrikan nasional masihdefisit. Untuk menjamin pasokan energi listrik, sampai 2018 dibutuhkan tambahan daya sekitar 57.500 MWatau 5.750 MW per tahun. Untuk itu pemerintah setelah menggelar proyek 
Crash Program
KelistrikanTahap I yang ditargetkan beroperasi tahun 2010, dilanjutkan dengan tahap II yang dicanangkanpembangunannya tahun 2010-2014.Awalnya dalam 2nd Fast Track Program pemerintah dan PLN berencana membangun sejumlahpembangkit listrik berbasis energi terbarukan, namun karena sarana pengembangan energi terbarukan belummemiliki kesiapan memadai, maka sejumlah proyek pembangkit dalam
2nd Fast Track Program
tetapdidominasi oleh pembangunan PLTU Batubara. Ketidaksiapan pengembangan PLTP ini di antaranya terkaitdengan SDM, teknologi dan modal. Contohnya, dari lima wilayah kerja panas bumi yang diserahkan pusatkepada lima penprov, hanya satu penprov yaitu Jawa Barat saja yang sudah merealisasikan pengembanganpanas bumi, yakni PLTP Tangkuban Parahu sampai tahap lelang.Meskipun demikian, progres pengembangan panas bumi dalam proyek 10.000 MW Tahap II cukupsignifikan baik dari sisi daya terpasang maupun cakupan wilayah kerjanya. Selain itu, juga tidak menutupkemungkinan investor untuk mengembangkan panas bumi di wilayah kerja yang tersedia, karena hal inisudah diagendakan pemerintah dalam RUKN (Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional) 2008-2027 danRUPTL (Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik) 2008-2018.Indonesia memiliki potensi menjadi pengguna energi panas bumi terbesar. Berdasarkan paparanKepala Badan Geologi DESDM, total potensi panas bumi saat ini sekitar 28,5 GWe yang tersebar di 265lokasi atau setara 12 miliar barrel minyak bumi dengan masa pengoperasian 30 tahun. Pemanfaatan panasbumi yang baru direalisasikan sebesar 1.189 megawatt (MW) akan terus ditingkatkan menjadi 4.000 MWpada tahun 2015 atau sekitar 40 persen dari proyek listrik 10.000 MW. Jika terealisasi, Indonesia akanmenggungguli Amerika dengan daya sebesar 2.900 MW dan Filipina sebesar 2.000 MW. Saat ini, Indonesiaberada pada posisi ketiga pengguna panas bumi setelah Amerika Serikat dan Filipina.Saat ini, delapan wilayah kerja pertambangan (WKP) panas bumi sedang ditenderkan dengan daya1.270 MW. Sebanyak 12 WKP lain siap ditenderkan dengan daya 1.271 MW. Selama tahun 2007 hingga2010 telah ditetapkan 26 WKP panas bumi baru dengan total potensi 2.951 MW.Berdasarkan Perpres No. 5/2006, sekitar 5% dari kebutuhan energi nasional akan dipenuhi daripanas bumi. Akan tetapi, pemanfaatan energi panas bumi belum sesuai harapan. Demikian pula penerapanUU No. 27/2003 tentang Energi. Indonesia saat ini hanya menggunakan 1.100 MW atau hanya 4,2 persendari cadangan geotermal dalam negeri atau sekitar 40 persen dari potensi geotermal dunia.Dengan dirangkumnya laporan kebijakan pemerintah terkait kegiatan usaha pengembangan energipanas bumi, diharapkan semua pihak yang terkait akan lebih obyektif dalam melangkah dan mensikapikondisi bisnis pengembangan panas bumi di Indonesia, mengingat pentingnya panas bumi sebagai energialternatif utama menggantikan peran BBM untuk energi listrik.Laporan yang disusun setebal 800 halaman ini, kami tawarkan dengan harga
Rp.4.500.000
 (empat juta lima ratus ribu rupiah) per-copy (dua jilid) dalam edisi bahasa Indonesia. Untuk pemesanan daninformasi lebih lanjut, silahkan menghubungi
PT Media Data Riset
melalui
Telepon (021) 809-6071, 809-3140, Fax (021) 809-6071,
atau
email : sales@mediadata.co.id, website www.mediadata.co.id
denganmengisi lampiran formulir pemesanan. Pemesanan untuk luar negeri atau luar Jakarta akan ditambah biayakirim.Demikian penawaran ini kami sampaikan dan atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.Jakarta, Februari 2012
PT Media Data RisetDrh. H. Daddy Kusdriana M.SiDirektur Utama
1
 
 2
DAFTAR ISI
DAFTAR PERATURAN PANAS BUMI DI INDONESIA, 2012
Februari, 20121. PENDAHULUAN2. OVERVIEW PERKEMBANGAN BISNISPANAS BUMI
2.1. Potensi
Geothermal
Nasional danPemanfaatannya2.1.1. Pertamina GE & Enam Proyek PLTPSenilai US$200 Juta2.1.2. Pembangkit Panas Bumi Status Juni20092.2. Sebagian Wilayah Kerja Panas Bumi akanDilelang Akhir 20092.3. Penyesuaian Harga Jual Listrik Panas Bumi2.4. Faktor Pendanaan2.4.1. Bank Dunia Akan Danai Proyek GEPertamina2.4.2. Hibah Bank Dunia US$4 Juta2.5. Kontribusi pengusahaan PLTP terhadap Pemda2.6. Sumber Energi Pembangkit Tenaga Listrik 2.6.1. Total potensi energi panas bumiIndonesia2.6.2. Pemanfaatan energi panas bumi(Kondisi Saat Ini)2.6.3. Alur proses kegiatan operasional danpengusahaan panas bumi menurut UU27/2003 dan UU 20/20022.6.4. Wilayah Kerja Pengusahaan (WKP)Pertamina2.6.5. Kerangka waktu pengembangan panasbumi 27000 MW2.7. Permasalahan pengembangan potensi danstrategi pemecahan2.7.1. Status 807 MW terpasang sampaidengan 20042.7.2. Status
Power Purchase Agreement 
 (PPA) 1200 MW yang belumdirealisasikan2.7.3. Status potensi panas bumi 8 WKPPertamina 1700 MW2.7.4. Status potensi 2300 MW yang prospek untuk dikembangkan2.7.5. Status pengembangan sumber daya21.000 MW dan daerah-daerah nonvulkanik 2.8. Instansi terkait dalam bisnis panas bumi(Existing)2.9. Instansi terkait dalam bisnis panas bumi (Baru)2.10. Permasalahan Regulasi dan Solusi2.11. Permasalahan Kelembagaan Panas Bumi danSolusi2.12. Alternatif pengembangan kelembagaan menurutUU 27/20032.13. Penutup
3. DAFTAR PERATURAN PANAS BUMI
3.1. Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 30 Tahun 2007
Tentang Energi3.2. Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 27 Tahun 2003
Tentang PanasBumi3.3. Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 2 Tahun 2012
Tentang PengadaanTanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum3.4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 14 Tahun 2012
Tentang KegiatanUsaha Penyediaan Tenaga Listrik 3.5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 9 Tahun 2012
Tentang Jenis DanTarif Atas Jenis Penerimaan Negara BukanPajak Yang Berlaku Pada KementerianEnergi Dan Sumber Daya Mineral3.6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 70 Tahun 2010
Tentang PerubahanAtas Peraturan Pemerintah Nomor 59Tahun 2007 Tentang Kegiatan Usaha PanasBumi3.7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 70 Tahun 2009
TentangKonservasi Energi3.8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 59 Tahun 2007
Tentang KegiatanUsaha Panas Bumi3.9. Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 48 Tahun 2011
Tentang PerubahanAtas Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun2010 Tentang Penugasan Kepada PTPerusahaan Listrik Negara (Persero) Untuk Melakukan Percepatan PembangunanPembangkit Tenaga Listrik YangMenggunakan Energi Terbarukan,Batubara, Dan Gas3.10. Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 4 Tahun 2010
Tentang PenugasanKepada PT Perusahaan Listrik Negara(Persero) Untuk Melakukan PercepatanPembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Energi Terbarukan,Batubara, Dan Gas3.11. Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 36 Tahun 2010
Tentang DaftarBidang Usaha Yang Tertutup Dan BidangUsaha Yang Terbuka Dengan PersyaratanDi Bidang Penanaman Modal3.12. Peraturan Presiden Republik Indonesia
Nomor 5 Tahun 2006
Tentang KebijakanEnergi Nasional
 
 
3.13. Keputusan Presiden Republik Indonesia
Nomor 76 Tahun 2000
Tentang PengusahaanSumber Daya Panas Bumi Untuk PembangkitTenaga Listrik 3.14. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber DayaMineral
Nomor 01 Tahun 2012
TentangPerubahan Atas Peraturan Menteri Energi DanSumber Daya Mineral Nomor 15 Tahun 2010Tentang Daftar Proyek-Proyek PercepatanPembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Energi Terbarukan,Batubara Dan Gas Serta Transmisi Terkait3.15. Peraturan Menteri Keuangan
Nomor01/PMK.07/2012
Tentang Perkiraan AlokasiDana Bagi Hasil Sumber Daya AlamPertambangan Panas Bumi Tahun Anggaran20123.16. Peraturan Menteri Keuangan
Nomor03/PMK.011/2012
Tentang Tata CaraPengelolaan Dan PertanggungjawabanFasilitas Dana
Geothermal
 3.17. Peraturan Menteri Keuangan
Nomor15/PMK.03/2012
Tentang Penatausahaan DanPemindahbukuan Pajak Bumi Dan BangunanSektor Pertambangan Untuk PertambanganMinyak Bumi, Gas Bumi, Dan Panas Bumi3.18. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber DayaMineral
Nomor 02 Tahun 2011
TentangPenugasan Kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Untuk Melakukan PembelianTenaga Listrik Dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Dan Harga PatokanPembelian Tenaga Listrik Oleh PT PerusahaanListrik Negara (Persero) Dari PembangkitListrik Tenaga Panas Bumi3.19. Peraturan Menteri Keuangan
Nomor139/PMK.011/2011
Tentang Tata CaraPemberian Jaminan Kelayakan Usaha PTPerusahaan Listrik Negara (Persero) Untuk Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Dengan Menggunakan Energi Terbarukan,Batubara, Dan Gas Yang Dilakukan MelaluiKerja Sama Dengan Pengembang Listrik Swasta3.20. Peraturan Menteri Keuangan
Nomor178/PMK.05/2011
Tentang Tata CaraPenyediaan Dan Pencairan Dana GeothermalDari Rekening Kas Umum Negara KeRekening Induk Dana Investasi Pada PusatInvestasi Pemerintah3.21. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber DayaMineral
Nomor 02 Tahun 2010
TentangDaftar Proyek-Proyek PercepatanPembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Energi Terbarukan,Batubara, Dan Gas Serta Transmisi Terkait3.22. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber DayaMineral
Nomor 05 Tahun 2010
TentangPendelegasian Wewenang Pemberian IzinUsaha Di Bidang Energi Dan Sumber DayaMineral Dalam Rangka PelaksanaanPelayanan Terpadu Satu Pintu Di BidangPenanaman Modal Kepada Kepala BadanKoordinasi Penanaman Modal3.23. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber DayaMineral
Nomor 15 Tahun 2010
TentangDaftar Proyek-Proyek PercepatanPembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Yang Menggunakan Energi Terbarukan,Batubara, Dan Gas Serta Transmisi Terkait3.24. Peraturan Menteri Keuangan
Nomor :21/PMK.011/2010
Tentang PemberianFasilitas Perpajakan Dan KepabeananUntuk Kegiatan Pemanfaatan SumberEnergi Terbarukan3.25. Peraturan Menteri Keuangan
Nomor73/PMK.03/2010
Tentang PenunjukanKontraktor Kontrak Kerja SamaPengusahaan Minyak Dan Gas Bumi DanKontraktor Atau Pemegang Kuasa/ Pemegang Izin Pengusahaan Sumber DayaPanas Bumi Untuk Memungut, Menyetor,Dan Melaporkan Pajak Pertambahan NilaiAtau Pajak Pertambahan Nilai Dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, Serta TataCara Pemungutan, Penyetoran, DanPelaporannya3.26. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber DayaMineral
Nomor 02 Tahun 2009
TentangPedoman Penugasan Survei PendahuluanPanas Bumi3.27. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber DayaMineral
Nomor 11 Tahun 2009
TentangPedoman Penyelenggaraan Kegiatan UsahaPanas Bumi3.28. Peraturan Menteri Keuangan
Nomor114/PMK.02/2009
Tentang RekeningPanas Bumi3.29. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber DayaMineral
Nomor 11 Tahun 2008
TentangTata Cara Penetapan Wilayah KerjaPertambangan Panas Bumi3.30. Peraturan Menteri Energi Dan Sumber DayaMineral
Nomor 14 Tahun 2008
TentangHarga Patokan Penjualan Tenaga Listrik Dari Pembangkit Listrik Tenaga PanasBumi3.31. Peraturan Menteri Keuangan
Nomor177/PMK.011/2007
Tentang PembebasanBea Masuk Atas Impor Barang Untuk Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan GasBumi Serta Panas Bumi
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->