Teori-teori Arsitektur Dunia Barat
Hand-out Mata Kuliah Teori Perencanaan dan Perancangan II
–
ARS 546
–
2000/2001R. Irawan Surasetja, Drs.
Program Studi Arsitektur
Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan
–
FPTK - UPI
3
suatu bangunan itu tersusun secara benar (constructed firmly) sehingga konstruksitersebut akan kokoh, memang semua pihak akan sependapat. Namun dalampengamatan secara sekilas, diinformasikan bahwa material-material bangunan yangada bukan hanya sekedar dituntut kekokohan atau kekuatannya belaka, tetapi perlukualitas lainnya juga terungkap.Didalam hal keindahan, Vitruvius tidak menggunakan istilah pulchritudo, haltersebut menurut analisis Winand Klassen dikarenakan keindahan yang dimaksudadalah sangat agrsif (fertile), dinamis dan mudah berkembang (growing) sehinggadalam konteks pembahasan tersebut, arsitektur memang membutuhkan berbagairagam dan cakupan keindahan.Winand Klassen , juga menyampaikan bahwa arsitektur itu seharusnyamampu mewadahi kondisi manusia yang serba khas (spacifically). Didasarkan halini, berangkat dari prinsip Vitruvius, masalah sosok (figure) dari Leonardo da Vinci,sampai pada prinsip modul yang digali ole Le Corvusier, ternyata masalah tubuhmanusia masih berkesan sebagai sumber kekuatan dalam bentuk arsitektur.Sedangkan pada sisi lain Winand Klassen menggagas dan sepakat dengan saranCharles Jencks bahwa dalam mengkaitkan istilah Firmistas, Utilitas dan Venustas,tampaknya dalam konteks kegunaan dan kelazimannya akan lebih akrab digunakanistilah teknik, fungsi dan bentuk tentunya dengan mempertimbangkan berbagaikompleksitas yang ada.
2. Teori Arsitektur Klasik
Arsitektur Klasik merupakan ungkapan dan gambaran perjalanan sejaraharsitektur di Eropa yang secara khusus menunjuk pada karya-karya arsitektur yang
bernilai tinggi dan „first class‟. Disebutkan demikian karena karya
-karya inimemperlihatkan aturan/pedoman yang ketat dan pertimbangan yang hati-hatisebagai landasan berpikir dan mencipta karya tersebut. Rentang waktu zaman iniadalah dari abad pertama sampai dengan abad ke-14 dengan hembusan anginRomantisism (sebelum masyarakat Eropa memasuki zaman Renaissance sampaidengan pesan dan gerakan Rationalism yang kuat).Pr
edikat kata „Klasik‟ diberikan pada suatu karya arsitektur yang secara
inheren (terkandung dalam benda tersebut yang secara asosiatif seolah-olah selalumelekat dengannya) mengandung nilai-nilai keabadian disamping ketinggian mutudan nilainya. Teori arsitektur Klasik dengan demikian merupakan suatu perwujudankarya arsitektur yang dilandasi dan dijiwai oleh gagasan dan idealisme TeoriVitruvius khususnya pada suatu kurun waktu sesudah Vitruvius sendiri meninggaldunia.Bangunan Parthenon di Athena dan Pantheon di Roma merupakan contohyang sangat baik dariperwujudan teori arsitektur klasik yang dengan sikap kehati-hatian dan seksama mempertimbangkan prinsip-prinsip order, geometri dan ukuran-
ukurannya, disertai dengan kehalusan seni “craftmanship”. Perlu di
ketahui bahwabangunan ini mengalami masa pembangunan yang lama, dari saat awal konstruksi,revisi, perbaikan dan penyelesaian berkali-kali hingga sampai pad bentuk akhirnyabisa mencapai lebih dari 200 tahun.Tradisi berarsitektur yang diawali oleh Vitruvius ternyata berlanjut terus dalam jaman Arsitektur Klasik ini. Hal ini dapat kita jumpai dalam buku Ensiklopedi Romawiyang disusun oleh Marcus T. Varro, dimana Isodore dari Seville menguraikan danmengembangkan teori Vitruvius dalam tiga unsur/elemen bangunan yaituDISPOSITIO, CONSTRUCTIO dan VENUSTAS. Despositio adalah kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan survai lapangan ataupun pekerjaan pada tapak