Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
8Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MRP

MRP

Ratings: (0)|Views: 1,606|Likes:
Published by arfinsyah

More info:

Published by: arfinsyah on Aug 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/13/2012

pdf

text

original

 
 42
Dimensi Teknik Sipil, Vol. 3, No. 1, Maret 2001, 42-50ISSN 1410-9530
 Dimensi Teknik Sipil
ISSN 1410-9530 print © 2001 Universitas Kristen Petrahttp://puslit.petra.ac.id/journals/civil
 APLIKASI
 MATERIAL REQUIREMENT PLANNING
UNTUKMENGENDALIKAN INVESTASI PENGADAAN MATERIALPADA PT. JHS PILLING SYSTEM
Herry P. Chandra, Harry Patmadjaja
Dosen Fakultas Teknik & Perencanaan, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Kristen Petra
Garry Christian, Michael Alexander
 Alumni Fakultas Teknik & Perencanaan, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Kristen Petra
 ABSTRAK
Material Requirement Planning adalah suatu metode untuk menentukan apa, kapan dan berapa jumlah komponen dan material yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dari suatuperencanaan produksi. Penelitian bertujuan untuk mempelajari sejauh mana aplikasi
MaterialRequirement Planning 
dapat mengendalikan investasi pengadaan material pada PT. JHS PillingSystem.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi metode Material Requirement Planning memberikannilai cumulative material investment dan overdue investment yang lebih rendah daripadapengeluaran PT. JHS Pilling System saat ini.Kata kunci :
Material Requirement Planning,
investasi pengadaan mateial
.
 
 ABSTRACT 
Material Requirement Planning is a method to decide what, when and how many component andmaterial needed for the production planning. This research studies how far the Material Requirement Planning's application could control material stock investment at PT. JHS Pilling System.Research results shows that using Material Requirement Planning method give a lower value of cummulative material investment and overdue investment than PT. JHS Pilling System current cost. Keywords: Material Requirement Planning, material investment.
PENDAHULUAN
Banyaknya metode dalam manajemen materialyang dapat digunakan untuk menentukan wak-tu dan volume pengadaan material, mengharus-kan para pengambil keputusan menguasaisetiap metode pengadaan material dalam mana- jemen material, mengetahui kelebihan dankekurangan setiap metode serta dapat meng-gunakan metode yang tepat sesuai dengankeadaan yang dihadapi. Diperkirakan padatahun 2000 ini biaya pengadaan material akanmencapai lebih dari 75 % dari total biayaproduksi [1].
Catatan:
Diskusi untuk makalah ini diterima sebelumtanggal 1 Juni 2001. Diskusi yang layak muat akanditerbitkan pada Dimensi Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2September 2001.
Salah satu metode di dalam manajemen mate-rial adalah
Material Requirement Planning 
 (MRP) yang pada mulanya adalah suatu metodepemesanan material. Dengan berkembangnyametode MRP, maka pada saat ini metodetersebut telah digunakan sebagai alat perenca-naan dan pengawasan terhadap fungsi mana- jemen[1].PT. JHS Pilling System melaksanakan manaje-men material yang sederhana di dalam kegiatanproduksi sehari-harinya yaitu metode peme-sanan bila ada permintaan.
 
LANDASAN TEORI
Manajemen material adalah "Suatu sistem yangmengkoordinasikan aktivitas-aktivitas untukmerencanakan dan mengawasi volume dan
 
H. P. Chandra, et. al /
Material Requirement Planning 
/ DTS, Vol. 3, No. 1, Maret 2001, Hal. 42-50
43
waktu terhadap pengadaan material melaluipenerimaan/perolehan, perubahan bentuk, danperpindahan dari bahan mentah, bahan yangsedang dalam proses dan bahan jadi." [1]Keuntungan penggunaan manajemen materialadalah sebagai berikut [2]:1. Pengontrolan dari persediaan menjadi lebihmudah dan sederhana.2. Pekerjaan di bidang administrasi berkurangbanyak.3. Berbagai permasalahan dari jadwal pengi-riman, permintaan darurat dan penyim-panan dapat diminimalkanPerencanaan material secara detail dilakukandengan MRP, yaitu penggabungan aktifitasyang mempengaruhi koordinasi dari suatuusaha didalam perusahaan. Hal terpentingdidalam perencanaan material secara detailadalah hubungan antara perencanaan, pem-belian dengan permintaan yang meliputipenjualan dan distribusi [3]. MRP itu sendiriadalah suatu metode untuk menentukan apa,kapan dan berapa jumlah komponen danmaterial yang dibutuhkan untuk memenuhikebutuhan dari suatu perencanaan produksi [4].Untuk menjalankan sistem MRP
,
ada tigaelemen utama yang harus dimasukkan,yaitu:1. Jadual induk produksi (
Master ProductionSchedule
/ MPS)2. Jumlah kebutuhan material (
 Bill of Mate-rials
/ BOM)3. Status persediaan (
Inventory Status
)Dalam jadual induk produksi diuraikan bahan jadi yang akan diproduksi, yaitu meliputi waktudan jumlah produksi. Jumlah kebutuhanmaterial berisi jumlah kebutuhan material-material pembentuk bahan jadi, baik bahanmentah maupun bahan yang dibeli jadi. Statuspersediaan berisi informasi tentang persediaanmaterial, order pembelian dan order pekerjaanDari input data ke dalam sistem MRP
 
akandidapat beberapa informasi sebagai berikut [3] :1. Kebutuhan komponen/material pada periode-periode dalam jangka waktu tertentu (
GrossRequirement
)2. Komponen/material yang harus disediakanpada awal produksi (
Overdue
)3. Status persediaan komponen/material padaakhir suatu periode (
 Projected On Hand
)4. Jumlah komponen/material yang harus dise-diakan pada awal suatu periode (
 PlannedOrder
)Pada metode MRP
 
terdapat beberapa hal yangmendasar, yaitu [5]:1. Permintaan material bersifat tergantung(
dependent
)2. Filosofi pemesanan sesuai permintaan3. Ramalan/perkiraan berdasarkan
Master Pro-uction Schedule
 4. Konsep pengawasan meliputi semua item5. Lot sizing bersifat beragam6. Memenuhi kebutuhan produksi7. Tipe persediaan adalah bahan mentah atausetengah jadiSebagai alat perencana dan pengontrol yangmerupakan metode efektif dalam manajemenpersediaan, MRP memberikan beberapa keun-tungan, yaitu [6]:1. Investasi persediaan dapat ditekan serendahmungkin2. Perencanaan dapat dilakukan secara detaildan dapat berubah sesuai keadaan3. Penyediaan data untuk masa mendatangdengan basis tiap item4. Pengontrolan persediaan dapat dilakukansetiap saat5. Jumlah pemesanan berdasarkan kebutuhan6. Fokus pada waktu kebutuhan material
METODOLOGI PENELITIAN
Dalam penelitian Investasi pengadaan materialdidefinisikan sebagai suatu bentuk khususpenanaman modal untuk investasi yang ber-hubungan dengan pembelian bahan ataumaterial[7], sedangkan MRP adalah metodeuntuk menentukan apa, kapan dan berapa jumlah komponen dan material yang dibutuh-kan untuk memenuhi kebutuhandari suatuperencanaan produksi.[4]
 Budget
adalah ringkasan dari suatu perenca-naan manajemen untuk suatu periode tertentuyang akan datang. Budget dapat dipakaisebagai alat kontrol, yang berarti digunakanuntuk membandingkan antara pengeluaran se-benarnya dengan perencanaan pengeluaran [3].Pada penelitian ini, investasipengadaan mate-rial PT. JHS Pilling System untuk periode Mei1997 sampai dengan Juli 1997 diasumsikansebagai
direct material budget
yang akan diban-dingkan dengan investasi pengadaan materialberdasarkan metode MRP.
Lot Sizing 
adalah perencanaan jumlah peme-sanan, dimana harus dipertimbangkan sistem
lot size
yang akan menghasilkan jumlahpemesanan minimum tetapi memenuhi aspekekonomis.” [8]
 
H. P. Chandra, et. al /
Material Requirement Planning 
/ DTS, Vol. 3, No. 1, Maret 2001, Hal. 42-50
44
Safety Stocks
adalah sejumlah persediaan lebihyang digunakan untuk memenuhi kebutuhanapabila terjadi fluktuasi permintaan.[9]Untuk mengendalikan investasi pengadaanmaterial pada PT. JHS dengan mengaplikasi-kan metode MRP. Di dalam penelitian inidigunakan tiga model aplikasi metode MRPyang dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Model-model dalam Aplikasi MetodeMRP
 
Model 1 Model 2 Model 3
SafetyStockData PT. JHS Dihitungberdasarkan laporanproduksi PT. JHSDihitungberdasarkanlaporan produksiPT. JHSLot Size FOQ dan L4L FOQ dan L4L FOQ dan EOQ
Di dalam menentukan sistem
lot size
padasuatu perencanaan produksi, maka perlu diper-timbangkan biaya pemesanan/perakitan danbiaya penyimpanan.Model 1 metode MRP menggunakan safety stockdari PT. JHS Pilling System, dan menggunakanlot sizing dari sistem
 fixed order quantity
(FOQ)dan lot for lot (L4L).
Safety stock
PT. JHSPilling System dengan rincian admixture 3825kg, pasir 633 m
3
, semen tanpa
safety stock
, split5/10 384 m3, split 15/25 1154 m3, strand ½”22717 kg dan strand 3/8” 14500 kg.Model 2 metode MRP memodifikasi
safety stock
 PT JHS Pilling System berdasarkan dataproduksi pada bulan Mei 1997 sampai denganbulan Juli 1997. Lot sizing menggunakan sistemFOQ dan L4L. Perhitungan
safety stock
ber-dasarkan rumus:
Safety Stock
= z.
σ
dimana
1n)xx(
n1i2i
=σ
=
 Dan z = 1,65 yang diperoleh dari tabel distribusinormal dengan 95% service level.Model 3 metode MRP menggunakan safety stockyang sama dengan model 2. Lot sizingmenggunakan sistim
 
FOQ dan
economic orderquantity
(EOQ). EOQ dihitung berdasarkanrumus
ho
CDC2EOQ
=
 Dimana D adalah
annual demand
yang diper-oleh dari target kubikan PT. JHS Pilling Systemyaitu sebesar 32000 m
3
dikali dengan mixdesign untuk masing-masing material. Mixdesign PT. JHS Pilling System dengan rincianadmixture 2,5 l/m
3
, pasir 679 kg/m
3
, semen 475kg/m
3
, split 5/10 367 kg/m
3
, split 15/25 789kg/m
3
. Co adalah
cost of placing one order
danCh adalah
annual holding cost
.
 ANALISA DATA 
Pada model pertama, penggunaan FOQmengakibatkan pemesanan material dilakukanberdasarkan besar nilai FOQ tersebut ataukelipatannya yang hasilnya dapat dilihat padaTabel 2.Dari Tabel 2 dapat dilihat planned order sertaoverdue demand dimana
overdue demand
 dirumuskan sebagai berikut:
Overdue Demand
=
Safety Stock
= 32.120 dL
 Planned Order
=
Overdue demand
+
Grossrequirement over lead time
 (7 hari)= 32.120 + 17.422,5= 49.542,5 dL
50.400 dL
 Planned Order
harus dibulatkan menjadi 50.400dL dengan kelipatan FOQ untuk
admixture
.
Tabel 2.
Output
MRP
 Explosion
untuk
 Admix-ture
Model Pertama Periode 1 sampai13 Mei 1997
Gross requirement over lead time
diambil sesuaidengan
lead time
dari masing-masing materialdimana
lead time
untuk material adalahsebagai berikut: admixture dan pasir, 7 hari;semen, 1 hari; split 5/10, 2 hari; split 15/25, 3hari; strand ½” dan strand
”, 10 hari.
 
Overdue Material Investment
=
Overdue Demand
x
Unit Cost
 = 50400 dL x Rp. 220/dL= Rp. 11.088.000,-

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Krisna Setyadi liked this
Agustina Amb liked this
Doma Frama liked this
elriba liked this
Kaka Itu Gooner liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->