penguatan itu diperoleh dapat memberikan jawaban atas pertanyaan di atas, namun padaumumnya akan lebih mudah meninjaunya dari sudut motivasi untuk memenuhi berbagaikebutuhan.
Penghargaan (Reward) dan Penguatan (Reinforcement)
Suatu alasan mengapa penguatan yang pernah diterima merupakan penjelasan yang tidakmemadai untuk motivasi kerana motivasi pembelajaran manusia itu sangat kompleks dantidak bebas dari konteks (situasi yang berhubungan). Terhadap binatang yang sangat laparkita dapat meramalkan bahawa makanan akan merupakan penguat yang sangat efektif.Terhadap manusia, meskipun ia lapar, kita tidak dapat sepenuhnya yakin apa yangmerupakan penguat dan apa yang bukan penguat, kerana nilai penguatan dari penguat yangpaling potensial sebagian besar ditentukan oleh faktor-faktor pribadi dan situsional.
Penentuan Nilai dari Suatu Insentif
Ilustrasi berikut menunjukkan poin penting: nilai motivasi pembelajaran dari suatu insentif tidak dapat diasumsikan, kerana nilai itu dapat bergantung pada banyak faktor (Chance,1992). Pada saat guru mengatakan Saya ingin kamu semua mengumpulkan laporan bukupada waktunya kerana laporan itu akan diperhitungkan dalam menentukan nilaimu, guruitu mungkin mengasumsikan bahawa nilai merupakan insentif yang efektif untuk siswa padaumumnya. Tetapi bagaimanapun juga sejumlah siswa dapat tidak menghiraukan nilai keranaorang tua mereka tidak menghiraukannya atau mereka memiliki catatan kegagalan disekolah dan telah mengambil sikap bahawa nilai itu tidak penting. Apabila guru mengatakankepada seorang siswa, Pekerjaan yang bagus! Saya tahu kamu dapat mengerjakan tugasitu apabila kamu mencobanya! Ucapan ini dapat memotivasi seorang siswa yang baru sajamenyelesaikan suatu tugas yang ia anggap sulit namun dapat berarti hukuman (punishment)bagi siswa yang berfikir bahawa tugas itu mudah (kerana pujian guru itu memiliki implikasibahawa ia harus bekerja keras untuk menyelesaikan tugas itu). Seringkali sukar menentukanmotivasi pembelajaran siswa dari tingkah laku mereka kerana banyak motivasi yang berbedadapat mempengaruhi tingkah laku. Kadang-kadang suatu jenis motivasi jelas-jelasmenentukan tingkah laku, tetapi pada saat yang lain, ada motivasi lain yang berpengaruh(mempengaruhi) terhadap tingkah laku pembelajaran siswa.
Faktor-faktor Penting dalam Pembelajaran Melalui Observasi
Tentu saja, mengamati orang lain melakukan sesuatu tidak mesti berakibat pembelajaran,kerana pembelajaran melalui observasi memerlukan beberapa factor atau prakondisi.Menurut Bandura, ada empat proses yang penting agar pembelajaran melalui obsevasidapat terjadi, yakni:1.
Perhatian (attention process): Sebelum meniru orang lain, perhatian harusdicurahkan ke orang itu. Perhatian ini dipengaruhi oleh asosiasi pengamat denganmodelnya, sifat model yang atraktif, dan arti penting tingkah laku yang diamati bagisi pengamat.2.
Representasi (representation process): Tingkah laku yang akan ditiru, harusdisimbolisasikan dalam ingatan. Baik dalam bentuk verbal maupun dalam bentuk