Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
12Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
LATAR BELAKANG TEORI

LATAR BELAKANG TEORI

Ratings: (0)|Views: 2,809|Likes:
Published by eddliestaniselie

More info:

Published by: eddliestaniselie on Aug 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/22/2013

pdf

text

original

 
LATAR BELAKANG TEORI
 
Peniruan (Modelling)
 Inti dari pembelajaran melalui observasi adalah modeling. Penelitian terhadap tigakelompok anak taman kanak-kanak: Kelompok pertama disuruh mengobservasi modelorang dewasa yang bertingkah laku agresif, fisik dan verbal, terhadap boneka karet.Kelompok kedua diminta mengobservasi model orang dewasa yang duduk tenang tanpamenaruh perhatian terhadap boneka karet didekatnya. Kelompok ketiga menjadi kelompokcontrol yang tidak ditugasi mengamati dua jenis model itu. Ketiga kelompok anak itukemudian dibuat mengalami frustasi ringan, dan setiap anak sendirian ditempatkan dikamar yang ada boneka karet seperti yang dipakai penelitian. Ternyata tingkah laku setiapkelompok cenderung mirip dengan tingkah laku model yang diamatinya. Kelompok pertamabertingkah laku lebih agresif terhadap boneka dibanding kelompok lain. Kelompok keduasedikit lebih agresif dibanding kelompok kontrol.Contoh lain, berdasarkan social learnig theory menyatakan bahawa tingkah laku manusiabukan semata  mata bersifat refleks atau otomatis, melainkan juga merupakan akibat darireaksi yang tombul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif.Anggota keluarga yang sering dilihat oleh anak membaca atau memegang buku di rumahakan merangsang anak untuk mencoba mengenal buku.( Setianti, Fetiara dan AlfiPurnamasari, Efefektifitas Mendengarkan Pembacaan Cerita Untuk Meningkatkan MinatBaca Anak Sekolah Dasar. Jurnal Humanistik Fakultas Psikologi Ahmad Dahlan, Vol 5, No.1Januari 2008)
Pempembelajaranan Langsung
 Pempembelajaranan langsung dikembangkan berdasarkan teori pembelajaran social dariAlbert Bandura. Pempembelajaranan langsung adalah model pempembelajaranan yangdirancang untuk mengajarkan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan prosedural yangdiajarkan setahap demi setahap. Ciri khas pempembelajaranan ini adalah adanya modeling,yaitu suatu fase di mana Dosen memodelkan atau mencontohkan melalui demonstrasibagaimana suatu keterampilan itu dilakukan.Pada saat Dosen melakukan modeling Mahasiswa melakukan pengamatan terhadapketerampilan yang dimodelkan itu. Selanjutnya Mahasiswa diberi kesempatan untuk menirumodel yang dilakukan oleh Dosen melalui kesempatan latihan di bawah bimbingan Dosen.
Modeling Tingkahlaku Baru
 Melalui modeling orang dapat memperoleh tingkah laku baru. Ini dimungkinkan keranaadanya kemampuan kognitif. Stimuli berbentuk tingkah laku model ditransformasi menjadigambaran mental, dan yang lebih penting lagi ditransformasi menjadi symbol verbal yangdapat diingat kembali suatu saat nanti. Ketrampilan kognitif yang bersifat simbolik ini,
 
membuat orang dapat mentransform apa yang dipelajarinya atau menggabung-gabung apayang diamatinya dalam berbagai situasi menjadi pola tingkah laku baru.
Modeling Mengubah Tingkahlaku Lama
 Di samping dampak mempelajari tingkah laku baru, modeling mempunyai dua macamdmpak terhadap tingkah laku lama. Pertama, tingkah laku model yang diterima secara sosialdapat memperkuat respon yang sudah dimiliki pengamat. Kedua, tingkah laku model yangtidak diterima secara sosial dapat memperkuat atau memperlemah pengamat untukmelakukan tingkah laku yang tidak diterima secara sosial, tergantung apakah tingkah lakumodel itu diganjar atau dihukum. Kalau tingkah laku yang tidak dikehendaki itu justrudiganjar, pengamat cenderung meniru tingkah laku itu, sebaliknya kalau tingkah laku yangtidak dikehendaki itu dihukum, respon pengamat menjadi semakin lemah.Modeling SimbolikDewasa ini sebagian besar modeling tingkah laku berbentuk simbolik. Film dan televisimenyajikan contoh tingkah laku yang tak terhitung yang mungkin mempengaruhipengamatnya. Sajian itu berpotensi sebagai sumber model tingkah laku.
Modeling Kondisioning
 Modeling dapat digabung dengan kondisioning klasik menjadi kondisioning klasik vikarius(vicarious classical conditioning). Modeling pon emosional. Pengamat mengobservasi modeltingkah laku emosional yang mendapat penguatan. Muncul respon emosional yang sama didalam diri pengamat, dan respon itu ditujukan ke obyek yang ada didekatnya (kondisioningklasik) saat dia mengamati model itu, atau yang dianggap mempunyai hubungan denganobyek yang menjadi sasaran emosional model yang diamati. Emosi seksual yang timbulakibat menonton film cabul dilampiaskan ke obyek yang ada didekatnya saat itu (misalnya:menjadi kasus pelecehan dan perkosaan anak).
Motivasi Pembelajaran dan Teori Tingkah laku (Bandura)
Konsep motivasi pembelajaran berkaitan erat dengan prinsip bahawa tingkah laku yangmemperoleh penguatan (reinforcement) di masa lalu lebih memiliki kemungkinan diulangdibandingkan dengan tingkah laku yang tidak memperoleh penguatan atau tingkah lakuyang terkena hukuman (punishment). Dalam kenyataannya, daripada membahas konsepmotivasi pembelajaran, penganut teori tingkah laku lebih memfokuskan pada seberapa jauhsiswa telah pembelajaran untuk mengerjakan pekerjaan sekolah dalam rangkamendapatkan hasil yang diinginkan (Bandura, 1986 dan Wielkeiwicks, 1995).Mengapa sejumlah siswa tetap bertahan dalam menghadapi kegagalan sedang yang lainmenyerah? Mengapa ada sejumlah siswa yang bekerja untuk menyenangkan guru, yang lainberupaya mendapatkan nilai yang baik, dan sementara itu ada yang tidak berminat terhadapbahan pelajaran yang seharusnya mereka pelajari? Mengapa ada sejumlah siswa mencapaihasil pembelajaran jauh lebih baik dari yang diperkirakan berdasarkan kemampuan merekadan sementara itu ada sejumlah siswa mencapai hasil pembelajaran jauh lebih jelek jikadilihat potensi kemampuan mereka? Mengkaji penguatan yang telah diterima dan kapan
 
penguatan itu diperoleh dapat memberikan jawaban atas pertanyaan di atas, namun padaumumnya akan lebih mudah meninjaunya dari sudut motivasi untuk memenuhi berbagaikebutuhan.
Penghargaan (Reward) dan Penguatan (Reinforcement)
Suatu alasan mengapa penguatan yang pernah diterima merupakan penjelasan yang tidakmemadai untuk motivasi kerana motivasi pembelajaran manusia itu sangat kompleks dantidak bebas dari konteks (situasi yang berhubungan). Terhadap binatang yang sangat laparkita dapat meramalkan bahawa makanan akan merupakan penguat yang sangat efektif.Terhadap manusia, meskipun ia lapar, kita tidak dapat sepenuhnya yakin apa yangmerupakan penguat dan apa yang bukan penguat, kerana nilai penguatan dari penguat yangpaling potensial sebagian besar ditentukan oleh faktor-faktor pribadi dan situsional.
Penentuan Nilai dari Suatu Insentif 
Ilustrasi berikut menunjukkan poin penting: nilai motivasi pembelajaran dari suatu insentif tidak dapat diasumsikan, kerana nilai itu dapat bergantung pada banyak faktor (Chance,1992). Pada saat guru mengatakan Saya ingin kamu semua mengumpulkan laporan bukupada waktunya kerana laporan itu akan diperhitungkan dalam menentukan nilaimu, guruitu mungkin mengasumsikan bahawa nilai merupakan insentif yang efektif untuk siswa padaumumnya. Tetapi bagaimanapun juga sejumlah siswa dapat tidak menghiraukan nilai keranaorang tua mereka tidak menghiraukannya atau mereka memiliki catatan kegagalan disekolah dan telah mengambil sikap bahawa nilai itu tidak penting. Apabila guru mengatakankepada seorang siswa, Pekerjaan yang bagus! Saya tahu kamu dapat mengerjakan tugasitu apabila kamu mencobanya! Ucapan ini dapat memotivasi seorang siswa yang baru sajamenyelesaikan suatu tugas yang ia anggap sulit namun dapat berarti hukuman (punishment)bagi siswa yang berfikir bahawa tugas itu mudah (kerana pujian guru itu memiliki implikasibahawa ia harus bekerja keras untuk menyelesaikan tugas itu). Seringkali sukar menentukanmotivasi pembelajaran siswa dari tingkah laku mereka kerana banyak motivasi yang berbedadapat mempengaruhi tingkah laku. Kadang-kadang suatu jenis motivasi jelas-jelasmenentukan tingkah laku, tetapi pada saat yang lain, ada motivasi lain yang berpengaruh(mempengaruhi) terhadap tingkah laku pembelajaran siswa.
Faktor-faktor Penting dalam Pembelajaran Melalui Observasi
 Tentu saja, mengamati orang lain melakukan sesuatu tidak mesti berakibat pembelajaran,kerana pembelajaran melalui observasi memerlukan beberapa factor atau prakondisi.Menurut Bandura, ada empat proses yang penting agar pembelajaran melalui obsevasidapat terjadi, yakni:1.
 
Perhatian (attention process): Sebelum meniru orang lain, perhatian harusdicurahkan ke orang itu. Perhatian ini dipengaruhi oleh asosiasi pengamat denganmodelnya, sifat model yang atraktif, dan arti penting tingkah laku yang diamati bagisi pengamat.2.
 
Representasi (representation process): Tingkah laku yang akan ditiru, harusdisimbolisasikan dalam ingatan. Baik dalam bentuk verbal maupun dalam bentuk

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
adambitor1713 liked this
aladin liked this
ayuredy liked this
Mahadi Arsyad liked this
Iki Sutrizna Ovj liked this
joeraize liked this
Zahidah Basri liked this
Nor Farhani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->