Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
3Activity

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ShidneyShedon-KincirAnginParaDewa-DewiKZ

ShidneyShedon-KincirAnginParaDewa-DewiKZ

Ratings: (0)|Views: 2,903|Likes:
Published by benkris

More info:

Published by: benkris on Aug 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2012

pdf

text

original

 
 
Karya : Shidney SheldonEbook oleh : Dewi KZhttp://kangzusi.com/atau http://
 
http://dewikz.byethost22.com/ 
 
Sidney SheldonKINCIR ANGIN PARA DEWANovel penuh suspence dari penulis buku-buku best-seller —MalaikatKeadilan, Bila Esok Tiba, Lewat Tengah Malam?Sebagai bagian dari gerakan perdamaian yang dicanangkan PresidenAmerika Serikat, Mary Ashley, profesor muda yang brilyan dan ibu dua anak,dipilih menjadi Duta Besar Amerika Serikat untuk Rumania. Tapi, bahkansebelum menempati posnya, Mary Ashley sudah ditargetkan untuk dibunuh —oleh sekelompok orang yang sangat berkuasa, dari Barat dan dari balik TiraiBesi yang tak ingin ada kedamaian dibumi ini.Untuk itu Angel, pembunuh bayaran kaliber Internasional yang tak pernahgagal melaksanakan kontrak pembunuhan —telah disewa.Sendiri, tanpa teman, hidup di negeri asing, Mary Ashley harus menghadapiteror, ancaman pembunuhan, dan musuh-musuh yang tak terlihat. Dua orangpria menawarkan bantuan. Dua-duanya amat menarik, tapi sekaligus penuhteka-teki. Dua-duanya mampu mengacaukan hatinya yang kesepian. MikeSlade, pria tampan bertabiat kasar dan seenaknya, diplomat karier dan Deputychief of Mission Kedutaan Amerika Serikat di Rumania dan Louis Desforges,dokter Prancis yang lembut dan hangat, yang telah menyelamatkannya dariusaha penculikan.Kenyataannya, satu diantara mereka berdua ingin membunuhnya.....
 
 
Kita semua adalah korban, Anselmo. Nasib kita ditentukan oleh bergulirnyadadu jagat rava, pengaruh rasi bintang, dan arah angin keberuntungan, yangdiembuskan dari kincir angin para dewa.A Final Destiny, H.L. Dietrich.PROLOGPerho FinlandiaPertemuan itu berlangsung dalam pondok tahan cuaca yang terpencil dalamarea berhutan, sekitar 200 mil dari Helsinki. Para anggota Komite CabangBarat telah tiba secara rahasia dengan selang waktu yang teratur. Merekadatang dari delapan negara yang berbeda, tapi kedatangan mereka telahdiatur dengan diam-diam oleh seorang menteri senior di Valtioneuvosto,Dewan Negara Finlandia, dan tak ada catatan kedatangan pada paspormereka. Pada waktu kedatangan mereka, para penjaga bersenjata mengawalmereka memasuki pondok, dan ketika pengunjung terakhir muncul, pintupondok segera dikunci dan para penjaga mengambil tempat, bersiaga dalamangin Januari yang bertiup kencang, waspada terhadap adanya tanda-tandapengacau.Para anggota yang duduk mengelilingi meja persegi yang besar itu adalahorang-orang yang mempunyai kekuasaan penuh dan jabatan tinggi dalamdewan pemerintahan mereka masing-masing. Mereka telah bertemusebelumnva dalam lingkungan yang kurang tersembunyi, dan salingmempercayai satu sama lain karena tak punya pilihan. Sebagai sistempengaman tambahan, masing-masing telah menggunakan nama samaran.Pertemuan itu berlangsung hampir lima jam, dan pembicaraan merekaberlangsung dengan hangat.Akhirnya, ketua kelompok itu memutuskan bahwa waktunya telah tiba untukmelakukan pemungutan suara. Ia berdiri, tampak tinggi, lalu ia menolehkepada orang yang duduk di sebelah kanannya."Sigurd?""Ya.""Odin?""Ya.""Balder?""Kita bergerak terlalu tergesa-gesa. Seandainya hal ini tercium oleh pihaklain, jika kita mungkin....” "Ya, atau tidak?""Tidak...""Freyr?"Ya.""Sigmund?""Nein. Bahayanya....” 
 
 
"Thor?""Ya.""Tyr?""Ya.""Saya memilih ya, Pemecahan masalah selesai. Dengan demikian saya akanmelaporkan kepada Sang Pengawas. Pada pertemuan kita berikutnya, sayaakan memberikan rekomendasi beliau kepada orang terbaik yang pantasmelaksanakan gerakan ini. Kita akan mengambil tindakan seperti biasa danmeninggalkan tempat ini dengan selang waktu dua puluh menit. Terima kasih,Tuan-tuan."Dua jam empat puluh lima menit kemudian, pondok itu telah dikosongkan.Sejumlah pekerja ahli yang membawa minyak tanah bergerak masuk danmenyulut pondok itu. Api yang menjilat-jilat udara dipermainkan angin Januariyang dingin dan kelaparan.Ketika Palokunta, barisan pemadam kebakaran dari Perho, akhirnyamencapai tempat kejadian itu, tak ada yang tersisa kecuali bara api yangmenyala kecil pada rangka pondok, di atas salju yang meleleh mendesis-desis.Asisten komandan barisan pemadam kebakaran mendekati puing-puing itu,membungkuk, dan mengendus. "Minyak tanah," katanya. "Kebakaran yangdisengaja."Komandan barisan pemadam kebakaran menatap puing-puing itu, denganekspresi penuh teka-teki di wajahnya. "Aneh," ia menggumam."Apa?""Aku berburu di hutan ini minggu lalu. Waktu itu tak ada pondok di sini."BUKU SATU1Washington, D.C.Stanton rogers dipersiapkan untuk menjadi presiden Amerika Serikat. Iamerupakan politikus yang mempunyai kharisma, tampak terpandang bagipublik yang menerimanya, dan didukung oleh teman-teman yang mempunyaikekuasaan. Malang bagi Rogers, gejolak libidonya menghalangi kariernya.Seperti kata orang-orang Washington, "Stanton terjerumus karena nafsunyadan terlempar ke luar dari kursi kepresidenan."Sebenarnya Stanton Rogers bukanlah orang yang suka bermain cinta sepertiCasanova. Sebaliknya, sampai saat petualangan cinta yang fatal itu, ia adalahseorang suami yang baik. Ia tampan, kaya, dan dalam perjalanannya menujuke kursi jabatan paling penting di dunia itu, ia tak pernah memberi tempatbagi wanita lain dalam pikirannya, meski ia punya kesempatan yang luasuntuk memperdayakan istrinya.Ada hal kedua, yang mungkin merupakan ironi lebih besar: istri StantonRogers, Elizabeth, adalah wanita yang bersifat sosial, cantik, dan cerdas, dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->