Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
42Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
hukum perlindungan konsumen

hukum perlindungan konsumen

Ratings: (0)|Views: 3,820 |Likes:
Published by bekichod

More info:

Published by: bekichod on Aug 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2012

pdf

text

original

 
PRESENTASI EKONOMI POLITIK 
“PERLINDUNGAN KONSUMEN“
DISUSUN OLEH :ANDRYAN0802113160DOSEN PEMBIMBING :Drs. H. Zulkarnaini. SUDeni Setiawan., SE., M.Si
UNIVERSITAS RIAUPEKANBARU2010/2011
1
 
Masalah perlindungan konsumen semakin gencar dibicarakan. Permasalahan initidak akan pernah habis dan akan selalu menjadi bahan perbincangan di masyarakat.Selama masih banyak konsumen yang dirugikan, masalahnya tidak akan pernah tuntas.Oleh karena itu, masalah perlindungan konsumen perlu diperhatikan.Permasalahan yang dihadapi konsumen Indonesia saat ini, seperti juga yangdialami konsumen di negara – negara berkambang lainnya, tidak hanya pada soal caramemilih barang, tetapi jauh lebih kompleks, yaitu mengenai kesadaran semua pihak, baikdari pengusaha, pemerintah, maupun konsumen sendiri tentang pentingnya perlindungankonsumen. Pelaku usaha menyadari bahwa mereka harus menghargai hak-hak konsumendengan memproduksi barang dan jasa berkualitas, aman dimakan/digunakan, mengikutistandar yang berlaku, serta harga yang sesuai.
Latar belakang perlindungan konsumen
Hak konsumen yang diabaikan oleh pelaku usaha perlu dicermati secara seksama.Pada era globalisasi dan perdagangan bebas saat ini, banyak bermunculan berbagaimacam produk barang/pelayanan jasa yang dipasarkankepada konsumen di tanah air,baik melalui promosi, iklan, maupun penawaran barang secara langsung. Jika tidak berhati-hati dalam memilih produk barang/jasa yang diinginkan,konsumen hanya akan menjadi objek eksploitas dari pelaku usaha yang tidakbertanggung jawab. Tanpa disadari, konsumen menerima begitu saja barang/jasayang dikonsumsinya.Perkembangan perekonomian, perdagangan, dan perindustrian yang kian hari kianmeningkat telah memberikan kemanjaan yang luar biasa kepada konsumen karenaada beragam variasi produk barang dan jasa yang bias dikonsumsi. Perkembanganglobalisasi dan perdagangan besar didukung oleh teknologi informasi dantelekomunikasi yang memberikan ruang gerak yang sangat bebas dalam setiaptransaksi perdagangan, sehingga barang/jasa yang dipasarkan bisa dengan mudahdikonsumsi.Menurut Penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentangPerlindungan Konsumen (UU Perlindungan Konsumen), faktor utama yang menjadipenyebab eksploitasi terhadap konsumen sering terjadi adalah masih rendahnyatingkat kesadaran konsumen akan haknya. Tentunya, hal tersebut terkait erat denganrendahnya pendidikan konsumen. Oleh karena itu, keberadaan UU PerlindunganKonsumen adalah sebagai landasan hukum yang kuat bagi pemerintah dan LembagaPerlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) untuk melakukan upayapemberdayaan konsumen melalui pembinaan dan pendidikan konsumen.
Definisi Perlindungan Konsumen
Berdasarkan UU Perlindungan Konsumen Pasal 1 Angka 1 disebutkan bahwa
Perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastianhukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen
”. Kepastian hukum untukmelindungi hak-hak konsumen, yang diperkuat melalui undang-undang khusus,memberikan harapan agar pelaku usaha tidak lagi sewenang-wenang yang selalumerugikan hak konsumen. Dengan adanya UU Perlindungan Konsumen besertaperangkat hukum lainnya, konsumen memiliki hak dan posisi yang berimbang, dan2
 
mereka pun bisa menggugat atau menuntut jika ternyata hak-haknya telah dirugikanatau dilanggar oleh pelaku usaha.Perlindungan konsumen yang dijamin oleh undang-undang ini adalah adanyakepastian hukum terhadap segala perolehan kebutuhan konsumen, yang bermula dari”benih hidup dalam rahim ibu sampai dengan tempat pemakaman dan segalakebutuhan diantara keduanya”. Kepastian hukum itu meliputi segala upayaberdasarkab atas hukum untuk memberdayakan konsumen memperoleh ataumenentukan pilihannya atas barang dan/atau jasa kebutuhannya sertamempertahankan atau membela hak-haknya apabila dirugikan oleh perilaku pelakuusaha penyedia kebutuhan konsumen.
Sejarah Perlindungan Konsumen
Masalah perlindungan konsumen di Indonesia baru mulai terjadi pada dekade1970-an. Hal ini ditandai dengan berdirinya Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia(YLKI) pada bulan Mei 1973. Ketika itu, gagasan perlindungan konsumen disampaikansecara luas kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan advokasi konsumen, sepertipendidikan, penelitian, pengujian, pengaduan, dan publikasi media konsumen. Ketika YLKI berdiri, kondisi politik bangsa Indonesia saat itu masih dibayang-bayaingi dengankampanye penggunaan produk dalam negeri. Namun, seiring perkembangan waktu,gerakan perlindungan konsumen dilakukan melalui koridor hukum yang resmi, yaituibagaimana memberikan bantuan hukum kepada masyarakat atau konsumen.Berbagai kegiatan tersebut berbentuk pembahasan ilmiah/non ilmiah, seminar-seminar, penyusunan naskag penelitian, pengkajian dan naskah akademik RUU(perlindungan konsumen). Sekedar untuk mengingat secara historis, beberapadiantara kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:a.Seminar Pusat Studi Hukum Dagang, Fakultas Hukum Universitas Indonesiatentang masalah Perlindungan Konsumen (15-16 Desember 1975)b.Badan Pembinaan Hukum Nasional, Departemen Kehakiman RI, Penelitian tentangPerlindungan Konsumen di Indonesia (proyek tahun 1979-1980).c.Yayasan Lembaga Konsummen Indonesia, perlindungan kosumen indonesia suatusunbangan pemikiran tentang rancangan Undang- undang Perlindungan konsumen(1981).d. Departemen perdagangan RI bekerjasama dengan fakultas hukum UI, RUUtentnang perlindungan konsumen (1997)e. DPR RI, usul inisiatif DPR tentang UU perlindungan KonsumenDesember 1998.Selain pembahasan-pembahasan diatas masih banyak lagi lokakarya-lokakarya,seminar-seminar, berkenaan dengan perlindungan konsumen atau tentang produkkonsumen, dari berbagai aspeknya. Untuk hadirnya suatu UU tentang perlindungankonsumen yang terdiri dari 15 bab dan 65 pasal, ternyata dibutuhkan waktu tidakkurang dari 25 tahun sejak gagasan awal tentang UU ini dikumandangkan (1975-2000), meskipun masih ada kekurangan disana sini (selanjutnya menjadi tugas BadanPerlindungan Konsumen Nasional-BPKN). Sekalipun demikian ia merupakan suatukebutuhan seluruh rakyat indonesia yang kesemuanay adalah konsumen pemakai,pengguna atau pemanfaat barang dan atau jasa konsumen.Beberapa tahun belakangan ini, ada banyak masalah pelanggaran hak-hakkonsumen yang justru makin bertambah. Berbagai bentuk pelanggaran tersebutmenimbulkan keresahan yang sangat akut bagi kehidupan masyarakat. Masyarakat3

Activity (42)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Prasyadi Cesario liked this
Zainal Ilmi liked this
Mucizh Alfian liked this
Dahlia Tambajong liked this
Resa Elmayati liked this
Lucia Ariyanthi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->