Masalah perlindungan konsumen semakin gencar dibicarakan. Permasalahan initidak akan pernah habis dan akan selalu menjadi bahan perbincangan di masyarakat.Selama masih banyak konsumen yang dirugikan, masalahnya tidak akan pernah tuntas.Oleh karena itu, masalah perlindungan konsumen perlu diperhatikan.Permasalahan yang dihadapi konsumen Indonesia saat ini, seperti juga yangdialami konsumen di negara – negara berkambang lainnya, tidak hanya pada soal caramemilih barang, tetapi jauh lebih kompleks, yaitu mengenai kesadaran semua pihak, baikdari pengusaha, pemerintah, maupun konsumen sendiri tentang pentingnya perlindungankonsumen. Pelaku usaha menyadari bahwa mereka harus menghargai hak-hak konsumendengan memproduksi barang dan jasa berkualitas, aman dimakan/digunakan, mengikutistandar yang berlaku, serta harga yang sesuai.
Latar belakang perlindungan konsumen
Hak konsumen yang diabaikan oleh pelaku usaha perlu dicermati secara seksama.Pada era globalisasi dan perdagangan bebas saat ini, banyak bermunculan berbagaimacam produk barang/pelayanan jasa yang dipasarkankepada konsumen di tanah air,baik melalui promosi, iklan, maupun penawaran barang secara langsung. Jika tidak berhati-hati dalam memilih produk barang/jasa yang diinginkan,konsumen hanya akan menjadi objek eksploitas dari pelaku usaha yang tidakbertanggung jawab. Tanpa disadari, konsumen menerima begitu saja barang/jasayang dikonsumsinya.Perkembangan perekonomian, perdagangan, dan perindustrian yang kian hari kianmeningkat telah memberikan kemanjaan yang luar biasa kepada konsumen karenaada beragam variasi produk barang dan jasa yang bias dikonsumsi. Perkembanganglobalisasi dan perdagangan besar didukung oleh teknologi informasi dantelekomunikasi yang memberikan ruang gerak yang sangat bebas dalam setiaptransaksi perdagangan, sehingga barang/jasa yang dipasarkan bisa dengan mudahdikonsumsi.Menurut Penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentangPerlindungan Konsumen (UU Perlindungan Konsumen), faktor utama yang menjadipenyebab eksploitasi terhadap konsumen sering terjadi adalah masih rendahnyatingkat kesadaran konsumen akan haknya. Tentunya, hal tersebut terkait erat denganrendahnya pendidikan konsumen. Oleh karena itu, keberadaan UU PerlindunganKonsumen adalah sebagai landasan hukum yang kuat bagi pemerintah dan LembagaPerlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) untuk melakukan upayapemberdayaan konsumen melalui pembinaan dan pendidikan konsumen.
Definisi Perlindungan Konsumen
Berdasarkan UU Perlindungan Konsumen Pasal 1 Angka 1 disebutkan bahwa“
Perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastianhukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen
”. Kepastian hukum untukmelindungi hak-hak konsumen, yang diperkuat melalui undang-undang khusus,memberikan harapan agar pelaku usaha tidak lagi sewenang-wenang yang selalumerugikan hak konsumen. Dengan adanya UU Perlindungan Konsumen besertaperangkat hukum lainnya, konsumen memiliki hak dan posisi yang berimbang, dan2