Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Energi Terbarukan (Renewable Energy) untuk Indonesia

Energi Terbarukan (Renewable Energy) untuk Indonesia

Ratings: (0)|Views: 270 |Likes:

More info:

Published by: Muhammad Endro Sampurna on Aug 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/05/2014

pdf

text

original

 
1
Dorongan Menuju Energi Terbarukan untuk Indonesia
 
Refleksi Hari Bumi 2010
Muhammad Endro Sampurna
 22 April 2010, untuk ke 40 kalinya secara berturut-turut para pemerhatilingkungan hidup dari segala penjuru muka Bumi kembali memperingati HariBumi
 — 
hari di mana kita merenungkan kembali betapa besar beban Bumi untukmenyediakan sumberdaya alam bagi pasokan kebutuhan seluruh manusiasetiap waktunya. Hari di mana kita menyadari kembali bahwa setiap saat Bumidalam daur oksigen berupaya memastikan oksigen siap dihirup untuk 6,6 miliarpopulasi manusia yang hidup di atasnya. Begitu pun melalui mekanisme daur karbon. Bumisiap sedia untuk menampung emisi hasil aktivitas manusia, termasuk karbon monooksida,karbon dioksida, nitrogen oksida maupun metana.Melalui Hari Bumi kita diingatkan kembali bahwa melalui daur hidrologinya, Bumi senantiasamemastikan tersedianya pasokan air bersih untuk konsumsi 6,6 miliar lebih populasimanusia ditambah beragam spesies yang juga hidup di planet ini. Dan melalui daurekosistemnya, Bumi memastikan bahwa tanah yang dipijak manusia mampu memberikankesuburan bagi lahan pertanian dan pada akhirnya mampu menyalurkan pasokan pangandan bahan mentah bagi rantai produksi komoditas yang memang dibutuhkan keseharianmanusia. Bumi juga seolah senantiasa siap sedia untuk digerus, dieksplorasi dan dieksploitasiguna menemukan bahan tambang dan sumber migas untuk memastikan keberlangsunganperadabaan manusia yang memang sudah bergantung pada daya dukung sumberdayatersebut.Seperti 22 April 40 tahun silam kala Gaylord Nelson dianggap berhasil menggerakkanmahasiswa dan generasi muda Amerika Serikat saat itu untuk mengkritisi gaya hidupmasyarakat dan kebijakan politik pemerintah AS, maka ruh militansi gerakan lingkungan saatini juga berupaya mengingatkan khalayak ramai perihal tingkat konsumsi masyarakat danditambah dengan kepentingan ekonomi politik yang seolah tidak terbatas yang secaralangsung maupun tidak langsung memberikan tekanan luar biasa pada daya dukung Bumi.Esai ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang berimbang antara kebutuhanmanusia terhadap sumberdaya alam, termasuk kebutuhan manusia atas pasokan energi dandilemanya dalam fenomena kelangkaan sumberdaya alam (
eco-scarcity 
). Esai ini jugaditujukan sebagai dorongan atas kampanye sumberdaya alam terbarukan sebagai pemasokenergi alternatif sebagai upaya untuk memastikan tercapainya tujuan pembangunanberkelanjutan
 — 
memastikan pasokan energi untuk generasi saat ini maupun generasi masadepan serta kontribusinya untuk turut serta menangani isu perubahan iklim.
Bumi dalam Tekanan
 Telah beragam cara dilakukan oleh para pemerhati lingkungan guna memberikan pemahamanpada masyarakat luas termasuk para pengambil kebijakan politik tentang besarnya tekananpopulasi manusia terhadap Bumi. Steffen
et.al.
(2004) dalam
Global Change and the Earth System: A Planet Under Pressure 
memberikan ilustrasi yang menarik guna menghantarkanpemahaman pada kita atas betapa begitu besarnya tekanan manusia pada planet ini. Dalam
Tulisan ini dituliskan untuk
Serasi 
, Media Komunikasi Kementrian Lingkungan Hidup RI edisi 02/2010 dalamrangka memperingati Hari Bumi 2010. Silakan unduh di www.menlh.go.id/Serasi/tahun2010/Serasi_Edisi-02-2010.pdf  dengan menyertakan sumber tulisan.
Saat ini penulis aktif sebagai pengajar mata kuliah Politik Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam, FISIP UI(http://ilmu-politik.fisip.ui.ac.id
 
)dan peneliti pada Lingkar Studi CSR( www.csrindonesia.com).
 
2ilustrasi grafiknya, mereka menghantarkan pesan pada masyarakat luas bahwa semenjak faseRevolusi Industri dan kian diperhebat pada pasca Perang Dunia II telah terjadi peningkatan yang signifikan atas jumlah populasi manusia, akumulasi ekonomi manusia, dan tingkatkonsumsi manusia termasuk pada kebutuhan harian manusia; pasokan pangan, konsumsikertas, konsumsi air maupun jumlah kendaraan bermotor.Melalui penyajian grafik pula, Will Steffen dan kawan-kawan mencoba menghantarkanpemahaman pada kita bahwa kebutuhan harian per individu manusia itu pula yang telahberdampak secara dramatis atas keadaan Bumi saat ini. Tidak berimbangnya komposisi gasrumah kaca atmosfer, fenomena lubang ozon, perubahan bentang alam secara signifikanhingga fenomena kian hangatnya temperatur Bumi, anomali iklim, meningkatnya bataspermukaan laut, frekuensi banjir yang kian tinggi maupun kian meningkatnya angkakepunahan spesies flora-fauna merupakan indikator-indikator yang digunakan para ahli atastelah terjadinya perubahan sistem Bumi menuju degradasi kemampuan planet ini untukmendukung manusia dan tingkat konsumsinya yang melingkupi kehidupan manusia.
Tidak Ada Indikasi Penurunan Tekanan Manusia terhadap Bumi maupun Dampak PerubahanSistem Bumi Akibat Aktivitas ManusiaGrafik 1. Peningkatan Populasi, Aktivitas &Kebutuhan Manusia
Sumber: Steffen
et.al.
(2004:15)
Grafik 2. Perubahan Sistem Bumi sebagaiDampak atas Peningkatan Aktivitas Manusiasecara Dramatis
Sumber: Steffen
et.al.
(2004:17)
Atas begitu hebatnya tekanan populasi manusia pada Bumi maka ketika para ahli menghitungbesaran tingkat konsumsi manusia dan dibandingkan dengan daya dukung sumberdayaBumi, kesimpulan penelitian yang kontrovesial-lah yang kemudian mencuat. Kumpulan hasilriset para ahli yang didokumentasikan oleh WWF (2008:22) melalui
Living Planet Report 2008 
menyatakan bahwa bila aktivitas manusia diselenggarakan dalam kerangka
business-as-usual 
tanpa ada realisasi perubahan atas tingkat konsumsi, efisiensi atas pengelolaan sumberdayaalam maupun investasi pada sumberdaya alam, maka besar kemungkinan bila di 2030 Bumiakan mengalami defisit bio-kapasitas sebesar 100%. Artinya bahwa mulai pada periode itu
 
3populasi manusia akan membutuhkan dua planet Bumi sekaligus dengan kemampuankapasitas sumberdaya alam yang sama demi memenuhi angka konsumsi populasi manusiapada masa itu.
Energi dan Polemiknya
Atas tekanan aktivitas manusia terhadap Bumi seperti yang saya uraikan di atas, tetap sajasaya tidak dapat membayangkan peradaban masa kini lekang dari pasokan energi. Rasanyabesar kemungkinan bila di empat hingga lima dekade ke depan tekanan terhadap Bumi akankian menghebat, bukan berkurang sedikitpun. Argumentasinya adalah pertumbuhan populasimanusia dengan tren yang terus meningkat berarti pertumbuhan pula pada kebutuhanpemenuhan hidup penduduk tersebut, termasuk dengan pasokan energi. Dan telahdiprojeksikan bahwa di 2050 kebutuhan manusia atas energi akan bertambah dua hingga tigakali lipat dari akumulasi permintaan energi saat ini.Bahkan lembaga-lembaga berpengaruh seperti International Energy Agency (IEA) maupunWorld Business Council on Sustainable Development (WBCSD) telah mempublikasikanskenario sumberdaya energi hingga dua dan empat dekade ke depan. Melalui publikasi IEA(2007),
World Energy Outlook 2007,
maupun WBCSD (2007),
Walking the Talk on Energy and Climate,
dan dengan memperhitungkan kemampuan teknologi, modal intelektual sertasumberdaya finansial di banyak negara, kita dapat mengetahui bahwa skenario yang palingmemungkinkan dalam memastikan pasokan energi (minimal) hingga 2030 adalah dengantetap masih bergantung pada sumberdaya tak terbarukan (
unrenewable resources 
) seperti yang kita ketahui selama ini, walau juga terdapat dorongan diversifikasi energi pada inovasipengadaan energi berbahan dasar sumberdaya terbarukan (
renewable resources 
) maupunenergi alternatif lainnya seperti sumberdaya nuklir.
Ilustrasi 1. Projeksi Skenario Pasokan EnergiDunia Hingga 2050
Sumber: WBCSD (2007:2)
 
Grafik 3. Projeksi Pertumbuhan PermintaanKebutuhan Sumberdaya Energi Dunia Hingga2030
Sumber: IEA (2007:77)
 Masalahnya adalah sampai kapan penduduk Bumi
 — 
termasuk Indonesia
 — 
akan terusbergantung pada sumberdaya tak terbarukan tersebut. Di mana telah menjadi rahasia publikbahwa kemampuan daya dukung Bumi dalam deposit sumberdaya fosil tersebut kian menipisdi banyak ladang migas maupun tambang batubara. Seolah mengkonfirmasi
Hubbert’s Peak 
Theory 
 — 
terutama untuk deposit minyak bumi
 — 
bahwa telah sejak lama para ahli ekonomipolitik dan geologi memperingatkan bahwa ada risiko yang harus ditanggung oleh sebuah wilayah bila wilayah tersebut terlalu menggantungkan pasokan energi hanya bersandar padasumberdaya tak terbarukan, tidak paralel dengan investasi teknologi demi pengadaan energialternatif (Anderson
et.al.
(2007:5),
The Future of Oil 
).

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Janti Undari liked this
bukit_guest liked this
Rinoto C. Utomo liked this
burhanudin surya liked this
Gek Mas 'Sri' liked this
Gek Mas 'Sri' liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->