Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bongkar Perdana

Bongkar Perdana

Ratings: (0)|Views: 427 |Likes:
Published by AhmadBongkar
Insan Cita Menggugat Zaman
Insan Cita Menggugat Zaman

More info:

Published by: AhmadBongkar on Aug 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2012

pdf

text

original

 
 
CELOTEH PEMBUKA
 
Salam Perjuangan!!
Fata sua haben labelli;
setiap upaya punya ceritadi baliknya. Begitu halnyabuletin
BONGKAR 
ini.
BONGKAR BONGKAR BONGKAR BONGKAR 
B U L E T I N
 
SULUH KAOEM MOEDA INDONESIA
 
EDISI PERDANA, 17 MEI 2010
Gelisah & resah yangmendera segelintir kami,segera membuncahmenjadi SADAR akanMERDEKA. Denganmenggamit ungkapan;
verba valent scriptamanent,
maka hadirlah kehadapan pembacasekalian goresan-goresankecil tapi bermakna darikami sebuah altar dengannama;
BONGKAR 
 Bagi kami, jika menulis ituidentik dengan“membongkar” terhadapsegala bentuk penindas-an & ketidakadilan, makabahasa perlawanan adalahjenis “kelamin” yang kamianut. Sebab, berkata-katasaja tak akan memadaidan akan segera hilang,tapi menulis pasti abadi!Lebih-lebih menulis untuk melawan! Maka, kepada merekayang masih memper-
TUHAN 
-kan kebenaran &keadilan; Kepada mereka yangmasih sadar bahwa kitamasih terjajah;Kepada mereka yangmasih meyakini dalamhati & jiwanya, bahwa;penindasan &ketidakadilan harusdilawan.Kepada merekalah buletin
BONGKAR 
 ini terhadirkan.
Selamat Membaca!! 
 
Tidak tanggung-tanggung,bahkan setiap pendulum sejarahyang terjadi di negeri ini pun selaludisumbu oleh perjuanganmahasiswa. Era 1908, 1925, 1928,1945, 1965, 1974, 1978, dan 1998adalah sebuah altar (baca: panggung)dimana mahasiswa memainkanperan-peran strategis bagi terjadinyaperubahan yang dicita.Era dimana Tan Malaka,Soekarno, Hatta, Syahrir, Soe Hok Gie,Ahmad Wahib dan lain-lainnya hidupserta berjuang tentu saja sudahberakhir. Namun, tidak sepantasnyajika era kekinian mahasiswamenyembulkan noktah-noktah kelamyang mengingkari spirit generasiterdahulu.Kini, mahasiswa kerap terjerem-bab pada hedonisme, konsumerisme,dan bahkan pragmatisme yangsengaja dipajang oleh antek-antek kapitalisme global. Mahasiswasekarang lebih senang dianggap
modis,
 
aul 
dan
necis.
 Mereka lebih
ngeh
memajangadrenalinnya dalam berbusana bak parade selibritis. Mereka puntanpa sungkan bergonta-ganti
mode
demi memuaskan hasrat untuk dianggap
modis, gaul 
dan
necis,
tetapi mengosongkan “isikepala” mereka layaknya keledaiyang dungu. Mereka pun amat “rakus” seperti babi dalammengejar kenikmatan sesaat sertasemu. Mereka serba instan danteramat 
absurd 
dari realita. Itulahfenomena hedonisme dankonsumerisme yang tengahmenjangkiti sendi kehidupanmahasiswa yang
 permisif 
saat ini.Parahnya lagi, saat gejalaaktivisme merasuk ke dalam alampikir mereka, idealism bukanlahmenjadi dasar tiap-tiap gerakanyang mereka lakukan. Merekasering “bergerak-juang” mengatas-namakan rakyat, tapi (padakenyataannya) semata-mata untuk bersenggama pada kekuasaan.
 
INSAN CITA “MENGGUGAT” ZAMAN
 
Oleh : Muna Ayusta Ningrum
 
RUBRIK
 
BONGKAR 
 
EDISI PERDANA
 
OPINI
 
1) Muna Ayusta, 2) Agung el-Pasha.
RESENSI
 
IM Singodimedjo.
PUSAKA
 
(Puisi Sastra Kita)
Atick Hinata el-Khoss.
RUANG PUBLIK
olehPimred.
TESTIMONI
oleh PU
 
In statuta,
mahasiswa seakan memiliki
 privilege
tersendiri di antara strukturasi sosialyang ada. Betapa tidak, mereka (baca:mahasiswa) acap kali dianggap sebagai
agent of social change
dan lain sebagainya. Kiprah merekaselalu dinanti oleh masyarakat.
 
 
 
Maka, mencari jaringan
(mobiltas vertical)
secara pribadisegera menjadi “TUHAN” bagigerakan yang mereka ejawantah.Layaknya binatang pengerat berwujud Tikus; serta binatangpenjilat berwatak Anjing; sikapmereka yang penuh syahwat menjadi hamba (baca: budak)bagi tahta (kekuasaan) itu, tentusaja telah mengotori misi suci
(sacred mission)
pergerakanmahasiswa. Lantas, upaya salingsikut dan saling sikat terhadapsesama elemen gerakanmahasiswa yang penuh
 parodi
 serta dibumbui oleh intrik 
nan
 busuk, pun segera menjaditontonan. Pragmatisme inilahyang telah menggelayuti hampirdi setiap level elemen gerakanmahasiswa, baik itu gerakanyang ber-
locus
ekstra universitermaupun intra universiter.Sungguh ironis!
 
Kendati demikian, bukanlahberarti bahwa; segurat asa bagimembuncahnya sebuah gerakanmoral
(moral force)
yangdipelopori mahasiswa menjadi
sirna lan ilang kerta ing bumi,
alias raib begitu saja. Sebab,harapan pasti masih ada. Entahitu esok, lusa atau nanti.Apatisme serta sikap skeptisjelas bukan katarsis yang solutif.Impian demi menjadi”mahasiswa sejati” tentu menjadiniscaya adanya. Ekspektasi iniharuslah dibarengi denganikhtiar yang maksimal. Cara yangditempuh adalah denganmengurai ”benang kusut”pelbagai problematika yangmenggelayuti dinamika duniamahasiwa. Sebab, mereka tidak pantas untuk disalahkan begitu..saja. Menjadi
modis, gaul 
dan
necis
 bukanlah kesalahan, asal dibarengidengan upaya-upaya ”penyadaran”dari pihak-pihak terkait, demiterciptanya sebuah kehidupankemahasiswaan yang dinamis. Rasa
emoh
dan
ogah-ogahan
terhadaporganisasi kemahasiswaan yangcenderung pragmatis, pun harusdiretas dengan cara membuka”katup” selebar-lebarnya yangselama ini sengaja dibungkam secarasistemik. Organisasi kemahasiswaanyang ada dan telah dikenal selamaini amatlah mandul, sehingga tak mampu melahirkan benih-benihyang kelak akan melahirkanperubahan yang dicita oleh semuapihak.
 Spirit 
Insan Cita;
 Anugerah
yangTerlupakan?
Pasca tumbangnya RezimSoeharto pada 1998 lampau,gerakan mahasiswa seakankehilangan arah
(disoreintasi)
dalamsetiap jengkal gerakan danperjuangannya
.
Penyebab utamanyaadalah; hilangnya
spirit 
Insan Citadari relung kesadaran kaum terdidik (baca: mahasiswa) itu.Mereka gamang pada semangat zaman yang tak tentu arah. Di antaratuntutan (baca: pilihan) untuk memenuhi pelbagai asa orang tua,keluarga dan juga masyarakat yangharus mereka ejawantah selepaskuliah; dengan idealisme pribadiyang selalu mereka pikul, merekapun semakin limbung denganpilihan-pilihan tersebut. Lambat laun tapi (hampir) pasti, merekamakin melupakan
spirit 
Insan Citadalam setiap nafas kehidupannyasebagai kaum terdidik. AkhirnyaInsan Cita pun
sirna lan ilang kertaing bumi.
UNGKAPAN BIJAK
 
 Anugerah paling berharga yang diturunkan Tuhan ke dunia adalah  pemoeda-pemoeda pemberontak. Sebab, jangan-jangan, karena itu Tuhan menjadi ”ada” di dunia.
(Awang K. Aditya, 1998)
Sikap ”mengamini” terhadaprealitas ini, tentu merupakansikap
ahistoris
bagi kiprah danperjalanan panjang sejarahgerakan (baca: perjuangan)mahasiswa. Akan tetapi,menghadirkan kembali;
spirit 
Insan Cita dalam relungkesadaran mahasiswa jugabukan sebuah kerja
(ikhtiar)
 yang gampang untuk dilakukan.Pada konteks inilah maka,gugatan terhadap zaman pantasdikedepankan. Mereka (baca:mahasiswa) sudah seharusnyadiperkenalkan pada
spirit 
InsanCita sejak mereka memasukibangku perkuliahan, agar
anugerah
(terbesar)
 
itu tidak kian terlupakan.Karena itu, titik awal untuk menjadi ”mahasiswa sejati”haruslah dimulai denganmengenal dan memahami maknadari; ”INSAN CITA”. Maka,menjadi mahasiswa berartimenjadi ”INSAN CITA”, yakni;manusia merdeka yangsenantiasa mengejawantahpikiran dan tindakannya atasdasar nilai-nilai kebenaranuniversal yang idealis. Tanpa ini(baca:
Spirit 
INSAN CITA) janganharap perubahan akan muncul.Akhirnya, dengan menukilpepatah Latin;
tempora mutantur et nos mutamur illis;
”waktu ituterus bergulir, dan kita manusia(baca: mahasiswa) pun ikut berubah di dalamnya, menjadikeniscayaan yang tak dapat ditawar. Bukankah manusia(baca: mahasiswa) itu dikutuk untuk selalu berubah danberanjak ke arah yang lebih baik?
(Penulis adalah KorespondenBuletin
 
BONGKAR 
 )
 
 
SELAMAT ATAS TERBITNYAEDISI PERDANA BULETIN BONGKARSEMOGA SUKSES SELALU
 
DtoPENGURUS KOMISARIATHIMPUNAN MAHASISWA ISLAMINSAN CITA TULUNGAGUNG
B
anyak mahasiswa menjadikan agamasebagai candu hidup. Agama hanya sampaipada tahap memuaskan diri dan lupa akantanggung jawab terhadap masyarakat. Padahalpeduli terhadap masyarakat luas adalah tugasutama manusia sebagai representasi Tuhan(baca:
khalifah fil ardhi)
di muka bumi. Akankahmakhluk yang mencandukan agama layak untuk mendapatkan ganjaran atau malah akanmendapat siksa yang pedih? Ini harus kitatelisik secara
elegan,
kritis dan komprehensif.Membatasi kehidupan dengan “mengamal-kan ajaran agama Tuhan” (katanya), merupakansebuah keharusan yang dipeluk oleh umat yang taat pada ajaran Nabi. Begitu pula yang dianutmahasiswa. Tetapi persoalannya, agamakemudian dibengkokkan sedemikian rupasehingga menjadi “alat pembunuh” yang paling efektif demi merampas harta dan hak orang lain. Adakalanya mereka memakai agama sebagaihiasan jiwa-jiwa yang busuk penuh dengankebohongan dan kepalsuan. Adakalanya jugamereka memakai jubah agama untuk menutupidosanya. Ada juga yang memakai agamasebagai alat pengeruk kekayaan, bahkan sering melampaui batas kepemilikannya. Yang paling mengheran-kan, ada juga perilakunya yang seperti ular yang 
mengibas-ngibaskan 
ekoragamanya hanya untuk menarik perhatianlawan jenisnya. Tanpa peduli dengan pesantersurat agama yang penuh kesucian.Fenomena mahasiswa yang mengakuidirinya tidak paham soal agama, kemudianmereka membebek begitu. Inilah sebuah potretsingkat pilihan hidup manusia beragama.Pertanyaannya, apakah hal ini merupakantujuan Tuhan menurunkan agamanya.Kehidupan mahasiswa tidaklah samadengan kehidupan sebelumnya yaitu pada ranahpelajar. Mahasiswa senantiasa telah diberikebebasan untuk menentukan langkahnya -
 
ANTARA NALAR PROFETIK DAN AGAMA SEBAGAI CANDU
 
(Sebuah Refleksi Terhadap Religiusitas Mahasiswa Era Kekinian)
 
Oleh : Agung el-Pasha
dan bertanggung jawab terhadap setiapyang telah dikerjakan. Sebagai contohketika seorang pelajar terkena suatukasus hukum, maka orang tuanyalahyang secara langsung ikut bertanggung jawab terhadap perilaku anaknya.Namun setelah mahasiswa maka semuamenjadi tanggung jawab masing-masing.Bicara tentang mahasiswa religius,tentunya akan banyak pandangan yang berbeda. Katakanlah saat bicaratentang Islam, maka akan terkaitlangsung dengan berbagai macam hal,.karena pada dasarnya tidak ada satupun
 
manusia yang mampu menafsirkanIslam yang sebenarnya itu seperti apa?Banyak masyarakat kita yang terlalusibuk dengan dirinya sendiri sehinggasering melupakan ranah kehidupansosial, dan lebih sering terlibat dalamperdebatan fiqh yang tidak adagunanya.Dalam hidupnya mereka selaluterlibat dalam forum diskusi dalammasjid kampus, dengan tujuan yang sedikit banyak mengandung egoismesemata karena tidak lain hanyabertujuan meningkatkan ibadahritualitas semata, yang akhirnyabermuara pada surga.Inikah yang dinamakanmahasiswa religius? Kalau iya, makabersiaplah menuai kehancuran negeriini karena yang kaya semakin kaya, danyang miskin semakin miskin. Sebab,yang kaya semakin berpotensi untuk “masuk” surga karena merekaberkesempatan untuk memikirkan ritualibadahnya agar lebih baik. Sedang yang miskin peluang ke surga semakinterkubur, karena mereka hanya sempatuntuk mencari makan. Lantas, inikaharti religius yang kita damba dan kitacari?Kegelisahan demi kegelisahanmenghantui para pemeluk agama, sertajuga para pengamat agama. Inidisebabkan oleh tereduksinya agamamenjadi kumpulan sampah sabda yang tidak membumi dan meresap di jiwamanusia. Yang akhirnya membuatmanusia “kering” akan pesan-pesanagama.Beragama ataupun penghayat-ankeagamaan bukanlah sesuatu yang harusdihindari, tetapi malah merupakankeniscayaan setiap orang yang meyakiniadanya tuhan. Akan tetapi, saya
haqqul  yaqin,
bahwa tuhan pasti Maha Tahudengan kepalsuan-kepalsuan yang senantiasa terjulur dari lidah parapendo’a yang mendusta agamanya. Akhirnya, dengan menyitir kata-kata bijak yang pernah diungkapFeurbach;
requiem eternam deo; 
“biarlahtuhan beristirahat dalam kedamaianabadi”. Maka, jangan sekali-kalimengatasnamakan Tuhan untuk mengisi perutmu dan memenuhi hasratseksualmu.
Wallahu a’lam 
 

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
dina karunia liked this
Wahidpuja liked this
Vtrach Vthy liked this
Vtrach Vthy liked this
mobile_012 liked this
masgud liked this
budirich liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->