Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
65Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PIL KOMBINASI

PIL KOMBINASI

Ratings:

2.0

(1)
|Views: 5,660 |Likes:
Published by Sasono Udijanto

More info:

Published by: Sasono Udijanto on Aug 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/16/2013

pdf

text

original

 
PIL KOMBINASI
PENDAHULUAN
Kontrasepsi ialah usaha-usaha untuk mencegahterjadinya kehamilan yang dapat bersifat sementara ataupunbersifat permanen.
(1,2)
Daya guna kontrasepsi terdiri atas dayaguna teoritis (theoretical effectiveness) dan daya guna pemakaian(use effectiveness). Daya guna teoritis merupakan kemampuansuatu cara kontrasepsi untuk mengurangi terjadinya suatukehamilan yang tidak diinginkan apabila cara tersebut digunakanterus menerus dan sesuai dengan petunjuk yang diberikan.Sedang daya guna pemakaian merupakan kemampuan suatucara kontrasepsi dalam keadaan sehari-hari dimanapemakaiannya dipengaruh oleh faktor-faktor seperti tidak hati-hati,kurang taat pada peraturan dan sebagainya.
(1)
 Sampai saat ini belum ada kontrasepsi yang ideal. Cirikontrasepsi yang ideal ditentukan oleh beberapa faktor antara lain: dapat dipercaya, tidak menimbulkan efek yang mengganggukesehatan, daya kerjanya dapat diatur menurut kebutuhan, tidakmenimbulkan gangguan sewaktu koitus, tidak memerlukanmotivasi terus menerus, mudah pelaksanaannya, murah danmudah diterima oleh pasangan yang bersangkutan.
(1,2)
 Sejarah penemuan kontrasepsi hormonal dimulai tahun1897 dimana Beard menduga bahwa korpus luteum dapatmenghambat terjadinya ovulasi. Pada tahun 1920-an Herbelandtdan Fellner melaporkan terjadinya hambatan fertilitas padabeberapa macam binatang percobaan yang telah diberikanekstrak steroid. Dari konsep ini Doisy dkk pada tahun 1930sampai 1936 berhasil mengisolasi estrogen dan progesteron dariovarium. Pada tahun 1950-an setelah Pincus, Chang dan Rockmenemukan bahwa pemberian progesteron per oral dapatmenghambat ovulasi, hormon steroid ini dipakai untuk keperluankontrasepsi. Enovid (noretinodrel 10 mg dan mestranol 0,15 mg)telah digunakan sebagai percobaan kontrasepsi oral pertama diPuerto Rico pada tahun 1956 oleh Pincus dkk. Penelitianfarmakologi secara intensif dan percobaan klinik dilakukan untukmengikuti perkembangan dalam meminimalkan efek sampingyang ditimbulkan estrogen tanpa mengurangi efisiensi kontrasepsidan hasilnya disimpulkan bahwa dosis estrogen dapat diturunkanhingga mencapai 20 µg bahkan 15 µg pertablet. Percobaan inimembuktikan daya guna yang sangat tinggi sebagai kontrasepsi.Pada perkembangan dan percobaan selanjutnya telah dibuatberbagai pil KB dengan tujuan meningkatkan efektifitas,mengurangi efek samping dan meminimalkan keluhan pesertaKB.
(2,3,4)
 Metode kontrasepsi dengan keefektifan yang bervariasidan digunakan akhir-akhir ini adalah
(5)
:1.
 
Preparat kontraseptif oral2.
 
Preparat kontraseptif suntikan atau implan3.
 
Alat dalam rahim4.
 
Tehnik-tehnik rintangan yang bekerja secara fisik, kimiaatau fisikokimia5.
 
Koitus interuptus6.
 
Pantang berkala7.
 
Metode amenore laktasi8.
 
Sterilisasi permanenPada pemilihan berbagai jenis kontrasepsi khususnyakontrasepsi oral, yang terpenting adalah memilih jenis yangmemiliki khasiat kontrasepsi yang paling sedikit kegagalannyadan yang memiliki efek samping yang paling minimal. Walaupunmempunyai khasiat kontrasepsi yang sama tetapi belum tentusetiap individu memiliki kenyamanan yang sama.
(6)
 Dalam makalah ini akan dibahas mengenai kontrasepsioral khususnya pil kombinasi.
KONTRASEPSI ORAL
Berdasarkan kandungannya, kontrasepsi oral dibagi atas
(1,2,6,7)
:
1.
 
Pil Kombinasi
Merupakan sediaan yang paling banyak digunakan,dimana setiap tablet mengandung 20 – 100 µgetinilestradiol dan gestagen dalam dosis tertentu. Akandibahas lebih lanjut dalam makalah ini.
2.
 
Pil Sekuensial (bifasik)
Terdiri dari 14-16 pil yang mengandung derivat estrogendan 5-7 pil selanjutnya mengandung kombinasi estrogendan gestagen. Cara kerjanya mirip dengan suatu siklushaid normal, khasiat kontrasepsi hanya berdasarkanpada hambatan ovulasi oleh estrogen dalam fasepertama dan pada fase kedua gestagen hanya bergunauntuk menimbulkan perdarahan yang teratur. Pilsekuensial tidak seefektif pil kombinasi oleh karenanyaangka kegagalan relatif tinggi. Di Indonesia sediaan initidak pernah beredar.
3.
 
Pil Mini
Dikatakan pil mini karena dosis gestagen yangdigunakan sangat rendah. Gestagen yang digunakanadalah turunan nortestosteron seperti noretisteron 0,35mg, linestrerol 0,50 mg, levonorgestrel 0,03 mg. Ada judayang mengandung etinodral diasetat 0,35 mg ataukuingestanol 0,3 mg. Pil diminum tiap hari tanpa perlumemperhatikan saat terjadinya haid. Cara kerjanyabelum diketahui dengan pasti, beberapa diantaranyaadalah menekan sekresi gonadotropin, mempengaruhifungsi korpus luteum, menghambat nidasi,memperlambat gerakan tuba sehingga transportasi ovum
 
terganggu dan menekan produksi steroid diovarium.Keuntungan menggunakan pil mini dapat diberikan padawanita menyusui, wanita dengan hipertensi, wanitaperokok dan yang mempunyai riwayat penyakittromboemboli. Kerugiannya dapat terjadi kehamilanektopik.
4.
 
Pil Pascasanggama
Sediaan yang mengandung dietilstilbestrol (DES) atauestrogen dosis tinggi, dapat mencegah kehamilan jikadiberikan segera setelah koitus yang tidak dilindungi.Dietilstilbestrol 50 mg/hari atau etinilestradiol 1 mg/hariselama 5 hari, digunakan 24 jam atau selambat-lambatnya 48 jam pasca sanggama. Akhir-akhir inibanyak digunakan pil kombinasi estrogen dan gestagendengan dosis tinggi misalnya 100 µg etinilestradiol dan0,5 mg levonorgestrel. Sediaan lainnya, levonorgestrelsaja dengan dosis 0,3 – 1 mg digunakan paling lambat 3 jam pascasanggama, mefipristone 10 dan 50 mg dapatdigunakan sampai 120 jam pasca sanggama ataudanazol 800 – 1200 mg/hari.Cara kerjanya adalah mencegah terjadinya nidasi,meningkatkan motilitas tuba sehingga mengganggutransportasi ovum dan membuat endometrium menjaditidak fisiologis untuk proses nidasi. Perlu diingat pilpasca sanggama hanya berguna sebelum terjadinyaimplantasi. Efek samping yang pernah dilaporkan adalahterjadinya kelainan bawaan mayor, seperti kanker vulvapada penggunaan dietilstilbestrol dan efek teratogenikdari estrogen pada hewan percobaan.Berbagai bentuk kontrasepsi oral
(7)
.
No Nama dagang Gestagen Estrogen1. (jenis kombinasi)Microgynon 30Nordette 28Nordial 28Mercilon 28Marvelon 28Ovostat 28LyndiolGyneraDiane 35150 mcg Levonorgestrel150 mcg Levonorgestrel250 mcg Levonorgestrel150 mcg Levonorgestrel150 mcg Desogestrel1 mg Linestrenol2,5 mg Linestrenol75 mcg Gestroden2 mg Siproterone asetat30 mcg Etinilestradiol30 mcg Etinilestradiol50 mcg Etinilestradiol20 mcg Etinilestradiol30 mcg Etinilestradiol50 mcg Etinilestradiol50 mcg Etinilestradiol30 mcg Etinilestradiol35 mcg Etinilestradiol2.3.(jenis kombinasibertingkat)Triquilar EDTrinordial(Gestagen saja)Exluton 2850 mcg Levonorgestrel75 mcg Levonorgestrel125 mcg Levonorgestrel50 mcg Levonorgestrel75 mcg Levonorgestrel125 mcg Levonorgestrel0,5 mg Linestrenol30 mcg Etinilestradiol40 mcg Etinilestradiol30 mcg Etinilestradiol30 mcg Etinilestradiol40 mcg Etinilestradiol30 mcg Etinilestradiol
PIL KOMBINASI
Kontrasepsi oral steroid kombinasi adalah metodekontrasepsi yang paling efektif. Terdiri atas kombinasi estrogendan gestagen dalam dosis tertentu.
(1,2)
Estrogen dan gestagenyang dipakai adalah steroid sintetik dimana steroid sintetikmempunyai potensi yang lebih tinggi per unit dibandingkandengan steroid alamiah kalau ditelan per oral.
(1)
 Kandungan estrogen yang banyak digunakan ialahetinilestradiol dan mestranol (3 metil eter). Mestranol didalam hatiakan mengalami proses dimetilasi menjadi etinilestradiol.
(5,7,8)
 Sedangkan gestagen yang digunakan adalah derivat 19 nor-testosteron berupa noretinodrel, norethindron asetat, etinodialdiasetat dan norgestrel.
(1,7,8)
Saat ini telah tersedia juga gestagengenerasi ke-3 yang bersifat “Lipid friendly” yaitu desogestrel,gestoden dan norgestimat.
(2)
 Pil kombinasi adalah kontrasepsi oral yang paling seringdigunakan, diminum setiap hari selama 3 minggu dan dihentikanpemakaiannya selama 1 minggu, yang dalam waktu 1 minggu itubiasanya akan terjadi perdarahan dari uterus akibat penghentianpemakaian obat.
(5)
 
JENIS-JENIS PIL KOMBINASI
(2,6,7)
 
1.
Monofasik 
Pertama kali ditemukan oleh Pincus (Pincus Pill). Jenismonofasik paling banyak digunakan saat ini. Setiap tabletnyamengandung 30 -100 µg etinilestradiol (di beberapa negaraterdapat pula tablet dengan 10 dan 20 µg) dan gestagensintetik dengan dosis yang berbeda-beda. Kebanyakan efeksamping yang timbul disebabkan oleh kandungan estrogensehingga saat ini hampir semua pil kontrasepsi mempunyai
 
kadar estrogen yang rendah (20-35 µg etinilestradiol). Darisebagian besar penelitian, pemberian dosis 50 µgmenimbulkan efek samping yang sangat rendah.2.
Kombinasi bertingkat
(2,6,7)
 Jenis ini dibuat dengan maksud lebih mengurangi efeksamping yang ditimbulkan gestagen, yang dikenal dengan jenis2 tingkat dan 3 tingkat. Pada jenis 2 tingkat, tingkat pertamadosis gestagen sangat rendah menjadi 0,05 mg dan padatingkat kedua dosisnya menjadi 0,125 mg. Sedang dosisestrogen tidak berubah.Pada jenis 3 tingkat (contohnya Triquilar), 6 tablet pertamamengandung 0,05 mg Levonorgestrel dan 30 µg etinilestradiol;5 tablet berikutnya mengandung 0,07 mg Levonorgestrel dan 40µg etinilestradiol; 10 tablet terakhir mengandung 0,125 mgLevonorgestrel dan 30 µg etinilestradiol. Jadi selainpeningkatan dosis gestagen, dosis estrogen juga berubah.
MEKANISME KERJA
Khasiat kontrasepsi suatu pil kombinasi berdasarkanhambatan ovulasi, dimana secara sinergis estrogen dan gestagenbekerja dengan mekanisme umpan balik terhadap poroshipotalamus-hipofise sehingga tejadi hambatan sekresigonadotropin-releasing hormon (GnRH) dengan akibat tidakterjadi pelepasan FSH dan LH.
(2,9,10)
Dengan tidak adanya FSHmaka tidak terjadi maturasi folikel yang berakibat juga tidakadanya produksi estrogen oleh folikel dalam ovarium sehinggatidak terjadi pengeluaran LH. Akibat kurangnya FSH dan tidakadanya peningkatan kadar LH pada tengah-tengah siklus haidmenyebabkan gangguan dari ovulasi.
(1,7,9)
 Selain itu, estrogen dalam dosis tinggi dapat mempercepatperjalanan ovum dan gangguan proliferasi endometrium sehinggamengganggu implantasi ovum yang sudah dibuahi.
(1,7)
 Pengaruh gestagen dalam pil kombinasi adalahmemperkuat daya kerja estrogen dalam menghambat ovulasiakan tetapi gestagen sendiri dalam dosis yang tinggi juga dapatmenghambat ovulasi.
(1,10)
Khasiat lain dari gestagen adalahmemperkental lendir serviks sehingga menghalangi penetrasispermatosoon masuk ke dalam uterus, mempengaruhiendometrium sehingga mengganggu implantasi ovum yang telahdibuahi dan mengganggu motilitas tuba.
(6,9)
 
CARA PEMBERIAN
(1,2,4,5,8)
 
Pil kombinasi biasanya tersedia dalam kemasan berisi 21pil dan ada juga yang berisi 28 pil dimana 7 pil terakhir hanyaberupa plasebo yang berisi preparat besi atau vitamin. Pildiminum tiap hari 1 pil terus-menerus dan diminum saat-saattertentu agar tidak mudah lupa misalnya malam sebelum tidur,makan malam atau setelah menggosok gigi. Baik yang berisi 21atau 28 pil mempunyai prinsip minum yang sama yaitu 3 mingguminum dan 1 minggu istirahat minum pil.Untuk mudahnya :1.
 
Bila menggunakan kemasan 21 pil. Setelah habis 1kemasan, istirahat minum pil selama 7 hari kemudianminum pil kemasan baru.2.
 
Bila menggunakan kemasan 28 pil. Setelah habis 1kemasan, langsung minum kemasan baru tanpa faseistirahat.Bila terjadi lupa minum pil :1.
 
Lupa 1 pil, maka segera minum pil yang terlupa dan pil yangselanjutnya diminum seperti saat biasanya.2.
 
Lupa 2 pila.
 
Terjadi selama minggu pertama atau kedua, makaakseptor harus minum 2 pil selama 2 hari berturut-turut dan pil selanjutnya diminum seperti saatbiasanya (belum diperlukan tapi disarankan untukmemakai kontrasepsi tambahan misalnya kondomselama 7 hari).b.
 
Terjadi selama minggu ketiga, maka akseptor harusminum 1 pil
 
sehari sampai hari minggu berikutnyadan pada hari itu mulai dengan kemasan baru (ataubisa langsung saja dengan pil kemasan baru) danharus menggunakan kontrasepsi tambahan sampaimulainya siklus haid berikutnya atau sekurang-kurangnya 7 hari.3.
 
Lupa 3 pilSama dengan lupa 2 pil pada minggu ketiga atau dapat jugaminum 2 pil selama 3 hari berturut-turut dan disertaipenggunaan kontrasepsi tambahan sampai mulainya siklushaid berikutnya atau sekurang-kurangnya 7 hari.4.
 
Sedang diare atau muntah-muntahPil tetap diminum tiap hari seperti biasanya danmenggunakan kontrasepsi tambahan sampai 7 hari setelahsembuh.Dengan aturan 3 minggu minum dan 1 minggu istirahatminum pil akan menghasilkan perlindungan yang mutlak terhadappembuahan. Penggunaan pil untuk pertama kalinya sebaiknyatidak melewati hari ke-5 dari permulaan haid atau dalam waktu 3minggu setelah melahirkan atau dalam waktu 14 hari pascatindakan pada abortus untuk mencegah terjadinya induksi ovulasikarena pada wanita normal dengan folikel yang matur dan segeraakan mengalami ovulasi spontan, pada kondisi ini pemberiankontrasepsi oral akan memicu ovulasi yang sesungguhnya.
(4,5,6)
 

Activity (65)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Reza Novianda liked this
saswae liked this
utamidian liked this
utamidian liked this
dorchidpearl liked this
Frina Erindriani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->