Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
puisi harapan

puisi harapan

Ratings: (0)|Views: 5,440|Likes:
Published by monika meitasari

More info:

Published by: monika meitasari on Aug 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/20/2011

pdf

text

original

 
Harapan
Monika Meitasari Astuti (X7-20)
Sekian lama aku menanti  Menanti ketidakpastian, Yang orang dungu pun tahu, hal itu tak mungkin terjadi  Ku coba pasrah, menanti datangnya ketidakpastian  Ku serahkan semua kehadirat-Nya Tanpa diduga, kau yang dulu hanyalah sebuah khayalan bagiku,Bak khayalan si Kabayan,Bak seekor semut kecil yang menghayal punya sayap indah  Kau pun datang secara tiba-tiba,Tanpa kuduga sebelumnya Tanpa ku angan-angan sebelumnya  Disaat hatiku mulai putus asa menanti ketidakpastian ini  Kau beri harapan padaku, Kau beri perhatian padaku, Hari-hari terasa lebih berwarna oleh kehadiranmu Tlah kita rajut bersamamu«Tentang kedamaian, kesetiaan, dan kebahagiaan  Kini«Tak satupun dari kenangan itu menjelma makna  Kau yang dulu selalu kuharap, Kau yang dahulu kupuja,
 
 Kau yang dahulu kukasihi, Kau yang selalu mengisi kehidupanku dengan warna indah, Kau yang beri-ku tentang sebuah arti hidup, Hilang« pergi« entah kemana  Kau yang dulu datang dengan cara indah,Secepat itukah kau pergi?  Dengan ketidakpastian ini?  Dilema besar melanda hidupku  Untuk apa semua ini?  Untuk apa kau beri harapan padaku?  Untuk apa????  Jika akhirnya hanyalah dusta belaka macam ini?  Jika akhirnya kau dustai aku dengan semua kebohongan ini,dengan kata-kata manis yang terucap dari bibirmu, Dengan janji-janji palsu yang kau beri?  Hati ini tersayat-sayat,Perih«Bagai ditusuk pedang bermata dua Tapi mengapa?? Bayang tentang dirimu, Wajahmu, perhatianmu, hingga senyummu Tak pernah sekalipun lepas dari relung jiwaku  Mungkinkah aku terlanjur mencintaimu?  Mungkinkah aku hanya terbuai oleh rayuan semata?  Mungkinkah ini yang disebut cinta sejati? 
 
 Mungkinkah aku terlalu mengharapkanmu? Tlah ku coba berpaling ke lain hati,Tapi tak bisa  Hanya bayang lalu-mu yang teringat jelas di memori ini« Dimanapun ku berada, Dimanapun kau berada« Aku hanya ingin kau tahu Bahwa hati ini tulus mencintaimu« Ku terlanjur terperosok kedalam jurang cintamu,Tercekik dalam gantungan cintamu  Walau kutahu  Kini engkau telah pergi jauh  Jauh tinggalkan hati ini  Dan« Mungkin takkan kembali lagi  Kutahu suatu saat akan ku hapus semuanya Semua harapan yang membelengguku  Kutahu suatu saat  Akan ada sebuah era baru  Kutahu suatu saat kita akan bertemu lagi Saat seakan kau tak mengenalku Saat aku sudah tak peduli« Dan saat ku tak mencintaimu lagi  Namun biarkan harapan ini tetap ada«

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rahman liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->