Pengertian Pers dan Ciri-Ciri Pers
Istilah ³pers´ berasal dari bahasa Belanda, yang dalam bahasa Inggris berarti press. Secaraharfiah pers berarti cetak dan secara maknawiah berarti penyiaran secara tercetak atau publikasisecara dicetak (printed publication).Dalam perkembangannya pers mempunyai dua pengertian, yakni pers dalam pengertian luas dan pers dalam pengertian sempit. Dalam pengertian luas, pers mencakup semua media komunikasimassa, seperti radio, televisi, dan film yang berfungsi memancarkan/ menyebarkan informasi, berita, gagasan, pikiran, atau perasaan seseorang atau sekelompok orang kepada orang lain.Maka dikenal adanya istilah jurnalistik radio, jurnalistik televisi, jurnalistik pers. Dalam pengertian sempit, pers hanya digolongkan produk-produk penerbitan yang melewati proses percetakan, seperti surat kabar harian, majalah mingguan, majalah tengah bulanan dansebagainya yang dikenal sebagai media cetak.Pers mempunyai dua sisi kedudukan, yaitu: pertama ia merupakan medium komunikasi yangtertua di dunia, dan kedua, pers sebagai lembaga masyarakat atau institusi sosial merupakan bagian integral dari masyarakat, dan bukan merupakan unsur yang asing dan terpisahdaripadanya. Dan sebagai lembaga masyarakat ia mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lembaga-lembaga masyarakat lainnya
Pers sebagai Medium Komunikasi
Ditinjau dari kerangka proses komunikasi, pers tidak lain adalah medium (perantara) atau saluran(channel) bagi pernyataan-pernyataan yang oleh penyampainya ditujukan kepada penerima yaitukhalayak. Dalam proses komunikasi melalui media terdapat 5 unsur atau komponen yangterlibat, yaitu (1) penyampai, (2) pesan, (3) saluran, (4) penerima, (5) efek. Pers hanya sebagaisaluran bagi pernyataan umum. Yang bertindak sebagai penyampai bukan individu biasa sepertiyang terdapat dalam komunikasi tatap muka, melainkan individu yang bekerja pada surat kabar,majalah, studio radio, televisi, dan sebagainya. Dalam penyampaian pernyataan tersebut ia tidak bertindak sebagai individu biasa, melainkan sebagai bagian atau mewakili media massa. Jadi iasendiri tidak menampilkan atau mencantumkan namanya, seperti lazimnya dalam media massa.Ia adalah orang yang anonim.Wilbur Schramm menyebutnya sebagai institutionalized person. Sekalipun harus diakui bahwatidak semua individu bekerja secara anonim, sebab ada juga orang yang bekerja pada persuratkabaran secara terang-terangan, misalnya seorang kolumnis. Ia adalah orang yang secara periodik dengan menyebutkan atau menuliskan namanya dalam penyelenggaraan suatu rubrik tertentu. Seorang kolumnis dapat juga digolongkan sebagai opinion leader atau pembentuk pendapat umum. Karena namanya sudah merupakan jaminan bagi mutu tulisannya, dan tulisanitu dijadikan pedoman bagi pembaca-pembacanya yang setia. Bahkan pengaruh seorangkolumnis kadang-kadang sampai sedemikian besarnya, sehingga sebagai perseorangan ia mampumempengaruhi kebijaksanaan politik pemerintahnya.