Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
9Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peran Penting Seorang Ibu Bagi an Anak

Peran Penting Seorang Ibu Bagi an Anak

Ratings: (0)|Views: 2,768|Likes:
Published by Qq

More info:

Published by: Qq on Aug 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/13/2013

pdf

text

original

 
Peran penting seorang ibu bagi perkembangan anak
Tugas-tugas keibuan merupakan pekerjaaan yang paling terhormat dan membutukanketrampilan di dunia ini. Terlaksananya tugas ini sangat penting bagi pemeliharaandan perlindungan anak terutama di masa-masa awal pertumbuhannya. Walaupuntugas keibuaan sebenarnya adalah tugas yang full time, tak berarti ayah sebagaipencari nafkah tak ikut serta bertanggung jawab. Tak ada satu jenis pekerjaan pun yang dapat merampas seorang ibu dari tugas keibuaanya. Dan Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil alih tugas keibuaan tersebut. (Dr. A. Majid Katme) 
 Pernyataan tersebut memuat penghargaan tentang peran ibu yang dinilai sebagai peran yang tak tergantikan. Mengapa peran ibu tak tergantikan? Karena ibu merupakan sekolah pertama bagianak-anaknyaPertumbuhan generasi suatu bangsa pertama kali berada di tangan ibu. Di tangan seorang ibu pulalah pendidikan anak ditanamkan dari usia dini.
 Neuman (1990)
berpendapat bahwa usia 20-22 bulan merupakan masa penting hubungan ibu-anak dan pembentukan diri individu, yangdisebut Neuman primal relationship. Para ahli social learning berpandangan bahwa apa yangdilakukan oleh ibu terhadap anaknya merupakan proses yang diadopsi oleh si anak melalui proses social-modelling. Cara ibu mengasuh sangat berperan, apakah dengan penuhkelembutan,kesabaran dan kasih sayang ataukah dengan caci maki,kekerasan, dan amarah serta penolakan akan membentuk perilaku anak.Terabaikannya peran ibu sebagai pendidik dan pembimbing anak-anak, dapat menyebabkananak-anak yang terabaikan pula, hal ini dimungkinkan karena ibu kurang meluangkan waktunya.Semisal ibu yang lebih senang berkarir di luar rumah ketimbang di dalam rumah yang secara fulltime mengasuh anak-anaknya. Memang tidak seratus persen benar jika ibu yang full time beradadi rumah akan menjadikan anak-anaknya sebagai generasi yang berkualitas. Bagaimanapun pencapaian kualitas waktu yang diluangkan berhubungan langsung dengan kuantitas waktu yangdiluangkan ibu untuk mengasuh dan membimbing anak-anaknya.source:concern
IBU adalah segalanya, dialah penghibur di dalam kesedihan, pemberi harapan di dalam penderitaan, danpemberi kekuatan di dalam kelemahan. Dialah sumber cinta, belas kasih, simpati, dan pengampunan.Manusia yang kehilangan ibunya berarti kehilangan jiwa sejati yang memberi berkat dan menjaganyatanpa henti.Itulah rangkaian kata-kata dari penyair Kahlil Gibran (1883-1931) dalam menggambarkan sosok seorangibu dan betapa besar peran yang dijalankannya. Menurut psikolog Clara Istiwidarum Kriswanto, peran ibumemang sangat penting. Karena awal usia pertumbuhan dan perkembangan anak baik secara fisikmaupun emosional tidak bisa dilepaskan dari peran seorang ibu.
Seperti yang disampaikan Mario Teguh dalam acara, dengan judul ³
 A
mother¶s prayer 
´
di MetroTV tanggal 21 Desember 2008, Mario Teguh menyatakan ³Ibu tak pernah cuti, tak ada lembur.Keberhasilan ibu adalah keberhasilan anak-anaknya, serta kesedihan anak-anaknya adalah
 
kesedihan ibunya.
´
Selanjutnya Mario Teguh juga mengatakan, bahwa ³ibu menjadi tempat bersandar banyak orang. Ibu menginginkan anaknya berdiri tegak, berjalan dan mempunyaikehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, sebaiknya kita sesedikit mungkin bercerita pada beliau, karena begitu masalah yang kita hadapi telah selesai, ibu masih kepikiran
´
.Pada saat si anak masih dalam kandungan, ibu harus telah mempersiapkan diri, mendisiplinkandiri, agar anak telah menjadi disiplin sejak masih di dalam kandungan. Seorang anak tidak ingindilahirkan, namun orangtua lah yang menginginkan kelahiran anak-anaknya, sebagai penyambung keturunan nya. Ibu yang telah mempersiapkan diri, akan lebih tenang dalammenghadapi kesulitan, baik dalam masa kehamilan, proses kelahiran, maupun merawat bayinyadengan penuh kasih sayang setelah anak lahir dengan selamat.Perkembangan kepribadian dan perilaku anak, sangat ditentukan oleh bagaimana orangtuamendidiknya, disini peran ibu sangat penting. Ibu lah yang mengandung selama 9 bulan,kemudian menyusui, serta menimang anaknya«.. selain itu juga mengajarkan anak-anaknyasejak anak bisa mengerti. Mengajarkan etika, agama, dan pelajaran lain yang akanmengembangkan pola pikir dan perilaku anak ke arah yang baik.Semakin anak besar, tentu saja ibu tak selalu bisa mendampingi anak-anaknya, tapi ibu yakin jalinan yang ada antara ibu dan anaknya. Ibu akan terus berdoa, dan menyerahkan anak padaAllah swt, dan semoga dijauhkan dari segala marabahaya. Dan ibu percaya, doa-doa ibu yangdipanjatkan akan menyertai perjalanan anaknya kemanapun dia berada, dan selalu menjadi penerang atas kehidupannya.Ibu akan tahu dan merasa, apakah anaknya sedang resah, dan sedang mempunyai masalah yang belum dapat diselesaikan. Ibu akan menunggu, apakah anak akan datang untuk memohon doaibu, atau anak akan berusaha menyelesaikan sendiri. Ibu tetap akan mendoakannya.
Di dunia ini, tak seorang pun ingin anaknya bodoh, sakit-sakitan, ataupun menjadi tidak sukses. Laluapakah para orang tua sudah mengerti bagaimana menjadikan anak sebagai aset berharga? Sebagianmenjawab tidak, manakala melihat gejala sekitar bahwa anak sering menjadi komoditas sebelumwaktunya, anak dibuang dan disia-siakan bahkan dibunuh oleh orang tua kandungnya sendiri.Pengasuhan sangat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu setiapkeluarga perlu mendidik anak agar menjadi manusia yang sehat, cerdas, dan sejahtera lahir batin.
FaktorBerpengaruh
Profesor Urie Bronfenbrenner (1979) mengemukakan teori ekologi yang menyatakanbahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh sistem interaksi yang kompleks dengan berbagai tingkatan
 
lingkungan sekitarnya. Lingkungan anak digambarkan sebagai rangkaian struktur yang meliputi interaksiyang saling berhubungan antara di dalam dan di luar rumah, sekolah dan tetangga dari kehidupan anaksetiap hari. Interaksi ini menjadi motor atau penggerak dari perkembangan anak. Dalam teori ekologiperkembangan anak, anak merupakan pusat dari lingkaran, di kelilingi oleh berbagai lingkaran sisteminteraksi yang terdiri dari sistem mikro, sistem meso, sistem exo, dan sistem makro yang satu sama lainsaling memengaruhi. Ketika masih bayi lingkungan mikro, anak hanya meliputi orang tua dan saudara-saudara kandungnya, juga pengasuhnya bila bayi tersebut mendapat pelayanan di tempat penitipananak (day care centers). Dengan bertambahnya usia anak menjadi usia sekolah, sistem mikronyaberkembang meliputi tempat penitipan anak dan sekolah. Hal paling penting dari sistem mikro adalahkontak dan interaksi langsung orang dewasa dengan anak dalam jangka waktu yang cukup panjang danintensif. Sistem meso adalah lingkaran yang ditunjukkan dengan interaksi antarkomponen dalam sistemmikro anak. Perkembangan anak amat dipengaruhi oleh keserasian hubungan antarkomponen dalamsistem mikronya. Sebagai contoh, hubungan antara rumah dan sekolah, guru dan orang tua. Prinsiputama dari sistem meso adalah semakin kuat dan saling mengisi interaksi antar komponen dalam sistemmeso, semakin besar pengaruh dan hasilnya pada perkembangan anak. Sistem exo merupakan lingkaranyang menunjukkan sistem sosial yang lebih besar dan anak tidak langsung berperan di dalamnya tetapiinteraksi komponen sistem ini seperti dalam bentuk keputusan pada tataran lembaga yang mempunyaihubungan dengan anak, berpengaruh terhadap perkembangan anak. Keputusan-keputusan dari tempatkerja orang tua, komite sekolah, atau lembaga perencanaan adalah contoh dari sistem exo yang dapatmemengaruhi anak, baik positif maupun negatif meskipun anak tidak langsung terlibat dalam lembaga-lembaga tersebut. Contoh lain adalah kekejaman orang dewasa yang terjadi di lingkungan tempattinggal anak yang dapat berpengaruh pada kesulitan anak untuk tidur. Sistem makro adalah lingkaranterluar dari lingkungan anak. Lingkaran ini terdiri dari nila-nilai budaya, hukum dan peraturanperundangan, adat kebiasaan, kebijakan sosial dan lain sebagainya. Seluruh komponen dari sistem ini juga berpengaruh terhadap perkembangan anak. Media massa seperti tayangan TV yang termasuksistem makro mempunyai pengaruh sangat nyata terhadap perkembangan anak.
P
engasuhan
Polapengasuhan anak merupakan seluruh interaksi antara subjek dan objek berupa bimbingan, pengarahandan pengawasan terhadap aktivitas objek sehari-hari yang berlangsung secara rutin sehinggamembentuk suatu pola dan merupakan usaha yang diarahkan untuk mengubah tingkah laku sesuaidengan keinginan si pendidik atau pengasuh (Sears, Maccoby & Levin, 1976; Gunarsa, 1997). Peran ibuadalah sebagai pelindung dan pengasuh. Seorang ibu, tua maupun muda, kaya atau miskin secaranaluria tahu tentang garis-garis besar dan fungsinya sehari-hari dalam keluarga. Ibu adalah pendidikpertama dan utama dalam keluarga, khususnya bagi anak-anak yang berusia dini. Oleh karena ituketerlibatan ibu dalam mengasuh dan membesarkan anak sejak masih bayi dapat membawa pengaruhpositif maupun negatif bagi perkembangan anak di masa yang akan datang. Pola pengasuhan positif misalnya penyusuan langsung dari ibu kepada bayi (skin to skin contact) amat penting bagi tumbuh-kembang anak. Hingga bayi berusia enam bulan, ASI merupakan makanan yang paling baik denganberbagai keunggulan yang tidak dimiliki susu formula membuat anak lebih kebal terhadap penyakit dantidak menderita kelebihan gizi. Sebaliknya, pengaruh negatif ibu dalam mengasuh anak seperti terlalumelindungi dapat menyebabkan anak menjadi lambat perkembangan kepribadiannya. Kenyataan bahwapola asuh dalam keluarga utuh dan dalam satu rumah, serta serta hanya satu yang berperan sebagai ibuadalah tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya oleh semua orang tua baik di Indonesia maupun di negara

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ali Sofyan liked this
Arif Febriyanto liked this
Mirda Tiarasari liked this
IyRa Si Coklat liked this
IyRa Si Coklat liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->