Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
04. Sipnosis Tesis (106 ~ 130)

04. Sipnosis Tesis (106 ~ 130)

Ratings: (0)|Views: 661|Likes:
Published by tangkilisanharly
ANALISIS KESALAHAN UNGKAPAN BERI-TERIMA BAHASA JEPANG TERHADAP MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MANADO
Nama Nim : Johnly Harly Tangkilisan : 019686

Abstrak Ungkapan beri-terima di dalam bahasa Jepang adalah ungkapan yang menyatakan tindakan beri maupun terima barang dan jasa yang di dalamnya terkandung leksikal kata kerja beri-terima. Faktor utama pada saat menyatakan ungkapan ini terletak pada pemakaian kata kerja, tetapi tidak serta-merta dengan mengerti kata kerjanya kita dapat menyatakannnya de
ANALISIS KESALAHAN UNGKAPAN BERI-TERIMA BAHASA JEPANG TERHADAP MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MANADO
Nama Nim : Johnly Harly Tangkilisan : 019686

Abstrak Ungkapan beri-terima di dalam bahasa Jepang adalah ungkapan yang menyatakan tindakan beri maupun terima barang dan jasa yang di dalamnya terkandung leksikal kata kerja beri-terima. Faktor utama pada saat menyatakan ungkapan ini terletak pada pemakaian kata kerja, tetapi tidak serta-merta dengan mengerti kata kerjanya kita dapat menyatakannnya de

More info:

Published by: tangkilisanharly on Aug 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/18/2010

pdf

text

original

 
ANALISIS KESALAHAN UNGKAPAN BERI-TERIMA BAHASAJEPANG TERHADAP MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MANADO
 Nama: Johnly Harly Tangkilisan Nim: 019686
Abstrak 
Ungkapan beri-terima di dalam bahasa Jepang adalah ungkapan yangmenyatakan tindakan beri maupun terima barang dan jasa yang di dalamnyaterkandung leksikal kata kerja beri-terima. Faktor utama pada saat menyatakanungkapan ini terletak pada pemakaian kata kerja, tetapi tidak serta-merta denganmengerti kata kerjanya kita dapat menyatakannnya dengan baik. Di lain pihak  pemakaian kata kerjanya sangat tergantung kepada kehadiran pronomina persona(persona pertama, kedua, dan ketiga) dari pemberi dan penerima. Itu sebabnya,di dalam menyatakan ungkapan ini kedudukan leksikal kata kerja dan personaharus dapat dipahami dengan baik di samping faktor lain yang ada seperti performansi berbahasa dan lain-lain.Analisis kesalahan adalah suatu proses kerja yang biasanya digunakan oleh para peneliti dan guru bahasa. Kegiatan analisis kesalahan yang dilakukan olehguru, sesungguhnya memberikan manfaat tertentu untuk proses ke depan.Menurut Pateda (1989:35) analisis kesalahan dapat membantu guru untuk mengetahui jenis kesalahan yang dibuat pembelajar yaitu daerah kesalahan, sifatkesalahan, sumber serta penyebab kesalahan. Temuan-temuan terhadap kesalahantersebut dapat menjadi umpan balik dalam pengevaluasian, perencanaan penyusunan materi dan strategi pengajaran. Apabila pengajar telah menemukananeka ragam kesalahan maka pengajar dapat mengubah metode dan teknik  pengajaran yang dia gunakan sebelumnya, dan dapat menekan aspek bahasa yang perlu diperjelas atau membuat rencana pengajaran remedi.Rumusan masalah dalam penelitian ini dapat dirinci sebagai berikut yaitu; (a)Bagaiamana kesalahan dan kekeliruan yang dibuat oleh para pembelajar dalammenyusun ungkapan beri-terima barang/jasa bahasa Jepang denganmemperhitungkan aspek gramatikal dan kontekstual pertuturan.
(
 b)106
 
Kecenderungan kesalahan dan kekeliruan yang dibuat oleh pembelajar.
 
(c)Tendensi terjadinya kesalahan berbahasa dalam ungkapan ini.Mencermati rumusan masalah yang dibuat di atas maka tujuan penelitian ini,yakni; (a) Memperoleh gambaran mengenai kesalahan dan kekeliruan penggunaan gramatikal pada tataran leksikal kata kerja. (b) Memperolehgambaran mengenai kesalahan dan kekeliruan penempatan gramatikal padatataran pronomina persona. (c) Memperoleh gambaran mengenai terjadinyainterferensi ke dalam bentuk kalimat pasif. (d) Memperoleh gambaran mengenaikekeliruan dalam pertuturan secara kontekstual. (e) Memperoleh informasimengenai tendensi terjadinya kesalahan secara umum.
1. Gambaran Umum mengenai Ungkapan Beri-terima Bahasa Jepang
Dalam buku
 Atarashii Nihongogaku Nyuumon
karangan
 
Iori (2001:115)dijelaskan bahwa ungkapan beri-terima adalah ungkapan yang di dalamnyaterkandung kata kerja beri-terima
.
Iori
 
mengklasifikasikan jenis kata kerja beri-terima yang digunakan dalam ungkapan beri-terima ke dalam dua bagian yaitu
hikeigokei
atau bentuk kurang hormat dan
keigokei
atau bentuk hormat. Kata kerja beri-terima yang termasu
hikeigokei
seperti
 yaru, ageru, kureru, morau
sedangkan yang termasuk 
keigokei
seperti
 sashiageru, kudasaru, itadaku.
Uraianini akan mengingatkan kita akan seorang Jepang yakni Yoshida
 
yangmengungkapkan pandangan tidak jauh berbeda dengan apa yang sudah diutarakanoleh Isao tadi. Yoshida
 
(1990:202)
 
mengungkapkan bahwa ketiga kata kerja yaitukelompok 
keigokei
merupakan pasangan bentuk hormat dari ketiga kata kerjakelompok 
hikeigokei
yang digunakan dalam menyatakan rasa hormat karena perbedaan status, kedudukan, atau umur.Yoshida
 
(1990:202) mengutarakan bahwa di dalam menyatakan ungkapan beri-terima faktor utama di dalam memilih kata kerjanya adalah gramatikal
orang 
atau kata ganti orang
 
yakni
orang pertama, orang kedua,
dan
orang ketiga
dari si pemberi dan
 
si penerima. Horikawa
 
(1993:53)
 
memberikan batasan pemikiranmengenai apa yang dimaksud dengan kata ganti orang yakni;107
 
“Ninshodaimeshi wa, aru hanashi no baai de, hanashite ga jibunto no kankei ni oite hito (hanashite wo fukumete) wo sashiarawasukotoba deatte,……… ninshoudaimeishi niwa, hanashite gahanashi no naka de, hanashite jishin wo sashishimesu no nimochiiru daiichi ninshou (jishou to mo iu) to, aite wosashishimesu no ni dainininshou (taishou to mo iu) to, daisanshawo sashishimesu no ni mochiiru daisanninshou (tashou to mo iu)yo ga aru
.
Pendapat di atas tadi memberikan gambaran bahwa pemahaman ungkapan beri-terima juga akan mendapat pengaruh selain dari pemakaian kata kerja beri-terima, juga kata ganti persona yang melibatkan penggunaan aspek linguistik maupun sosiolinguistik (kontekstual pertuturan)
.
 
1.1Kata Kerja Beri-terima
1.1.1Yaru
Brown (1987:140) mengatakan bahwa, “Yaru is normally used inrefering to giving something to an animal or an inanimate object in certainit can be used to mean that someone gives something to a family member,a very close friend, a relative, or child.” Dapat disimpulkan bahwa katakerja
 yaru
dipakai bila si penerima lebih rendah statusnya dari si pemberiatau biasanya dipakai dalam lingkungan keluarga. Selain itu dapat dipakai pula pada hewan atau tumbuhan. Matsumura (1989:2249) menambahkan,“Tanin ni mono wo ataeru. Douto matawa sore ika no hito ni mono woataeru. Tooku ni iru hito ni shinamono ya tegami, uta wo okuru.Berdasarkan pandangan di atas berikut dapat lihat contoh kalimat yangmemakai kata kerja
 yaru
:1.Mago ni kozukai wo
 yaru.
(memberikan uang jajan kepada cucu)2. Inu ni esa wo
 yaru.
([saya] memberikan makanan kepada anjing)3. Ueki ni mizu wo
 yaru.
([saya] menyiram tanaman)108

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->