Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ANALISIS RENSTRA (TRISNO)

ANALISIS RENSTRA (TRISNO)

Ratings: (0)|Views: 1,063 |Likes:
Published by Sutrisno Spd

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Sutrisno Spd on Aug 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2013

pdf

text

original

 
TUGAS INDIVIDUALMATA KULIAHHUKUM DAN ANALISIS KEBIJAKAN PENDIDIKAN.PRODI S2 MP (ROMBEL C1 DAN C2).SOAL :Lakukan analisis perbedaan/perubahan secara komprehensif antara RenstraDepdiknas 2005-2009 dan Renstra 2010-2014. Analisis perubahan tersebutseyogyanya dilakukan pada tiap-tiap pilar kebijakan, dan diarahkan padaaspek-aspek sebagai berikut :1.Filosofi yang mendasari perubahan/perbedaan tersebut;2.Latar belakang perubahan;3.Prioritas kebijakan dan program yang menjadi sasaran pencapaian:4.Kemungkinan keterlaksanaan kebijakan dan program 2010-2014;
5.
Hambatan yang mungkin timbul pada implementasi Renstra 2010-2014, serta rumuskan alternatif pemecahannya.
 Analisis Renstra Depdiknas ( Sutrisno, NIM 0102509060)
1
 
ANALISIS RENSTRA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONALTAHUN 2005 – 2009 DAN TAHUN 2010 – 2014PENDAHULUAN
Pembangunan pendidikan nasional tidak dapat lepas dari perkembanganlingkungan strategis, baik nasional maupun global. Pendidikan harus dibangun dalamketerkaitannya secara fungsional dengan berbagai bidang kehidupan, yang masing-masing memiliki persoalan dan tantangan yang semakin kompleks. Dalam dimensisektoral tersebut, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) dalam rangka menyiapkan tenaga kerja.Dalam lima tahun ke depan, pembangunan pendidikan nasional harus dilihat dalam perspektif pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Dalam perspektif demikian, pendidikan harus lebih berperan dalam membangun seluruh potensi manusia agar menjadi subyek yang berkembang secara optimal dan bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional. Potensi manusia Indonesia yang dikembangkan mencakupolah hati yang berkualitas dengan keimanan, ketakwaan dengan akhlak mulia, olahrasa yang berkualitas dengan seni atau estetika, olah pikir yang berkualitas denganilmu pengetahuan dan teknologi, serta potensi fisik yang berkualitas dengan olah raga.Renstra Depdiknas disusun dengan mengacu pada amanat UndangUndangDasar 1945, amandemen ke-4 pasal 31 tentang Pendidikan; Ketetapan MPR Nomor VII/MPR/2001 tentang Visi Indonesia Masa Depan; Undang-Undang Nomor 20 Tahun2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas); UndangUndang Nomor 17Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; UU Nomor 32 Tahun 2004tentang Pemerintah Daerah, UU Nomor 33 Tahun 2004 tentang PerimbanganKeuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, PP Nomor 20 Tahun 2004tentang Rencana Kerja Pemerintah; PP Nomor 21 Tahun 2004 tentang Rencana Kerjadan Anggaran Kementerian/Lembaga, dan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar  Nasional Pendidikan.
 Analisis Renstra Depdiknas ( Sutrisno, NIM 0102509060)
2
 
Renstra Depdiknas 2005 - 2009
Pembangunan Pendidikan Nasional (Renstra Depdiknas) Tahun 2005-2009yang merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.Renstra ini menjadi pedoman bagi semua tingkatan pengelola pendidikan, mulai dari pemerintah pusat, daerah, masyarakat dan satuan pendidikan, untuk merencanakan danmelaksanakan program pembangunan pendidikan nasional serta mengevaluasihasilnya.Renstra Depdiknas Tahun 2005-2009 disusun dalam rangka mempercepatsasaran Konvensi Hak-Hak Anak 
(Convention on The Rights of the Child)
yangmenyatakan bahwa setiap negara di dunia melindungi dan melaksanakan hakhak anak tentang pendidikan dengan mewujudkan wajib belajar pendidikan dasar bagi semuasecara bebas (Artikel 28) dan konvensi mengenai HAM yang menyatakan "Setiap orang berhak atas pendidikan. Pendidikan harus bebas biaya, setidaknya pada pendidikandasar. Pendidikan dasar harus bersifat wajib. Pendidikan teknik dan profesi harustersedia secara umum dan pendidikan yang lebih tinggi harus sama-sama dapat dimasukisemua orang berdasarkan kemampuan" (Deklarasi HAM, Artikel 26). Hat ini sejalandegan pencapaian sasaran pembangunan yang disepakati dalam Kerangka Aksi Dakar Pendidikan Untuk Semua (PUS) atau
 Education
for All (EFA). Dalam sasaranKonvensi Hak-Hak Anak dan PUS, Pemerintah telah metetapkan kebijakan dasar danProgram Nasional Bagi Anak Indonesia (PNBAI) tahun 2015, yaitu mewujudkan anak yang cerdas/ceria dan berakhlak mulia melalui upaya perluasan aksesibilitas, peningkatan kualitas dan efisiensi pendidikan, serta partisipasi masyarakat. Karena itu,kebijakan pendidikan perlu mengakomodasikan hak-hak anak dan kebutuhan anatermasuk juga mempertimbangkan tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak.Dalam upaya mewujudkan tujuan pembangunan nasional tersebut, Depdiknassebagai penanggungjawab pendidikan nasional mempunyai visi sebagai berikut.
Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif 
Visi Depdiknas lebih menekankan pada pendidikan transformatif, yangmenjadikan lembaga pendidikan sebagai motor penggerak perubahan dari masyarakattradisional ke masyarakat maju. Masyarakat maju selalu diikuti oleh proses
 Analisis Renstra Depdiknas ( Sutrisno, NIM 0102509060)
3

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Hendhisca Cipta liked this
thehananto liked this
Ci Ty liked this
dintacuplis liked this
Erry Eko Nugroho liked this
LaylaNoor liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->