Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB IV

BAB IV

Ratings: (0)|Views: 180 |Likes:
Published by uranium_weee

More info:

Published by: uranium_weee on Aug 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2012

pdf

text

original

 
BAB IVHASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dari pembuatan alat ini adalah seperti yang ditunjukan pada Gambar 4.1 di bawah ini:Gambar 4.1 Alat Pengontrol Suhu Pada Pemanas Air Listrik Pada alat ini terdiri dari dua bagian, yaitu ceret listrik yang sudah dilengkapidengan sensor suhu LM 35 dan yang kedua adalah kotak kontroler utama yang berisidisplay LCD, tombol inputan dan juga alarm buzzer. Untuk pembahasan mengenai proses pembuatan dan juga pengukurannya akan dijelaskan pada pembahasan di bawah ini.4.1
Perancangan
 Hardware
4.1.1
Rangkaian Kontroler Utama (
main board 
)
Rangkaian kontroler utama adalah sebuah rangkaian dimana didalamnya terdapat sirkut-sirkuit rangkaian elektronik yang berfungsi sebagai32
 
tempat pemasangan komponen-komponen elektronik sebagai rangkaian pengontrol. Pembuatan
main board 
ini menggunakan teknik PCB cetak dimana rangkaian elektronik di rancang melalui computer denganmengunakan
 software
 
diptrace
yang dapat di unduh dari internet secaragratis. Setelah rangkaian jadi kemudian rangkaian diprint kemudian di salinke kertas photo dengan cara di photo kopi. Setelah gambar rangkaiantercetak pada kertas photo, kemudian dicetak ke papan PCD polos. Caranyadengan menempelkan kertas photo berisi gambar rangkaian secara terbalik kemudian dipanaskan menggunakan setrika selama 5 sampai 10 menitsehingga gambar rangkaian menempel pada papan PCB. Setelah itu celupkankedalam air dan kertas photo dibersihkan sampai bersih. Setelah itu akanterlihat bahwa gambar rangkaian akan menempel pada PCB. Cek kembali jalur-jalur rangkaian pada PCB, apabila terdapat jalur yang putus yangdisebabkan ketidaksempurnaan pemanasan, dapat disambungkan dengancara membuat garis menggunakan spidol permanent pada jalur tersebut.Setelah semua beres kemudian PCB tersebut dilarutkan menggunakan cairan
 fery chloride
, yaitu sebuah bahan yang dapat melarutkan tembaga pada PCB.Untuk mempercepat pelarutan digunakan air panas sebagai media pelarutnya. Setelah pelarutan selesai, keringkan dan bersihkan papan PCBtersebut. Kemudian amplas jalur rangkaian untuk menghilangkan tinta yangmenutupi jalur. Jika semua telah dilakukan maka
main board 
sudah jadi dantinggal diberi lubang untuk kaki-kaki komponen dengan menggunakan bor.33
 
Untuk hasil rancangan main board yang sudah dibuat tampak seperti gambar 4.2 di bawah ini:Gambar 4.2 Rangkaian kontroler utama (
main board 
)Untuk rangkaian tersebut masih perlu dilengkapi dengan catu dayauntuk bisa menggunakannya. Untuk rangkaian catu daya digunakanrangkaian yang terpisah untuk mengurangi dimensi dari
main board 
tersebut.
4.1.2Rangkaian Catu Daya
Rangkaian catu daya adalah rangkaian yang menyediakan suplaydaya kepada rangkaian kontroler utama dan juga ceret. Pada rangkaian initerdapat beberapa jalur dimana masing-masing jalur menyediakan dayadengan spesifikasi tertentu. Sumber daya utama dari alat ini adalah dayayang berasal dari PLN dengan teganan 220 V AC. Dari tegangan 220 V ACini dibagi dua yaitu 220 V AC untuk suplay ceret dan juga tegangan 12 VDC untuk suplay rangkaian utama dan juga relay. Proses konversi dari 220 VAC menjadi 12 V DC dilakukan oleh sebuah trafo CT 0.5 A sebagai34

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->