Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
19Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS

KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS

Ratings: (0)|Views: 3,089|Likes:

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Gunawan Widiyanto Resowiguno Tarnodiwiryo on Aug 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/23/2013

pdf

text

original

 
Mengajarkan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris:Konsep, Strategi, dan Jenis kegiatannya
Gunawan WidiyantoKementerian Pendidikan Nasionalg_widiyanto@yahoo.com.sg
1. Pengantar
 Tampaknya, jika kita merenung dan kemudian menengok kembali metode pembelajaran bahasa Inggrisberbasis tata bahasa yang lebih banyak mengedepankan penggunaan bahasa (
language usage
) daripadapemakaian bahasa (
language use
), kita bisa menilainya positif bahwa metode tersebut memiliki dampakyang positif pula pada siswa dalam guyup persekolahan (
schooling community 
) bahasa Inggris padaumumnya dan pembelajaran keterampilan bahasa Inggris pada khususnya. Dampak positif itu adalahbahwa siswa begitu pandai bertata bahasa. Mereka begitu hafal beragam formula tata bahasa yangdidapatkannya di tingkat SMP atau MTs dan kemudian didalaminya lagi di tingkat SMA, SMK atau MA. Itubermakna, siswa sudah memiliki modal dan kekuatan yang cukup tentang tata bahasa; dan bisadikatakan bahwa siswa yang memiliki kekuatan cukup dalam bidang tata bahasa berkemungkinan besarmemiliki pola dan logika bahasa yang runtut manakala ia mampu berbicara bahasa Inggris. Namun,persoalan yang dihadapi dan dikeluhkan sebagian (besar) guru bahasa Inggris setakat ini adalah bahwasiswanya memang memiliki bahasa Inggris tetapi tidak bisa membunyikan bahasa Inggrisnya. Dengankata lain, kita memang tidak meragukan kemampuan siswa kita bertata bahasa pada aras kompetensi(
competence
) namun kita masih memiliki tanda tanya tentang kinerja siswa kita berbahasa pada arasperformansi (
 performance
). Siswa kita memang sudah bersiap sedia bertata bahasa tetapi masih skeptisberbahasa. Meskipun kondisinya semerana itu, tugas kita sebagai guru bahasa Inggris idealnya adalahmenyiapkan siswa berbahasa dan membuatnya berbicara bahasa Inggris. Secara praksis, perludiupayakan kegiatan yang bisa mengasah ketrampilannya berbicara. Tulisan ini membentangkananekakegiatan (
speaking activities
) yang bisa diadopsi dan diadaptasi oleh guru untuk membuatsiswanya bisa berbicara bahasa Inggris. Namun, diuraikan lebih dulu konsep dan strategi mengajarkanketerampilan berbicara bahasa Inggris. 
2. Konsep dan Strategi Mengajarkan Keterampilan Berbicara
Berbicara sering dianggap sebagai kemahiran terpenting di antara empat kemahiran berbahasameskipun keempatnya memang berjalin kelindan (
integrated 
). Hal ini karena, sebagaimana dinyatakanoleh Penny Ur (1996), orang yang mengetahui suatu bahasa diacu sebagai penutur bahasa itu, seolah-olah berbicara mencakupi semua jenis pengetahuan dan banyak pemelajar bahasa asing tertarik belajarberbicara (
 people who know a language are referred to as 'speakers' of that language, as if speakingincluded all other kinds of knowing; and many if not most foreign language learners are primarily interested in learning to speak 
). Ada dua tujuan bagi pemelajar bahasa asing (Inggris) untuk tertarik danperlu (fasih) berbicara, yakni tujuan transaksional dan tujuan interaksional. Tujuan yang pertamaberhubung kait dengan tujuan yang berorientasi pesan, yakni memberi dan menerima informasi;sedangkan tujuan yang kedua berkait rapat dengan kegiatan berbagi pendapat dan pengalamanpersonal, yakni memelihara hubungan sosial. Oleh karena itu, penyelenggaraan kegiatan belajarmengajar bahasa Inggris selayaknya diselaraskan dengan tujuan itu, yakni mengembangkan kefasihanlisan (
oral fluency 
) siswa, dalam arti bahwa ia bertujuan meningkatkan keterampilan komunikatif danmengembangkan kemampuan untuk mengungkapkan diri secara terpahami (
intelligibly 
).Secara lebih spesifik, dalam konteks pengajaran, mengajarkan keterampilan berbicara,sebagaimana dinyatakan Nunan (2003), adalah mengajar pemelajar bahasa Inggris supaya bisa (1)memproduksi pola bunyi dan bunyi ujaran bahasa Inggris, (2) menggunakan tekanan kalimat dan kata,pola intonasi, dan irama bahasa Inggris, (3) memilih kata dan kalimat yang sesuai dengan kontekssosial, pendengar, dan pokok persoalannya, (4) menata pola pikir secara bermakna dan logis, (5)menggunakan bahasa sebagai alat untuk mengungkapkan nilai dan menyatakan pendapat, dan (6)menggunakan bahasa dengan cepat dan yakin tanpa banyak jeda. Manakala di kelas, berhasilnyakegiatan berbicara dicirikan oleh (1) banyaknya berbicara siswa, dalam arti bahwa kegiatan berbicaradengan sebagian besar waktu yang dialokasikan memang diperuntukkan bagi siswa; (2) meratanyapartisipasi siswa, dalam arti bahwa semua siswa mendapat kesempatan berbicara dan berkontribusidemi tercapainya tujuan kegiatan; (3) tingginya motivasi siswa, yang ditandai dengan tertariknya merekapada topik kegiatan dan memiliki sesuatu yang baru untuk dikatakan; dan (4) keberterimaannya arasbahasa yang digunakan, dalam arti bahwa antara satu siswa dan lainnya memakai ujaran yang relevandan saling bisa dipahami (Penny Ur, 1996:120).Saat ini sebagian (besar) guru bahasa Inggris sependapat bahwa siswa belajar berbicara bahasa
1
 
Inggris dengan cara berinteraksi. Pengajaran bahasa interaktif dan kolaboratif merupakan metodeterbaik untuk mencapai tujuan ini. Pengajaran bahasa interaktif didasarkan atas situasi sesungguhnyayang memerlukan komunikasi. Dengan metode ini dalam kelas bahasa Inggris, siswa bisa memilikikesempatan untuk saling berkomunikasi. Singkatnya, guru bahasa Inggris sudah seharusnyamenciptakan lingkungan kelas yang siswanya bisa berkomunikasi secara rill (
real life communication
),kegiatan autentik, dan tugas bermakna yang bisa meningkatkan pemakaian bahasa lisan (
oral language
).Hal ini bisa terjadi manakala siswa berkolaborasi dalam kelompok untuk mencapai tujuan ataumenyelesaikan tugas.
3. Jenis Kegiatan untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara
Dalam tulisan ini terdapat 13 jenis kegiatan berbicara, yakni (1) berdiskusi, (2) mendeskripsikan gambar,(3) mengisahkan cerita, (4) melaporkan berita, (5) simulasi, (6) wawancara, (7) curah gagasan, (8)melengkapi kisah (9) mencari perbedaan, (10) menceritakan gambar, (11) celah informasi, (12) bermainkartu, dan (13) bermain peran. Penjelasan lebih lanjut mengenai tiap-tiap kegiatan tersebutdipaparuaraikan di bawah ini. Ketigabelas jenis kegiatan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tigamoda interaksi (
interaction mode
), yakni kegiatan individual, kegiatan berpasangan, dan kegiatanberkelompok.
3.1 Berdiskusi
Kegiatan diskusi dilakukan agar siswa bisa berbagi ide tentang sebuah peristiwa atau mencari solusidalam kelompok diskusinya. Sebelum memulai diskusi, sebaiknya guru menyampaikan tujuan diskusiagar poin diskusi menjadi gayut (
relevant 
) dengan tujuannya. Dengan demikian, siswa tidakmenghabiskan masanya hanya untuk mengobrol tentang hal-hal yang tidak gayut. Sebagai contoh, siswabisa terlibat dalam diskusi tentang kesetujuan atau ketidaksetujuan. Dalam diskusi yang demikian, gurubisa membentuk kelompok-kelompok dan setiap kelompok beranggotakan 4 sampai 5 siswa danmemberi topik kontroversial, semisal “people learn best when they read vs. people learn best when theyare involved in discussion”. Selanjutnya setiap kelompok membincangkan topik tersebut dalam masayang diberikan, dan menyatakan pendapatnya di hadapan kelas. Sebaiknya setiap siswa dalam kelompokitu mendapatkan giliran yang sama untuk berbicara. Pada akhirnya, kelas menentukan kelompokpemenang yang paling baik mempertahankan pendapatnya. Kegiatan ini bisa mengembangkan kritisnyapemikiran dan cepatnya pengambilan keputusan siswa, dan siswa bisa belajar bagaimanamengungkapkan dan membenarkan dirinya dengan cara yang sopan tatkala tidak sependapat denganlainnya. Demi efisiensi kelompok diskusi, sebaiknya tidak dibentuk kelompok besar karena siswa yangpendiam bisa jadi kurang berkontribusi untuk berbicara. Anggota kelompok bisa ditentukan oleh guruatau siswa sendiri, tetapi kelompok sebaiknya diatur ulang dalam setiap kegiatan diskusi agar siswa bisabergantian bekerja dengan beragam orang dan belajar terbuka terhadap beragam ide. Terakhir, dalamdiskusi kelas atau kelompok, apapun tujuannya, siswa semestinya senantiasa disemangati untukmengajukan pertanyaan, memarafrasa ide, menyampaikan dukungan, dan meminta kejelasan.
3.2 Mendeskripsikan Gambar
Cara lain penggunaan gambar dalam kegiatan berbicara adalah memberi siswa sebuah gambar danmemintanya mendeskripsikan apa yang ada dalam gambar itu. Untuk kegiatan ini, siswa bisamembentuk kelompok dan setiap kelompok diberi gambar yang berbeda. Siswa mendiskusikan gambaritu dengan kelompoknya, kemudian seorang juru bicara dari setiap kelompok itu mendeskripsikangambar kepada semua temannya di kelas. Kegiatan ini mengembangkan kreativitas dan imajinasi siswamaupun kemahirannya dalam berbicara di muka umum.
3.3 Mengisahkan Cerita
Siswa bisa meringkas sebuah cerita yang didengarnya dari seseorang sebelumnya, atau ia bisamenciptakan sendiri sebuah cerita untuk dikisahkan kepada teman-teman sekelasnya. Kegiatan ini bisamengembangkan pemikiran kreatif dan membantu siswa mengungkapkan idenya dalam formatpermulaan, perkembangan, pengakhiran, termasuk pelaku, waktu, dan tempat kejadian dalam cerita itu.Siswa juga bisa menceritakan lelucon atau berteka-teki. Sebagai contoh, pada awal sebelum dimulainyamata pelajaran, guru bisa memanggil beberapa siswa untuk menceritakan lelucon atau teka-teki sebagaipembukaan. Dengan demikian, guru tidak hanya mengetahui kemampuan berbicara siswa tetapi jugameminta perhatian semua siswa di kelas. 
3.4 Melaporkan Berita
Sebelum masuk ke kelas, siswa diminta membaca koran atau majalah, dan di kelas, mereka melaporkan
 
berita yang dia anggap paling menarik kepada teman-temannya. Siswa juga bisa berbicara tentangpengalaman sehari-hari yang layak diceritakan kepada teman-temannya di depan kelas.
3.5 Simulasi
Simulasi agak mirip dengan kegiatan bermain peran tetapi simulasi lebih rumit. Dalam simulasi, siswabisa membawa barang-barang ke kelas untuk menciptakan lingkungan yang realistis. Misalnya, bilaseorang siswa bertindak sebagai penyanyi, dia bisa membawa mikrofon. Kegiatan ini memiliki duakeuntungan. Pertama, ia memotivasi siswa karena sifatnya yang menghibur. Kedua, sebagaimanadinyatakan Harmer (1984), ia meningkatkan kepercayaan pada diri sendiri siswa peragu, karena dalamkegiatan ini, siswa memainkan peran yang berbeda dan tidak harus berbicara untuk dirinya sendiri, yangberarti bahwa ia tidak harus memikul tanggung jawab yang sama.
3.6 Wawancara
Siswa dapat melakukan wawancara dengan berbagai jenis orang tentang topik-topik pilihan. Untukkegiatan ini sebaiknya guru menyediakan rubrik bagi siswa sehingga siswa mengetahui jenis pertanyaanapa yang bisa ditanyakan atau langkah apa yang harus diikuti. Siswa sendiri sebaiknya menyiapkanpertanyaan wawancara. Melakukan wawancara memberi kesempatan kepada siswa untukmempraktikkan kemampuan berbicaranya tidak hanya di dalam kelas tetapi juga di luar kelas danmembantunya bersosialisasi. Setelah wawancara, setiap siswa bisa melaporkan hasil wawancaranya kekelas. Tambahan pula, siswa bisa saling mewawancarai dan memperkenalkan pasangannya ke kelas.
3.7 Curah Gagasan
Dari topik yang diberikan, siswa menghasilkan ide dalam masa yang terbatas. Bergantung pada konteks,baik curah gagasan individu maupun kelompok sungguh efektif dan siswa membangkitkan idenyadengan cepat dan bebas. Ciri positif kegiatan ini adalah bahwa siswa tidak dikritik karena idenyasehingga siswa merasa terbuka untuk berbagi ide-ide baru
3.8 Melengkapi Kisah
Kegiatan ini merupakan kegiatan bebas bicara dengan konfigurasi tempat duduk yang melingkar. Untukkegiatan ini, guru bisa memulainya dengan menceritakan sebuah kisah, tetapi setelah dengan beberapakalimat dia bercerita, dia berhenti. Selanjutnya, setiap siswa mulai bercerita dari poin guru berhentibercerita tadi. Setiap siswa diminta menambah 3 hingga 4 kalimat. Siswa bisa menambah pelaku baru,kejadian, deskripsi dan lainnya.
3.9 Mencari Perbedaan
Untuk kegiatan ini, siswa bisa bekerja secara berpasangan dan setiap pasangan diberi dua gambar yangberbeda. Misalnya, gambar yang satu adalah anak-anak lelaki bermain sepak bola dan gambar keduaadalah anak-anak perempuan bermain tenis. Para siswa membahas kesamaan dan/atau perbedaandalam gambar tersebut.
3.10 Menceritakan Gambar
Kegiatan ini didasarkan atas beberapa gambar sekuensial. Siswa diminta mengisahkan cerita yangterjadi dalam gambar sekuensial dengan memerhatikan kriteria yang disediakan oleh guru sebagaisebuah rubrik. Rubrk ini bisa mencakupi kosakata dan struktur yang ia gunakan tatkala bercerita.
3.11 Celah Informasi
Dalam kegiatan ini, siswa diminta bekerja secara berpasangan. Satu siswa memiliki informasi yang tidakdimiliki oleh pasangannya dan pasangan itu akan berbagi informasi tersebut. Kegiatan ini bertujuanmenyelesaikan masalah atau menghimpun informasi. Selain itu, setiap pasangan memainkan peranpenting karena tugas tidak bisa diselesaikan bila pasangan tidak menyediakan informasi yangdibutuhkan oleh yang lainnya. Kegiatan ini sungguh efektif karena setiap siswa memiliki kesempatanuntuk berbicara secara ekstensif dalam bahasa Inggris.
3.12 Bermain Kartu
Dalam kegiatan ini, siswa membentuk kelompok empat orang. Setiap kelompok menyajikan suatu topik,misalnya: (a) Diamonds: Earning money, (b) Hearts: Love and relationships, (c) Spades: An unforgettablememory, dan (d) Clubs: Best teacher. Setiap siswa dalam kelompok memilih sebuah kartu. Selanjutnya,setiap siswa menulis 2-3 pertanyaan tentang topik tersebut untuk ditanyakan kepada anggota lain dalam
3

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Lestari Siti liked this
Christ Zee liked this
Ovie Oktavia liked this
Nisays Nisa liked this
Kimm Yefry liked this
Novie Vie Novie liked this
Itit Artati liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->