Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pembasuhan Kaki Satu Lambang Kasih Allah

Pembasuhan Kaki Satu Lambang Kasih Allah

Ratings: (0)|Views: 3,129|Likes:
PEMBASUHAN KAKI: SATU LAMBANG KASIH ALLAH
Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya jangan berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. (Yohanes 13:14-15).

Selain Gereja Advent, pada umumnya Gereja-gereja Kristen melakukan Perjamuan Suci
tanpa didahului acara pembasuhan kaki. Memang ada satu-dua sekte Kristen lainnya yang mempraktekkannya seperti Mennonites;
PEMBASUHAN KAKI: SATU LAMBANG KASIH ALLAH
Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya jangan berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. (Yohanes 13:14-15).

Selain Gereja Advent, pada umumnya Gereja-gereja Kristen melakukan Perjamuan Suci
tanpa didahului acara pembasuhan kaki. Memang ada satu-dua sekte Kristen lainnya yang mempraktekkannya seperti Mennonites;

More info:

Categories:Types, Speeches
Published by: Rudolf Weindra Sagala on Aug 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2013

pdf

text

original

 
PEMBASUHAN KAKI: SATU LAMBANG KASIHALLAH
 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu punwajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya jangan berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. (Yohanes 13:14-15).
S
elain Gereja Advent, pada umumnya Gereja-gereja Kristen melakukan Perjamuan Sucitanpa didahului acara pembasuhan kaki. Memang ada satu-dua sekte Kristen lainnya yangmempraktekkannya seperti Mennonites; Moravians, tapi hanya Adventlah yang paling menonjolmelakukan acara pembasuhan kaki.Anehnya, seluruh gereja Kristen telah menerima upacara baptisan dan perjamuan Sucisebagai satu upacara agama, bahkan upacara-upacara tersebut sampai sekarang masih dijalankansebagai suatu lambang: pengampunan serta penebusan. Tetapi mengapa pada umumnya orang-orang Kristen itu tidak menerima upacara pembasuhan kaki?Apakah hal ini tidak penting? Apakah ini tidak berdasarkan perintah Alkitab? Atauapakah upacara ini tidak memiliki makna rohani yang berarti?Saudara, marilah kita pelajari hal ini berdasarkan nats Alkitab dan Yohanes 13:1-20.I. Dasar Alkitabiah Acara Pembasuhan kaki(Yohanes 13:1-20)Mengherankan sekali, bahwa ternyata dari 4 buku Injil itu, hanya Injil Yohanes saja yangmencatat tentang upacara pembasuhan kaki itu.Menurut para pakar dalam “peng-interpretasian”(penafsiran) Alkitab bahwa tidak dituliskannya hal tersebut di dalam buku Injil Matius, Markus dan Lukas adalah oleh karenaupacara ini tidak perlu! Saudara pendapat ini sama sekali tidaklah benar! Tidak diragukan lagi bahwa Yohanes berpendapat hal itu sangat penting sekali. Coba kita selidiki tentang bukuYohanes ini.Buku Yohanes terdiri dari 21 fatsal, dari ke 21 fatsal tersebut, 9 fatsal berisi catatan-catatan tentang 3 hari terakhir sebelum Dia meninggal dan dari ke 9 fatsal itu, Yohanes mencatat
½
fatsal khusus tentang acara pembasuhan kaki. Apakah ini tidak menyatakan bahwa upacara pembasuhan kaki itu sangat penting?Kemudian kalau kita baca dalam Yohanes 20:30, di sini Yohanes berkata: “Memangmasih banyak tanda yang lain yang dibuat Yesus di hadapan mata murid-muridNya, yang tidak tercatat dalam kitab ini”. Walau dia berkata begitu, ternyata dia memilih untuk mencatat tentangacara pembasuhan kaki dalam bukunya ini. Jadi jelaslah bagi Yohanes acara pembasuhan kakiini sangat penting.Bagaimana upacara pembasuhan kaki menurut Roh Nubuat? Apakah Roh Nubuatmendukung agar acara ini diadakan? Saudara, Ny. White mengomentari ayat Yohanes
 
13:13-15 ini berkata: “Dalam perkataan ini Kristus bukan saja memerintahkan kebiasaan sukamenerima tamu. Lebih banyak yang dimaksudkan daripada hanya sekedar membasuh kaki paratamu untuk mengeluarkan debu karena perjalanan. Di sini Kristus sedang menetapkan suatuupacara agama. Oleh perbuatan Tuhan kita upacara kerendahan hati ini dijadikan suatu upacarayang disucikan” (KSZ, jld. 2, hal. 287).2. Arti Pembasuhan Kaki:Hal yang pertama yang menarik perhatian kita dalam Yohanes 13 ini adalah “dalamnyakasih Kristus kepada murid-muridNya”, ini dapat kita baca dalam ayat 1: “Sama seperti Iasenantiasa mengasihi murid-muridNya, demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka”.Saudara, ternyata upacara pembasuhan kaki ini dilakukan Yesus pada saat Paskahhampir, yaitu suatu waktu yang melambangkan bahwa Yesus akan menyerahkan hidupNya untuk mati bagi manusia. Dalam menjelang Paskah inilah Yesus melambangkan upacara pembasuhankaki itu sebagai satu sakramen. Tujuan Yesus untuk mengadakan upacara pembasuhan kaki itutidak hanya sekedar untuk mengajarkan kerehandahan hati, sebab kalau hanya untuk mengajarkan itu saja, Yesus dapat mengadakannya jauh-jauh hari sebelum paskah hampir mulai,tetapi Ia lakukan itu justru beberapa jam sebelum paskah. Jadi, jelaslah bahwa berdasarkan penentuan waktu untuk mengadakan upacara pembasuhan kaki ini (yakni menjelang paskah),dapatlah kita lihat bahwa upacara ini bukan hanya sekedar kewajiban moral, tetapi hal ini berhubungan erat dengan rencana penebusan.Ini juga membuktikan bahwa Yesus mengadakan pembasuhan kaki itu bukan hanyasekedar karena “perselisihan” di antara murid-muridNya tetapi adalahsehubungan dengan
“WAKTUNYA SUDAH TIBA”.
Dengan kata lain ini adalah bagian darirencana Allah. Pembasuhan kaki itu berhubungan dengan rencana keselamatan.Oleh karena itu pembasuhan kaki itu sangat berarti. Melambangkan apakah pembasuhan kakiitu? Apakah artinya?Hal yang pertama yang dilambangkan oleh pembasuhan kaki itu terdapat dalam perbuatan Yesus dalam Yohanes 13:4:(1) Lalu bangunlah Yesus(2) Menanggalkan jubahNya(3) Mengambil sehelai kain & mengikat di pinggangnyaPerlu kita catat bahwa ayat ini sesuai dengan Filipi 2:6-8. “Kristus yang walaupun dalamrupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harusdipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya dan mengambil rupa seorang hamba, danmenjadi sama dengan manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkansampai mati di kayu salib”.Saudara, kata-kata dalam Yohanes 13:4 ini dengan indahnya telah menyatakan idetentang penjelmaan (inkarnasi), seperti yang dicatat dalam Yohanes 1:1 bahwa Yesus telah adalama sebelum adanya dunia ini dan Dia telah menjadi manusia (Yohanes 1:14), dan telahmembayar hutang dosa kita di Golgota.
 
Jadi dalam hal ini dapatlah kita ambil pelajaran bahwa pembasuhan kaki itu memilikikonsep dasar yang cukup bahwa Kristus memberikan kita keselamatan, dalam memerdekakanorang yang berdosa dari perhambaan dosa. Pembasuhan kaki memberikan suatu pandangan bagikita, bahwa darah Kristus yang menyucikan itu membuat kita bebas dari hukuman akhir dosa.Hal kedua yang dilambangkan oleh pembasuhan kaki itu terdapat dalam Yohanes 13:5:“Kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah besi, dan mulai membasuh kaki murid-muridNya lalu menyeka dengan kain yang terikat pada pinggangnya itu”. Ayat 5 ini sejajar dengan pelayanan Kristus yang sekarang ini terus siap sedia memberikan pengampunan.Dalam ayat ini kita juga menemukan 3 tindakan Yesus:(1)menuangkan ai(2)membasuh kaki(3)menyeka dengan kainTidak diragukan lagi bahwa air adalah lambang dari penyucian. Yesus digambarkansebagai yang menyucikan dengan menuangkan air. Kita telah pelajari dari Firman Allah bahwaYesus melalui FirmanNya yang hidup, melalui Roh Kudus, sedang memberi kesempatan padakita untuk tetap hidup suci. Pada saat Yesus megampuni dosa-dosa kita, Dia juga sedangmemberikan kepada kita kuasa untuk mengalahkan cobaan-cobaan yang di depan kita yang dapatmembuat kita terantuk. Dia yang adalah sumber pengampunan adalah sumber kuasa yang olehmana kita boleh selalu suci di hadapan pandangan Allah.Saudaraku, kita lihat bahwa pembersihan itu bukan hanya dilakukan dengan air saja,tetapi juga dengan handuk yang terbuat dari linen yang melambangkan pembenaran. Yesusmembungkus kita dengan kebenaranNya, sehinga Dia sanggup menjaga kita agar tetap benar dihadapan Allah. Dia menyediakan bagi kita kuasa yang sama yang oleh mana Dia telahmengalahkan dosa, sehingga kita dapat bebas dari kuasa dosa.Arti ketiga yang dilambangkan oleh upacara pembasuhan kaki ini terdapat dalamYohanes 13:12: “Sesudah Dia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaianNya dan kembalike tempatNya.Tindakan Yesus ini adalah menyatakan peristiwa di depan, yakni “kebangkitanNya”,yang mana Dia akan menerima kemuliaan yang untuk sementara telah ditinggalkanNya pada saat penjelmaanNya. Tetapi saudara, ada pengertian yang lebih dalam lagi. Bagi kita saat ini hal itumenunjukkan peristiwa yang akan datang, yakni kemuliaan “kedatanganNya yang kedua” – Saatmana Dia akan duduk dalam tahta kemuliaanNya untuk menyatakan diriNya kepada umatmanusia. Sedangkan tindakan Yesus untuk duduk kembali ketempat dudukNya semula dalamayat 12 ini, kepada kita menyatakan waktunya saat mana umat-umat tebusan akan “makan bersama” Dia dalam pesta perkawinan anak domba seperti yang terdapat dalam Wahyu 19:7, 9.Berdasarkan pandangan ini, pembasuhan kaki yang terdapat dalam Yohanes 13 inimemberikan pandangan yang luas bagi kita perihal “penyucian”. Pembasuhan kaki adalahmerupakan lambang dari penyucian (pertumbuhan Kristiani). Itu adalah lambang pemurnian dankesempurnaan melalui kuasa penyucian darah anak domba.

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Celestine Simon liked this
Liegio Pasaribu liked this
James Bahasa liked this
Herman Ang liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->