Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
27Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Metodologi penelitian hadis

Metodologi penelitian hadis

Ratings: (0)|Views: 4,578|Likes:
Published by rifqi_pang
Tugas Om ku
Tugas Om ku

More info:

Published by: rifqi_pang on Aug 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2013

pdf

text

original

 
 ii
BAB IPENDAHULUANPenelitian terhadap Alquran bukan mempertanyakan kebenaran Alquran sebagaiwahyu, tetapi mengkaji Alquran akan melahirkan sejumlah bidang. Kajian itu meliputi prosesturunnya Alquran, termasuk faktor sosiologis dan kultural masyarakat pada saat Alquranditurunkan. Kajian ini melibatkan ilmu antropologi, sosiologi, dan sejarah.Hadits Nabi merupakan sumber ajaran Islam, di samping Al-Qur¶an. Dilihat dari periwayatannya, hadits Nabi berbeda dengan Al-Qur¶an. Untuk Al-Qur¶an, semua periwayatan ayat-ayatnya berlangsung secara
mutawatir 
, sedang untuk hadits Nabi, sebagian periwayatannya berlangsung secara
mutawatir 
dan sebagian lagi berlangsung secara ahad.Karenanya Al-Qur¶an dilihat dari segi periwayatannya mempunyai kedudukan sebagai qat¶ial-wurud, dan sebagian lagi, bahkan yang terbanyak, berkedudukan sebagai zanni al-wurud.Dengan demikian, dilihat dari segi periwayatannya, seluruh ayat Al-qur¶an tidak perludilakukan penelitian tentang orisinalitasnya, sedang hadis Nabi, dalam hal ini yang berkategori ahad, diperlukan penelitian. Dengan penelitian itu akan diketahui, apakah hadisyang bersangkutan dapat dipertanggungjawabkan periwayatannya berasal dari Nabi atautidak.
 
 ii
BAB IIMATODOLOGI PENELITIAN HADITSA.
 
KONSEP PENELITIAN HADITSPenelitian ke-Islaman merupakan suatu keharusan, yaitu meneliti tentang ajaranIslam dari berbagai aspeknya, termasuk normatif dan aktualitasnya. Pengkajian Islamnormatif dimaksudkan adalah penelaahan lebih jauh ajaran Islam yang bersumber dariAlquran dan Sunnah Nabi yang berimplikasi pada lahirnya aturan-aturan normatif yanglain, seperti persoalan fikih, teologi, dan tasawuf. Aspek normatif adalah pengkajianIslam atas refleksi keagamaan secara fakultas, agar perkembangan masyarakat muslimsemakin maju. Sementara pengkajian non-normatif adalah pengkajian terhadap aspek antropologis, sosiologis, dan historis umat Islam itu sendiri.Dampak langsung dari gairah atau kesadaran penelitian ke-Islaman adalah penyegaran khazanah intelektualitas dalam Islam dengan pengkajian yang sistematis danstruktur yang berampak pada pencerahan terhadap iklim sportivitas ilmiah dalam Islam.Hal ini berdampak langsung kepada gairah umat Islam untuk kembali mengkaji Alqurandan Hadis Nabi sebagai sumber utama ajaran Islam. Dalam keadaan demikian, Alqurandan Hadis Nabi tidak hanya dipahami sebagai dogma ilahiyah-mabawiyah, tapi dapatdijadikan sebagai sumber teori.Demikian halnya dengan penelitian terhadap Hadis Nabi. Riwayat-riwayat hadisyang tersebar dalam berbagai kitab hadis memerlukan penelitian yang sangat seriusterhadap
 s
anad 
dan
matan
-nya untuk membuktikan bahwa riwayat itu betul-betul berasaldari nabi. Kajian terhadap riwayat-riwayat tersebut membutuhkan pendekatan dari berbagai disiplin ilmu, seperti sejarah, sosiologi, dan antropologi.Ada beberapa faktor yang menjadikan penelitian hadits berkedudukan sangat penting. Berikut ini dikemukakan beberapa faktor tersebut.1.
 
Hadits Nabi Sebagai Salah Satu Sumber Ajaran IslamCukup banyak ayat Al-Qur¶an yang memerintahkan orang-orang yang beriman untuk  patuh dan mengikuti petunjuk-petunjuk Nabi Muhammad, utusan Allah SWT.Sebagian dari ayat-ayat Al-Qur¶an itu adalah sebagai berikut :a.
 
Al-Qur¶an, Surah al-Hasyr/59;57³...Apa yang diberikan oleh Rasul kepadamu, maka hendaklah kamumenerimanya: dan apa yang dilarangnya bagimu, maka hendaklah kamumeninggalkannya (apa yang dilarangnya itu)...´
 
 ii
 b.
 
Al-Qur¶an, Surah Ali Imran/3;32Katakanlah : ³Taatilah Allah dan Rasul-Nya; apabila engkau berpaling, maka(ketahuilah bahwa) sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yangkafir´.c.
 
Al-Qur¶an, Surah an-Nisa¶/4;80Barangsiapa yang mematuhi Rasul itu, maka sungguh orang itu telahmematuhi Allah ...d.
 
Al-Qur¶an, Surah al-Ahzab/33;21Sungguh telah ada pada diri Rasulullah keteladanan yang baik bagimu, (yakni) bagi orang yang mengharap (akan rahmat) Allah, (meyakini akan kedatangan)hari kiamat, dan banyak menyebut (dan ingat akan) Allah.Dengan petunjuk ayat-ayat di atas maka jelaslah bahwa hadis atau sunnah NabiMuhammad merupakan sumber ajaran Islam, di samping al-Qur¶an. Orang yang menolak hadis sebagai salah satu sumber ajaran Islam berarti orang itu menolak petunjuk Al-Qur¶an.Dengan meyakini bahwa hadis Nabi merupakan bagian dari sumber ajaran Islam,maka penelitian hadis khususnya hadis ahad sangat penting. Penelitian itu dilakukanuntuk upaya menghindarkan diri dari pemakaian dalil-dalil hadis yang tidak dapatdipertanggungjawabkan sebagai sesuatu yang berasal dari Rasulullah SAW.Sekiranyahadis Nabi hanya berstatus sebagai data sejarah belaka, niscaya penelitian hadis tidaklah begitu penting. Hal itu tampak jelas pada sikap ulama ahli kritik hadis dalam menghadapi berbagai kitab sejarah (siratun-Nabi). Kritik yang diajukan ulama hadis terhadap apayang termuat dalam berbagai kitab-kitab sejarah tidaklah seketat kritik yang merekaajukan kepada berbagai hadis yang termuat dalam kitab-kitab hadis, khususnya yang berkaitan erat dengan pokok-pokok ajaran agama.2.
 
Tidaklah Seluruh Hadits Tertulis pada Zaman Nabi Nabi pernah melarang para sahabat untuk menulis hadits Beliau. Selain itu, Nabi juga pernah menyuruh para sahabat untuk menulis hadits Beliau.Kebijakan Nabi tersebut telah menimbulkan terjadinya perbedaan pendapat dikalangan ulama, bakhan di kalangan para sahabat nabi, tentang boleh atautidaknya penulisan hadits.Dengan kenyataan tersebut maka memang sangat logis bila dinyatakan bahwatidaklah seluruh hadits nabi telah tertulis pada zaman nabi. Hal itu membawa akibat bahwa hadis nabi tidak terhindar dari kemungkinan salah dalam periwayatannya. Itu

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Chandra Simamora liked this
arifkhusnul liked this
MarnoJec liked this
Sazali Khamsan liked this
Batik Madura liked this
Ivo Nasra added this note
thanks ya ...akhirnya bisa nyelesain tugas!!
Teuku Alief liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->