Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
97Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Minangkabau dan Sistem Kekerabatan

Minangkabau dan Sistem Kekerabatan

Ratings:

4.73

(11)
|Views: 13,737 |Likes:

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Jabbar on Jun 25, 2008
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

 
Minangkabau dan Sistim Kekerabatan
Draft : Subangan Pikiran untuk Kompilasi ABSSBK, oleh BuyaHMA;-.[…]
MINANGKABAU DAN SISTIMKEKERABATAN
Hubungan Kekeluargaan Minangkabau,bersuku ke ibu, bersako ke mamak, danbernasab ke ayah
 Oleh : H Mas’oed Abidin
MINANGKABAU DALAM SEJARAH DAN TAMBO
 
1. Asal usul manusia Minangkabau
Kata
Minangkabau
mengandung banyak pengertian. Minangkabaudipahamkan sebagai sebuah kawasan budaya, di mana penduduk danmasyarakatnya menganut budaya Minangkabau. Kawasan budayaMinangkabau mempunyai daerah yang luas. Batasan untuk kawasan budayatidak dibatasi oleh batasan sebuah propinsi. Berarti kawasan budayaMinangkabau berbeda dengan kawasan administratif Sumatera Barat.Minangkabau dipahamkan pula sebagai sebuah nama dari sebuah sukubangsa, suku Minangkabau. Mempunyai
daerah sendiri, bahasa sendiri
dan
 penduduk sendiri
.Minangkabau dipahamkan juga sebagai sebuah
nama kerajaan masalalu
, Kerajaan Minangkabau yang
berpusat di Pagaruyung
. Sering disebut juga kerajaan Pagaruyung, yang mempunyai masa pemerintahan yangcukup lama, dan bahkan telah mengirim utusan-utusannya sampai ke negeriCina. Banyaknya pengertian yang dikandung kata
Minangkabau
, maka tidakmungkin melihat Minangkabau dari satu pemahaman saja.Membicarakan Minangkabau secara umum mendalami sebuah sukubangsa dengan latar belakang sejarah, adat, budaya, agama, dan segalaaspek kehidupan masyarakatnya. Mengingat hal seperti itu, ada dua sumberyang dapat dijadikan rujukan dalam mengkaji Minangkabau, yaitu sumberdari
sejarah
dan sumber dari
tambo
. Kedua sumber ini sama penting,
1H Mas’oed Abidin
 
Minangkabau dan Sistim Kekerabatanwalaupun di sana sini, pada keduanya ditemui kelebihan dan kekurangan,namun dapat pula saling melengkapi.Menelusuri sejarah tentang Minangkabau, sebagai satu cabang dariilmu pengetahuan, maka mesti didasarkan bukti-bukti yang jelas danotentik. Dapat berupa peninggalan-peninggalan masa lalu, prasasti-prasasti,batu tagak (menhir), batu bersurat, naskah-naskah dan catatan tertulislainnya. Dalam hal ini, ternyata bukti sejarah lokal Minangkabau termasuksedikit.Banyak catatan dibuat oleh pemerintahan Hindia Belanda(
Nederlandsche Indie
), tentang Minaangkabau atau
Sumatera West Kunde
,yang amat memerlukan kejelian di dalam meneliti. Hal ini disebabkan,catatan-catatan dimaksud dibuat untuk kepentingan pemerintahan Belanda,atau keperluan dagang oleh Maatschappij Koningkliyke VOC.Tambo atau uraian mengenai asal usul orang Minangkabau danmenerakan hukum-hukum adatnya, termasuk sumber yang mulai langka diwilayah Minangkabau sekarang. Sungguhpun, penelusuran tambo sulit untukdicarikan rujukan seperti sejarah, namun apa yang disebut dalam tambomasih dapat dibuktikan ada dan bertemu di dalam kehidupan masyarakatMinangkabau. Tambo diyakini oleh orang Minangkabau sebagai peninggalan orang-orang tua. Bagi orang Minangkabau, tambo dianggap sebagai sejarah kaum.Walaupun, di dalam catatan dan penulisan sejarah sangat diperhatikanpenanggalan atau tarikh dari sebuah peristiwa, serta di mana kejadian,bagaimana terjadinya, bila masanya, dan siapa pelakunya, menjadikanpenulisan sejarah otentik. Sementara tambo tidak terlalu mengutamakanpenanggalan, akan tetapi menilik kepada
 peristiwanya
. Tambo lebih bersifatsebuah kisah, sesuatu yang pernah terjadi dan berlaku. Tentu saja, bila kita mempelajari tambo kemudian mencoba mencarirujukannya sebagaimana sejarah, kita akan mengalami kesulitan danbahkan dapat membingungkan. Sebagai contoh; dalam tambo Minangkabautidak ditemukan secara jelas nama Adhytiawarman, tetapi dalam sejarahnama itu adalah nama raja Minangkabau yang pertama berdasarkan bukti-bukti prasasti.Dalam hal ini sebaiknya sikap kita tidak memihak, artinya kita tidakmenyalahkan tambo atau sejarah. Sejarah adalah sesuatu yang dipercaya
2H Mas’oed Abidin
 
Minangkabau dan Sistim Kekerabatanberdasarkan bukti-bukti yang ada, sedangkan tambo adalah sesuatu yangdiyakini berdasarkan ajaran-ajaran yang terus diturunkan kepada anakkemenakan.
 
Minangkabau menurut sejarah
Banyak ahli telah meniliti dan menulis tentang sejarah Minangkabau,dengan pendapat, analisa dan pandangan yang berbeda. Tetapi padaumumnya mereka membagi beberapa periode kesejarahan; Minangkabauzaman sebelum Masehi, zaman Minangkabau Timur dan zaman kerajaanPagaruyung. Seperti yang ditulis MD Mansur dkk dalam
SejarahMinangkabau
, bahwa zaman sejarah Minangkabau pada zaman sebelumMasehi dan pada zaman Minangkabau Timur hanya dua persen saja yangpunya nilai sejarah, selebihnya adalah mitologi, cerita-cerita yang diyakinisebagai tambo.Prof Slamet Mulyana dalam
Kuntala, Swarnabhumi dan Sriwijaya
mengatakan bahwa kerajaan Minangkabau itu sudah ada sejak abadpertama Masehi.Kerajaan itu muncul silih berganti dengan nama yang berbeda-beda.Pada mulanya muncul kerjaan
Kuntala
dengan lokasi sekitar daerah Jambipedalaman. Kerajaan ini hidup sampai abad ke empat. Kerajaan inikemudian berganti dengan kerajaan
Swarnabhumi
pada abad ke limasampai ke tujuh sebagai kelanjutan kerajaan sebelumnya. Setelah ituberganti dengan kerajaan
Sriwijaya
abad ke tujuh sampai 14.Mengenai lokasi kerajaan ini belum terdapat kesamaan pendapat paraahli. Ada yang mengatakan sekitar Palembang sekarang, tetapi ada jugayang mengatakan antara Batang Batang Hari dan Batang Kampar. CandiMuara Takus merupakan peninggalan kerajaan Kuntala yang kemudiandiperbaiki dan diperluas sampai masa kerajaan Sriwijaya. Setelah itu munculkerajaan
Malayapura
(kerajaan Melayu) di daerah yang bernama
Darmasyraya
daerah Sitiung dan sekitarnya sekarang). Kerajaan inimerupakan kelanjutan dari kerajaan Sriwijaya. Kerajaan ini kemudiandipindahkan oleh Adhytiawarman ke Pagaruyung. Sejak itulah kerajaan itudikenal dengan kerajaan Pagaruyung.Menurut Jean Drakar dari Monash University Australia mengatakanbahwa kerajaan Pagaruyung adalah kerajaan yang besar, setaraf dengan
3H Mas’oed Abidin

Activity (97)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Gozain Mudzakir liked this
adambitor1713 liked this
Tr Festyano liked this
Alhamdulillah ...
Kalmi Thea liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->