kita. Komponen abiotik meliputi iklim, cahaya, batuan, air, tanah, dankelembaban. Ini semua disebut faktor fisik. Selain faktor fisik, ada faktor kimia, seperti salinitas (kadar garam), tingkat keasaman dan kandunganmineral. Di dalam ekosistem, seluruh makhluk hidup yang terdapat didalamnya selalu melakukan hubungan timbal balik, baik antar makhluk hidupmaupun makhluk hidup dengan lingkungnnya atau komponen abiotiknya.Hubungan timbal balik ini menimbulkan keserasian hidup di dalam suatuekosistem. Perbedaan letak geografis antara lain merupakan faktor yangmenimbulkan berbagai bentuk ekosistem.Kelestarian keanekaragaman hayati pada suatu ekosistem akanterganggu bila ada komponen-komponennya yang mengalami gangguan.Gangguan-gangguan terhadap komponen-komponen ekosistem dapatmenimbulkan perubahan pada tatanan ekosistemnya. Besar atau kecilnyagangguan terhadap ekosistem dapat merubah wujud ekosistem secara perlahan-lahan atau secara cepat pula. Contoh-contoh gangguan ekosistem ,antara lain penebangan pohon di hutan-hutan secara liar dan perburuan hewansecara liar dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Gangguan tersebutsecara perlahan-lahan dapat merubah ekosistem sekaligus mempengaruhikeanekaragaman tingkat ekosistem. Bencana tanah longsor atau letusangunung berapi, bahkan dapat memusnahkan ekosistem. Tentu juga akanmemusnahkan keanekaragaman tingkat ekosistem.
Keanekaragaman Hayati Indonesia
Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragamanhayati yang tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) dankutub (iklim kutub). Tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia initerlihat dari berbagai macam ekosistem yang ada di Indonesia, seperti:ekosistem pantai, ekosistem hutan bakau, ekosistem padang rumput,ekosistem hutan hujan tropis, ekosistem air tawar, ekosistem air laut,ekosistem savanna, dan lain-lain. Masing-masing ekosistem ini memilikikeaneragaman hayati tersendiri.
2