Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
6Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Raksasa Dasamuka - Telapak-EIA forests report 2007

Raksasa Dasamuka - Telapak-EIA forests report 2007

Ratings:

5.0

(2)
|Views: 3,556|Likes:
Published by Perkumpulan Telapak
Kejahatan kehutanan di Indonesia melibatkan hubungan yang kompleks antar aktor, mulai dari cukong kayu, aparat militer dan polisi, pejabat pemerintah dan politisi yang korup, mafia peradilan, sampai sidikat penyelundupan internasional. Karena itulah, upaya presiden dan menteri kehutanan menangani persoalan illegal logging pantas diakui dan didukung. Akan tetapi, sepanjang sistem hukum gagal menjerat cukong dan aparat yang korup, upaya ini akan senantiasa gagal.

Struktur jaringan kejahatan ini menyerupai raksasa bermuka atau berkepala banyak, seperti Dasamuka dalam cerita wayang. Jika satu kepalanya terpotong, kepala lain akan muncul. Selama ini petugas penegak hukum di lapangan hanya sekedar menangani persoalan yang kasat mata atau tampak di permukaan saja. Jika akar persoalan dan dalangnya
tidak dibasmi, ancaman terhadap kelestarian hutan Indonesia akan terus ada.
Kejahatan kehutanan di Indonesia melibatkan hubungan yang kompleks antar aktor, mulai dari cukong kayu, aparat militer dan polisi, pejabat pemerintah dan politisi yang korup, mafia peradilan, sampai sidikat penyelundupan internasional. Karena itulah, upaya presiden dan menteri kehutanan menangani persoalan illegal logging pantas diakui dan didukung. Akan tetapi, sepanjang sistem hukum gagal menjerat cukong dan aparat yang korup, upaya ini akan senantiasa gagal.

Struktur jaringan kejahatan ini menyerupai raksasa bermuka atau berkepala banyak, seperti Dasamuka dalam cerita wayang. Jika satu kepalanya terpotong, kepala lain akan muncul. Selama ini petugas penegak hukum di lapangan hanya sekedar menangani persoalan yang kasat mata atau tampak di permukaan saja. Jika akar persoalan dan dalangnya
tidak dibasmi, ancaman terhadap kelestarian hutan Indonesia akan terus ada.

More info:

Published by: Perkumpulan Telapak on Jun 25, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/14/2013

pdf

text

original

 
RaksasaDasamuka:
kejahatan kehutanan,koRupsi Dan ketiDakaDilanDi inDonesia
 
 
 
Ucapan Terima Kasih:
Doku  dt tbt bkt btu
nansial dari Uni Eropa. Isi dari dokumenini sepenuhnya menjadi tanggungjawabTelapak/EIA dan tidak mereeksikan sikapatau posisi dari Uni Eropa.Telapak/EIA sangat berterima kasihpada Sigrid Rausing Trust untuk segaladukungannya.Laporan ini ditulis dan disunting olehthe Environmental Investigation Agencydan Telapak. Riset gambar oleh TomThistlethwaite dan Ridzki R. Sigit.Tata letak oleh: Dede Mulia Yusuf (Kippy)Terima kasih pada Kippy Digital Printingyang mencetak laporan ini.Dicetak di atas kertas daur ulang
mt 2007 
www.e-e.
EnvironmEntal invEstigation agEncy
62-63 Upper Street, London N1 ONY, UKTel: +44(0)20 7354 7960Fax: +44(0)20 7354 7961email: ukinfo@eia-international.org
tElaPaK
 Jalan Pajajaran No. 54, Bogor, Indonesia
 
Tel: +62 251 393 245 / 715 9902
 
Fax: +62 251 393 246
 
email: telapak@telapak.org
www.epk.
COVER PHOTOGRAPHY:
main image
© Sam Lawson / EIA / TelapakSTRIP (top to bottom)© Dave Currey / EIA / Telapak© Orangutan Foundation© Jago Wadley / EIA / TelapakSource: Private
DaFTar isi
01 PEMBUKAAN
02 LOKasi KeJahaTan
04 KASUS-KASUS PENUNTUTAN HUKUM :
04 - 05 BANYAK UPAYA, HASIL SAMA SAJA06 - 09 SIAPA MENGAWASI PENGAWAS
10 - 11 Operasi hUTan LesTari
12 - 13 PENYELUNDUPAN MERBAU14 - 17 CUKONG KAYU KEBAL HUKUM
13 PERKEMBANGAN KASUS:
18 - 21 MALAYSIA TUKANG TADAH BARANG CURIAN22 - 23 SINGAPURA TEMPAT BERLINDUNG YANG AMAN
24 VONIS
,,
 
inDonesia
malaYsiaCb s
papua
sinGapoRe
sumatRa
jaVa
 
Kejahatan lingkungan dalam skala luar biasa terusterungkap di seluruh bumi Indonesia. Sejak akhir1990-an, sumberdaya hutan negeri ini telah dijarah,sementara pemerintah seolah jadi penonton dipinggiran. Keuntungan besar diraup oleh segelintircukong kayu yang berpengaruh, tanpa dapatdisentuh oleh tangan hukum di Indonesia. Selamapara otak kejahatan ini masih bebas berkeliaranmenjalankan aksinya, krisis
illegal logging 
diIndonesia akan terus berlanjut.Sejak tahun 2005, pemerintah telah mengambiltindakan terpuji untuk mengurangi
illegal logging 
 dan penyelundupan kayu. Akibatnya, pabrik-pabrik kayu di Indonesia dan pusat-pusat pengolahanseperti di Malaysia dan Cina tidak lagi mendapatpasokan kayu curian murah dari Indonesia sebanyak sebelumnya.Namun demikian, dampak penegakan hukum initetap saja dangkal meski bisa jadi pengaruhnyacukup luas. Kebanyakan yang ditangkap dalamoperasi penegakan hukum ini adalah pekerjabawahan dalam rantai produksi kayu illegal, yaitupara penebang kayu di hutan, supir truk dannakhoda kapal pengangkut kayu curian. Sementarapara cukong kelas atas tetap bebas, dan aparat militerdan polisi yang melindunginya juga tidak pernahterjangkau hukum.Pada tahun 1999, Telapak/EIA mendokumentasikanpencurian sistematis kayu ramim—yang terkenalmahal—di Taman Nasional Puting. Rentetanbukti mengarah pada keterlibatan perusahaan kayuTanjung Lingga dan pemiliknya, Abdul Rasyid.Telapak/EIA menjadikan ini sebagai uji kasus
test case 
 ) keseriusan pemerintah Indonesia menanganikasus-kasus
illegal logging 
dan membawa dalangnyake pengadilan.Sejak itu pemerintah dengan berbagai departemendan instansi terkaitnya seperti maju mundurmenanganinya, dan ternyata hasil
test case 
adalahgagal. Abdul Rasyid dan para petinggi Tanjung Lingga tidak pernah dituntut atas kejahatanlingkungan yang dilakukannya.Cerita yang sama juga terjadi di Papua, dimanaterdapat hutan-alam-perawan terakhir di Asia-Pasiifik. Telapak/EIA mengungkap adanyapenyelundupan kayu besar-besaran yang melibatkanaparat militer dan polisi di seantero Papua padatahun 2005. Terungkapnya skandal ini mendorong pemerintah melakukan operasi besar-besaran— operasi terbesar yang pernah ada di Indonesia —untuk memerangi
illegal logging 
.Secara dramatis, operasi ini berhasil mengurangialiran kayu curian. Akan tetapi, 2 tahun sejak operasiini digelar tak ada seorang pun yang seharusnyabertanggungjawab atas aktivitas illegal tersebut yang dihukum. Dari 186 nama tersangka yang disebutpolisi, hanya 13 yang sudah dijatuhi hukuman, itupun dengan masa hukuman paling lama 2 tahun.Maka, para cukong kayu skala besar pun lolos lagi. Analisis hasil temuan operasi penegakan hukum inisebetulnya secara lugas menunjukkan kegagalansistem hukum di Indonesia. Kerja keras aparatpenegak hukum di lapangan menjadi sia-sia akibatkelemahan penyidikan polisi, tuntutan jaksa, sampai vonis pengadilan yang patut dipertanyakan.Kejahatan kehutanan di Indonesia melibatkanhubungan yang kompleks antar aktor, mulai daricukong kayu, aparat militer dan polisi, pejabatpemerintah dan politisi yang korup, mafia peradilan,sampai sidikat penyelundupan internasional. Karenaitulah, upaya presiden dan menteri kehutananmenangani persoalan
illegal logging 
pantas diakuidan didukung. Akan tetapi, sepanjang sistem hukumgagal menjerat cukong dan aparat yang korup, upayaini akan senantiasa gagal.Struktur jaringan kejahatan ini menyerupai raksasabermuka atau berkepala banyak, seperti Dasamukadalam cerita wayang. Jika satu kepalanya terpotong,kepala lain akan muncul. Selama ini petugas penegak hukum di lapangan hanya sekedar menanganipersoalan yang kasat mata atau tampak dipermukaan saja. Jika akar persoalan dan dalangnyatidak dibasmi, ancaman terhadap kelestarian hutanIndonesia akan terus ada.Telapak/EIA Maret 2007
1
PEMBUKAAN
   ©   t     d   d   a  r   b        

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->