Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
17Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab 2 Skripsi H.mfauzul Bener R

Bab 2 Skripsi H.mfauzul Bener R

Ratings: (0)|Views: 4,114|Likes:

More info:

Published by: fauzul-hakim-alqudsi-aljafari-6602 on Aug 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/05/2012

pdf

text

original

 
BAB IILANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESISA. Deskripsi Teori1. Ilmu Nahwu Shorof 
Pengertian Penguasaan Ilmu Nahwu Shorof Penguasaan Ilmu Nahwu Shorof diartikan “kemampuan ataukesanggupan untuk mempelajari suatu cabang ilmu bahasa Arab yangmempelajari kaidah-kaidah yang berhubungan dengan susunan kata-katadalam kalimat bahasa Arab.
1
Tujuan Pengusaan Ilmu Nahwu Shorof Tujuan utama penguasaan ilmu Nahwu Shorof adalah untuk memberikan pengetahuan tentang membaca Al-Qur’an hadis dengan benar. Di samping itu, bertujuan untuk memberikan kaidah-kaidah tata bahasa Arab yang benar.
2
 Manfaat Penguasaan Ilmu Nahwu Shorof Manfaat menguasai Ilmu Nahwu Shorof yaitu : (1) memahamisusunan kata-kata Arab yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadis, yangmerupakan sumber utama umat Islam, dengan ilmu Nahwu Shorof iniseseorang dapat memahami agama yang ditulis dalam bahasa Arab. (2)untuk dapat menyusun kata-kata Arab dalam susunan yang benar dan sesuaidengan kaidah-kaidah ilmu Nahwu. (4) untuk menentukan kedudukan-kedudukan kata dan memahami pengertian suatu kalimat dengan benar.
3
1
 Ghaziadin Djupri,
 Ilmu Nahwu Praktis,
(Surabaya : Apollo, 2006), hlm. 2
2
Hafizh Dasuki,
 Ensiklopedi Islam Jilid 4
( Jakarta : Ichtiar Baru Van Hoeve, 1998), hlm.3
3
 
 Ibid,
hlm. 319
 
Ruang lingkup Penguasaan Ilmu Nahwu Shorof Ruang lingkup yang dipelajari dalam ilmu Nahwu mencakup
kalam
,
 I’rab, Fi’il, Isim-isim
dan
harf 
. Kalam mencakup pembagian kalam, tanda
 Isim
,tanda
 Fi’il 
, dan tanda
harf 
.
 I’rab
meliputi : pembagian
 I’rab
,
 I’rab Isim,
 
 I’rab Fi’il 
. Tanda-tanda
 I’rab Rafa’ 
,
 I’rab Nasbah
, tanda
 I’rab
,
 Khafadl 
.
 Fi’il 
terdiridari
 Fi’il madli, Fi’il Amar 
, dan
 Fi’il Mudlari, Isim
terdiri dari
 Isim
yang
dirafa’kan
meliputi :
 fa’il, Maf’ul, Mubtada’ 
dan
khabar, Na’at, ‘Athaf, Taukid 
,
 Badal 
dan
 Isim-isim
yang
dinasabkan
yang meliputi :
Maf’ul bih, Masdar, Dharaf Makan
,
 Haal 
,
Tamyiz, Istitsna’ Laa, Munada, Maf’ul min Ajlih, Maf’ul Ma’ah,
dan
 Isim-isim
yang
dikhafadkan
.
4
Berdasarkan uraian tersebut di atas, bahwa pembelajaran Nahwu cukupluas sekali. Adapun masing-masing dari raung lingkup pembelajaran Nahwuadalah sebagai berikut:
1)
 Isim
مسلا (Kata benda)
 Isim
secara bahasa adalah nama, yaitu sebutan yang menunjukkansuatu yang dinamakan, apakah sebutan itu pada jenis atau pada unsurnya.Manusia
سان 
atau
لج ُر َ
adalah nama untuk suatu jenis yang dinamakanmanusia atau laki-laki, dan Ahmad
دمح ْأ
adalah nama untuk individu yangdinamakan Ahmad. Semua kata ini adalah
 Isim
. Dalam pengertian yang paling sederhana merujuk padanan dalam bahasa Indonesia, maka
 Isim
adalah nominal. Sedangkan dalam istilah Nahwu,
 Isim
adalah suatu katayang menunjukkan makna tersendiri dan tidak terikat dengan waktu.
5
 
4
Ghaziadin Djupri
 , Op. Cit.,
hlm. 4
5
Lulu Fikar,
 Dasar-dasar Ilmu Nahwu
, (Jakarta : Gramedia, 2006), hlm 1020
 
 Isim
memiliki beberapa tanda yang terletak pada suatu kata yangmenunjukkan bahwa jenis kata tersebut adalah Isim. Tanda-tanda
 Isim
tersebut adalah:a) Tanda dari segi artinyaUntuk mengetahui apakah kata tersebut termasuk 
 Isim
, dapatdilihat dari maknanya, atau kata tersebut bisa disandarkan kepada katayang lain baik dia itu subjek 
(fail)
atau pemulaan kalimat
(mubtada).
Contohnya
وفاماع
isim di dini bersandar pada
fiíl 
(kata kerja)yang menunjukkan ia adalah
 fail 
, contoh mubtada
فا داخ 
.
6
 b) Tanda dari segi Lafadznya
(1)
Tanwin
 
يت
yaitu bunyi nun sukun pada akhir kalimat yangditandai dengan harakat double
ــ ًـ ــ ٍـ ــــ ٌـ.
Contohnya,
د ٌــاخ 
atau
د ٍيز,
dan
 ٍاتناق 
. Maka kata-kata dalam semua contoh ini adalah Isimkarena boleh dimasuki oleh
tanwin. Tanwin
secara garis besarnyaterbagi menjadi, Pertama:
Tanwin tamkin
 
كم 
yaitu
tanwin
yangdiikutkan kepada
isim mu’rab
, contoh
د ٌم 
. Kedua:
Tanwin Tankir 
ك 
yang mengikuti
isim ma’rifah
(yang pasti) menjadikannya
nakirah
(belum pasti) contoh,
ه ِيب 
(nama ahli nahwu). Ketiga:
Tanwin Muqabalah
 
ةام
yang diikutkan kepada
 Jamak muannas salim
(jamak untuk perempuan) contohnya,
 ٍاتناق 
disamakan dengan
 Nun
yang ada pada
 Jamak Muzakkar Salim
(jamak untuk laki-laki)
6
Ghaziadin Djupri
 , Op. Cit.,
hlm. 521

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Radja Jempol JatuhCinta added this note|
terimakasih atas infonya
Mansur Yasin liked this
Aisyah Batu Bara liked this
chitra_sari liked this
Budy Fals Mania liked this
shofiara609 liked this
faiz21 liked this
Akhi Addin liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->