Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Rumah Susun Skala Besar Tzu Chi, Cengkareng Jakarta Barat

Rumah Susun Skala Besar Tzu Chi, Cengkareng Jakarta Barat

Ratings: (0)|Views: 1,191 |Likes:
Published by noor_puspito
rumah susun skala besar tzu chi cengkareng adalah rumah susun skala besar di Indonesia yang menjalankan misi yayasan dan fungsi manajemen perkotaan
rumah susun skala besar tzu chi cengkareng adalah rumah susun skala besar di Indonesia yang menjalankan misi yayasan dan fungsi manajemen perkotaan

More info:

Categories:Types, Research
Published by: noor_puspito on Aug 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2013

pdf

text

original

 
 
1
EFEKTIVITAS PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN SKALA BESAR CINTA KASIH TZU CHI CENGKARENG – JAKARTA BARAT
Oleh
Nurul Puspita
1)
Ir. Fitri Yusman, MSP
2)
1) Mahasiswa Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota,2) Pengajar Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota
 Abstract: 
Tzu Chi Great Love Village in Cengkareng - West Jakarta is established by Budha Tzu Chi Indonesia Foundation carries some foundation’s vision and mission, and other mision which related to local government programme. The type of this development is a large scale walk-up flat, therefore Tzu Chi Great Love Village in Cengkareng also carries some  goals of those type of development. The aim of this study to explain comprehensively and objectively the development efectiveness of Tzu Chi Great Love Village in Cengkareng.The results of this study are: this development is effective in vision-mission implementation because all of the vision-mission has been reached, while based on comprehensive and objective assessment as a large scale walk-up flat, effectivity of this development is  just enough because there’s some of the goals has not been reached, which are: targets of inhabitants, land efficiency and optimize,and benefit impact to the surrounding area.Interrelated to some of the urban management sector, Tzu Chi Great Love Village in Cengkareng has a contribution to that because it ables to handle: the housing sector, especially in providing the cheap housing for the poor; the environmental sector,especially in reducing the slums area; and social services sector, especially in creating inhabitant’s high total quality of life.Keywords: effectivity, large scale walk-up flat 
 
PENDAHULUAN
Rumah susun skala besar pada dasarnyasama dengan rumah susun pada umumnya, hanyasaja memberlakukan beberapa syarat tambahanyang menjadikannya termasuk sebagai rumah susunskala besar, seperti mempunyai luas kawasan ≥5Ha, mempunyai unit hunian sebanyak ≥1.000 unit,serta mempunyai kelengkapan fasilitas untuk mendukung aktivitas penghuni yang sekaligus jugamemungkinkan masyarakat sekitarnya bisamengakses beberapa fasilitas yang ada dilingkungan rumah susun skala besar tersebut.Pengembangan rumah susun dalam bentuk skala besar termasuk masih jarang di Indonesia(sepengetahuan penulis, hanya terdapat di DKI Jakarta saja dengan jumlah yang tidak banyak pulayaitu hanya 6 lokasi saja), maka bentuk rumahsusun skala besar ini belum dapat diterima ataudilaksanakan begitu saja tanpa ada pembuktiantentang keberhasilan pembangunan rumah susunskala besar yang ditinjau dari berbagai segi.Umumnya pada operasional pengelolaan/pengembangan rumah susun selama ini, seringkaliterdapat masalah-masalah yang dapat menyebabkantidak berdaya gunanya rumah susun mencapaibeberapa tujuan pembangunan rumah susun itusendiri, seperti: seringkali penghunian tidak tepatsasaran, terjadi penurunan kualitas hidup penghuni,hanya dapat berperan sedikit saja atau bahkan tidak sama sekali dalam mengurangi permukimankumuh, dan bahkan rumah susun seringkaliterisolir dari wilayah sekitarnya sehingga tidak dapatmenghasilkan dampak kemanfaatan bagi wilayahsekitarnya.Oleh karena itu perlu ada penilaian yang komprehensif dan objektif dalam menilai rumahsusun skala besar terkait dengan manajemenperkotaan yaitu dengan melihat kemampuannyadalam memenuhi tuntutan dari sektor: perumahan(ketepatan sasaran program, keterjangkauan hargasewa), lingkungan (optimasi lahan, efisiensi lahan,dan penurunan permukiman kumuh), danpelayanan sosial (peningkatan kualitas hidup bagitarget group penghuni rumah susun, danmenghasilkan dampak kemanfaatan bagimasyarakat di wilayah sekitarnya). Selain dari sektormanajemen perkotaan, peninjauan terhadapketercapaian visi-misi program juga dilakukan agarbenar-benar dapat mengetahui gambaran yang menyeluruh tentang performance dari rumah susunskala besar yang diteliti, yaitu Rumah Susun SkalaBesar Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng. Outputyang akan dihasilkan dari penelitian ini adalah dapatdiketahui performa rumah susun skala besarmelalui tingkat pencapaian tujuan pembangunanrumah susun skala besar. Diketahuinya performarumah susun skala besar dalam mencapai tujuan
 
 
2yang telah ditetapkan (menurut Robbins; Pritchard,et al. performa yang dinilai atau diukur daripencapaian tujuan disebut efektivitas), diharapkanjuga akan dapat membantu menggambarkanbentuk kontribusi dari Rumah Susun Skala BesarCinta Kasih Tzu Chi Cengkareng pada tataransektor manajemen perkotaan, sekaligus agar dapatmemberikan arahan strategi yang lebih sesuai untuk meningkatkan tingkat efektivitas pembangunanrumah susun skala besar ini.
 TINJAUAN PUSTAKA  Terminologi Rumah Susun
Pembangunan rumah susun perlu memenuhipersyaratan yang umum dipertimbangkan dalampembangunan perumahan dan permukiman(horisontal) seperti yang dikemukakan oleh Justin,et.al. (dalam Hutapea, 2001: 23) yaitu :1.
 
Segi Lokasi, meliputi:a)
 
Berada di kawasan permukiman yang sesuaidengan tata ruang kota yang ditentukan,sehingga memperoleh jaminan keamanan dariperaturan zoning yang berlaku;b)
 
Dekat dengan tempat kerja, peribadatan,sekolah, dan pusat perbelanjaan;c)
 
Dekat dengan transportasi yang murah denganfrekuensi yang banyak;d)
 
 Jauh dari jalan kereta api, lapangan terbang,terminal dan industri;e)
 
 Terbebas dari polusi suara, debu, udara, danlalu lintas berat;f)
 
Rumah bertingkat memperhatikan ketersediaanudara, sinar matahari, dan pemandangan.2.
 
 Tipe dan penampilan sebuah rumah tergantung pada besar dan umur anggota keluarga.Bianpoen dan Madrim, 1986 (dalam Damajanti,1996: 59) menemukan besaran rumah tinggalpenduduk Jakarta berpenghasilan rendahumumya mempunyai luas < 7 m² per jiwa.3.
 
Kenyamanan dan kesehatan rumah, meliputi:a)
 
Pengaturan ruang yang harus menjaminterjadinya privasi dan territorialitas;Pengaturan ruang, dengan mengacu pada Frick,2005: 109, maka organisasi ruang pada rumahsederhana dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
-
 
Bagian untuk beristirahat (kamar tidur)
-
 
Bagian untuk bersama, antara keluarga dandengan tamu berupa kamar tamu/ duduk/makan yang dapat dijadikan satu kamar saja
-
 
Bagian ekonomi, tergantung pada luasnyarumah yang direncanakan, dimana cukupterdiri dari dapur dan ruang jemur.b)
 
Kecukupan akan ruang, cahaya, ventilasi untuk sirkulasi udara dan air bersih.Undang-undang RI Nomor 16 Tahun 1985tentang Rumah Susun mendefinisikan:
”Rumah Susun” adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkunganyang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional dalam arahhorisontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dandigunakan secara terpisah, terutama tempathunian, yang dilengkapi dengan bagian-bagianbersama, benda bersama, dan tanah bersama.
 Tipologi rumah susun hanya dikenakan bagirumah susun sederhana yang dihuni oleh golonganmasyarakat berpenghasilan rendah, yang mempunyai pendapatan ≤ Rp. 1.500.000,- perbulan (Peraturan Kementerian Negara PerumahanRakyat No. 01/PERMEN/M/2005) dan untuk rumah susun bagi masyarakat golongan menengahke atas lebih dikenal dengan sebutan apartemen(Sandi A. Siregar dalam Jo Santoso, et.al, 2004: 46).Hal didasarkan penekanan pernyataan UU RI No.16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun, Pasal 3 (1).a:”... terutama untuk golongan masyarakatberpenghasilan rendah ....”Undang-undang No. 24 Tahun 1992 padabagian penjelasan Pasal 7 ayat (3) menyuratkankalau pembangunan skala besar suatu kawasanadalah pembangunan suatu fungsi kawasan yang selalu dilengkapi dengan pembangunan sarana danprasarana pendukung di dalamnya.Permukiman skala besar ideal dapatdiwujudkan jika telah menerapkan lima acuan dasardalam pengembangan lingkungan perumahan, yaitu(Arifin dalam Soegijoko, et.al, 2005):1. Wisma : Pembentukan populasi2. Marga : Penyediaan infrastruktur(transportasi, telekomunikasi,listrik, dll.)3. Suka : Penyediaan fasilitas untuk kehidupan perkotaan berkualitas4. Karya : Penyediaan lapangan kerja5. Penyempurna : Sarana penunjang kesadaranlingkungan dan sosialDinas Perumahan DKI Jakarta membatasiluas lahan untuk kawasan rumah susun skala besaradalah seluas ≥ 5 Ha sehingga dapat dibangun unit-unit rumah susun sederhana sewa lengkap denganfasilitasnya di atas area itu.Rumah susun skala besar adalah kawasanperumahan vertikal dengan luas lahan minimal 5Ha (sesuai aturan dari Dinas Perumahan ProvinsiDKI Jakarta), dan terdapat minimal 1.000 unithunian, yang mana dalam satu kawasan tersebut
 
 
3harus dilengkapi pula dengan fasilitas-fasilitasdasar permukiman yang menunjang kebutuhan dariminimal 2.000 jiwa penghuni kawasan tersebut.
METODOLOGI
Sengaja dikosongkan
Lebih lanjut:
http://pwk.undip.ac.id/tataloka/media.php?module=detailpengumuman&id=7 http://pwk.undip.ac.id/tataloka
PENUTUPKesimpulan
Pembangunan Rumah Susun Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng oleh Yayasan Budha Tzu ChiIndonesia, yang mempunyai visi-misi: mendukung program kali bersih (Prokasih), tempat relokasi eks warga penghuni bantaran Kali Angke, menyediakanrumah layak huni, menciptakan sumberdayamanusia yang berkualitas, dan mengubah pola/cara hidup penghuni rumah susun dari tradisionalmenjadi modern, pada implementasinya memang semua visi-misi itu sudah berhasil dicapai olehrumah susun ini, sehingga tingkat keefektifanpembangunan rumah susun ini yang dinilai darisegi hasil implementasi visi-misi program dapatdigolongkan pada tingkatan efektif.Efektivitas pembangunan Rumah SusunSkala Besar Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng secara komprehensif dan objektif ternyata beradapada tingkatan cukup efektif saja karena adanyaketidaktercapaian pada beberapa tujuanpembangunannya, yaitu pada: penciptaan ketepatansasaran program, penciptaan optimasi dan efisiensilahan, serta penciptaan dampak kemanfaatan bagi wilayah sekitarnya. Terkait dengan beberapa sektor dalammanajemen perkotaan, maka Rumah Susun SkalaBesar Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng sudahdapat berkontribusi menangani secara maksimalbeberapa sektor dalam manajemen perkotaan itu,yaitu pada: sektor perumahan, terutama dalam halkemampuannya menyediakan rumah yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah;sektor lingkungan, terutama dalam halkemampuannya mengurangi (luas) permukimankumuh di perkotaan; dan sektor pelayanan sosial,terutama dalam hal kemampuannya menciptakantingkat kualitas hidup yang tinggi bagi masyarakatberpenghasilan rendah (penghuni rumah susun).
 Temuan Studi
 Temuan studi yang diperoleh, antara lain:1.
 
 Terdapat gejala penurunan tingkat hunian,dengan rata-rata laju laju penurunan sebesar ≈5%per tahun, mengindikasikan rumah susun inibelum dimanfaatkan sepenuhnya oleh warga ekspenghuni bantaran Kali Angke, yang menjadikorban penggusuran program normalisasi sungaiKali Angke, sebagai pilihan tempat tinggalmereka.2.
 
Penyebab kurang dipilihnya Rumah Susun CintaKasih Tzu Chi Cengkareng sebagai tempattinggal bagi warga relokasi dari bantaran Kali Angke karena rumah susun ini dianggap kurang menarik dari segi perekonomian, terindikasi darirendahnya tingkat kualitas kesejahteraan materipenghuni rumah susun ini, dikarenakan:
 
Lokasi rumah susun yang Cinta Kasih TzuChi Cengkareng menjauhkan dari lokasitempat kerja mereka, terlihat denganbertambahnya waktu tempuh mereka ketempat kerjanya sehingga bisa menambahbeban biaya transportasi (bagi yang menggunakan motor atau angkutan umumsebagai sarana transportasinya) dan sekaligusmenambah pengeluaran energi yang lebihbesar yang dapat berpengaruh padamenurunnya produktivitas mereka di tempatkerja.
 
Berkurangnya peluang ekonomi subsisten,karena pola dalam rumah susun dan lokasirumah susun ini kurang sesuai dengankarakteristik kegiatan perekonomiankeluarga, yang berorientasi pada sektorinformal dan bisa melibatkan semua anggotakeluarga.
 
Bertambahnya beban pengeluaran bulanankeluarga, yaitu untuk biaya sewa rumah danbiaya rekening air bersih.3.
 
Berbeda dari pendapat Hama, 1989 yang menyatakan bahwa salah satu faktor yang 

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Lestary Hotmayda liked this
ypangeran liked this
Riana Jayanti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->