Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
239Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perbedaan Antara Keppres 80/2003 Dgn Perpres 54/2010

Perbedaan Antara Keppres 80/2003 Dgn Perpres 54/2010

Ratings: (0)|Views: 25,065|Likes:
Published by Adhi Dewe

More info:

Published by: Adhi Dewe on Aug 22, 2010
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See More
See less

10/02/2012

pdf

 
NO TOPIK KEPPRES 80/03 PERPRES 54/2010 KETERANGANI. KETENTUAN UMUM
1. Peraturan tentangTatacara PengadaanTata cara pengadaanterdapat pada Lampiranyang merupakan bagian takterpisahkan dari KeppresTata cara pengadaan diuraikandalam 2 set dokumen, yaitu:
1.
Lampiran:
Tata CaraPengadaan Barang/JasaPemerintah; dan
2.
Standar DokumenPengadaan
(StandardBidding Document/SBD).Tata Caramerupakan bagiantak terpisahkandari Perpres;SBD merupakanPeraturan KepalaLKPP
Perpres 54/2010 memberikan kemudahan dalam proses pengadaan barang/jasa dengan memberikan SDP agar ULP/Pejabat Pengadaan dapat dengan mudah membuat dokumen pengadaan.
SBD akan diterbitkan oleh LKPP paling lambat akhir 20102. PerencanaanPengadaanPembagian tanggung jawabdalam perencanaanpengadaan antara PA/KPAdan PPK belum diatur dengan jelasLingkup perencanaan:
1.
PA
/
KPA
membuat rencanaumum dan pembiayaanpengadaan;
2.
PPK
membuat rencana(teknis) pengadaan;
3.
ULP
membuat rencanapelaksanaan(pelelangan/seleksi)pengadaan.
Perencanaan dibagi menjadi 3 yaitu:
o
Rencana umum pengadaan yang dibuat oleh PA/KPA
o
Rencana teknis pengadaan termasuk spesifikasi, HPS, dan hal-hal yang bersifat teknis lainnya dibuatoleh PPK
o
Rencana pelaksanaan pemilihan penyedia barang/jasa disusun oleh ULP3. Pinjaman/ HibahLuar Negeri (PHLN)Jika bertentangan, maka
mengikuti aturan pemberipinjaman/hibah
Pada
prinsipnya mengikutiPerpres
;
Jika terdapat perbedaan,maka dilakukan
kesepakatan
(utk menggunakan Perpresatau aturan pemberipinjaman/hibah).
Pada saat penyusunan Naskah Pinjaman Hibah Luar Negeri (NPHLN) diharapkan sudah mencantumkanketentuan tentang kewajiban untuk mengikuti aturan pengadaan sebagaimana tercantum pada Perpres ini4. Jenis Pengadaan
1.
Barang
2.
Jasa Pemborongan
3.
Jasa Konsultansi
4.
Jasa Lainnya
1.
Barang
2.
Pekerjaan Konstruksi
3.
Jasa Konsultansi
4.
Jasa Lainnya
Perubahan nama Jasa Pemborongan menjadi Pekerjaan Konstruksi dilakukan agar sejalan dengan InternationalBest Practice5. Media pengumumanpemilihan penyedia
1.
Surat kabar lokaldan/atau
2.
Surat kabar nasional
1.
Website K/L/D/I
2.
Papan pengumuman resmiuntuk masyarakatSurat kabar dapatdigunakan jikadiperlukan
1
Matriks Perbedaan Antara Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010denganKeputusan Presiden No. 80 Tahun 2003
 
Dengan adanya aturan ini, seluruh K/L/D/I diwajibkan memiliki website untuk mengumumkan rencanapengadaan yang terhubung dengan website pengadaan nasional.6. Pelelangan /Seleksisebelum tahunanggaranProses pengadaan dapatdilakukan sebelum dokumenanggaran disahkanProses pengadaan dapatdilakukan setelah rencana kerjadan anggaran K/L/D/I disetujuioleh DPR/DPRD
Dalam Keppres No. 80 Tahun 2003 tidak dijelaskan dengan tegas kapan pelelangan/seleksi boleh dilaksanakan.Dalam Perpres 54/2010 ini diperjelas bahwa Pelelangan/Seleksi hanya boleh dilaksanakan setelah RencanaKerja Anggaran (RKA) disetujui oleh DPR/DPRD, atau dengan kata lain jika pagu indikatif sudah ada
II. ORGANISASI PENGADAAN
7. OrganisasiPengadaanOrganisasi belumdikelompokkan jelas
1.
PA/KPA;
2.
PPK;
3.
ULP/Pejabat Pengadaan;
4.
Panitia/Pejabat PenerimaHasil Pekerjaan
Pada Perpres 54/2010 sudah ditekankan mengenai Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan menambahkan 1struktur baru yaitu Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP)8. Perangkatorganisasi ULPBelum diatur 
1.
Kepala;
2.
Sekretariat;
3.
Staf pendukung;
4.
Kelompok kerja .
Dengan adanya organisasi khusus pengadaan, maka proses pengadaan diharapkan akan lebih professional.Kelompok kerja juga dibagi berdasarkan jenis pengadaan sehingga lebih focus.
A. PENGGUNA ANGGARAN/KUASA PENGGUNA ANGGARAN
9. Tugas danKewenanganBelum diatur dengan tegas
1.
Mengumumkan RencanaUmum Pengadaan
2.
Menetapkan Panitia/PejabatPenerima Hasil Pekerjaan
PA/KPA pada Perpres 54/2010 diwajibkan untuk mengumumkan rencana umum pengadaan pada awal tahunanggaran yang bertujuan agar proses pengadaan lebih transparan karena penyedia barang/jasa sudahmengetahui rencana pengadaan K/L/D/I lebih awal10. Penetapanpemenang /penyediaoleh PA/KPA di K/L/Iatau Kepala Daerahdi DaerahPengadaan Barang/Jasadiatas Rp. 50 miliar 
1.
Paket pengadaanBarang/PekerjaanKonstruksi/Jasa Lainnyadiatas Rp. 100 miliar 
2.
Paket pengadaan JasaKonsultansi di atas Rp. 10miliar.
Dengan menaikkan batas nilai pengadaan yang harus ditetapkan oleh PA/KPA, maka diharapkan proses lelang jadi lebih mudah dan cepat11. Kuasa PenggunaAnggaran (KPA)Tidak diatur dengan jelas
Dapat diangkat lebih dari 1(satu) orang sesuai bebanpekerjaan/rentang kendali PA.
Diangkat oleh PA (untuktingkat Pusat)
Ditetapkan oleh KepalaDaerah (untuk tingkat Daerah)
2
 
 
KPA untuk danadekonsentrasi dan tugaspembantuan diangkat oleh PAatas usul Kepala Daerah
Jumlah KPA yang akan diangkat oleh PA dapat lebih dari 1 (satu) orang jika dianggap perlu. KPA pada tingkatpusat (K/L/I) diangkat oleh PA, sedangkan KPA pada tingkat daerah diangkat oleh kepala daerah.
B. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
12. Tugas dan fungsi
Menetapkan dokumenpengadaan;
Menetapkan pemenang;
menyusun dan menetapkanrencana pengadaan:
o
Spesifikasi teknis;
o
Rincian HPS
o
Rancangan kontrak
tidak menetapkan pemenang
menyimpan dan menjagakeutuhan seluruh dokumenpelaksanaan pengadaan
PPK tidak lagi menetapkan dokumen pengadaan tetapi hanya menetapkan bagian dari dokumen pengadaanyaitu Spesifikasi Teknis, Rincian HPS, dan Rancangan Kontrak. Karena PPK tidak lagi menetapkan dokumenpengadaan, maka PPK tidak lagi menetapkan pemenang, melainkan diserahkan kepada ULP13. Kewenangan lain Belum diatur dengan jelas
dapat mengusulkanperubahan paket dan jadwalpekerjaan kepada PA
dapat menetapkan
o
tim pendukung;
o
tim atau tenaga ahlipemberi penjelasan teknis
(aanwijzer)
Pada Perpres 54/2010, PPK diberi kewenangan lain, yaitu mengusul perubahan paket dan jadwal sertamenetapkan tim pendukung dan aanwijzer yang akan membantu ULP dalam pelaksanaan pekerjaan
C. UNIT LAYANAN PENGADAAN/PEJABAT PENGADAAN
14. Pembentukan ULP Belum diatur Menteri/pimpinan Lembaga/KepalaDaerah/pimpinan Institusi.
Perpres 54/2010 mewajibkan pembentukan ULP dapat diselesaikan paling lambat pada tahun 2014 danberbentuk struktural di seluruh K/L/D/I serta dibentuk berdasarkan keputusan Menteri/Pimpinan Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi15. Fungsi ULP Sama dengan panitia, utkpengadaan Barang/jasa >50 jt
Pengadaan
Barang/PekerjaanKonstruksi/Jasa Lainnya
>
Rp. 100 jt
Pengadaan
JasaKonsultansi
>
Rp.50 jt
Pengadaan barang/jasa konstruksi/jasa lainnya yang wajib dilaksanakan oleh ULP adalah pengadaan dengannilai di atas Rp. 100 Juta, sedangkan untuk jasa konsultansi bernilai di atas Rp. 50 Juta16. Kelompok kerja ULP Sama dengan panitia,berjumlah gasal, min 3 (tiga)orang sesuai
besaran nilaipekerjaan
Berjumlah gasal minimal 3(tiga) orang
Dapat ditambah sesuaidengan
kompleksitaspekerjaan.
Dapat dibantu
aanwijzer 
3

Activity (239)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Johni Aries liked this
adji liked this
Widhie Arie S liked this
Benedictus Haro liked this
Relawan Rjm liked this
Inna Jusuf liked this
Gatot Rahmanto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->