Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Martabat Dan Harga Diri Bangsa

Martabat Dan Harga Diri Bangsa

Ratings: (0)|Views: 1,344 |Likes:
Published by smkn1mataram

More info:

Published by: smkn1mataram on Aug 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2013

pdf

text

original

 
KEGIATAN BELAJAR 5MARTABAT DAN HARGA DIRI SEBAGAI BANGSA
1.Tujuan Kegiatan Pelajaran.1.Peserta didik diharapkan dapat berdiskusi dengan makna ; Harkat, Martabat, Derajat.2.Peserta didik dapat menyebutkan pasal-pasal yang berhubungan dengan harga diri.3.Peserta didik dapat menyebut 4 hak asasi manusia yang dikeluarkan oleh FD Roosevelt.4.Peserta didik dapat mendiskusikan isi pesan hak asasi manusia dalam isi PBB.5.Peserta didik dapat memberi contoh sikap prilaku yang berhubungan, hanya diri dalamlingkungan, sekolah, keluarga, Negara.2.Materi Pemelajaran.MARTABAT DAN HARGA DIRI
A.Pendahuluan
Manusia merupakan mahluk Tuhan yang paling tinggi derajatnya dibandingkan denganmahluk lain. Ia dibekali akal pikiran sehingga dengan potensi itu ia dapat mencipta dan berkarya serta mengolah alam yang ada demi kesejahtraan hidupnya. Karena kedudukannyayang tinggi tersebut, dalam kehidupan sehari-hari manusia perlu diperlakukan berbedadengan mahluk-mahluk lain. Atas dasar keadaan demikian, manusia dilekati suatu hak yang bersifat istimewa yang disebut hak asasi manusia.
B.Harga Diri dan Martabat Manusia dalam Undang-Undang Dasar 1945.
1.Pengertian martabat dan Harga diri dalam Berbagai Aspek Kehidupan.Dalam membicarakan diri manusia, kita tidak dapat melepaskan diri dari pengertian- pengertian seperti harkat, martabat, derajat kemanusian, dan sebagainya. Harkat ialah nilai,harga dan taraf uang membedakabn mahluk yang satu dengan mahluk lain. Harkat mnusiaadalah nilai manusia sebagai mahlul Tuhan yang dibekali cipta, rasa, karsa, dan hak-hak sertakewajiban asasi kemanusian. Martabat ialah tingkatan harkat kemanusian dan kedudukan yangterhormat. Derajat kemanusian adalah tingkat, martabat, dan kedudukan manusia sebagaimahluk ciptaan Tuhan yang memiliki kemampuan kodrati, hak dan kewajiban asasi.Mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban antar sesama manusia yaitu pengakuan bahwa manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa mempuyai persamaan dalam hal-hal berikut :
Martabat dan harga Diri bangsa, SMKN 1 MtrPage
 
a.Tingkat martabat, dan kedudukan sebagai mahluk Tuhan yang dibekali kemampuan kodratiserta hak dan kewajiban asasi. b.Wewenang dan kekuasaan dasar yang melekat pada dirinya; danc.Keharusan untuk melakukan sesuatu berdasarkan norma tertentu.2.Pernyataan tentang Harga Diri Martabat dalam Pembukaan UUD 1945.Setiap bangsa secara kodrati mempuyai harkat dan martabat yang sama dengan bangsalain. Oleh karena itu pernyataan kemerdekaan yang merupakan perwujudan harkat dan martabat bangsa Indonesia seperti yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 pada hakekatnyamengambil haknya sendiri, bukan mengambil hak bangsa lain.Seperti kita ketahui bahwa setiap bagsa mempuyai hak untuk hidup merdeka. Hal inisecara moral melahirkan suatu kewajiban bagi penjajah untuk melepaskan tau membiarkan bangsa yang dijajahnya itu hidup merdeka dan sekaligus memajukannya. Dari kemerdekaanitulah, suatu bangsa lebih lanjut akan dapat mewujudkan hak-hak kemanusiannya sepertimengatur pemerintahannya sendiri, menentukan nasib masa depannya sendiri, dan lain-lain.Jika hak-hak kemanusiannya terwujud, harga diri dan martabat bangsa juga terangkat dengansebaik-baiknya.3.Arti dan Makna yang terkandung dalam beberapa Pasal UUD 1945.Berikut ini akan dibahas arti dan makna yang terkandung dalam beberapa pasal UUD1945, yaitu pasal 27, Pasal 28 E ayat (2) dan (3) Pasal 29, Pasal 30, dan Pasal 31.
a.Arti dan Makna yang Terkandung dalam pasal 27 Undang-Undang Dasar 1945.
Pasal 27 Ayat (1 ) menyatakan kesamaan kedudukan warga negara di dalam hukum dan pemerintahan dan berkewajiban menjunjung hukum dan pemerintahan dengan tidak adakecualinya. Al ini menunjukkan adanya kesimbangan antara hak dan kewajiban dan tidak adadiskriminasi di antara warga negara, baik mengenai hak maupun kewajibannya dalam hukumdan pemerintahan tersebut.Pasal 27 Ayat (2) menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusian. Pasal ini memancarkan asas keadilan sosial dankerakyatan. Berbagai peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang hal ini bertujuanmenciptakan lapangan kerja bagi setiap warga negara sehingga pada gilirannya mereka kelak diharapkan dapat memperoleh penghidupan yang layak bagi kemanusian. Peraturan perundang-undangan itu antara lain Undang-Undang Agraria (UU No. 5 tahun 1960), Perkoperasian (UU No. 25 Tahun 1992), Sisitem Pendidikan Nasional ( UU No. 2 Tahun 1989 ) Penanaman ModalKerja, Usaha Perasuransian, Perbankan, Jaminan Sosial Tenaga Kerja, dan sebagainya
Martabat dan harga Diri bangsa, SMKN 1 MtrPage
 
b.Arti dan Makna yang terkandung dalam pasal 28 ayat (2) dan (3) UUD 1945
Pasal 28 ayat (2) dan (3) UUD 1945 menetapkan hak warga negara dan penduduk untuk  berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya yangakan diatur dengan Undang-Undang. Pasal ini mencerminkan bahwa negara Indonesia bersifatdemokratis.Undang-undang organik merupakan pelaksanaan dari pasal 28 ayat (2) dan (3) UUD1945 yaitu :1.UU No. 2/1999 tentang partai politik, sebagai perubahan atas UU No. 3/1985 dan UU No.3/ 19752.UU No. 3/1999 tentang pemilihan umum, sebagai perubahan atas UU No. 1/1985, UU No.2/1980, UU No. 4/1975 dan UU No. 15/1969, dan3.UU No. 4/1999 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, dan DPRD sebagai perubahanatas UU No. 2/1985 UU No.5/1975 dan UU No. 16/1969.Ketiga Undang-undang tersebut di atas merupakan pengaturan lebih lanjut atas hak politik rakyat, yaitu hak untuk berserikat dan berorganisasi, sebagai sarana dalam menyalurkan aspirasi politik dan mencapai keinginan/kepentingan baik secara pribadi maupun kelompok dalamkerangaka mewujudkan tujuan dan kepentingan bersama bangsa dan negara.Kecuali itu, pengaturan hak untuk mengeluarkan pikiran baik secara lisan ( misalnya orasi/demontrasi ataudialog dengan pihak terkait-wakil rakyat).Pelakanaan hak-hak tersebut haruslah tetap memperhatikan kepentingan umum, penyampaian/pengungkapan atas sesuatu masalah sebagai pernyataan pikiran protes/demontrasi hendaklah tidak mengganggu kepentingan umum, dan kepentingan masyarakatyang lain, serta tidak menimbulkan gejolak sosial masyarakat yang merusak ketertiban dankeamanan serta merusak sarana fisik, baik miliki umum maupun pribadi anggota masyarakat.Pelaksanaan dan penggunaan hak harus dilaksanakan secara bertanggung jawab.Dalam UU tentang partai politik serta UU tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas)ditetapkan bahwa, semua organisasi itu harus berdasarkan Pancasila sebagai salah satu asasorganisasi. Hak untuk mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebaginya sepertiyang disebutkan dalam pasal 28 ayat (2) dan (3) UUD 1945, terutama media pers, telah diatur dalam UU No. 21 tahun 1982 tentang perubahan atas UU No. 11 tahun 1966 tentang ketentuan-ketentuan pokok pers sebagaimana telah diubah dengan UU No. 4 tahun 1967 yang
Martabat dan harga Diri bangsa, SMKN 1 MtrPage

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Wahied Disini liked this
kholid harras liked this
iriyanidani liked this
Amel ZhaBiant liked this
Riska Simamora liked this
Mao Sakisaka liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->