Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
10Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Kinerja Sektor-Sektor Industri Pengolahan Di Luar Minyak Dan Gas Dalam Menghadapi Globalisasi Dan Meningkatkan Daya Saing

Analisis Kinerja Sektor-Sektor Industri Pengolahan Di Luar Minyak Dan Gas Dalam Menghadapi Globalisasi Dan Meningkatkan Daya Saing

Ratings: (0)|Views: 2,095|Likes:
Published by anggaradiva

More info:

Published by: anggaradiva on Aug 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/31/2012

pdf

text

original

 
 Program Pascasarjana UPI YAI 
 
 Indonesia Recovery : Tantangan Pembangunan Ekonomi 
 
104
Analisis Kinerja Sektor-Sektor Industri Pengolahan di Luar Minyak danGas Dalam Menghadapi Globalisasi dan Meningkatkan Daya Saing
Oleh :FARIDA
*
 ABSTRACT
The purposes of this study are to understand performance of manufacturingindustries in Indonesia and to select the priority of those industries to be developed.Description analysis and the line of best fit projection analysis were applied. The resultsshowed that the development of manufacturing industries non oil and gas fluctuated over the period of 2003 to 2007. Over the last five years to 2007, average manufacturingindustries non oil and gas contributed around 23.38 percent of total GDP. During 2007, thehighest contributor came from transportation, equipment and machinery sector and food, beverage and tobacco sector consecutively supply around 6.7 percent and 6.5 percent of total GDP. Meanwhile the industry sectors which experienced to have a strong growthoccurred in transportation, equipment and machinery sector and food, beverage andtobacco sector which grew around 7.6 percent and 7.3 percent, respectively. Overall,manufacturing industries absorb employee more than 12 million people or around 12.3 percent of total work force in Indonesia. In globalization era, competition increase amongthe countries which reflected in international trade to grab the market. Competition is notonly in international market but also in domestic market; our products will compete withimported ones. Recently, China products influx the local market with lower pricescompared the local products. Comparative advantages of China have larger number of  population and lower wages than those of Indonesia. Easier investment procedures inChina have already attracted more investors to come. However, Indonesia could havegood opportunities as well, because Indonesia also has large number of population andavailability of materials. The increasing of fuel prices might cause obstacle for competitiveness.
*
 
 D
osen Fakultas Ekonomi Universitas Persada Indonesia YAI, Jakarta
 
 
 Analisis Kinerja Sektor-sektor Industri Pengolahan
 D
i Luar Minyak 
 D
an Gas
 D
alam Menghadapi Globalisasi 
 D
an Meningkatkan
 D
aya Saing The 1
st 
Annual Graduate Student Research And Creativity Symposium
 105
PENDAHULUAN
Sektor industri pengolahan merupakan sektor industri yang strategis karena bisa berperan sebagai sektor industri hulu maupun sebagai sektor industri hilir bagi sektor-sektor industri lainnya. Selain itu, sektor industri pengolahan merupakan penyumbangterbesar bagi produk domestik bruto di Indonesia. Sehingga bisa dikatakan bahwa kinerjaindustri pengolahan sebagai indikator penentu bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.Pada tahun 2007, total sektor industri pengolahan menyumbangkan PDB sebesar 27,0 persen dari total PDB di Indonesia Rp 3.957,403 trilyun (current prices). Sedangkan sektor industri pengolahan diluar minyak dan gas menghasilkan 22,0 persen dari total PDBIndonesia. Kontribusi ini sedikit menurun dari tahun sebelumnya yang menyumbang 22,8 persen dari total PDB tahun 2006.Sektor industri pengolahan juga memegang peranan penting karena penyerapantenaga kerja yang luas. Sektor industri pengolahan mampu menyerap sekitar lebih dari 12 juta tenaga kerja atau sekitar 12,4 persen dari seluruh total tenaga kerja yang ada.Meskipun jumlah penyerapan ini masih dibawah sektor industri lain seperti sektor  pertanian, perikanan dan perkebunan juga sektor industri perdagangan, retail, hotel danrestauran dimana masing masing menyumbang 43,7 persen dan 19,9 persen (Data per February 2007).Perkembangan sektor industri pengolahan juga bisa tercermin dari nilai ekspor danimpornya. Pada tahun 2007, Ekspor Indonesia mencapai US$ 114,1 milyar sedangkan nilaiimpor sebesar US$ 74,4 milyar. Berarti selama tahun 2007, Indonesia mengalami surplus perdagangan internasional senilai US$ 39,7 milyar. Dibandingkan dengan tahun 2006,ekspor mengalami peningkatan sebesar 13,2 persen dari tahun sebelumnya dimana ekspor mencapai US$ 100,79 milyar dan import mengalami kenaikan sebesar 21,8 percent. persendibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya US$ 61,1 milyar.Sektor-sektor industri apa saja yang mengalami peningkatan maupun penurunan,comparative advantage apa yang dimiliki yang dapat meningkatkan daya saing yang perludikembangkan untuk meningkatkan daya saing di masa yang akan datang, dan kelemahan-kelemahan apa saja di dalam sektor industri tersebut yang perlu diperbaiki. Sehingga penulisan makalah ini bertujuan untuk memberikan gambaran maupun wawasan mengenaikinerja sektor-sektor industri selama lima tahun yang lalu dan bagaimana prospeknya dimasa yang akan datang.
 
 Program Pascasarjana UPI YAI 
 
 Indonesia Recovery : Tantangan Pembangunan Ekonomi 
 
106Berdasarkan BPS, dalam sektor industri pengolahan terbagi menjadi 9 sub sektor industri pengolahan yang didalamnya terdapat lebih dari 100 industri. Sembilan sub sektor industri pengolahan tersebut adalah sub sektor makanan, minuman dan tembakau, subsektor tekstil, pakaian, dan kulit, sub sektor kayu, bambu dan rotan, sub sektor kertas dan produk kertas, sub sektor kimia dan bahan kimia, sub sektor barang galian diluar metalik,sub sektor logam dasar, sub sektor produk mesin dan peralatan yang terbuat dari metal, dansub sektor pengolahan lain-lain
 METODE PENELITIAN
Penelitian ini sebagian besar menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), dan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam industri pengolahan, yang diperolehmelalui browsing internet, koran-koran, majalah, dan sumber-sumber lain. Penulisan dananalisis dalam makalah ini bersifat umum (market research) yaitu memberikan informasisecara garis besar dalam suatu industri, bukan marketing research dimana analisis yangdiberikan secara lebih mendetail tentang suatu industri. Tujuan dari penulisan makalah iniuntuk memberikan gambaran umum tentang sektor-sektor industri pengolahan yang ada diIndonesia, dan diharapkan sebagai titik tolak untuk penelitian yang lebih mendalam danterperinci di masa yang akan datang baik oleh penulis sendiri maupun peneliti-penelitilainnya.Berdasarkan data-data yang diperoleh dari berbagai sumber, Penulis akanmenganalisis kinerja industri industri pengolahan kemudian membuat proyeksi kinerjaindustri industri tersebut untuk lima tahun mendatang dengan menggunakan metode yang paling sederhana dengan metode regresi linier (J. Fred weston and Thomas E. Copeland,hal.323), sebagai berikut:Y = ax + bSlope a = n (xy) ± (x)(y)n(x²) ± (x)²Intercept b = y ± a (x)n

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Marlia Lia liked this
astutiprimadani liked this
capucinov liked this
Nya Ada liked this
capucinov liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->