Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manajemen Portofolio Untuk Aset Migas

Manajemen Portofolio Untuk Aset Migas

Ratings: (0)|Views: 567|Likes:
Published by blubiantara
Migas portfolio optimization upstream petroleum
Migas portfolio optimization upstream petroleum

More info:

Published by: blubiantara on Aug 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/03/2013

pdf

text

original

 
1
Manajemen Portofolio untuk Aset MigasBenny Lubiantara
Perusahaan migas senantiasa dihadapkan pada pilihan investasi yang tersedia dengan anggaranterbatas (limited budget). Pendekatan tradisional untuk memilih portofolio proyek yang selamaini umum digunakan adalah dengan membuat peringkat proyek berdasarkan kriteria, seperti:ROR, NPV, Profit to Investment (PI). Pengenalan aplikasi metoda manajemenan keuangan
modern seperti: “Option Pricing Theory” dan “Portfolio Management” untuk aset migas baru
dimulai awal tahun 90-an.Secara kebetulan, sejak awal tawun 2000 ketika masih berkerja di Unocal Indonesia, sayamengumpulkan semua makalah dari Society of Petroleum Engineers (SPE) yang berhubungandengan Ekonomi dan Investasi. Menurut catatan saya, makalah pertama tentang option ditulis
oleh Markland (1992) yang berjudul: “Option pricing theory: A new way forward to explorationand engineering economics”. Pada tahun yang sama, Burns (1992), menulis makalah: “
Valuingpetroleum investment using discrete option
theory”. Sementara untuk makalah tentang aplikasi
modern portfolio theory (MPT), baru mucul belakangan, ditulis oleh Orman dan Duggan (1999)
yang berjudul: “Applying modern portfolio theory to upstream investme
n
t decision making”.
Setelah itu, minat untuk mengadopsi ilmu manajemen keuangan modern untuk evaluasi asetmigas semakin meningkat, ditandai dengan banyaknya makalah tentang analisa portofolio danreal options pada konferensi SPE tahun tahun berikutnya.Pada umumnya, istilah portofolio dihubungkan dengan bauran investasi pada pasar keuangan,sementara untuk aset migas, istilah ini dikaitkan dengan pemilihan alternatif proyek/aset yangtersedia dan seberapa besar bagian dari investasi tersebut yang akan dibiayai. Prakteknya,optimalisasi portofolio adalah proses memilih bauran investasi dalam rangka mengoptimalkankepuasan investor.
Salah satu metoda yang terkenal untuk optimalisasi ini adalah metoda “risk and return” yang pertama kali diperkenalkan oleh
Harry Markowitz pertengahan tahun 50-an.Metoda ini memungkinkan untuk memilih satu set portofolio yang efisien, untuk menjadi suatuportofolio yang efisien, ada dua kriteria yang harus dipenuhi:1.
 
Portofolio akan menghasilkan imbal-hasil (return) yang paling tinggi untuk besarnyaresiko tertentu; atau,2.
 
Portofolio tersebut mempunyai resiko yang paling rendah, untuk besarnya imbal-hasil(return) tertentu.Gambar 1 meng-ilustrasikan konsep ini, pada gambar tersebut ada suatu titik imaginer yangmembentuk gari
s yang disebut “Efficient fronti
er
, artinya semua portfolio yang berada
 
2
sepanjang jalur ini akan memenuhi kriteria efisien, sementara apabila ada portofolio dibawahgaris ini, seperti portofolio A dan B, maka portofolio tersebut otomatis tidak effisien karenatidak memenuhi dua kriteria diatas.Gambar 1.Efficient frontierKonsep Markowitz bermanfaat dalam rangka pemilihan portofolio dari berbagai instrumenkeuangan, seperti: saham dan obligasi. Teknik optimalisasi pada dasarnya dilakukan denganmemilih suatu portofolio dengan resiko terendah untuk imbal-hasil (return) tertentu. Resikodalam definisi aset keuangan adalah standard deviasi dari data data imbal-hasil sebelumnya(standard deviation of historical returns). Makin besar standard deviasi, makin besar pularesikonya.Untuk aset riel seperti proyek migas, tentu perlu dibuat beberapa modifikasi, khususnyaterhadap pengukuran resiko, dalam hal ini fokusnya adalah resiko terhadap kemungkinanterjadinya kerugian (atau kemungkinan kinerja proyek dibawah rata rata) yang dikenal denganistilah:
“downside risk”
.Standar deviasi mengukur sebaran seluruh kemungkinan (overall dispersion), sementara untuk aset riel yang berupa proyek, karena fokus resikonya adalah
 pada “do
w
nside risk”
maka semi-standar deviasi dianggap lebih merefleksikan hal ini. Dengan demikian, resiko dari proyek adalah semi standard deviasi dari NPV masing masing proyek.Apa perbedaan utama antara pendekatan tradisional dengan dengan konsep optimalisasiportofolio Markowitz ini?. Konsep tradisional dalam rangka pemilihan portofolio proyek biasanya menggunakan peringkat (ranking) dari beberapa parameter investasi, umumnyamenggunakan rasio profit terhadap investasi (PI). Portofolio proyek dipilih dari proyek denganperingkat tertinggi sampai terendah, tentu saja jumlah proyek yang dipilih disesuaikan dengan
   R   e   t   u   r   n
Risk
Efficient Frontier
"A""B"
 
3
anggaran yang tersedia. Kelemahan utamanya adalah bahwa konsep ini hanya memaksimalkanimbal-hasil (return) yang diharapkan, tetapi mengabaikan aspek resiko proyek.Gambar 2 memberikan ilustrasi bagaimana metoda optimalisasi portofolio ini dapat membantupara pengambil keputusan untuk mengukur dan membuat perencanaan manajemen resikoproyek. Portofolio X menghasilkan NPV terbesar sekaligus resiko tertinggi (NPV = 300 MM$,Resiko = 100 MM$), umumnya metoda tradisional akan memberikan hasil seperti ini. Sementaraportofolio Y, menghasilkan NPV yang sedikit lebih kecil dari portofolio X, namun mempunyairesiko yang jauh lebih rendah (NPV = 295 MM$, Resiko = 55 MM$). Dalam hal ini, kita dapatmelihat bahwa manajemen dapat memilih portofolio Y dengan mengorbankan NPV hanyasebesar 5 MM$, namun portofolio ini secara signifikan menurunkan resiko sebesar 45 MM$.Dalam kasus tertentu, misalnya manajemen mempunyai kekhawatiran terhadap resiko dan hanyadapat menerima resiko portofolio maksimum sebesar 40 MM$, maka manajemen dapatmempertimbangkan portofolio Z yang mempunyai resiko portofilio sebesar 40 MM$. Perlu
dipahami disini bahwa pembentukan kurva “efficient frontier” tida
k otomatis memberikan solusifinal bagi para pengambil keputusan, namun memberikan perspektif bagi manajemen dalamrangka menghasilkan keputusan jangka panjang yang lebih baik sesuai dengan strategi korporasi.Gambar 2.Optimalisasi PortofolioIlustrasi diatas hanya salah satu aplikasi dari konsep optimalisasi portofolio proyek migas, tentusaja konsep optimalisasi portofolio dapat diaplikasi secara umum untuk manajemen asetupstream migas.Semua perusahaan migas, baik IOC (International Oil Company) maupun NOC (National OilCompany), selalu dihadapkan pada berbagai kemungkinan kombinasi aset, dalam hal ini berupa
2402502602702802903003100 20 40 60 80 100
   P   o   r   t    f   o    l   i   o   N   P   V    (   M   M    $    )
Risk (MM $)Semi Standard Deviation
Efficient Frontier
Portofolio
"X"
Portofolio
"Y"
Portofolio
"Z"

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Budi Khoironi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->