/  16
 
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIANOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANGPENERTIBAN DAN PENDAYAGUNAAN TANAH TERLANTARDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,Menimbang : a. bahwa berdasarkan Pasal 27, Pasal 34, dan Pasal 40Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang PeraturanDasar Pokok-Pokok Agraria, hak atas tanah hapus antara lainkarena diterlantarkan;
 
b.
 
bahwa saat ini penelantaran tanah makin menimbulkankesenjangan sosial, ekonomi, dan kesejahteraan rakyat sertamenurunkan kualitas lingkungan, sehingga perlu pengaturankembali penertiban dan pendayagunaan tanah terlantar;c.
 
bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 1998 tentangPenertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar, tidak dapatlagi dijadikan acuan penyelesaian penertiban danpendayagunaan tanah terlantar sehingga perlu dilakukanpenggantian;d.
 
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksuddalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkanPeraturan Pemerintah tentang Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar;Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara RepublikIndonesia Tahun 1945;2.
 
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang PeraturanDasar Pokok-Pokok Agraria (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 2043);3.
 
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda yang BerkaitanDengan Tanah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 3632);4. Undang-Undang . . .
 
 
- 2 -4.
 
Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 3888);5.
 
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentangPerbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4355);6.
 
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4411);7.
 
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang PemerintahanDaerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4437), sebagaimana telah diubah terakhir denganUndang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang PerubahanKedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4844);8.
 
Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang PenataanRuang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4725);9.
 
Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang PerlindunganLahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2009 Nomor 149, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5068);10.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang HakGuna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Pakai (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 58, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3643);11.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentangPembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah,Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan DaerahKabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4737);MEMUTUSKAN: . . .
 
 
- 3 -MEMUTUSKAN:Menetapkan: PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENERTIBAN DANPENDAYAGUNAAN TANAH TERLANTAR.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan:1.
 
Hak Milik, Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan HakPakai adalah hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalamUndang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang PeraturanDasar Pokok-Pokok Agraria.2.
 
Hak Pengelolaan adalah Hak Menguasai dari Negara yangkewenangan pelaksanaannya sebagian dilimpahkan kepadapemegangnya.3.
 
Dasar penguasaan atas tanah adalah izin/keputusan/suratdari pejabat yang berwenang yang menjadi dasar bagi orangatau badan hukum untuk menguasai, menggunakan, ataumemanfaatkan tanah.4.
 
Pemegang
 
Hak adalah pemegang hak atas tanah, pemegangHak Pengelolaan, atau pemegang izin/keputusan/surat daripejabat yang berwenang yang menjadi dasar penguasaan atastanah.5.
 
Kepala adalah Kepala Badan Pertanahan Nasional RepublikIndonesia.6.
 
Kepala Kantor Wilayah adalah Kepala Kantor Wilayah BadanPertanahan Nasional.BAB IIOBYEK PENERTIBAN TANAH TERLANTARPasal 2Obyek penertiban tanah terlantar meliputi tanah yang sudahdiberikan hak oleh Negara berupa Hak Milik, Hak Guna Usaha,Hak Guna Bangunan, Hak Pakai, dan Hak Pengelolaan, ataudasar penguasaan atas tanah yang tidak diusahakan, tidakdipergunakan, atau tidak dimanfaatkan sesuai dengankeadaannya atau sifat dan tujuan pemberian hak atau dasarpenguasaannya.Pasal 3 . . .

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...