Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
23Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Renstra Kemendiknas 2010-2014

Renstra Kemendiknas 2010-2014

Ratings: (0)|Views: 6,860|Likes:
Published by Leo Sutrisno

More info:

Published by: Leo Sutrisno on Aug 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/12/2013

pdf

text

original

 
Renstra Kemendiknas 2010-2014 lebih manusiawi
Leo SutrisnoHakekat manusia dapat didalami melalui tiga aspek, yaitu: sosialitas, historisitas, danindividualitasnya. Sosialitas manusia mengakui bahwa setiap manusia itu memerlukanrelasi dengan yang lain. Setiap manusia memerlukan hubungan dengan yang lain. Kitatidak hidup sendirian di sebuah pulau. Tetapi, kita hidup bersama dengan yang lain.Aspek hitorisitas manusia merujuk pada kenyataan bahwa masa lampau setiap orangmewarnai masa kininya dan masa kini mengarahkan masa depannya. Itu berarti bahwasetiap orang merupakan pelaku sejarah. Kita membuat sejarah hidup kita sendiri.Aspek individualitas manusia menyatakan bahwa setiap orang itu unik dan otonom. Unik  berarti bahwa setiap orang itu tidak ada duanya. Setiap manusia berbeda satu denganyang lain. Otonom berarti setiap menusia mempunyai wewenang mengeloloa hidupnyasendiri. Kita satu sama laim memang berbeda. Kita juga tidak dapat mengarahkan oranglain. Masing-masing otonom.Di dalam manusia yang utuh terkandung ketiga aspek itu secara seimbang. Kita selalu berelasi dengan yang lain. Kita sadar bahwa diri kita masing-masing adalah pembuatsejarah hidup kita. Tetapi, di atas semua itu, kita adalah kita sendiri, yang unik danotonom.Pendidikan yang manusiawi mesti diarahkan untuk membantu setiap peserta didik menjadi manusia yang utuh itu. Pendidikan yang membuat seseorang menjadi mandiri[unik dan otonom] yang mampu bersinergi dengan yang lain [berelasi dengan yang lain]dan visionair [menyejarah ke masa depan].Hingga saat ini, pendidikan di Indonesia belum mengarah ke sana. Pendidikan diIndonesia lebih menekankan aspek sosialitas manusia. Atas nama kerukunan, otonomiseseorang dikesampingkan. Demi kerukunan, dikembangkan sikap untuk tidak terlalu berbeda dari yang lain, termasuk dalam bertindak tidak jujur. Dengarkan tangisanmasyarakat, ’yang jujur justru yang hancur’.Walaupun ada mata pelajaran sejarah, pendidikan Indonesia tidak membuat orangmenjadi pelaku sejarah hidupnya masing-masing. Kita bisa saksikan orang beramai-ramaimengubah dirinya menjadi orang barat. Jika tidak mampu secara mental, yang diubahfisiknya, misalnya: rambut menjadi pirang. Kita saksikan mereka bukan lagi seorangIndonesia, tetapi orang Barat yang sawo matang.Mari kita cermati arti pendidikan yang dinyatakan dalam Undang-undang Sistem pendidikan Nasional [No. 20 tahin 2003]. Pada Bab I, Pasal 1, Ayat 1 ditulisakan bahwa pendidkan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
 
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsadan negara. Dalam rumusan ini, pendidikan hanya berada di luar peserta didik, yaitudalam wilayah suasana dan proses belajar. Selebihnya, terserah pada anak didik.Rencana Strategis Kementerian pendidikan Nasional (Renstra Kemendiknas) 2010-2014telah selesai disusun pada bulan Januari tahun 2010. Namun, diseminasi renstra itu baruterasa pada bulan Juli 2010 ini [setelah 5 bulan kemudian]. Renstra ini mempunyai dasar filosofis yang lebih manusiawi dibandingkan UU Sisdiknas. Dalam renstra ini disebutkan bahwa pendidikan merupakan upaya memberdayakan peserta didik untuk berkembangmenjadi manusia Indonesia seutuhnya. Kata ’memberdayakan’ merupakan kata kunci.Dengan memberdayakan maka pendidik menyatu dengan peserta didik. Ada partisipasidan kolaborasi antara pendidik dan peserta didik.Mari kita lihat ilustrasi ini, seorang ayah yang sedang memberdayakan anaknya agar mampu bermain layang-layang. Si ayah ’terjun’ ke tengah lapangan bersama si anak.Mereka berdua ’bergulat’ agar layang-layangnya dapat terbang. Fokusnya si anak yangsedang berlatih. Si bapak membantu dan membimbing. Bahkan, kadang-kadang iamenjadi ’sparing partner’, kawan berdebat dan berdiskusi bagi si anak. Kegiatan ini berakhir saat si anak sudah mampu bermain kelayang sendiri. Di sini anak dilatih bersinergi dengan yang lain. Di sini anak dilatih bekerja sama dengan yang lain. Aspek sosialitas manusia tercakup di dalamnya.Makna pemberdayaan juga mengakui individualitas manusia. Dalam pemberdayaan tidak mungkin dilaksanakan secara pukul rata. Pemberdayaan lebih mengakui individualitasseseorang, baik dalam proses maupun dalam hasil. Dua orang kakak beradik yangdiberdayakan bapaknya dalam main layang-layang ternyata proses dan hasilnya berbeda.Pemberdayaan juga mengandung aspek historisitas manusia. Pemberdayaan berangkatdari tingkat kesiapan [readiness] seseorang. Ada yang cukup siap ada yang kurang siap.Hasilnya, juga tergantung dengan tingkat keberlangsungan proses. Ada yang lancar. Adayang tersendat-sendat. Semuanya itu dipengaruhi oleh keadaan masa lampaunya. Merekayang terbiasa makan siap saji tentu berbeda dari mereka yang terbiasa memproduksisendiri.Sifat manusiawi dari Renstra Kemendiknas 2010-2014 yang tersirat dari filosofinya inidipertegas oleh pilihan paradigma yang dipakai dalam menyelenggarakan pendidikan.Pertama, memperlakukan peserta didik sebagai manusia yang utuh. Kedua, mengakui bahwa pendidikan itu berlangsung seumur hidup. Ketiga, pengakuan bahwa pendidikanitu disediakan untuk semua orang. Dan keempat, pendidikan diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berakhlak mulia yang menjadi rahmat bagi semesta alam.Landasan filosofis dan paradigma pendidikan yang dianut dalam Renstra Kemendiknas2010-2014 divisualisasikan dalam Visi yang akan diwujudkan dalam periode 2010-2014dengan jelas. Visi itu berbunyi ’Terselengara layanan prima pendidikan nasional untuk 

Activity (23)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Noprian Tini liked this
Aiyub MPd liked this
Arifana Nur liked this
Eryatun Koswara liked this
Deka Z Ajah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->