Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
 
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIANOMOR 54 TAHUN 2010TENTANGPENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAHDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
 Menimbang : a. bahwa Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang efisien, terbukadan kompetitif sangat diperlukan bagi ketersediaan Barang/Jasa yang terjangkau dan berkualitas, sehingga akan berdampak padapeningkatan pelayanan publik;b. bahwa untuk mewujudkan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahsebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu pengaturanmengenai tata cara Pengadaan Barang/Jasa yang sederhana, jelasdan komprehensif, sesuai dengan tata kelola yang baik, sehinggadapat menjadi pengaturan yang efektif bagi para pihak yangterkait dengan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud padahuruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Presidententang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;Mengingat : 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang PerbendaharaanNegara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4355);3. Peraturan ...
 
 
- 2 -3. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentangPenyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 64, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 3956);4. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang PengelolaanBarang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4609) sebagaimana telah diubahdengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 78, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4855); MEMUTUSKAN:Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG PENGADAAN BARANG/JASAPEMERINTAH.BAB IKETENTUAN UMUMBagian PertamaPengertian dan IstilahPasal 1Dalam Peraturan Presiden ini, yang dimaksud dengan:1.
 
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya disebutdengan Pengadaan Barang/Jasa adalah kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa oleh Kementerian/Lembaga/SatuanKerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya yang prosesnyadimulai dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannyaseluruh kegiatan untuk memperoleh Barang/Jasa.2. Kementerian/ ...
 
 
- 3 -2.
 
Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah/Institusi lainnya, yang selanjutnya disebut K/L/D/I adalahinstansi/institusi yang menggunakan Anggaran Pendapatandan Belanja Negara (APBN) dan/atau Anggaran Pendapatandan Belanja Daerah (APBD).3.
 
Pengguna Barang/Jasa adalah Pejabat pemegang kewenanganpenggunaan Barang dan/atau Jasa milik Negara/Daerah dimasing-masing K/L/D/I.4.
 
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yangselanjutnya disebut LKPP adalah lembaga Pemerintah yangbertugas mengembangkan dan merumuskan kebijakanPengadaan Barang/Jasa sebagaimana dimaksud dalamPeraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2007 tentang LembagaKebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.5.
 
Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah Pejabatpemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Pejabat yangdisamakan pada Institusi lain Pengguna APBN/APBD.6.
 
Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalahpejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBNatau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD.7.
 
Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalahpejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan PengadaanBarang/Jasa.8.
 
Unit Layanan Pengadaan yang selanjutnya disebut ULP adalahunit organisasi pemerintah yang berfungsi melaksanakanPengadaan Barang/Jasa di K/L/D/I yang bersifat permanen,dapat berdiri sendiri atau melekat pada unit yang sudah ada.9.
 
Pejabat Pengadaan adalah personil yang memiliki SertifikatKeahlian Pengadaan Barang/Jasa yang melaksanakanPengadaan Barang/Jasa.10. Panitia/ ...
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more