Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
36Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kosakata Bahasa Jawa Ke Dalam Bahasa Indonesia

Kosakata Bahasa Jawa Ke Dalam Bahasa Indonesia

Ratings: (0)|Views: 3,895 |Likes:
Published by buncit8
Bahasa daerah dan bahasa asing memiliki peran dalam terbentuknya Bahasa Indonesia. Jadi ketika Bahasa Indonesia terbentuk bahasa Jawa sebagai bahasa daerah juga memiliki peran penting. Marilah kita lihat uraian penyerapan bahasa Jawa ke dalam Bahasa Indonesia melalui tinjauan fonologis.
Bahasa daerah dan bahasa asing memiliki peran dalam terbentuknya Bahasa Indonesia. Jadi ketika Bahasa Indonesia terbentuk bahasa Jawa sebagai bahasa daerah juga memiliki peran penting. Marilah kita lihat uraian penyerapan bahasa Jawa ke dalam Bahasa Indonesia melalui tinjauan fonologis.

More info:

Categories:Types, Research
Published by: buncit8 on Aug 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2013

pdf

text

original

 
Penyerapan Kosakata bahasa Jawa ke dalam Bahasa Indonesia*)(Tinjauan Fonologis)
olehRatnawati Rachmat
1. Pendahuluan
Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu serumpun dengan bahasa Jawayang tergolong bahasa daerah, yaitu rumpun bahasa Austronesia. Pemakaian bahasaIndonesia lebih luas dibandingkan pemakaian bahasa Jawa. Meskipun demikian pemakaidan persebaran bahasa Jawa lebih luas dibandingkan dengan bahasa daerah yang lain.Masyarakat Jawa mempergunakan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Dalam masyarakat bilingual sudah tentu sulit menghindari terjadinya kontak bahasa.Bahasa Jawa yangsampai sekarang masih aktif digunakan sebagai alat komunikasi antar warga masyarakat bahasanya dapat memperkaya bahasa Indonesia, terutama dalam jumlah kosakata, disamping unsur-unsur gramatikalnya.
2. Fonem Vokal Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa2.1 Fonem Vokal Bahasa Indonesia
Dalam bahasa Indonesia ada enam vokal yakni: /i/, /e/. /ə/, /a/, /u/, dan /o/. Keenam vokal ini dapat menduduki posisi di awal, tengah, atau akhir suku kata. Padaakhir kata fonem /ə/ hanya terdapat pada kata pungutan, seperti:
tante, mode, kode, orde
.Fonem /i/ mempunyai dua alofon, yakni [i] dan [I]. Fonem /i/ dilafalkan [i] bilaterdapat pada: (1) suku kata terbuka, atau (2) suku kata tertutup yang berakhir denganfonem /m/, /n/, atau / ŋ/. Fonem /i/ dilafalkan [I] bila terdapat pada suku tertutup. Jikafonem /i/ terdapat pada kata pungutan Indo-Eropa, maka fonem /i/ tetap dilafalkandengan [i], walaupun dalam suku kata tertutup.*) disajikan pada Seminar Penyerapan Kosakata Bahasa Daerah ke dalam BahasaIndonesia pada tanggal 2 Mei 2007 di FIB UI 
 
Contoh: suku terbuka: i-ni [ini] bi-bi [bibi]ni-la-i [nilai]suku tertutup: bim-bang [bimbaŋ]min-ta [minta] ping-gang [piŋgaŋ]kata pungutan: de-mo-kra-tis [demokratis]Fonem /e/ mempunyai dua alofon, yakni [e] dan [ ε]. Fonem /e/ dilafalkan [e] bilaterdapat pada: (1) suku kata terbuka, dan (2) suku itu tidak diikuti oleh suku yangmengandung alofon [ ε ]. Jika suku yang mengikuti mengandung alofon [ ε ], maka /e/ padasuku terbuka akan menjadi [ ε ]. Fonem /e/ dilafalkan [ε] bila terdapat pada suku tertutup.Contoh : suku terbuka: se-rong [se
ɔ
ŋ]so-re [sore]be-sok [bes ?]
ɔ
 suku tertutup: ne-nek [nεnε?] be-bek [bεbε?]Fonem / ə/ hanya mempunyai satu alofon yakni [ə]. Alofon ini terdapat pada sukuterbuka maupun suku tertutup.Contoh: suku terbuka: be-ker-ja [bəkərja]e-nam [ənam]suku tertutup: en-tah [əntah]ker-ja [kərja]Fonem /u/ mempunyai dua alofon, yakni [u] dan [U]. Fonem /u/ dilafalkan [u] bila terdapat pada: (1) suku kata terbuka, atau (2) suku kata tertutup yang berakhir dengan fonem /m/, /n/, atau / ŋ/. Fonem /u/ dilafalkan [U] bila terdapat pada suku katatertutup.Contoh: suku terbuka: bu-jang [bujaŋ]u-jar [ujar]gu-ru [guru]suku tertutup: rum-pang [rumpaŋ] bun-tu [buntu]
 
bung-su [buŋsu]lang-sung [la ŋsUŋ]wa-rung [warUŋ]rum-put [rumpUt]Fonem /a/ hanya mempunyai satu alofon yakni [a]. Pada suku terbuka /a/cenderung lebih terbuka dari pada /a/ pada suku tertutup.Contoh : suku terbuka: a-pa [apa]di-a [dia]suku tertutup: ma-kan [makan] pa-nas [panas]Fonem /o/ mempunyai dua alofon yakni [o] dan [ ]. Fonem /o/ dilafalkan [o] bila
ɔ
 terdapat pada: (1) suku kata terbuka, dan (2) suku kata itu tidak diikuti oleh suku lainyang mengandung alofon []. Fonem /o/ dilafalkan dengan [] bila terdapat pada suku
ɔ ɔ
 kata tertutup atau suku kata terbuka bila diikuti oleh suku lain yang mengandung [].
ɔ
Contoh: suku terbuka: to-ko [toko]bo-la [bola] ba-so [baso]suku tertutup: po-kok [p k?]
ɔ ɔ
  po-jok [pj?]
ɔ ɔ
Bagi penutur bahasa Indonesia, bahasa Indonesia bukan merupak an bahasa ibusehingga dalam berbahasa Indonesia pengucapannya sering dipengaruhi bahasa ibunya,yaitu bahasa daerah.
2.2 Fonem Vokal Bahasa Jawa
Bahasa Jawa memiliki lima vokal yang masing-masing mempunyai dua alofonyakni: /i/, /e/, /a/, /u/, /o/, ditambah satu vokal /ə/ yang hanya mempunyai satu alofon. Ke lima vokal ini semuanya dapat menduduki posisi ultima, penultima, danantepenultima. Vokal /ə/ dan alofon [ ε] yang tidak pernah ada pada posisi ultima sukuterbuka, sedangkan fonem /a/ pada posisi ultima suku terbuka hanya ada kata
ora
dan
boya
yang berarti ‘tidak’
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->