Artikel-1
Warta - Astaga!com - lifestyle on internetAstaga!com › Warta › Article
Lahan Satu Juta Hektar Untuk Tingkatkan Produksi Jagung 2002
Senin, 4 Juni 2001 11:10Pemerintah menyiapkan lahan seluas 1 juta ha untuk program Gerakan Pengembangan(Gerbang) Agribisnis Jagung guna meningkatkan produksi jagung pada 2002.Dirjen Bina Produksi Tanaman Pangan Deptan, M. Jafar Hafsah di Jakarta menyatakanlahan seluas itu untuk mengembangkan agribisnis jagung di 1000 kawasan yang tersebar di 150 kabupaten di 17 provinsi. "Melalui Gerbang Agribisnis Jagung pemerintahmenargetkan produksi jagung sebanyak 5 juta ton," katanya dikutip Antara.Setiap unit Gerbang Agribisnis Jagung, seluas 1000 ha berada dalam satu kawasan yangsetiap 500 ha akan ditangani oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan dikawaloleh satu PPL senior. Lokasi penanaman jagung untuk program itu pada Musim Kering(MK) II 2002 di tempatkan di lahan sawah sedangkan untuk Musim Hujan (MH)2002/2003 di lahan kering.Mengenai lokasi penanaman bagi program Gerbang Agribisnis Jagung, Jafar menyebutkan, untuk Pulau Jawa tersebar di Jabar, Jateng, DI yogya, Jatim dan Bantenterdiri 596 unit, P.Sumatera 198 unit tersebar di Sumut, Sumbar, Jambi, Sumsel,Bengkulu dan Lampung. Sedangkan 206 unit lainnya dialokasikan ke Sulsel, Sulut,Kalsel, Kaltim, Kalbar dan Nusa Tenggara Timur (NTT).Menyinggung produksi jagung nasional pada 2002, dia menyatakan, luas panendiprediksikan 3,8 juta ha dengan produktivitas sekitar 30,26 ton per hektar dan produksimencapai 11,50 juta ton. "Produksi tersebut lebih tinggi sebesar 19,69% dibanding angkaramalan I yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 9,29 juta ton," katanya.Jafar menyatakan, lahan yang akan dimanfaatkan untuk areal penanaman jagung yaknidengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan bero/tidur/terlantar, lahan perkebunan, lahantransmigrasi, kehutanan, pasang surut atau lebak, kebun buah-buahan dan hasil cetak sawah. Selain itu, juga dengan rehabilitasi dan konservasi lahan irigasi, tadah hujan, pasang surut, kering dan lahan kritis.Kebutuhan sarana produksi yang diperlukan bagi 1 juta ha lahan pengembanganagribisnis jagung itu diperkirakan mencapai Rp3,467 triliun. Biaya tersebut diperlukanuntuk pengadaan pupuk urea 300 ribu ton, SP36 150 ribu ton, KCL 100 ribu ton, ZA 75ribu ton, serta pestisida 4 juta liter. Selain itu juga untuk pengadaan alat dan mesin pertanian seperti traktor 800 unit, pemipil 40 ribu unit dan pengering 20 ribu unit.