Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pecahnya Langit Dan Bumi

Pecahnya Langit Dan Bumi

Ratings: (0)|Views: 17 |Likes:

More info:

Published by: Agus Jaya Kholid Saude on Aug 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/28/2010

pdf

text

original

 
Pecahnya Langit dan Bumi dalam Al-Qur’an
H. Agus Jaya, Lc. M.Hum
Kata
iqra’ 
yang
 
berasal dari kata (masdar)
Qur’un
adalah katapertama dari ayat pertama turun yang artinya mencakup telaahterhadap alam raya, masyarakat dan diri sendiri serta bacaan tertulisbaik suci maupun tidak. (M. Quraish Shihab: 2009: 15: 455). Proses
qiroat 
ini hendaklah senantiasa disertai dengan iman kepada Allah swtsebagai dzat yang Maha pencipta. (QS: al- Alaq: 2)Sebagai kitab suci yang sempurna, al-Qur’an tidak sajamenuntun dalam hal iman tawqa (imtaq) tetapi juga menyampaikaninformasi penting tentang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek)yang baru bisa dikuak rahasianya pada abad XX.Selain menjelaskan tentang asal mula penciptaan alam semesta,al-Qur’anpun menjelaskan tentang pecahnya langit dan bumi sertaberkembangnya alam semesta secara kontinyu. Allah swt berfirman:
"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahuibahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (QS: al-Anbiya’:30)
Kata
"ratq"
pada ayat ini diterjemahkan sebagai "suatu yangpadu" (Az-Zamaksyari: 1998: 4: 140) digunakan untuk merujuk padadua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan
"Kami pisahkan antara keduanya"
adalah terjemahan kata
"fataqa",
danbermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwapemisahan atau pemecahan struktur dari
"ratq".
 Az-Zamakhsyari (1998: 4: 140) menjelaskan bahwa sebelumbumi dan langit yang kita tempati ini seperti saat ini, telah melaluiproses yang panjang, yaitu langit dan bumi menyatu tanpa adapemisah. Atau ada kemungkinan langit-langit menyatu demikian jugadengan bumi-bumi menyatu lalu Allah swt pisahkan. Menurut pendapat
 
lain Allah swt pecahkan bumi yang sebelumnya tandus denganturunnya hujan dan tumbuhnya tumbuh-tumbuhan.Diantara gagasan lain yang dikemukakan oleh ayat ini adalahkeseragaman substansi alam semesta sehingga semua bagiannyaterkumpul satu sama lain dan menjelma menjadi sebuah materitunggal. Tetapi, dengan berlalunya waktu substansi-substansi itumenjadi terpisah satu sama lain dan muncullah beberapa senyawabaru. Kemudian, bermunculanlah tumbuhan-tumbuhan, binatang, danmakhluk-makhluk lain yang ada di langit dan dibumi. Pendapat lainmengatakan bahwa yang dimaksud dengan bersatunya langit adalahmula-mula tidak ada hujan yang turun. Dan yang dimaksud denganbersatunya bumi adalah bahwa pada waktu itu tidak ada tumbuhanyang tumbuh diatasnya. Lalu Allah swt kemudian menurunkan hujanmaka tumbuhlah tanaman-tanaman. (Kamal Faqih Imani: 2006 : 10:50)Dalam ayat ini, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat
"fatq".
Keduanya lalu terpisah
("fataqa")
satu sama lain. Kita ingatkembali kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahamibahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta. Dengankata lain, segala sesuatu, termasuk
"langit dan bumi"
yang saat itubelumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masihberada pada keadaan
"ratq"
ini. Titik tunggal ini meledak sangatdahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnyauntuk
"fataqa"
(terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut,bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut denganberbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa hasil penemuanilmiah benar-benar sama dengan ungkapa al-Qur’an. Tidak hanya langit dan bumi yang sebelumnya menyatu lalu berpisahyang di informasikan oleh al-Qur’an, tetapi juga satu peristiwa yangsangat ajaib, dimana al-Qur’anpun mengisyaratkan bahwa alam
 
semesa ini senantiasa berkembang, tidak seperti yang kita kirasebelumnya bahwa alam semesta bahwa alam semesta ini tetap. Allahswt berfirman:
"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dansesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (QS: Adz-Dzariyat:47)
Kata "langit", sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakandi banyak tempat dalam Al Qur'an dengan makna luar angkasa danalam semesta. Begitu juga pada ayat ini, dengan kata lain, Al-Qur'anmenginformasikan bahwa alam semesta "mengalami perluasan ataumengembang".Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yangumumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alamsemesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpapermulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yangdilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alamsemesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus"mengembang".Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann,dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritismenghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasabergerak dan mengembang.Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan datapengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit denganteleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukanbahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi.Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerakmenjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus "mengembang". Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->