Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
IKAN GURAMI

IKAN GURAMI

Ratings: (0)|Views: 359|Likes:
Published by ndre_

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: ndre_ on Aug 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2010

pdf

text

original

 
KLASIFIKASI, JENIS DAN CIRI-CIRI
Secara umum, pola budidaya perikanan air tawar yang dilakukan masyarakat diIndonesia, dapat digolongkan atas 3 pola, yaitu :1.Pola budidaya tunggal (monoculture), dimana dalam satu unit lahan usaha hanyasatu jenis ikan yang dipelihara.2.Pola budidaya campuran (polyculture), dimana dalam satu unit lahan usaha, jenisikan utama dipelihara bersama-sama dengan jenis-jenis ikan lainnya. Jenis-jenislain yang dipelihara bukan pemangsa ikan utama dan sebaliknya3.Pola budidaya diversifikasi, dimana dalam satu unit lahan usaha terdapat beberapasubsistem budidaya dari beberapa jenis ikan yang dipelihara, baik pola tunggalmaupun campuran bersama dengan usaha budidaya komoditi pertanian lainnyaAdapun asumsi pola budidaya yang digunakan dalam penyusunan pola pembiayaan iniadalah pola budidaya tunggal. Dengan demikian, ikan yang dipelihara dan kemudian di panen hanya satu jenis ikan yaitu ikan gurami berupa benih dan ikan gurami konsumsi.Ikan gurami (Osphronemus gouramy, Lacepede) merupakan ikan tawar keluargaAnabantidae. Ikan ini mempunyai bentuk badan pipih dan lebar. Pada ikan yang sudahdewasa, lebar badannya hampir dua kali panjang kepala atau ¾ kali panjang tubuhnya.Bentuk kepala ikan gurami yang masih berusia muda lancip ke depan, dan setelah tuamenjadi dempak. Warna tubuhnya terutama di bagian punggung adalah merah sawosedangkan pada bagian perut berwarna kekuning-kuningan atau keperak-perakan.Sepasang sirip perut gurami akan mengalami perubahan menjadi sepasang benang panjang yang berfungsi sebagai alat peraba. Sirip yang keras menempel pada punggungnya sedangkan garis rusuknya menyilang di bagian bawah sirip punggung.Panjang tubuh maksimum 65 cm.Strain gurami yang dikenal masyarakat cukup banyak dan bervariasi dimana antar straindibedakan berdasarkan kemampuannya dalam memproduksi telur, kecepatan tumbuh dan bobot maksimal yang bisa di capai setelah dewasa. Namun demikian belum ada penetapan strain gurami yang standar dari instansi yang berwenang. Beberapa yangdikenal dalam masyarakat adalah gurami blue safir, paris, baster dan batu.Ikan gurami merupakan ikan yang relatif lambat pertumbuhannya dan baru mencapaikematangan telur sekitar umur 2 tahun. Ciri-ciri yang membedakan antara ikan gurami betina dan jantan adalah sebagai berikut :Tabel 4.1.Ciri-ciri Ikan Gurami Betina dan Jantan
Betina Jantan
Dahi dempak (papak)Dahi menonjolDasar sirip dada gelap kehitamanDasar sirip dada terang keputihan
 
Dagu keputihan sedikit coklatDagu kuningJika diletakkan pada tempat yang datar ekor bergerak-gerak Jika diletakkan pada tempat datar ekoakan naik Bentuk bibir tipisBentuk bibir tebalUntuk menjamin kualitas ikan konsumsi yang baik, perlu penyediaan induk unggulkarena dari induk unggul akan menghasilkan benih unggul pula. Induk unggul dan benihdapat diperoleh dari BBI atau dari Unit Pembenihan Rakyat (UPR). Di Banyumas, induk unggul oleh BBI setempat digolongkan ke dalam empat kriteria induk yaitu unggulan 1,unggulan 2, unggulan 3 dan unggulan 4 yang dibedakan berdasarkan pada frekuensimemijah dan banyaknya telur yang dihasilkan. Penyediaan induk unggul oleh BBI dapatmenjamin kualitas induk yang dipelihara oleh pembudidaya yang selanjutnyamempengaruhi produksi telur dan benih ikan. Untuk memperbaiki mutu induk yangdihasilkan dilakukan perbaikan genetik induk dengan cara perkawinan silang (cross breeding) untuk menjamin pertumbuhan dan daya tahan yang tinggi terhadap penyakit,dan tidak diperkenankan perkawinan satu turunan (in breeding). Memilih induk yang baik dilakukan dengan memperhatikan ciri-ciri sebagai berikut :Tabel 4.2.Ciri induk gurami betina dan jantan yang baik 
Betina Jantan
Warna badan terangWarna badan gelapPerut membulatPerut dekat anus lancipSusunan sisik teraturSusunan sisik teratuBadan relatif panjangGerakannya lincahUmur mulai dipijahkan 2 tahunUmur mulai dipijahkan 2 tahun
SYARAT LOKASI USAHA
Untuk mendapatkan kualitas ikan gurami yang optimal, maka berikut ini adalah persyaratan minimal yang harus dipenuhi1.Dilaksanakan di dataran rendah pada ketinggian 20 - 400 m dpl2.Kuantitas dan kualitas air mencukupi. Kualitas air yang dibutuhkan yaitu air tenang, bersih, dasar kolam tidak berlumpur (kekeruhan air 40 cm dari permukaanair), tidak tercemar bahan kimia beracun dan limbah (kadar NH
3
tidak lebih besar dari 0,02%), kemasan air (pH) 6,5-8. Apabila pH di bawah 6,5 maka untuk menaikkan pH di lakukan pengapuran dengan CaCO
3
, sedangkan apabilah pHdiatas 8 maka untuk menurunkan dilakukan pemupukan dengan pupuk kandang.3.Tanah tidak berporous dan cukup mengandung humus. Tanah yang tidak  berporous dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor, sedangkan perbandingan antara tanah liat dan pasir kurang dari 60%:40%.4.Kemiringan tanah 3%-5% untuk memudahkan pengairan kolam
 
5.Temparatur optimum 25-30
o
C6.Kandungan oksigen dalam > 2 ppmHabitat ikan gurami adalah rawa, sungai, telaga dan kolam. Sedangkan pemeliharaan oleh pembudidayaan biasanya di kolam.
TAHAPAN BUDIDAYA
Budidaya ikan gurami dapat dibagi dkedalam beberapa tahapan berikut1.1.Pendederan 1 (D1) : pemeliharaan benih 0,5 gram hingga mencapai berat1 gram selama 1 bulan2.Pendederan 2 (D2) : pemeliharaan benih 1 gram hingga mencapai berat 5gram selama 1 bulan3.Pendederan 3 (D3) : pemeliharaan benih 5 gram hingga mencapai berat20-25 gram selama 2 bulan4.Pendederan 4 (D4) : pemeliharaan benih 20 -25 gram hingga mencapai berat 75-100 gram selama 2 bulan5.Pendederan 5 (D5) : pemeliharaan benih 75 -100 gram hingga mencapai berat 200 -250 gram selama 3 bulan.2.Tahap pembenihan yang mencakup tahap pemijahan, penetesan telur dan perawatan larva. Telur yang telah menetas dari induknya dipelihara hinggamenjadi larva dengan berat 0,5 gram selama 1 bulan.3.Tahap pendederan yaitu tahap pemeliharaan benih gurami sejak 0,5 gram sampaimenjadi berat 200-250 gram yang siap dibesarkan. Penderan dibagi kedalam 5tahap sebagai berikut :Tahap pembesaran yaitu pemeliharaan benih 250-250 gram hingga mencapai ukuran
 konsumsi dengan berat lebih dari 500 gram selama 3 bulan.Selain tahapan budidaya sebagaimana tersebut diatas, ada pula yang membagi tahapan pendederan dalam 3 tahapan saja berat 1 gram hingga mencapai berat 20-25 gram.Alasan membagi budidaya ikan gurami dalam tahapan tersebut diatas adalah :1.Membudidayakan ikan gurami sampai dengan ukuran konsumsi memakan waktucukup lama sehingga perolehan hasil usaha dirasakan cukup lama.2.Permintaan produk untuk setiap tahapan (dalam bentuk telur, benih dan ikanukuran konsumsi) cukup tinggi3.Keterbatasan modal dan lahan usaha apabila pembudidaya harus melaksanakantahapan dalam satu siklus penuhDengan demikian maka pembagian tahapan ini membantu pembudidaya dalam hal ini :1.Mempersingkat masa panen2.Menghasilkan pendapatan pembudidaya dengan keuntungan yang cukup memadai

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
You D Nurjan liked this
Wariz Edu liked this
Pram Rz liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->