Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kajian Teks Injil Yohanes

Kajian Teks Injil Yohanes

Ratings: (0)|Views: 715|Likes:
Published by aruibab
Foot wash, Yesus membasuh kaki para murid, Yoh. 13:1-20
Foot wash, Yesus membasuh kaki para murid, Yoh. 13:1-20

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: aruibab on Aug 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/09/2011

pdf

text

original

 
1
Nama :
Evaristus Angwarmase
Yesus Membasuh Kaki Murid-Murid-Nya(Yoh. 13:1-20)
Pendahuluan
Salah satu tradisi liturgis yang dilakukan pada setiap Kamis Putih adalah pembasuhankaki yang dilakukan oleh pemimpin liturgi. Tradisi ini adalah warisan langsung dari praktek yang dilakukan Yesus sendiri yang membasuh kaki para murid-Nya pada malam sebelum kisahsengsara-Nya dimulai. Tulisan ini hendak mendalami kisah pembasuhan kaki oleh Yesus(selanjutnya dalam tulisan ini akan disingkat ‘kisah pembasuhan kaki’) yang terdapat dalam InjilYohanes, satu-satunya Injil yang memuat kisah tersebut.
1. Panaroma Umum1.1 Dalam Struktur Injil Yohanes
Kisah pembasuhan kaki pada Yoh. 13:1-20 tak bisa dilepas-pisahkan dari konteks umumkeseluruhan Injil Yohanes. Konteks umum tersebut tak lain adalah struktur keseluruhan dari Injilini yang adalah sebagai berikut:
1
 Yoh. 1:1-18 : PrologYoh. 1:19-12:50 : Kitab Tanda-TandaYoh. 13:1-20:31 : Kitab KemuliaanYoh. 21:1-25 : EpilogDari struktur di atas kisah pembasuhan kaki merupakan bagian dari Kitab Kemuliaan.Perincian dari Kitab Kemuliaan adalah sebagai berikut:
2
 1.
 
Perjamuan akhir (13-17)a.
 
Makanan (13:1-30)b.
 
Diskursus akhir (13:31-17:26)
1
Viany Untu,
 Injil Yohanes
, Traktat Kuliah, 2009, hlm. 32.
2
 
 Ibid 
, hlm. 37.
 
2
2.
 
Kisah sengsara (18-19)a.
 
Penangkapan dan pengadilan (18:1-27)b.
 
Yesus di hadapan Pilatus (18:28-19:16a)c.
 
Penyaliban dan penguburan (19:16b-42)3.
 
Yesus bangkit (20:1-29)a.
 
Di kubur (20:1-18)b.
 
Para murid berkumpul (20:19-29)Dengan kisah pembasuhan kaki pada bab 13, pembaca Injil Yohanes diajak untuk beralihdari kehidupan publik Yesus dan tanda-tanda pewahyuan yang dilakukan-Nya menuju hari-hariterakhir Yesus sampai ke periode kemuliaan-Nya, yaitu kematian dan kebangkitan di manakemuliaan dan kehadiran Allah diperlihatkan. Karena itulah bagian kedua Injil Yohanes inidisebut ‘Kitab Kemuliaan’. Peralihan dari ‘tanda’ menuju ‘kemuliaan’ ini hendak memperlihatkan bahwa sesungguhnya realitas keselamatan dalam diri Yesus tidak dapat lagidilihat atau digambarkan sebagai ‘tanda’ melainkan lebih sebagai ‘pelaksanaan’ dalamperjuangan. Penginjil mau menunjukkan bahwa wafat Yesus menjadi keselamatan bagi manusiadan sekaligus juga memberi kemuliaan.
3
Dengan wafat dan kebangkitan-Nya, kini kegelapan dancahaya, kematian dan kehidupan tidak hanya diterangkan dengan kata-kata saja, tetapi sungguh-sungguh dijelaskan dengan peristiwa-peristiwa yang menyelamatkan.Jelas sekali bahwa Yohanes merangkai kisah-kisah pada Kitab Kemuliaan ini sebagaicontoh bagi komitmen hidup Kristen. Bagi Yohanes, tindakan Yesus menjadi contoh dan teladanbagi seorang beriman.
4
Dengan kata lain, Kitab Kemuliaan menyiratkan tuntutan aktualisasihidup Kristen yang dihayati dalam Yesus. Aktualisasi hidup Kristen yang dimaksudkan Yesusbukanlah sesuatu yang terjadi di kemudian hari tetapi kini dan di sini,
hic et nunc
. Tekanannyabukan pada masa depan, melainkan pada masa sekarang. Dalam Kitab Kemuliaan suara Yesusditampilkan oleh penginjil seolah-olah sudah bangkit dan dimuliakan dan berbicara kepada paramurid-Nya mengenai hidup sekarang, tempat tinggal, kasih, penghakiman, mengenai Roh Kudus
3
Lih. Dianne Bergant dan Robert J. Karris (ed.),
Tafsir Perjanjian Baru
(Yogyakarta:Penerbit Kanisius, 2002), hlm. 188.
4
Bdk. John Wijngaards,
Warta Rohani Injil dan Surat-Surat Yohanes
(Ende: PenerbitNusa Indah, 1995), hlm. 158.
 
3
yang menjadi pembela dan pemberi wahyu. Fokus utama Kitab Kemuliaan adalah persatuan:persatuan Bapa dan Anak; karunia dan hadirnya roh di antara para murid; persatuan Anak danpara murid; persatuan satu sama lain di antara para murid. Dan penggerak dalam semua bentuk persatuan itu adalah kasih.
5
 Wafat Yesus merupakan rumusan paling intensif kasih Allah dalam pribadi-Nya. Tak seorangpun rela mengorbankan dirinya sendiri tanpa dibekali kasih yang tak terhingga (bdk.Yoh. 15:13). Kasih itu pula sudah Yesus tunjukkan pada awal Kitab Kemuliaan yakni pada kisahpembasuhan kaki. Kasih pada murid-murid-Nya sedemikian luhur membuat-Nya rela melayanibagaikan abdi pada perjamuan.
1.2 Mengapa Hanya Ada di Yoh?
Seperti telah dikemukakan dalam pengantar bahwa kisah pembasuhan kaki ini hanyaterdapat dalam Injil Yohanes sementara ketiga Injil sinoptik tidak memuatnya. Mengapademikian?Dalam perincian Kitab Kemuliaan telah dipaparkan bahwa pasal 13-17 memuat kisahperjamuan akhir. Tetapi jika dibaca perjamuan akhir sebagaimana yang ditulis Yoh berbedadengan perjamuan akhir yang ditulis oleh para penulis Perjanjian Baru (PB) awal, yaitu SantoPaulus dan para sinoptisi (Matius, Markus, Lukas). Para penulis PB awal ini memberikankesaksian yang kurang lebih sama mengenai perjamuan akhir Yesus beserta murid-murid-Nya,menjelang sengsara-Nya (
lih
. Mrk. 14:22-25; Mat. 26:26-29; Luk. 22:15-20). Dikisahkan bahwapada kesempatan itu, ketika Yesus sadar akan kematian-Nya yang sudah dekat, Ia merumuskanpesan hidup-Nya dalam tanda pembagian roti dan anggur sebagai perjamuan terakhir. Roti untuk dipecah-pecahkan di antara anggota yang hadir menjadi tanda kehadiran-Nya selalu sebagaisantapan hidup karena hidup Yesus sendiri sudah diserahkan habis-habisan di salib. Kenanganakan peristiwa ini dalam jemaah Kristen perdana disebut upacara pemecahan roti yang akhirnyaberkembang menjadi perayaan Ekaristi. Sedang anggur sebagai tanda pencurahan darah-Nyauntuk menyatakan janji kasih, dijadikan minuman bersama.
6
 
5
 
 Ibid.
6
Lih. St. Darmawijaya,
Pesan Injil Yohanes
(Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 1988), hlm.92.

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
arnol3090 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->