Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Global Public Goods-Ida

Global Public Goods-Ida

Ratings: (0)|Views: 35|Likes:
Published by Rozy

More info:

Published by: Rozy on Aug 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/31/2010

pdf

text

original

 
PENDAHULUAN
Dunia internasional selalu berusahamenciptakan tatanan dunia yang lebih baik,hal ini diperlihatkan dari berbagaikesepakatan, piagam-piagam, ataupunorganisasi-organisasi yang didirikan yangsecara ideal bertujuan untuk kemaslahatanumat manusia. Namun ironisnya,terkadang tujuan mulia itu kemudian hanyamenguntungkan sebagian kelompok saja bahkan mendatangkan bencana bagimanusia. Kemiskinan masih membelenggu1,2 milyar orang
1
 , kurang lebih 150 jutaanak-anak di negara berkembangdinyatakan kekurangan nutrisi danmakanan bergizi, dan sebanyak 1,1 milyarorang dinyatakan tidak memiliki aksesterhadap air minum yang layak
2
. Bahkanpelaksanaan hak untuk hidup bagi manusiapun tidak dapat terlaksana dengan baik:tercatat sepanjang abad ke-21, kurang lebih35 juta jiwa manusia terbunuh dalamgenosida
3
 , dan 10 juta manusia tewas dalamPerang Dunia I dan II
4
(belum termasukperang-perang kecil seperti Vietnam,Korea, Teluk I dan II). Semua data-data inimenunjukkan kenyataan yang memilukan.Air bersih, pasokan makanan yang layak,serta hak untuk hidup yang seharusnyamerupakan
 global public goods
(GPGs) tidakdapat dipenuhi walaupun dunia sudahdipenuhi berbagai aturan dan tatanan.Demonstrasi dan kerusuhan di kota Seattledalam rangka menentang keberadaanWTO pada tahun 1999 merupakan sebuahmomen yang menandakan ketidakpuasandan keinginan besar akan adanyapembenahan pemenuhan kebutuhan dasarmanusia yang lebih baik.Konsep
 global public goods
(GPGs) telahmemberikan banyak harapan bagimanusia. Apakah harapan ini terlalu berlebihan? Atau justru menjadi sebuahtujuan penting yang harus dan mungkindicapai?. Tulisan ini bertujuan untukmemberikan deskripsi analitis dengandiawali tinjauan filosofis dari akar konsep,identifikasi, dan mekanisme GPGs yangdiharapkan dapat memperjelas makna
 public
yang dikandung oleh GPGs yangdirepresentasikan dengan peranan
civilsociety
dalam perwujudannya.
CIVIC Vol.1 No.2 Agustus 2003
Global Public Goods
(GPGs): Tinjauan Historis dan Penyertaan
Civil Society
 Y 
ULIDA 
P
 ANGASTUTI
 Abstract 
This article will attempt to explore the political grounds for the development of GPGs by conducting anexamination on two main ideologies, namely libertarianism and social democracy, which afterwards aredeveloped for further implementations on the global level. GPGs, derived from the globalization of public goods, are considered as one of the idea that can solve the problem of unequal distribution, whichcharacterizes the international world order today. This article will also explore the implementations of GPGs by embracing the role of civil society as one of the actor whose role should be taken into accountin the GPGs decision-making.
49
 
CIVIC Vol.1 No.2 Agustus 2003
DEMOKRASI SOSIAL: AKAR KONSEPGPGSPertentangan Ideologi
Profesor Thomas Meyer dalam sebuahkuliah terbuka yang diadakan olehPACIVIS FISIP UI pada awal April 2003menyatakan bahwa terdapat tiga kekuatanideologi yang berpengaruh besar dalampembentukan tatanan politik baik nasionalataupun internasional. Ketiga ideologitersebut adalah: fundamentalisme,libertarianisme, dan demokrasi sosial
5
.Fundamentalisme adalah sebuah ide yang berangkat dari penggunaan keyakinanrelijius untuk menciptakan tujuan politiktertentu yang sifatnya tertutup secarapolitik, sosial, dan ideologi. Biasanyasifatnya radikal dan seringkalimenghalalkan penggunaan kekerasan.Bagaimanapun juga, fundamentalismemelekat dalam setiap peradaban manusia.Fundamentalisme ini dapat diredammelalui instrumen demokrasi yangmenjamin partisipasi seluruh kelompokmasyarakat.Berbeda dengan fundamentalisme,libertarianisme dan demokrasi sosial sama-sama berakar pada tradisi liberalisme.Liberalisme ini berkembang dengan pesatpada abad pertengahan sampai denganabad ke-17. Liberalisme sangatmempercayai pluralitas dan menempatkanindividu sebagai aktor utama. Pada abadke-18 terjadi perpecahan di tubuhliberalisme, dan muncullah pahamlibertarianisme dan demokrasi sosial.Perpecahan ini muncul karena adanyaperbedaan pendapat mengenai konseppenanganan pasar. Perpecahan semakinmembesar pada abad ke-20 berkenaandengan terjadinya beberapa revolusi danperang. Libertarianisme berpendapat pasaryang ideal adalah pasar yang bebas tanpaada intervensi dari pemerintah dankebebasan atas kepemilikan pribadi.Libertarianisme sangat antipati terhadapkonsep power yang terkonsentrasi karenamengacu pada pernyataan Lord Acton bahwa 
 power tends to corrupt and absolute power corrupts absolutely
. Pembatasankekuasaan negara ini juga ditujukan untukperlindungan hak-hak individu dan warganegara dari tekanan represi pemerintah.Mengenai dasar filosofi pasar bebas, Boazmenyatakan bahwa untuk bertahan dan berkembang individu membutuhkanaktivitas ekonomi. Pasar bebas merupakanperwujudan dari sistem ekonomi yangmenekankan pada kebebasan individuuntuk menciptakan kekayaan. Biladiharuskan untuk menyebutkan kriteria
 public goods
 , maka libertarianisme hanyamengakui aspek-aspek yang berada di bawah kontrol pemerintah sebagai wujud
 public goods
 , yaitu pertahanan nasional,serta hukum dan perangkat regulasi yang berfungsi melindungi hak-hak asasimanusia.
6
Ide libertarianisme ini ditolak olehdemokrasi sosial. Demokrasi sosial berpendapat bahwa perlindungan hak asasimanusia dan sistem demokrasi yangmenjamin keterwakilan saja tidak cukup.Pasar yang bebas harus berada di bawah
visible hand
 , yaitu kontrol pemerintah.Kontrol pemerintah ini diperlukan untukmenjamin adanya pemerataan distribusikebutuhan manusia yang adil. Pasar yangtidak terkontrol dikhawatirkan justruhanya semakin memperkaya individu yangkaya, dan semakin memurukkan kalanganmiskin. Kenyataan ini pada akhirnya akanmengalienasi individu dari keterlibatannya
Global Public GoodsY
ULIDA
P
ANGASTUTI
50
 
di politik, yang berarti menghambatpelaksanaan dan perlindungan HAMterhadap individu.Untuk memastikan adanya pendistribusianyang merata, demokrasi sosial berpendapat bahwa harus terdapat barang atau jasa yangsifatnya penting yang dengan mudah dapatdiperoleh oleh setiap individu. Konsep barang dan jasa ini disebut dengan
 public goods
. Konsep
 public goods
adalah salahsatu karakter yang membedakanlibertarianisme dengan demokrasi sosial.Libertarianisme menjadi paham yangpaling berpengaruh dalam skala nasionalataupun internasional, terutama karenasifatnya yang radikal. Berada di kutub yang berlawanan dengan kutub otoritarianismemembuat libertarianisme menjadi lebihpopuler dibandingkan demokrasi sosialterutama di masa transisi. Pendapat inidapat menimbulkan permasalahan besar,mengingat masyarakat yang otoritercenderung tidak siap untuk melakukanperubahan radikal yang berdampak padasemakin meningginya penggangurankarena adanya privatisasi dan pasar bebas.Pada awalnya konsep
 public goods
hanyadapat diterapkan pada lingkup nasionalatau di dalam negara saja. Arus globalisasiyang menghapuskan batasan antarnegara,telah membuat pasar bebas yang dianutoleh libertarianisme semakin liar.Masyarakat dari negara-negara miskinsemakin terpuruk dengan adanyaprivatisasi, persaingan yang tidakseimbang, dan yang semakin menjauhkanmasyarakat dari barang dan jasa (
 goods
)yang mereka perlukan untuk hidup.
Demokrasi Sosial dalam Tataran Global
Poros kekuatan demokrasi sosial dipercayai berada di dataran Eropa, Inggris, sertaAustralia. Di Jerman, Willy Brandt telahmengemukakan idenya mengenaipemerintahan global di bawah pengaruhdemokrasi sosial
7
. Di tengah dominasipaham libertarianisme, Brandt berharap bahwa munculnya demokrasi sosial ketataran global akan membentuk
buildingblocks
dari sebuah tatanan politik ekonomiyang baru. Bentuk ini dapat dirintis daridiskusi dalam partai yang beralirandemokrasi sosial dan deklarasi progresifyang mempromosikan demokrasi sosialyang mengglobal. Bentuk-bentuk iniditandai dengan elemen-elemen sebagai berikut
8
:1. pembentukan kewarganegaraan globaldengan hak manusia yang mengglobalpula. Hal ini lambat-laun harusmembentuk struktur-struktur yangmengefektifkan keberadaan hak-hak ini baik pada tingkatan global, lokal, nasional,makro regional, dan global;2. penolakan fundamentalisme pasar neo-liberal dan penyusunan kembali perananakif dan bertanggungjawab daripemerintah dalam arena transnasional.Dengan syarat prioritas terletak padademokrasi global;3. menghadapi globalisasi negatif yangsifatnya menghapus batasan negara melaluimekanisme globalisasi positif yangkonstruktif dengan jalan membanguninstitusi-institusi politik, rejim, dan jaringanyang mengontrol pasar dan mengefektifkanpenyediaan
 global public goods
.4.membangun sebuah kerangka pengaturanuntuk perdagangan yang lebih sehat,dengan distribusi yang lebih adil dan lebihmenekankan keterbukaan danpengendalian pasar;
CIVIC Vol.1 No.2 Agustus 2003
Global Public GoodsY
ULIDA
P
ANGASTUTI
51

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->